Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

A LEADERPRENEURSHIP TRAINING MODEL FOR ELEMENTARY SCHOOL PRINCIPALS IN THE FRAMEWORK FOR GUARANTING SCHOOL QUALITIES Permana, Johar; Koswara, D Deni; Triatna, Cepi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v12i1.6318

Abstract

Efforts to the quality, assurance of the school level requires the parties directly responsible for the quality of service to stakeholders in education, especially in the service of learning. Principals as school leaders and managers have a role in ensuring the quality of school education, although schools are on limited resources and sources of funds, the principal office must be able to have a dig requirements, lead, empower and open participation of stakeholders effectively. Based on the identification of the primary head of Management Training in 2005 was organized by the Training office in Bandung, that the skills that should be owned by the school with limited resources many schools are in leadership .skills, entrepreneurship (leaderpreneurship). The essence of leadership is the ability leaderpreneurship be based by the entrepreneurial spirit to respond to the demands strategic environment, its limitations and the strengths and challenges into opportunities to achieve toe school. Leaderpreneurship have competency: head of school able to self-reliance aid planning, school quality,, able to organize school activities effectively, implement all activities that have been developed, which has a strong personality, able to communicate ideas / thoughts and school programs, personnel and influence stakeholders to achieve the god of schools, and able to manage financial resources and school in a participatory, transparent and accountable, in order leaderpreneurship development, the researchers created a model for training principals leaderpreneurship both the new and old who have served as a form of quality assurance in schools.
DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN MELALUI ALIANSI STRATEGIS Suherlan, Herlan; Permana, Johar
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5579

Abstract

AbstrakCompetitiveness, excellences dan quality merupakan isu strategis dan agenda besar BPSD Kementerian Pariwisata termasuk Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Bali sebagai UPT BPSD Kementerian Pariwisata. dalam menciptakan kualitas lulusan yang memiliki kemampuan daya saing berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi dan misi lembaga, maka dengan kelemahan/keterbatasan yang STP Bandung dan Bali miliki terutama berkenaan dengan sumber daya (tenaga pendidik dan kependidikan, fasilitas fisik, keuangan), maka di era globalisasi yang sangat ketat dan cepat berubah, upaya melakukan dan mengembangkan kemitraan (aliansi strategis) dengan semua stakeholder merupakan suatu keharusan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji gambaran empirik masalah-masalah strategis yang dihadapi dan strategi yang dilakukan dalam merespon kebutuhan-kebutuhan pengembangan sumber daya manusia ke depan serta Aliansi Strategis yang dilakukan STP untuk merespon persaingan global.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik, dengan metode deskriptif dan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purfosif. Analisis data dilakukan melalui proses display data, reduksi data dan verifikasi data melalui proses triangulasi.Kata Kunci : Manajemen stratejik, Aliansi Stratejik, Keunggulan Bersaing Berkelanjutan, PT Kepariwisataan__________________________________________________________________________________________AbstractCompetitiveness, excellences and quality is a strategic issue and a big agenda BPSD including Tourism Ministry Tourism College (STP) Bandung and Bali as UPT BPSD Ministry of Tourism. in creating quality graduates who have sustained competitiveness. To realize the vision and mission of the institution, then the weaknesses / limitations of STP Bandung and Bali have had especially with respect to resources (educators, physical facilities, finance), then in the era of globalization is very tight and rapidly changing, efforts to conduct and develop partnerships (strategic alliances) with all stakeholders is a necessity.This study aims to identify and assess the empirical description of strategic issues faced and strategies undertaken in response to the needs of human resource development forward and carried STP Strategic Alliance to respond to global competition.This study used a qualitative approach naturalistic, with descriptive methods and case studies, with data collecting technique uses interview, observation and document study. The sampling technique used is purfosif. Data analysis was performed through a data display, data reduction and data verification through triangulation process. Keywords : Strategic Management , Strategic Alliance , Sustainable Competitive Advantage , PT Tourism
PENINGKATAN KINERJA MENGAJAR GURU MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS GURU MADRASAH ALIYAH DI KOTA BANDUNG -, Suryadi; Permana, Johar
PEDAGOGIA Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedagogia.v15i1.6565

