Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Kajian Komunikasi

Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Perbawasari, Susie; Damayanti, Trie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.088 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai  Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Nugraha, Aat Ruchiat; Perbawasari, Susie; Komariah, Kokom; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Trie Damayanti; Susie Perbawasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.088 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai  Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Kokom Komariah; Susie Perbawasari; Aat Ruchiat Nugraha; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
Jaringan komunikasi dan implementasinya dalam mengembangkan desa berbudaya lingkungan Evi Novianti; Iriana Bakti; Susie Perbawasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.553 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i1.24004

Abstract

Pengembangan desa berbudaya lingkungan menjadi kegiatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan dan partisipasi pemangku kepentingan dalam melestarikan lingkungan hidup. Sungai Citarum sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat memiliki kondisi memperihatinkan akibat pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah perkantoran, dan limbah industri. Limbah tersebut berdampak pada buruknya kualitas air dan tidak layak untuk digunakan dalam kegiatan sehari – hari, kondisi tersebut harus segera mungkin ditanggulangi guna mengembalikan fungsi Sungai Citarum sebagai sungai yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh kelompok penggerak pariwisata dalam mengembangkan desa berbudaya lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dan kualitatif deskriptif. Penelitian menggambarkan dampak negatif di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum yang disebabkan oleh limbah industri, perkantoran, dan rumah tangga, serta mengidentifikasi keterlibatan kelompok penggerak pariwisata dalam kegiatan desa berbudaya lingkungan di wilayah tersebut. Pengumpulan data primer didapatkan melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder melalui studi kepustakaan. Populasi mencakup seluruh kelompok penggerak pariwisata yang terlibat dalam pengembangan desa berbudaya lingkungan, sementara sampel yang diambil adalah fasilitator dan partisipan. Teknik analisis data statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 12 kelompok penggerak pariwisata yang tersebar di 17 wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum, kelompok tersebut secara umum selalu melaksanakan aktivitas desa berbudaya lingkungan dengan tingkat kepuasan yang cenderung tinggi. Di sisi lain, kegiatan desa berbudaya lingkungan menjadi ajang dalam jejaring sosial antara kelompok penggerak pariwisata di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum dengan pihak eksternal.