Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

FAKTOR KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN PAKOWA KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Kaligis, Glory I; Pinontoan, Odi R.; Joseph, Woodford B.S
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Rumah yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dapat menjadi faktor terjadinya penyakit tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor kondisi lingkungan fisik rumah (luas ventilasi, pencahayaan kamar, jenis lantai, kelembaban kamar, dan kepadatan hunian kamar) yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di kelurahan Pakowa kecamatan Wanea Kota Manado. Jenis dan rancangan penelitian ini yaitu survei analitik dengan rancangan case control study. Tempat penelitian di kelurahan Pakowa dari bulan Juli sampai September 2019. Jumlah sampel yaitu 82 yang terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Penelitian ini menggunakan analisis data Chi-square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara luas ventilasi (p-value 0,000), pencahayaan kamar (p-value 0,000), jenis lantai (p-value 0,034), kelembaban kamar (p-value 0,000), dan kepadatan hunian (p-value 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara faktor kondisi lingkungan fisik rumah (luas ventilasi, pencahayaan kamar, jenis lantai, kelembaban kamar dan kepadatan hunian kamar) dengan kejadian tuberkulosis paru di kelurahan Pakowa kecamatan Wanea kota Manado. Disarankan kepada instansi lokasi penelitian di Puskesmas Ranotana Weru bisa terus mengupayakan penyuluhan mengenai informasi upaya pencegahan tuberkulosis paru. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, lingkungan fisik rumah ABSTRACTPulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Houses that not health requirements suitables can be a factor in the occurrence of pulmonary tuberculosis. This research to determine factors of the physical environment conditions of the house (ventilation area, room lighting, floor type, room humidity, and room occupancy density) associated with the incidence of pulmonary tuberculosis in the Pakowa village of Wanea district of Manado City. The type and design of this research is analytic survey with case control study design. The research site was in the Pakowa village from July to September 2019. The number of samples was 82 consisting of 41 cases and 41 controls. This research uses Chi-square data analysis. The results showed there was a relationship between ventilation area (p-value 0,000), room lighting (p-value 0,000), floor type (p-value 0.034), room humidity (p-value 0,000), and occupancy density (p-value 0,000 ) with pulmonary tuberculosis. The conclusion is that there is a relationship between the physical environmental conditions of the house (ventilation area, room lighting, floor type, room humidity and room occupancy density) with the incidence of pulmonary tuberculosis in the Pakowa village of Wanea district of Manado City. It is recommended that the research location agencies at Ranotana Weru Health Center be able to continue to seek information about information on efforts to prevent pulmonary tuberculosis. Keywords: Pulmonary tuberculosis, home physical environment
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN SAFETY RIDING PADA KOMUNITAS MOTOR HONDA CBR MANADO COMMUNITY Taroreh, Yeheskiel V.; Pinontoan, Odi R.; Suoth, Lery F.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety Riding merupakan usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi aman, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan safety riding pada komunitas motor honda CBR Manado community (CMC). Menggunakan survey analitik dengan cross sectional study. Populasi anggota CBR Manado Community sebanyak 70 orang. Dengan purposive sampling dan menggunakan uji statistic spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan dengan tindakan safety riding (p-value=0,002), hubungan sikap dengan tindakan safety riding (p-value=0,004). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan safety riding pada komunitas motor Honda CBR Manado community.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Safety Riding.ABSTRACTSafety Riding is an action to minimize the risk and maximize the safety, invented the safety condition, when we are harmless to the other rider and awareness of hazard and the prevention understanding. The research purpose is knowing the correlation between knowledge through behaviour and safety riding on honda motorbike community, CBR Manado Community. The research utilized analytic survey by cross sectional study design. The research population are 70 CMC members by purposive sampling technical and utilized spearman statistic test. The research result show the correlation of knowledge and safety riding (p-vvalir=0,002), correlation of behaviour and safety riding (p-value=0,004). The research conclution is occur the correlation between knowlede through behaviour aand safety riding on honda motorbikee community CMCKeywords: Knowledge, Attitude, Safety Riding.
