Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Galactogogue Daun Torbangun (Coleus Amboinicus L) Terhadap Self Efficacy Ibu Menyusui Di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman Ratna Prahesti; Nur Rahmawati Sholihah
Journal of Health (JoH) Vol 7 No 1 (2020): Journal of Health - January 2020
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.278 KB) | DOI: 10.30590/vol7-no1-p13-20

Abstract

Breast milk is the first and major food for infants. Breast milk contains the most complete nutritional composition and is ideal for the growth and development of infants during the first 6 months. UNICEF (2011) stated that children who are not breastfed have a 25% higher risk of death due to diarrhea and four times greater risk of pneumonia. The purpose of this study was to determine the effect of health education of galactogogue torbangun leaves (Coleus amboinicus l) on the self-efficacy of third-trimester pregnant women at the Amanda Clinic, Gamping, Sleman, Yogyakarta. This study used a quasi-experimental design with experimental post-test group design, namely the treatment group and the control group. The study was conducted at the Amanda Clinic, Gamping, Sleman in July 2018 with total samples of 42 respondents by using a quota sampling technique. The results showed the differences in self-efficacy between before and after treatment of health education which shown from the paired t-test value (p = 0,000 <0.05% (95% CI).
DAUN TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS L) MENINGKATKAN KADAR PROLAKTIN DAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Ratna Prahesti; Nur Rahmawati Sholihah
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v9i1.335

Abstract

Background: Breastfeeding at the beginning of a infant's life is essential because the enhancement of human quality starts from the baby. Breast milk contains substances that can protect babies from bacteria and viruses that cause infections. The failure of exclusive breastfeeding is caused by various factors, one of them include nutrition of breastfeeding mothers. Breastfeeding mothers need to pay attention to their nutrition by consuming foods that have a lactagogue effect or increase and accelerate milk production. Consumption of breastfeeding mothers towards Indonesian traditional plants which have lactagogue effect is still lacking. One of the plants that contains lactagogue is Torbangun (Coleus Amboinicus L) leaf which has effect to increase the volume of milk production. Objective: To find out he effect of giving torbangun (Coleus Amboinicus L) leaves on prolactin levels and milk production of breastfeeding mothers. Methods: This experimental study was conducted on 32 breastfeeding mothers which divided equally into 16 mothers as a control group and 16 mothers as a treatment group. This stude aimed to determine the effect of consumption of Torbangun leaf tea for 14 days on prolactin levels and milk production. Results: The results showed that supplementation of Torbangun leaf tea increased prolactin levels (significance 0.014 (p <0.05)) and milk production (significance 0.046 (p <0.05). Conclusion: The results of the analysis showed that torbangun significantly increased prolactin levels and breast milk production. Lactating mothers can consume torbangun as supplementation which can increase prolactin levels and milk production.
BABY MESSAGE UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DI POSYANDU PERTIWI GAMPING KIDUL AMBARKETAWANG GAMPING SLEMAN Liberty Barokah; Ratna Prahesti; Silvia Ari Agustina; Ika Fitria Ayuningtyas
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 7: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi biasa disebut dengan stimulus touch. Pijat bayi dapat diartikan sebagai sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Kegiatan ini bertujuan agar ibu yang mempunyai bayi mendapatkan pengetahuan tentang Baby Message manfaat serta cara melakukan pijat bayi di rumah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan lebih optimal. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan memberikan pendidikan kesehatan tentang baby message dan melakukan pijat bayi. Tahap yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu tentang baby message dan melihat apakah ibu bisa melakukan baby message sesuai yang sudah diajarkan. Kegiatan ini dinilai berhasil karena mayoritas ibu mengalami peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan yaitu prestest pengetahuan baik 17,4% dan posttest menjadi 73,9%. Kesimpulan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang baby message untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan.
Pemberian Informasi dan Kelengkapan Pengisian Informed Consent Pada Pasien Sectio Caesarea Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta Ratna Prahesti; Eva Putriningrum
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v4i1.6778