Abstract

This study aimed to describe and analyze the knowledge management and capacity development of teachers Madrasah Aliyah in Bandung. Analytic descriptive method with quantitative approach used in this study on 225 respondents. The result: There is a significant effect simultaneously knowledge management, capacity building of teachers to the teacher's teaching performance MA in Bandung, knowledge management and capacity development of teachers are in the category enough. Personal dimension, procedures and technologies with category enough. Dimension policy, management, quality assurance, impact category enough.
SHARING DANA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT Permana, Johar; Meirawan, Danny; Triatna, Cepi
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 9, No 1 (2010): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/manajerial.v9i1.1225

Abstract

Komitmen Gubernur Jawa Barat dan para bupati/walikota membutuhkan pola pembiayaanyang tepat sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Penelitian ini bermaksud menggambarkan kondisi biaya operasional, biaya investasi, dan biaya personal pada sekolah bermutu tinggi, sedang dan rendah per siswa per tahun untuk  Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA)  di Jawa Barat, beserta peta pembiayaan pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat dilihat dari biaya operasi, investasi,  dan biaya personal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif dan kuantitatif, populasi 26 kab./kota di Jawa Barat dengan asumsi homogenitas pada sumber penelitian ditetapkan secara purposif 12 kab./kota dengan 228 responden yang terdiri dari pihak sekolah, dinas pendidikan kab./kota, dan orang tua siswa. Temuan penelitian menunjukkan biaya operasional SD bermutu tinggi, sedang dan rendah per siswa per tahun mencapai masing-masing Rp 760,384.62; Rp Rp 388,320.92; dan 212,624.05. Di SMP sebesar Rp 1,634,722.26; Rp 503,651.39; dan Rp 241,179.80. Sedangkan di SMA sebesar Rp 2.140.417.00; Rp 1.524.909.00; dan Rp 951.721.00. Biaya investasi mencapai di SD, SMP, dan SMA per siswa per tahun pada sekolah yang dikategorikan bermutu tinggi, sedang, dan rendah masing-masing: SD: Rp 2,453,846.15; Rp 1,473,572.30; dan 28,190.84. di SMP: Rp 1,728,367.74; Rp 1,241,280.59; dan Rp 242,834.34. di SMA: Rp 5.329.500.000; Rp 713.905.000; dan Rp 384.226.500. Biaya personal pada kategori yang sama, di SD sebesar: Rp 11,788,000.00; Rp 3,163,450.00; dan 1,740,000.00. Di SMP mencapai Rp 8,930,000.00; Rp 5,209,300.00; dan Rp 2,720,000.00. Di SMA mencapai: Rp4.148.000,00; Rp 3.515.000,00, dan Rp 2.020.000,00. Pemda Propinsi Jabar juga memiliki peran yang signifikan dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, dan SMA). Rata-rata pemenuhan biaya operasional untuk SD mencapai 6,44%, SMP mencapai 25,85% dan SMA mencapai 11,80%.
Model Manajemen Pendidikan Life Skill pada Anak Berkebutuhan Khusus Prihatin, Eka; Aprilia, Imas Diana; Permana, Johar
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v18i3.15002

Abstract

Manajemen pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di berbagai belahan dunia, diorientasikan pada kecakapan hidup (life skill) untuk menghantarkan pada kemandirian. Dukungan Pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut adalah memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan dan lapangan pekerjaan yang di payungi oleh Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan 1% penyandang disabilitas. Peluang ini menjadi sebuah tantangan dan tuntutan bagi pengelola pendidikan SMALB untuk mengsinkronkan antara kurikulum, proses pembelajaran dan standar kebutuhan DUDI. Salah satu sekolah yang responsif terhadap peluang tersebut adalah SMALB Subang, dimana lulusannya banyak terserap dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah analisis model manajemen pendidikan life skill pada anak berkebutuhan khusus yang berorientasi pada kemandirian dan keterserapan DUDI dengan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg Gall. Data dihimpun melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara dengan kepada sekolah, tenaga pendidik, perusahaan,orang tua siswaserta di validasi melalui Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan life skill, disusun melalui (1) perencanaan (planning) berdasarkan analysis and need assessment, (2) pelaksanaan (actuating) melalui ekstra kurikuler, program kemandirian, magang dan basic training di lembaga pelatihan dan/ DU/DI, (3) dan evaluasi (evaluating) oleh sekolah dan DU/ DI. Kesimpulan menunjukkan manajemen pendidikan life skill pada anak berkebutuhan khusus di SMALB Subang menempatkan sekolah sebagai sarana proses pembelajaran dan pemasaran lulusan dengan jalinan kerjasama antara sekolah, pemerintah, masyarakat dan DUDI.
PERSEPSI GURU TENTANG PRAKTIK KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN ORGANISASI PEMBELAJAR Permana, Johar; Maruli, Sahat
PEDAGOGIA Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedagogia.v14i2.3876