GAMBARAN SANITASI KAPAL DI PELABUHAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Rompis, Riane; Pinontoan, Odi R.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSanitasi kapal yaitu suatu rangkaian kegiatan memelihara kesehatan kapal dan menjaga kesehatan keselamatan bagi penumpang dan yang lainnya. Kantor kesehatan pelabuhan (KKP) bertugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular potensi alwabah, kekarantinaan, pelayanan kesehatan terbatas di wilayah kerja Pelabuhan/Bandara dan Lintas Batas, serta pengendalian dampak kesehatan lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana gambaran sanitasi kapal di pelabuhan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran  sanitasi kapal di pelabuhan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dalam analisis univariate. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Amurang pada 14 kapal mengenai sanitasi yaitu : pada pemeriksaan dapur diperoleh 11 kapal memenuhi syarat dan 3 kapal tidak memenuhi syarat, pemeriksaan ruang rakit makanan diperoleh 10 kapal memenuhi syarat dan 4 kapal tidak memenuhi syarat, pemerikaan gudang diperoleh 11 kapal memenuhi syarat dan 3 kapal tidak memenuhi syarat, pemeriksaan ruang tidur penumpang dan ABK 10 kapal memenuhi syarat dan 4 kapal tidak memenuhi syarat, dan pemeriksaan sampah 14 kapal memenuhi syarat. Kesimpulan pemeriksaan dapur dan gudang kapal memiliki hasil yang sama yaitu 11 kapal memenuhi syarat dan 3 kapal tidak memenuhi syarat, ruang rakit makanan dan ruang tidur penumpang/ABK 10 kapal memenuhi syarat dan 4 kapal tidak memenuhi syarat. Sedangkan pemeriksaan sampah pada kapal keseluruhan memenuhi syarat. Kata kunci. Sanitasi Kapal  ABSTRACTSanitation Vessel is a series of activities to maintain the health of the vessel and maintain the health of safety for passengers and others. Port Health Office (KKP) in charge of preventing the prevention and release of quarantined diseases and potential infectious diseases of plague, infidelity, limited health services in port/airport and cross border work areas, as well as environmental health impact control. The problem formulation in this research is how the picture sanitary hygiene of vessels in the port Amurang South Minahasa Regency. Research aims to find out the description of hygiene sanitation vessel at Amurang Port in South Minahasa regency. This type of research uses descriptive research with a quantitative approach in univariate analysis. The results of researchresearch conducted at the port of Amurang on 14 vessels on sanitary hygiene are: on the inspection of the kitchen acquired 11 qualified vessels and 3 vessels do not qualify, the inspection of the food raft room acquired 10 vessels Eligible and 4 vessels are not eligible, warehouse screening acquired 11 qualified vessels and 3 vessels do not qualify, passenger sleeping room inspection and ABK 10 vessel qualify and 4 vessels ineligible, and garbage check 14 Eligible vessels. Keyword : sanitation vessel
KUALITAS AIR SUMUR BERDASARKAN PARAMETER FLUORIDA DAN PARAMETER PH DI KELURAHAN SUMOMPO KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Wulandari, Priscilla Eka; Pinontoan, Odi R.; Boky, Harvani B.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur adalah air yang berasal dari dalam dalam tanah, air tersebut didapatkan dengan cara menggali tanah sehingga akan terbentuk sumur. Dampak fluorida berlebihan dapat menimbulkan kerusakan rangka dan email gigi berbintik, Sedangkan kekurangan fluor dapat menimbulkan karies pada gigi. Derajat keasaman (pH) merupakan salah satu bagian dari kualitas kimia yang dapat menurunkan kualitas air bersih. Air dengan derajat keasaman yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada wadah penampungan air, pipa dan bahkan dapat merusak pakaian jika digunakan untuk mencuci pakaian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas air sumur di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan observasional dan berbasis laboratorium. Pengambilan sampel air sumur untuk parameter fluorida dan parameter pH menggunakan metode Purposive sampling dengan kriteria air sumur yang digunakan untuk memasak, mandi, cuci, kakus (MCK), pemeriksaan sampel di lakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado (BARISTAND).  Hasil parameter Fluorida terdapat 5 titik sumur yang tidak memenuhi syarat dan 13 titik air sumur yang memenuhi syarat. Hasil parameter pH didapatkan 10 titik  yang memenuhi syarat dan 8 titik tidak memenuhi syarat. Kesimpulan kandungan Fluorida 13 titik air sumur yang memenuhi syarat dan kandungan pH 10 titik  yang memenuhi syarat.  