Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model Ihwan, Andi; Pawitan, Hidayat; Hidayat, Rahmat; Latifah, Arnida Lailatul; Taufik, Muh.
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.35072

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hutan. Bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut merupakan dampak dari kekeringan yang berkepanjangan. Informasi tentang karakteristik kekeringan di wilayah DAS Kapuas masih kurang diungkap terutama terkait dengan penggunaan data iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis DAS Kapuas. Analisis kekeringan meteorologis digunakan pendekatan Standardize Precipitation Index (SPI) dan kekeringan hidrologis digunakan Standarized Runoff Index (SRI). Data curah hujan dan runoff dari Global Climate Model (GCM) yang telah di-downscaling menjadi 20 km x 20 km digunakan sebagai input data. Berdasarkan indeks kekeringan skala satu bulanan selama 30 tahun (1981-2010), diperoleh bahwa DAS Kapuas telah mengalami kekeringan meteorologis sebanyak 45 kali dan 48 kali kekeringan hidrologis dengan kategori moderat kering sampai dengan ekstrim kering. Luas wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis maksimum terjadi pada tahun 1986 yakni 11,01% dari total wilayah DAS, kekeringan hidrologis maksimum terjadi pada tahun 1991 yakni 13,9% dari total wilayah DAS. Durasi kejadian kedua jenis kekeringan tersebut dominan berdurasi satu bulan. Luas wilayah kekeringan, tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi kekeringan cenderung meningkat saat kejadian El-Niño. Hasil analisis karakteristik kekeringan menunjukkan bahwa data GCM dapat digunakan untuk analisis kekeringan di DAS Kapuas.
MODEL PREDIKSI TIGGI MUKA AIR SUNGAI KALI GARANG SEMARANG DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Windarto, Joko; Pawitan, Hidayat; Suripin, Suripin; J.P., M. Januar
TEKNIK Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.278 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v29i3.1966

