Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Karier dan Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kartono Kartono; Sri Ningsih
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v16i1.4482

Abstract

ABSTRAK Peranan Sumber Daya Manusia dalam suatu perusahaan adalah sangat penting sehingga diperlukan cara-cara untuk memberikan kepuasan kerja bagi pegawai yang ada, agar para pegawai mau bekerja dan menggunakan skill atau kemampuan yang dimilikinya secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan karier dan Iklim organisasi terhadap kepuasan kerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random sebanyak 68 pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif pendekatan asosiatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pengembangan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai sebesar 0,193. Kedua, iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai sebesar 0,454. Ketiga, pengembangan karier dan iklim organisasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai sebesar 9,374. Kata Kunci: Pengembangan Karier, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja ABSTRACTThe role of human resources in a company is very important so that there are necessity ways to provide job satisfaction for existing employees, that make employees want to work and use their skills or abilities to the fullest. This study aims to determine the effect of career development and organizational climate on job satisfaction. The research method used is quantitative research. The research sample was taken randomly as many as 68 employees of the Regional Drinking Water Company (PERUMDA) of Cirebon City. This research is a quantitative descriptive associative approach. The results of this study indicate that: First, career development has a positive and significant effect on job satisfaction with a value of 0.193. Second, the organizational climate has a positive and significant effect on job satisfaction with a value of 0.454. Third, career development and organizational climate together have a positive and significant effect on job satisfaction with a value of 9,374. Keywords: Career Development, Organization Climate, Job Satisfaction.
Pengembangan UMKM melalui Digitalisasi Tekonolgi dan Integrasi Akses Permodalan Ramlah Puji Astuti; Kartono Kartono; Rahmadi Rahmadi
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 8 No.2 (Juni, 2020) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v8i2.5764

Abstract

Abstract. SMEs' businesses play a large role in improving the economy in Indonesia. In Indonesia, SMEs are currently considered as one of the effective ways of poverty alleviation. SMEs can create sizable employment opportunities for domestic workers, so it greatly helps efforts to reduce unemployment. One area that has potential SMEs is Cirebon Regency, which is a trade district/city. The development of SMEs in the Cirebon Regency also shows a significant increase from one year to one, in the village of Sindangkasih. Although the growth of SMEs in Cirebon Regency has developed from year to year, but it still leaves many problems. These problems include low quality of human resources, lack of innovation, low access to capital, and lack of field assistance. Approaches to be applied in the entrepreneurship assistance program for SMEs include socialization, training, and mentoring as well as business technical assistance to MSME entrepreneurs. Implementation of assistance to 10 Tenant SMEs is conducted in teams based on areas of expertise and problems faced by Tenant SMEs. The output of this activity is to increase the capacity of Tenant SMEs in terms of marketing digitalization and easy access to capital. The focus of SMEs fostered on this program is SMEs in the field of food. Significant results can be seen from the 10 SMEs that are fostered at this time can market their products to other regions. So that business activities can run well. Access to capital obtained today is also relatively easy because SMEs have been able to make financial reports and business proposals for the disbursement of funds from investors and banks. This is very different from the conditions before the assistance activities.Keywords: SMEs Assistance, Workshop, marketing, and capitalAbstrak. Usaha mikro kecil Menengah memegang peran yang besar dalam peningkatan perekonomian di Indonesia. Di Indonesia, UMKM saat ini dianggap sebagai salah satu cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. UMKM dapat menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Salah satu daerah yang memiliki UMKM yang potensial adalah Kabupaten Cirebon yang merupakan Kabupaten/kota perdagangan. Perkembangan UMKM di Kabupaten Cirebon pun dari tahun ke tahunnya menunjukan peningkatan yang signifikan salah satunya di desa Sindangkasih. Meskipun pertumbuhan UMKM di Kabupaten Cirebon memiliki perkembangan dari tahun ke tahun, akan tetapi masih menyisakan banyak permasalahan. Permasalahan tersebut diantaranya adalah : rendahnya kualitas SDM, kurangnya inovasi, akses permodalan rendah dan minimnya pendampingan dilapangan. Pendekatan yang akan diterapkan dalam program pendampingan kewirausahaan bagi UMKM diantaranya adalah: sosialisasi, pelatihan dan pembimbingan serta pendampingan teknis usaha kepada pelaku UMKM. Pelaksanaan pendampingan terhadap 10 UMKM Tenant dilakukan secara tim berdasarkan bidang keahlian dan permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Tenant. Output kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas UMKM Tenant dalam hal digitalisasi pemasaran dan kemudahan akses permodalan. Fokus UMKM yang dibina pada program ini adalah UMKM dibidang makanan. Hasil yang signifikan dapat terlihat dari 10 UMKM yang dibina  saat ini sudah dapat memasarkan produknya hingga keluar daerah. Sehingga kegiatan usahanya dapat berjalan dengan baik. Akses permodalan yang diperoleh saat ini juga relatif mudah karena pelaku UMKM sudah dapat membuat laporan keuangan dan proposal bisnis untuk pencairan dana dari pihak investor maupun perbankan. Hal ini berbeda sekali dengan kondisi sebelum adanya kegiatan pendampingan. Kata Kunci: Pendampingan UMKM, Workshop, pemasaran, dan permodalan
Penerapan Teknologi Pengolahan Limbah Cangkang Kerang Hijau sebagai Pakan Ternak dan Ikan Kartono Kartono; Mukarto Siswoyo; Bukhori Bukhori
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.2 (Juni, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknologi
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i2.6898