Abstract

This study determines the extent to which the relationship between teacher perceptions of effective of school leadership and management in developing organizational learning and Mathematics and Science teachers’ academic optimism of Junior High School in Pangkal Pinang District. This study uses a quantitative approach with the descriptive correlational method and multivariate analysis. The number of samples is 60 teachers. The instrument is self-administered and Likert scale model survey. Results of hypothesis testing showed positive and significant relationship between teacher perceptions of leadership and management of school practices in developing an organizational learning and academic optimism of teachers, while the context have both positive and negative correlation with teacher academic optimism. Keywords: organizational learning, self-evaluation, academic optimism 
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Kepala Bidang Dikmenti Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Afianti, Dini; Permana, H. Johar; Nurdin, Diding
Jurnal ADPEND Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research in the wake of the problems how much influence interpersonal communication head Dikmenti field to work productivity of employees at the Education Department of West Java Province. The method used is descriptive method supported by literature study. As well as using the techniques of data collection using the questionnaire enclosed with 4 rating scale (Likert) were distributed to 49 employees especially in the field Dikmenti as samples. The problems of this study (1) how the image of interpersonal communication chief of Dikmenti Education Department of West Java Province, (2) how the employee productivity Education Department of West Java Province, (3) how much influence interpersonal communication head of Dikmenti against employee productivity Education Department of West Java Province. Based on the results of data processing which is calculated by using the technique Weight Means Scores (WMS) shows that the average general tendency for the variable X (Interpersonal Communication) obtained at 3.06 and are in very good category. As for the average general trend in Y (Work Productivity) obtained at 3.45 to be in very good category. The calculation result normality test on the distribution of the data that the variables X and Y have normal distribution. Judging from the calculation of the correlation coefficient (rhitung) using the formula obtained Perason Product Moment correlation coefficient of 0675. Thisshows that there is a strong relationship between the variables X and Y. The test results significantly with t-test obtained t is known ttabel 6.031 and 2.012 compared to 6.03˃ 2012 means that significant relationship between interpersonal communication department heads Dikmenti on productivity employee of West Java Provincial Education Office. To determinethe influence of the variables X and Y is shown from the calculation coefficient of determination (KD) of 43%. This shows that the influence of the head of the field of interpersonal communication Dikmenti against employee productivity Education Department of West Java province by 43% and the remaining 57% is influenced by other factors. Likewise, the results of the regression analysis obtained by the equation Y = 44.949 + 0.525 X means every one-unit change in the variable X will provid a change in the variable Y for 0.525.Berdasarkan the above results it can be concluded that the research hypothesis that there is positive and significant correlation between Interpersonal Communication Division leader Dikmenti the Work Productivity Employee Education Department of West Java Province. The results of this study are expected to provide a benefit both for the institution, employees and for further research that will examine communication problems on the productivity of labor.
MODEL PENGEMBANGAN PROFESIGURU MELALUI PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY DI SEKOLAH MENENGAH Permana, Johar; Sudarsyah, Asep
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5576