Abstract

One of the big rivers flowing in center of Semarang city is Garang river with watershed area about 220km2 and having characteristic such as big flood discharge and flash flood. Where flash flood on January25th 1990, caused more than 45 people died and goods losses until 8.5 billion rupiahs. One of some modelsto pedict water level is used black box model. Artificial Neural Network one’s of the black bock model . Inthis research, Artificial Neural Network (ANN) with back propagation method is used to predict waterlevel in Garang river where as input are rainfall in upstream of Garang river during two days, while asoutput is water level in downstream of Garang river for two hour later. Result of optimum predicting haveMSE 0.0037 and average of error 1.18 %.
AN ALTERNATIVE METHOD OF REMOTE SENSING AND GIS FOR ASSESSING AGRICULTURAL DROUGHT IN UPPER BRANTAS WATERSHED, INDONESIA Shofiyati, Rizatus; Honda, Kiyoshi; Pawitan, Hidayat
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 12, No 2 (2011): October 2011
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, drought disasters have been reoccurring more frequently in recent years. The 1997-1998 El Nino had caused the worst drought to Indonesia in the last 50 years and disrupted rice production. Remote sensing (RS) and geographic informa-tion system (GIS) provide good capability to achieve spatially distributed information over wide area coverage and multi-temporal data to give sufficient information to anticipate those situations. The study aimed to develop a method using GIS combined with satellite data for monitoring and assessing agri-cultural drought in Brantas Watershed, Indonesia. The drought factors were determined based on expert knowledge analysis. Risk assessment method was developed using weighting which is determined based on significant factors of drought, i.e. rainfall pattern, irrigation status, ground water capacity, soil drainage, and land cover. Satellite data were used to analyze the characteristics of temporal variations of normalized difference vegetation index (NDVI) against drought factors. Weighting scores were determined by analyzing NDVI character using changes in NDVI and normal line diagram of each factor. The accuracy of drought risk map was evaluated by comparing drought risk level and NDVI value. The results indicated that expert knowledge analysis of the drought factors showed significant influence on NDVI value. Drought risk and drought status showed a high positive correlation with R2 = 0.85 for NOAA AVHRR, meaning that there is a significant correlation between the two (r = 0.92). The results of this study can be used to determine spatially location of drought-prone areas based on bio-physical factor causes. Therefore, it can be make recom-mendation for prevention of agricultural drought in the future.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR SUNGAI BAWAH TANAH DAN PEMANFAATAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN KARST MAROS SULAWESI SELATAN Arsyad, Muhammad; Pawitan, Hidayat; Sidauruk, Paston; Putri, Eka Intan Kumala
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Kawasan Karst Maros mempunyai tata air yang kondusif, baik yang berada di bawah gua maupun yang muncul sebagai sungai permukaan, seperti DAS Bantimurung. DAS Bantimurung bahagian hulunya dipergunakan sebagai tempat pariwisata, air irigasi bagi pertanian dan air baku PDAM Kabupaten Maros. Untuk itu, perlu dilakukan valuasi ekonomi terhadap sumberdaya air tersebut, berupa nilai total ekonomi. Besarnya debit air yang terdapat di Kawasan Karst Maros selama 20 tahun (1990-2010) cenderung berada pada angka 7,00 m3/s, dengan debit air terendah terjadi bulan September, sekitar 1,00 m3/s dan tertinggi pada bulan Januari mencapai 20 m3/s. Perhitungan nilai guna langsung  (direct use value) sebesar Rp.385.479.052.214, nilai guna tidak langsung (indirect use value) sebesar Rp.13.251.588.000,  dan nilai bukan guna (non  use value) sebesar Rp.20.016.148.000, sehingga nilai ekonomi total (Total Economic Value, TEV) dari setiap tahunnya sebesar Rp.418.746.788.214. Untuk keberlanjutan pemanfaatan air sungai bawah tanah Kawasan Karst Maros diperoleh kebutuhan air seluruh irigasi pertanian di Kabupaten Maros adalah 5,32 m3/s dan PDAM sebesar 2.037.943 m3 setiap tahun.  Sedangkan air yang tersedia di Kawasan Karst Maros adalah 220,8 juta m3 setiap tahun, sehingga masih ada surplus air sebesar 15,10 juta m3 setiap tahun.
PEMODELAN FLUKTUASI MUKA AIR TANAH UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN AIR PADA PERTANIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE A/B Ngudiantoro, Ngudiantoro; Pawitan, Hidayat; Ardiansyah, Muhammad; J. Purwanto, M Yanuar; Susanto, Robiyanto H.
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are to develop a model of water table fluctuation on tidal lowland area of A/B type. The results of the research are expected to support of the agricultural development on tidal lowland area, especially on water management, because the water management play an important role in the agricultural on tidal lowland area. The water table on tidal lowland area fluctuates according to space and time. The water table controls at a certain depth can support the plant growth and the pyrite oxidation restraint. The model of water table fluctuation which is developed in this research based on the ellipse concept. The research was conducted on the reclamation area of tidal lowland at the fourth tertiary block in P8-12S Delta Telang I, Banyuasin district, South Sumatra province. The simulations of model show good result of estimating the depth of water table on tidal lowland area of A/B type. The proportion of variation the depth of water table which can be explained by model that is 89,6% up to 95,5% with standard error of the estimate is 0,021-0,035 meters. The parameter of the water level in the tertiary canals has high sensitivity to the model.
POTENSI SUMBERDAYA AIR UNTUK PENGEMBANGAN PLTMH DI DAS CISADANE HULU BERDASARKAN PEMODELAN HIDROLOGI SWAT Ridwansyah, Iwan; Pawitan, Hidayat; Sinukaban, Naik; Hidayat, Yayat
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini energi listrik merupakan kebutuhan yang penting di Indonesia. Akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi, kebutuhan listrik rakyat Indonesia akan bertambah 7 – 9% setiap tahunnya. Pada tahun 2010 rasio elektrifikasi secara nasional adalah 65% sedangkan diJawa Barat mencapai 69,9%. Energi listrik tidak hanya digunakan untuk penerangan tetapi juga untuk menjalankan aktivitas mata pencaharian. Tidak hanya daerah perkotaan, tetapi masyarakat pedesaan yang tinggal di daerah pegunungan juga membutuhkan energi listrik. Wilayah pegunungan biasanya mempunyai kemiringan lereng yang terjal dengan sungaisungai yang mengalir sepanjang waktu. Kondisi tersebut berpotensi untuk dikembangkannya pembangkit listrik mikrohidro (PLTHM). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensisumberdaya air DAS Cisadane Hulu untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Penelitian ini mengunakan aplikasi hidrologi model Soil and Water Assesment Tools (SWAT) yang mengkalkulasi hujan sebagai input dan diproses pada sistem DAS yang kemudianoutput model berupa debit, loading sediment dan kualitas air. Dengan model hidrologi yang tervalidasi didapat luaran debit yang kemudian dianalisis untuk mencari debit andalan 80%. Hasil simulasi model dan analisis debit andalan menunjukan DAS Cisadane Hulu mempunyaibanyak potensi energi listrik yang dibangkitkan dengan PLTMH, dua SubDAS klasifikasi PLTA skala kecil, yaitu; SubDAS di Desa Cisarua dengan debit andalan 5,63 m3/detik dan beda tinggi 67 m berpotensi menghasilkan 3.511 kW, kebutuhan volume reservoir sebanyak 22,8 x 106 m3 dan SubDAS di Desa Bantarkaret dengan debit andalan 3,85 m3/detik dan beda tinggi mencapai 39 m berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 1.398,6 kW dengan kebutuhan tampungan air sebesar 9,3 x 106 m3. Sedangkan SubDAS lainnya masuk dalam klasifikasi minihidro (100 kW – 1000 kW).
Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Dampaknya Terhadap Respon Hidrologi DAS Ciliwung Hulu Robo, Sarif; Pawitan, Hidayat; Tarigan, Suria Darma; Dasanto, Bambang Dwi
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.122 KB) | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.157-166