Kata Kunci: Air Sumur, Fluorida, pH,  ABSTRACTWell water is water that comes from in the soil, the water is obtained by digging the soil so that it will form a well. The impact of excessive fluoride can cause skeletal tooth enamel damage, whereas fluorine deficiency can cause dental caries. The degree of acidity (pH) is one part of chemical quality that can reduce the quality of clean water. Water with a high degree of acidity can cause damage to water reservoirs, pipes and can even damage clothing if used to wash clothes. The purpose of this study was to determine the quality of well water in Sumompo Sub-District, Tuminting District, Manado City. This research is descriptive with an observational and laboratory-based approach. Well water sampling for fluoride parameters and pH parameters using the Purposive sampling method with well water criteria used for cooking, bathing, washing, latrines (MCK), sample checking is carried out at the Manado Industrial Research and Standardization Laboratory Laboratory (BARISTAND). Fluoride parameter results there are 5 well points that do not meet the requirements and 13 well water points that meet the requirements. The results of the pH parameters obtained 10 points that meet the requirements and 8 points do not meet the requirements. Conclusion Fluoride content of 13 points of well water that meets the requirements and pH content of 10 points that meet the requirements. Keywords: Well Water, Fluoride, pH,
PERBANDINGAN ANALISIS PENCEMARAN AIR SUNGAI DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER KIMIA BOD DAN COD DI KELURAHAN KETANG BARU KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO TAHUN 2018 DAN 2019 Duhupo, Dewanti; Akili, Rahayu H.; Pinontoan, Odi R.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan lingkungan hidup merupakan pendidikan tentang lingkungan hidup dalam konteks internalisi secara langsung maupun tidak langsung dalam membentuk kepribadian mandiri serta pola tindak dan pola pikir peserta didik/mahasiswa/peserta diklat sehingga dapat merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. Pencemaran lingkungan (environmental pollution) merupakan satu dari berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan.Undang-undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 ayat (12).Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa diganti perannya bagi makhluk hidup. Kualitas air merupakan penentu kelangsungan kehidupan makhluk hidup kedepannya, khususnya manusia. Pencemaran air memiliki pengertian bahwa adanya penyimpangan sifat – sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnian air tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Perbandingan Analisis Pencemaran Air Sungai Dengan Menggunakan Parameter Kimia BOD dan COD Di Kelurahan Ketang Baru Kecamatan Singkil Kota Manado Tahun 2019 dan 2019.Jenis penelitian ini adalah survei penelitian sekunder yaitu data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pencemaran  AirSungai  dengan menggunakan Parameter  kimia BOD di SungaiKetang Baru kecamatan singkil kota Manado di pagi hari pada tahun 2018 dan tahun 2019 nilai rata-rata <2 mg/l. Pencemaran Air sungai dengan menggunakan Parameter kimia COD di Sungai Ketang Baru Kecamatan Singkil Kota Manado di pagi hari pada tahun 2018 dan tahun 2019 nilai rata-rata <10 mg/l.  Sebagai saran, Perlu adanya penyuluhan dari tenaga kesehatan setempat untuk mensosialisasikan pentingnya  kebersihan sungai.Kata Kunci: Pencemaran Air Sungai, BOD, COD  AbstractEnvironmental education is education about the environment in the context of internalization directly or indirectly in forming independent personalities and patterns of action and mindset of students / students / training participants so that they can reflect in daily life. Rivers are places and containers and networks of water flowing from springs to estuaries, bounded by the right and left and along the flowing by border lines. Environmental pollution (environmental pollution) is one of various factors that can affect the quality of the environment. RI Law No. 23 of 1997 concerning Environmental Management article 1 paragraph (12). Water is a very important requirement and cannot be replaced by its role for living things. Water quality is a determinant of the survival of living things in the future, especially humans. Water pollution means