Abstract

ABTRAKSTujuan studi ini adalah mengembangkan model PLC dengan cara menemu kenali tipologi pengembangan profesi ditinjau dari kepemimpinan, iklim dan sistempendukung organisasi. Pengalaman belajar masa lampau baik yang diperoleh dalam pre-service training maupun in-service training menyebabkan guru tumbuh dan berkembang dalam profesi. Tetapi pengalaman belajar tersebut sering bersifat one short training dan terlepas dari kebutuhannya sehingga kinerja dikelas cenderung tidak berubah, business asusual. Keadaan ini mengarah pada upaya untuk menemukenali tipologi pengembangan profesi guru disekolah dan mengarahkan pada pertanyaan penelitian“ bagaimana pengembangan profesi guru melalui Professional Learning Community   (PLC) dikembangkan di sekolah menengah pertama ”.Urgeni penelitian ini memberikan arah kebijakan dalam pengembangan profesi guru berbasis PLC untuk memastikan keberlansungan dan keberlanjutan pengembangan profesi guru ditataran sekolah serta memperbaiki kelemahan pengembangan profesi yang bersifat “topdown” dan ”one sixe fits all”. Prosedur penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan survey terbatas melalui kuesioner, wawancara dan diskusi terfokus. Hasil penelitian menunjukkan perlu ada peralihan model in-service training yang diselenggarakan di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota ke arah pengembangan profesi berbasis sekolah dengan mengembangkan  yaitu (1) pengembangan komunitas belajar, dan (2)  pengembangan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis pengalaman (refleksi). Kata Kunci: Professional Learning Community, pengembangan profesi guru,Kepemimpinan, Iklim, Sistem Pendukung
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KINERJA DOSEN DI SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG Sufianti, Arti; Permana, Johar
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5916

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran motivasi kerja, kompetensi dalam hal ini kemampuan dosen dan kinerja dosen, untuk mengetahui besaran kompetensi professional terhadap kinerja dosen dan pengaruh motivasi kerja dan kopetensi professional terhadap kinerja dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket tertutup degan 5 skala penilaian (Likert). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung berada pada kategori cukup, kompetensi professional dalam hal ini kemampuan dosen berada pada kategori baik, pengaruh motivasi kerja dan kompetensi professional dosen secara bersama-sama terhadap kinerja dosen berada pada kategori cukup. Kata Kunci: motivasi kerja, kompetensi profesional, kinerja dosen Abstract The purpose of this study is to describe the ability and the performance of the lecturers in the working motivation and their competence, to determine the competence of the professional lecturer performance and to determine the influenceof the employee motivation and their professional competence of the lecturer performance in Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (Bandung School of Tourism). The research method used in this study is a descriptive quantitative approach premises. The data used are primary data by distributing questionnaires to the respondents, with a total sample of 61 lecturers at the Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (Bandung School of Tourism) taken with Proportionate Stratified Random Sampling technique. The data was collected using a closed questionnaire with 5 rating scale (Likert). The results showed that working motivation in Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (the Bandung School of Tourism)is in sufficient category, the lecturers professional competence ability is in the good category, the influence of the employee motivation and the professional competence of the lecturers concur the performance of lecturers are in the sufficient category as well. Keywords: working motivation, professional competence, lecturer performance
Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Potensi Wilayah di Ciamis, Jawa Barat, Indonesia Syarifah, Liah Siti; Kurniatun, Taufani Chusnul; Permana, Johar
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v18i2.12958

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Ciamis dikaitkan dengan potensi unggulan wilayah di daerah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan guru di SMKN 1 Cipaku dan data sekunder berupa dokumen SMK Sekabupaten Ciamis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, laporan potensi ekonomi Kabupaten Ciamis tahun 2015 dari Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki potensi unggulan wilayah pada sektor pertanian dan industri pengolahan, namun hanya ada 14 jurusan yang termasuk kelompok Agribisnis dan Agroteknologi di Sekolah Menengah Kejuruan dan jumlah siswanya hanya mencapai 4% dari keseluruhan jumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Ciamis. Dengan demikian pemerintah setempat perlu mengadakan evaluasi tentang relevansi bidang keahlian Sekolah Menengah Kejuruan dengan potensi unggulan wilayah (baik dari segi kualitas maupun kuantitas). Dan kedepannya perlu ada usaha yang tepat dari sekolah dan pemerintah untuk meyakinkan siswa dan masyarakat bahwa sekolah menengah kejuruan bidang agribisnis dan agroteknologi sangat penting dan memiliki prospek yang bagus di masa depan.