Abstract

Penggunaan lahan di DAS Ciliwung Hulu setiap tahunnya mengalami konversi, sehingga berdampak pada aliran permukaan dan debit puncak. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan penggunaan lahan dan dampaknya terhadap respon hidrologi DAS Ciliwung Hulu. Tools yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tools analisis perubahan penggunaan lahan dan proyeksi yaitu model CLUE-S dan untuk respon hidrologi menggunakan tools HEC-GeoHMS yang dipadukan dengan tools GIS. Proyeksi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2030 dengan nilai Kappa akurasi 0,93. Nilai NSE untuk kalibrasi dan validasi model HEC-HMS berkisar antara 0,700 – 0,621. Hasil simulasi respon hidrologi dari hasil proyeksi penggunaan lahan tahun 2030 terhadap dengan debit puncak 111,3 m3/det dan volume limpasan 6,00 x 106m3.
COMPREHENSIVE ECOHYDROLOGY STUDY TO SUPPORT AGRICULTURE AND WATER RESOURCES MANAGEMENT IN PEATLAND AREA-CENTRAL KALIMANTAN Sutapa, Ignasius Dwi Atmana; Maftuah, Eni; Sunaryani, Astried; Pawitan, Hidayat
Teknologi Indonesia Vol 40, No 2 (2017)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jti.v40i2.462

Abstract

Peat swamp forest is a unique and fragile ecosystem, with specific flora and fauna that play important roles in maintaining healthy natural conditions with high economic values. This habitat also has important role for equilibrium and maintenance of living environment such as water reservoir, carbon storage, climate change, and biodiversity. Utilization of peatland for agriculture, plantations, and other activities often lead not only to controversy, but also cause land and ecosystem degradation, including water resources availability. The objective of this research was to study comprehensive ecohydrology aspects in ex-mega rice project in Central Kalimantan in order to support sustainable agricultural practices and water resources management in peatland areas. The results of the study showed that the sustainability of agricultural systems in peatland was strongly influenced by ecological aspect. This aspect can be carried out from the condition of water management system, water color condition, and possible incidence of fires. The level of suitability for crops plantation was low (S3), with the limiting factors of pH, nutrient availability, and the risk of inundation. In this case, water gates should be installed to improve water management system. Water quality in this area was typical of peat water and do not meet the requirement for daily use for the local people.
Reformulation of Crop and Management Factor in ANSWERS model Hidayat, Yayat; Sinukaban, Naik; Pawitan, Hidayat; Murtilaksono, Kukuh
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 13, No 2: May 2008
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2008.v13i2.155-160

Abstract

Crop and management factor value is significantly corelated with outputs of ANSWERS model especially on soil erosion.   Using daily crop and management factors (daily C factors), the ANSWERS model performs well in predicting soil erosion which is showed by determination coeffient (R2 = 0.89), model efficiency (0.86), and average of percentage model deviations (24.1 %).  Whereas using USLE C factor (2 cropping systems), predicted is much higher than measured soil erosion (over estimate).  Output of the model is not statisfy, it is represented by model coefficient (0.40) and average of percentage model deviations (63.6 %).