that there is a deviation in the nature of the water from normal conditions, not from the purity of the water. The purpose of this study was to determine the Comparison of Analysis of River Water Pollution Using Chemical BOD and COD Parameters in Ketang Baru Village, Singkil District, Manado City in 2019 and 2019. This type of research is a secondary research survey that is data obtained by researchers from existing sources. The results of the study stated that River Water Pollution using BOD chemical parameters in SungaiKetang Baru, Singkil sub-district of Manado city in the morning in 2018 and in 2019, the average value <2 mg / l. River water pollution using chemical parameters of COD in the Ketang Baru River, Singkil District, Manado City in the morning in 2018 and in 2019, the average value <10 mg / l. As a suggestion, there is a need for counseling from local health workers to socialize the importance of river cleanliness.Keyword: River Water Pollution, BOD, COD
FAKTOR RISIKO KETERPAPARAN PESTISIDA PADA PETANI TANAMAN HORTIKULTURA DI PERKEBUNAN WAWO KOTA TOMOHON 2017 Rumondor, Frity D.; Akili, Rahayu H.; Pinontoan, Odi R.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang di timbulkan pestisida bagi kesehatan masyarakat sangat beracun dan berbahaya. Kontak langsung dengan pestisida ini berisiko keracunan akut maupun kronis. Sakit kepala, mual, muntah dan sebagainya bahkan iritasi pada kulit dan kebutaan merupakan gejala keracunan akut dari pestisida. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1-5 juta kasus keracunan pestisida terjadi pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan pestisida tersebut terjadi di negara sedang berkembang yang 20.000 diantaranya berakibat fatal. Para petani diperkebunan Wawo kebanyakan saat melakukan penyemprotan pestisida tidak menggunakan APD sehingga risiko untuk terpapar pestisida sangat rentan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko keterpaparan pestisida pada petani tanaman Hortikultura di perkebunan Wawo Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional study) pada bulan September-Oktober 2017. Populasi dalam penelitaian ini adalah petani yang bekerja di perkebunan wawo yaitu sebanyak 91 orang yang berjenis kelamin laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan mengunakan rumus Slovin sehingga yang menjadi sampel penelitian hanya 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan, sikap, lama kontak, dikatakan cukup baik sehingga dapat mengurangi keterpaparan pestisida, sedangkan untuk masa kerja dan tata cara menggunakan pestisida kurang baik. Tata cara para petani diperkebunan Wawo kurang baik, karena kebanyakan pada saat melakukan penyemprotan dan mencampur pestisida tidak menggunakan APD sehingga mengakibatkan mudahnya pestisida masuk kedalam tubuh dan dapat menyebabkan keracunan jika terjadi secara terus menerus apalagi masa kerja para petani ≥ 5 tahun yang sangat rentan terhadap keterpaparan pestisida.Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Lama Kontak, Masa Kerja, Tata Cara, Keterpaparan PestisidaABSTRACTNegative effects from pesticide to public health is poisonous and hazardous.Direct contact with pesticide will risk acute poisoning or chronic headache, nausea. Also, skin irritation and blindness are two acute poisoning over pesticide. World Health Organization;s data shows over 1 to 5 million pesticide poisoning cases are occured around agriculture section and mostly from the cases are happening in development countries which 20.000 cases are becoming fatal among them. Most of the farmers in Wawo plantation don’t use proper protectors so the risk of getting pesticide poisoning are more likely to happen to them. The purpose of this research is to find out risk factors of pesticide exposure at horticultural farmers in Wawo plantation, Tomohon. This research is a descriptive research with cross sectional study along September-October 2017. The populations are 91 male farmers and by purposive sampling technique with Slovin formula, 30 respondents were included as samples. The results show knowledge, posture, contact period are well enough that the factors are holding back pesticide exposure on farmers. Meanwhile, working period and working procedures of using pesticide are quite deficient. Farmers in Wawo plantation mostly do not use proper self-protectors as they mix and spray pesticide. This is a risk factor the pesticide is easy to flow inside the body dan could cause poisoning if happens continously to the susceptible farmers in Wawo who have working period for ove than 5 years.Keywords: Knowledge, Posture, Contact Period, Working Period, Working Procedures, Pesticide Exposure
GAMBARAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Olii, Galis; Pinontoan, Odi R.; Kawatu, Paul A.T
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, sehingga dibuat standar perlindungan bagi pekerja yang ada di Rumah Sakit. Hasil observasi awal, diketahui bahwa pelaksanaan program K3 di RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow belum sepenuhnya dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui penerapan standar pelayanan K3RS Di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian berjumlah 6 orang. Standar pelayanan kesehatan kerja yang sudah terlaksana tapi belum maksimal adalah pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, berkala, peningkatan kesehatan badan dan kondisi mental, kemampuan fisik sumber daya manusia, penanganan bagi sumber daya manusia yang sakit, sedangkan yang belum dilaksanakan yaitu Pemeriksaan kesehatan khusus, koordinasi dan pengendalian infeksi, Pendidikan dan pelatihan tentang kesehatan kerja, memberikan bantuan dalam penyesuaian diri baik fisik maupun mental, pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, Surveilans kesehatan kerja, serta evaluasi, pencatatan/pelaporan. Standar pelayanan keselamatan kerja yang belum terlaksana dengan baik adalah Pembinaan dan pengawasan seperti sarana, prasarana, penyesuaian peralatan kerja terhadap SDM rumah sakit, Memberi rekomendasi perencanaan, pembuatan tempat kerja dan pemilihan alat serta pengadaannya. sedangkan yang belum dilaksanakan yaitu Pembinaan dan pengawasan lingkungan kerja, sanitair, perlengkapan dan Pelatihan keselamatan kerja untuk SDM rumah sakit, manjemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan Evaluasi, pencatatan dan pelaporan. Kesimpulan Penerapan standar pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja belum terlaksana dengan maksimal sesuai dengan standart pelayanan yang berlaku. Disarankan untuk membuat kebijakan, sosialisasi, dan merencaakan anggaran dana untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja.   Kata Kunci : Standar Pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja, RSUD Datoe Binangkang. ABSTRACTHospital occupational health and safety is an activity to guarantee and protect the safety and health of hospital human resources, the standards of protection was made for the human resources in the hospital. Based on observations, the implementation of the occupational health and safety program in Datoe Binangkang Hospital Bolaang Mongondow has not been fully implemented. This study was to find an overview  the implementation of  occupational health and safety service in Datoe Binangkang Hospital District Bolaang Mongondow. This type of research is a qualitative study with 6 (six) informant. The result of this study are the most health and occupational safety that have been carried out but has not maximized including health checks before work and periodically, programs to improve body health and mental condition of hospital human resources, physical ability of human resources, handling ill human resources, while those that have not been implemented are special health checks, coordination and infection control, education or training on occupational health, providing assistance in both physical and mental adjustment, monitoring work environment and ergonomics, occupational health surveillance, and evaluation and reporting. Occupational health and safety standards that has not been implemented well are guidance and supervision such as facilities, infrastructure, work equipment adjustment to hospital human resources, giving recommendations, recommendations regarding workplaces planning related to safety. Whereas those not yet implemented are the Guidance and supervision of the work environment, staff, equipment and occupational safety training for hospital human resources, management of fire prevention and management systems and evaluation, recording and reporting. Conclusion The implementation of occupational health and safety service has been running but has not been maximized in accordance with applicable service standards. It is recommended to make policies, socialize, and plan budget funds for the implementation of occupational health activities. Keywords:  Implementation of the occupational health and safety, RSUD Datoe Binangkang.
JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN PLUTELLA XYLOSTELLA L. PADA SENTRA TANAMAN KUBIS DI KOTA TOMOHON DAN KECAMATAN MODOINDING Soewarno, Waywind; Pinaria, Betsy A.N.; Salaki, Christina L.; Pinontoan, Odi R.
COCOS Vol 3, No 6 (2013)
Publisher : COCOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe aims of the research is to identify the fungi associated with the death P. xylostella larvae. The research was carried out during 3 (three) months i.e. started from August until November 2012, which is located in the Tomohon City and District of Modoinding. Working procedures of the study include: (1) a collection of the death P. xylostella larvae by taking samples along with cabbage leaves, (2) identification of fungi associated with dead P. larvae xylostella through macroscopic and microscopic observations and isolation on PDA + AB medium by direct plating and dilution. The results showed that there are five species of fungi of the death P. xylostella larvae, namely Hirsutella sp. , Metarhizium sp, Penicillium sp., Fusarium sp., and Aspergillus sp. The species of fungi Hirsutella sp. and Metarhizium sp. including entomopathogenic fungi, while Penicillium sp., Fusarium sp., and Aspergillus sp. may be opportunistic or saprophyte.Keyword: Dead P.xylostella larvae, entomopathogenic fungi, opportunistic fungi
ANALISIS PENERAPAN BUDAYA 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI OLEH PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK Rantung, Adriana R.H.; Pinontoan, Odi R.; Suoth, Lery
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sudah menjadi perhatian bagi semua kalangan baik dalam masyarakat maupun dalam suatu organisasi atau perusahaan. Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan salah satu aspek tenaga kerja yang di atur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Salah satu upaya dalam pelaksanaan K3 untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman yaitu adanya budaya kerja 5R.  Budaya 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerja secara benar untuk menunjang produktivitas bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan budaya 5R pada pembangunan gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi oleh PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan informan diambil 5 responden. Berdasarkan penelitian ini dapat  disimpulkan bahwa penerapan budaya 5R pada pembangunan gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi oleh PT. Adhi Karya (Persero) Tbk sudah diterapkan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa setiap dokumen baik faktor pendukung dan penghambat, kesesuaian atau standar serta metode sudah ada. Sebagai saran dari penelitian ini sebaiknya terus mempertahankan dan meningkatkan penerapan budaya 5R yang ada dalam proyek pembangunan gedung gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi oleh PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Kata Kunci : Upaya K3, Budaya 5R ABSTRACTOccupational Health and Safety (K3) has become a concern for all circles both in society and within an organization or company. Occupational Health and Safety is one aspect of labor that is regulated in Law No. 13 of 2003. One of the efforts in implementing K3 is to create a safe and comfortable workplace, namely the existence of a 5R work culture. Culture 5R is a culture of how one treats the workplace correctly to support work productivity. The purpose of this study was to find out how the application of 5R culture to the construction of the Law Faculty building of Sam Ratulangi University by PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. This study uses qualitative research methods with informants taken 5 respondents. Based on this study it can be concluded that the application of 5R culture to the construction of the Law Faculty building of Sam Ratulangi University by PT. Adhi Karya (Persero) Tbk has been implemented well. This shows that every document, both supporting and inhibiting factors, conformity or standards and methods already exists. As a suggestion from this research, it is better to continue to maintain and improve the application of the 5R culture in the construction project of the Law Faculty building of the University of Sam Ratulangi by PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Keywords : K3 Efforts, 5R Culture 