Abstract

Abstract. Environmental problems in Muara Village, Suranenggala Subdistrict,Cirebon Regency, are accumulated waste of green mussel shells. The objectives ofthis PKM activity are: 1) to deal with the accumulation of green mussel shells asfeed ingredients / fish pelets by applying technology, namely; hammer millmachines, mixer machines, pelet extruders, and 2) to improve the welfare of thecommunity from the activities of making fish feed / pelets. The method used isParticiparoty Action Rural (PRA) which is one of the Participaroty Action Researchmethods. This method prioritizes community participation, identifying problems,compiling programs to plan solutions together. The location of the activity wascarried out in the fishermen group in Muara Village, Suranenggala District,Cirebon Regency. The results of the application of technology for the process ofmaking animal feed carried out in Muara Village can create new businesses forcommunity groups, especially fishermen groups, so that it has implications forincreasing welfare for the surrounding community. Based on the results ofmonitoring and evaluation, it is concluded that the application of appropriatetechnology in overcoming the accumulation of green mussel shell waste can create anew business, namely UKM making fish feed / pelets which in turn can improvewelfare for the community.Keywords: SMEs, appropriate technologyAbstrak. Permasalahan lingkungan di Desa Muara Kecamatan SuranenggalaKabupaten Cirebon adalah menumpuknya limbah cangkang kerang hijau. Tujuandari kegiatan PKM ini adalah 1) untuk menanggulangi menumpuknya limbahcangkang kerang hijau sebagai bahan pakan/pelet ikan dengan penerapanteknologi, yaitu mesin hammer mill, mesin mixer, pelet extruder; dan 2) untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat dari kegiatan pembuatan pakan/pelet ikan.Metode yang digunakan adalah Participaroty Action Research (PAR). Metode inimengutamakan partisipasi masyarakat, mengidentifikasi masalah, dan menyusunprogram merencanakan solusi bersama-sama. Lokasi kegiatan dilaksanakan padakelompok nelayan di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.Hasil dari penerapan teknologi untuk proses pembuatan pakan ternak yangdilakukan di Desa Muara dapat memunculkan usaha baru bagi kelompokmasyarakat, khususnya kelompok nelayan sehingga dapat berimplikasi terhadapmeingkatnya kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil monitoringdan evaluasi disimpulkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dalammenanggulangi menumpuknya limbah cangkang kerang hijau dapat menciptakanusaha baru, yaitu UKM pembuatan pakan/pelet ikan yang pada akhirnya dapatmeningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.Kata Kunci: UKM, Teknologi tepat guna
EDUKASI MENGENAI STRATEGI PENGEMASAN PRODUK DAN PROSEDUR PEMBERIAN SP-IRTP BAGI UMKM DI DESA CIMARA KABUPATEN KUNINGAN agi syarif hidayat; Kartono Kartono
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1889