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelengarakan pelayanan kesehatan secara paripurna. Dalam upaya perlindungan keselamatan pasien, pasien maupun keluarga wajib mendapatkan penjelasan informasi secara langsung dan jelas mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan kepada pasien baik diminta maupun tidak diminta mengenai informasi diagnosis, tujuan, alternatif tindakan, risiko, komplikasi yang mungkin terjadi, prognosis mengenai tindakan yang dilakukan, serta perkiraan biaya pengobatan yang disebut informed consent. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan pemberian informasi pasien dan menganalisa presentase kelengkapan informed consent khususnya pada pasien bedah sectio caesaria (SC). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian adalah pasien bedah sectio caesarea pada triwulan pertama tahun 2020 sebanyak 57 pasien, dan 4 informan dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis statistik univariat. Hasil Penelitian yaitu penjelasan mengenai informed consent disampaikan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami pasien dan pemberian informasi dilakkukan sebelum dilakukannya tindakan kedokteran. Meskipun sudah dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami namun masih ditemukan formulir informed consent yang tidak lengkap terutama pada bagian autentifikasi. Ditemukan sebanyak 49,13 % formulir informed consent yang tidak terisi lengkap dari 57 formulir informed consent.
Gambaran Pengetahuan dan Minat Donor Darah Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Nurinayah Nurinayah; Nur’Aini Purnamaningsih; Ratna Prahesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v2i1.5782

Abstract

ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily for transfusion to someone in need. Students studying in the field of health science have a role to serve the community, one of which is through voluntary blood donation activities and taking steps to raise awareness regarding blood donations among other student communities so that recruitment efforts will be more effective. Currently, Jenderal Achmad Yani University does not have a record of routine blood donors. This study aims to describe the knowledge and interest of blood donors from health faculty student at the Jenderal Achmad Yani University, Yogyakarta. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The sample was 94 people and the sample was taken using simple random sampling. Data collection tools and methods used a questionnaire of knowledge and interest in blood donors. Univariate data analysis techniques. The results showed that the percentage of students with good knowledge was 45 people (47,9%), student with sufficient knowledge was 46 people (48,9%), and student with poor knowledge were 3 people (3,2%). For the results, the percentage of students with high interest is 76 people (80,9%, 15 students with moderate interest (16,0%) and 3 students with low interest (3,2%). Students of the Faculty of Health, Universitas Jenderal Acmad Yani Yogyakarta who have good knowledge are 45 people (47.9%), students with sufficient knowledge are 46 people (48.9%), and students with less knowledge are 3 (3.2%). High interested students are 76 people (80.9%), students with moderate interest are 15 (16.0%), and students with low interest are 3 people (3.2%).          Keywords: Knowledge; interest; blood donation; students  ABSTRAK Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk ditransfusikan kepada seseorang yang membutuhkan. Mahasiswa yang belajar dalam bidang ilmu kesehatan memiliki peran untuk mengabdi kepada masyarakat salah satunya dengan kegiatan donor darah sukarela dan mengambil langkah untuk meningkatkan kesadaran terkait donor darah di antara komunitas mahasiswa lainnya sehingga upaya rekrutmen akan lebih efektif. Saat ini Universitas Jenderal Achmad Yani belum memiliki catatan pendonor darah rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan minat donor darah mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 94 orang dan sampel diambil dengan menggunakan simple random sampling. Alat dan metode pengambilan data dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan minat donor darah. Teknis analisis data  secara univariat. Tingkat pengetahuan mahasiswa yang berpengetahuan baik 45 orang (47,9%), mahasiswa berpengetahuan cukup 46 orang (48,9%), dan mahasiswa berpengetahuan kurang 3 orang (3,2%). Untuk hasil persentase mahasiswa yang berminat tinggi 76 orang (80,9%), mahasiswa yang berminat sedang 15 orang (16,0%), dan mahasiswa yang berminat rendah 3 orang (3,2%). Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta yang berpengetahuan baik adalah 45 orang  (47,9%), mahasiswa berpengetahuan cukup 46 orang (48,9%), dan mahasiswa berpengetahuan kurang 3 orang (3,2%). Mahasiswa yang berminat Tinggi adalah tinggi 76 orang (80,9%), mahasiswa yang berminat sedang 15 orang (16,0%), dan mahasiswa yang berminat rendah 3 orang (3,2%). Kata kunci: Pengetahuan; minat; donor darah; mahasiswa 
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS RAWAT JALAN DAN IGD (INSTALASI GAWAT DARURAT) DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Rafika Fajarwati; Ristiana Eka Ariningtyas; Ratna Prahesti
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2507