GAMBARAN JARAK, KEKERUHAN DAN KONTAMINASI BAKTERIOLOGIS BERSUMBER DARI SUNGAI KOTABUNAN DAN SUMBER PENCEMAR LAIN TERHADAP BEBERAPA SUMUR DI DESA KOTABUNAN KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR TAHUN 2019 Mudul, Seila Firganita; Pinontoan, Odi R.; Joseph, Woodford B.S.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur gali dapat menyediakan air yang berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah terkena kontaminasi. Sumur gali sebagai sumber air harus dijaga kualitasnya agar tetap sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Kualitas air yang menurun dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah bagi manusia dan masalah kesehatan lainya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatahui kualitas bakteriologi parameter total coliform , kekeruhan, serta bau warna dan rasa di sumur gali di desa Kotabunan yang berada di sekitar aliran sungai Kotabunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak sumur dari sungai dan sumber pencemar lain memiliki kecenderungan mempengaruhi tingkat kekeruhan dan kontaminasi bakteri pada air sumur di Desa Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui tingkat kekeruhan dan kontaminasi bakteri pada sumur yang berada di Desa Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan pendekatan observasional laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah air sumur gali yang berada di dekat aliran Sungai Kotabunan di Desa Kotabunan dan Bulawan. Jumlah sampel dalam penelitian adalah total populasi yang memenuhi kriteria yaitu sejumlah 16 sumur gali. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas parameter kekeruhan 16 air sumur gali di sekitar aliran sungai Kotabunan semuanya memenuhi syarat berdasarkan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 dan kualitas bakteri parameter coliform air sumur gali di sekitar aliran sungai Kotabunan ada 1 sumur gali yang tidak memenuhi syarat dan ada 15 sumur gali yang memenuhi syarat berdasarkan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari total 16 air sumur gali yang menjadi sampel penelitian, hasil parameter kekeruhan air sumur gali yang berada di aliran Sungai Kotabunan semuanya memenuhi syarat, sedangkan kualitas parameter bakteri coliform ada 1 sampel air sumur yang tidak memenuhi syarat dan ada 15 sampel air sumur yang memenuhi syarat. Kata Kunci: Jarak, Kekeruhan, Kontaminasi Bakteri, Sungai, Sumur ABSTRACTWells can provide water that comes from a layer of soil that is relatively close to the soil surface so that it is easily exposed to contamination. The quality of wells as a source of water must be maintained so that they remain in accordance with established rules. Declining water quality can cause a variety of problems for humans and other health problems. This research was to determine the distance of wells from rivers and other pollutant sources has a tendency to influence the level of turbidity and bacterial contamination in well water in Kotabunan Village, East Bolaang Mongondow Regency. The purpose of this research is to determine the distance of wells from rivers has a tendency to affect the level of turbidity and bacterial contamination in well water in Kotabunan Village, East Bolaang Mongondow Regency. This type of research is a descriptive survey research that is to determine the level of turbidity and bacterial contamination of wells in Kotabunan Village, East Bolaang Mongondow Regency with a laboratory observational approach. This research was conducted in September 2019. The population in this study was well water near the Kotabunan River in Kotabunan and Bulawan Villages. The number of samples in the study is the total population that meets the criteria, that is 16 wells. The results showed that the quality of the turbidity parameters of 16 wells water around the Kotabunan river flow all met the requirements based on Permenkes Number 32 of 2017 and the quality of the bacterium coliform parameters of well water around the Kotabunan river flow were 1 well that did not meet the requirements and there were 15 wells that qualifies based on Permenkes Number 32 Year 2017. The conclusion of this research is from a total of 16 wells water that became the study sample, the results of the turbidity well water turbidity parameters in the Kotabunan River flow all met the requirements, while the quality of the coliform bacteria parameters were 1 well water sample that did not meet the requirements and there were 15 wells water samples that were qualify. Keywords: Distance, Turbidity, Bacterial Contamination, River, Wells