Abstract

UMKM memiliki kontribusi yang besar untuk perekonomian negara Indonesia, akan tetapi UMKM masih memiliki kelemahan. Berdasarkan analisis situasi pada UMKM di desa Cimara diketahui bahwa mayoritas UMKM belum memiliki kemasan yang berkualitas serta tidak memiliki SPP-IRT, permasalahan tersebut diduga karena masih kurangnya kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya kemasan yang berkualitas dan SPP-IRT. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan informasi mengenai strategi pengemasan produk yang baik serta prosedur pengurusan SPP-IRT. Kegiatan PKM dilaksanakan di Desa Cimara, Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan pada tanggal 12 Februari 2020. Metode pemberdayaan yang digunakan adalah ceramah. Jumlah peserta yang hadir 25 orang. Setelah mengikuti kegiatan ini peserta mendapatkan informasi mengenai strategi pengemasan produk yang baik serta informasi mengenai tahapan dan persyaratan mendapatkan SPP-IRT. Saran untuk kegiatan pengabdian selanjutnya adalah melakukan pendataan UMKM yang memiliki potensi bisnis yang baik, selanjutnya melakukan pendampingan secara intensif mengenai perbaikan kemasan serta melaksanakan pengurusan SPP-IRT secara kolektif di desa Cimara dengan melakukan kerja sama antara pihak UMKM, aparat desa Cimara, Akademisi serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.
Meningkatkan Daya Saing UMKM Kicimpring melalui Program “Melek UMKM” Agi Syarif Hidayat; Kartono Kartono; Mardiyani Mardiyani; Ismu Lisara
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 8 No.1 (Januari, 2020) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknol
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v8i1.5040

Abstract

Abstract. The purpose of this community empowerment activity is to increase the competitiveness of MSMEs through the "MELEK (Brand, Lebel and Packaging) MSME" program. The community empowerment method used in this activity is Participatory Learning and Action. The location of the activity was carried out at Kicimpring MSME in Cimara Village, Kuningan Regency, West Java Province. The reason for selecting community empowerment locations is because Kicimpring MSMEs do not yet have brands, labels and only have simple product packaging. Community empowerment activities are carried out through three stages: 1) Planning, 2) actions, 3) evaluation and monitoring. The results of this community empowerment activity are: 1) MSMEs have an awareness of the importance of brand, product labels and packaging, 2) MSMEs can determine the right trademark, 3) there are improvements to product packaging, 3) an increase in product image in the eyes of consumers, 4) an increase in sales of products after the product was given a brand, label and packaging. Based on evaluation and monitoring it can be concluded that the "MELEK UMKM" program can improve the competitiveness of MSMEs.Keywords: Brand; Labels; Packaging; MSMEsAbstrak. Tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM melalaui program “MELEK (Merek, Lebel dan Kemasan) UMKM”. Metode pemberdayaan masyarakat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Learning and Action. Lokasi kegiatan dilaksanakan pada UMKM Kicimpring di Desa Cimara Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Alasan pemilihan lokasi pemberdayaan masyarakat adalah karena UMKM Kicimpring belum memiliki merek, label serta hanya memiliki kemasan produk yang sederhana. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu 1) Perencanaan, 2) tindakan, 3) evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini yaitu : 1) UMKM memiliki kesadaran mengenai pentingnya merek, label dan kemasan produk, 2) UMKM dapat menentukan merek dagang yang tepat, 3) adanya perbaikan kemasan produk, 3) adanya peningkatan citra produk dimata konsumen, 4) adanya peningkatan penjualan produk pasca produk diberi merek, label dan kemasan. Berdasarkan evaluasi dan monitoring dapat disimpulkan bahwa program “MELEK UMKM” dapat meningkatkan daya saing UMKM. Kata Kunci : Merek; Label; Kemasan; UMKM
Pengaruh Person Job Fit dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Agen Asuransi Muhamad Rizki Bayu Nurjati; Bachrudin Sjaroni; Kartono Kartono
Jurnal Inspirasi Bisnis dan Manajemen Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.519 KB) | DOI: 10.33603/jibm.v3i2.2585

Abstract

Abstract: This research aimed to find out the influence of person-job fit and self-efficacy on the job performance of agent assurance of PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Cirebon partially and simultaneously. The population of this research is the agent assurance of PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Cirebon. The sampling technique of this research is random sampling. Meaning that the sample is taken in a certain part. The sample taken in this research is 64 respondents. The method of collecting the data is questionnaires, while the method in this research is multiple linear regression analysis. The finding of this research shows that person-job fit and self-efficacy has positive and significant influence on job performance. Keyword: Person job fit, Self Efficacy, Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh person job fit dan efikasi diri secara parsial maupun simultan terhadap kinerja agen asuransi pada PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Cirebon. Populasi dalam penelitian ini adalah agen asuransi PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Cirebon. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling, yaitu pengambilan sampel diambil pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 64 responden. Metode dalam pengumpulan data ini menggunakan kuesioner, sedangkan metode dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa person job fit dan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Kata Kunci : Person Job Fit, Efikasi Diri, dan Kinerja.