Abstract

Background: If the diagnosis is not coded accurately automatically, the resulting data will have a low level of correctness of information. Yogyakarta City Hospital in outpatient and ER services uses RME but in its application until now there has not been a SOP related to coding with RME, the implementation of classification and diagnosis coding using SIMRS based on the ICD-10 desktop version 2010, but there are some officers who use the ICD-10 online version 2010 and some are using ICD-10 desktop version 2015.Objective: To determine the accuracy of outpatient and emergency diagnosis codes based on the 2010 desktop version of the ICD-10 at the Yogyakarta City Hospital.Method: This study used a quantitative descriptive method using a cross sectional approach. The sample taken was part of the outpatient RME and the emergency room at the Yogyakarta City Hospital in the fourth quarter, namely in October -December 2021 which was taken randomly (random sampling) with the Slovin formula.Result: Implementation of disease coding and indexing based on SOP using ICD-10. The coding of outpatient and ER diagnoses at the Yogyakarta City Hospital was in accordance with the observation guidelines. Writing symbols and abbreviations was guided by the SKD of the Yogyakarta City Hospital. A total of 82% (BRME) of diagnosis codes were filled in by coding officers and 18% (BRME) were not filled in. As many as 51% were coded accurately and 49% were not accurate.Conclusion: Implementation of disease coding and indexing is guided by SOPs. The coding was carried out in accordance with the observation guidelines. The writing of symbols and abbreviations was guided by the SKD of the Yogyakarta City Hospital. From the analysis results, more than 50%  BRME  is complete and accurate.Keyword: RME, Coding, ICD-10, Completeness, Accuracy.
Gambaran Motivasi Donor Darah pada Pendonor Sukarela di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sleman Tahun 2021 Nur'Aini Purnamaningsih; Rizky Novianingsih; Ratna Prahesti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 17, No.1 Juni 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v17i1.375

Abstract

Blood donation is an activity to donate blood for blood transfusion purposes. A person who is a donor needs to know the motivation of blood donors to become a sustainable voluntary donor. This study aims to determine the motivation of blood donors to voluntary donors in the Blood Donor Unit PMI Sleman in 2021. This study is a descriptive study with a sample of 100 voluntary donors. The sampling technique is quota sampling by analyzing the frequency distribution data and the percentage of each variable. The results showed that the characteristics of voluntary blood donors at the PMI Blood Donor Unit in Sleman Regency in 2021 were the majority of the late adolescent age group (17-25 years) as many as 45 people (45%), male sex 60 people (60%), education high level (academic/college) 73 people (73%), and not working (student) 36 people (36%). The most dominant motivation for blood donation for voluntary donors at the PMI Blood Donor Unit in Sleman Regency in 2021 is because they want to help 99 people (99%). The motivation of donors at UDD PMI in Sleman Regency is quite good. For this reason, it is recommended to increase socialization to the community regarding the importance of routinely donating blood.
Upaya Meningkatkan Kepatuhan Profesional Pemberi Asuhan Pasien Dalam Dokumentasi Rekam Medis Zakharias Kurnia Purbobinuko; Ratna Prahesti; Kori Puspita Ningsih
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v6i2.607

Abstract

Adanya tuntutan rumah sakit untuk menjamin kelengkapan rekam medis, perlu didukung dengan upaya rumah sakit melalui suatu regulasi dan edukasi kepada para PPA dalam proses pendokumentasian rekam medis. Lebih lanjut bahwa paradigma faktor manusia, dalam hal ini adalah PPA dalam menjaga kualitas rekam medis cukup berpengaruh langsung dalam keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi upaya rumah sakit dalam meningkatkan kepatuhan PPA pada dokumentasi rekam medis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Hasil penelitian menunjuukan RSUD Panembahan Senopati Bantul telah berupaya meningkatkan kepatuhan PPA dengan menetapkan regulasi berupa Pedoman Pelayanan Rekam Medis dan SPO Pengisian Rekam Medis. Upaya dari aspek material dilakukan dengan menyediakan formulir rekam medis berbahan kertas ukuran A4 berat 80 gram berbentuk persegi panjang dengan beberapa warna sesuai kebutuhan pengguna dan diberikan nomor formulir rekam medis. RSUD Panembahan Senopati Bantul telah melakukan penilaian kinerja setiap tahun sekali di akhir tahun, akan tetapi penilai kinerja berkaitan dengan kepatuhan PPA dalam dokumentasi rekam medis belum tertuang dalam SKP. Dalam upaya meningkatkan kepatuhan PPA dalam dokumentasi rekam medis, maka Tim KMKP menetapkan angka ketidaklengkapan assesmen awal medis dalam 24 jam pada pasien rawat inap melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai indikator mutu prioritas di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sebaiknya dalam upaya meningkatkan motivasi, budaya kerja dan kepatuhan PPA dalam dokumentasi medis, maka RSUD Panembahan Senopati Bantul dapat menerapkan reward dan punishment, sehingga tercapai kepuasan kerja karyawan