Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS, DUKUNGAN SUAMI DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM Suwardi, Suyanti
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 5, No 2: JANUARI 2019
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33485/jiik-wk.v5i2.132

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, muntah yang begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016. AKI adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lai seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. Tujuan Penelitian ini adalah unutuk mengetahui hubungan paritas, dukungan suami dan dukungan keluarga pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di klinik Siti Hajar R.,AM.Keb. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di klinik Siti Hajar R.,AM.Keb sebanyak 35 responden yang diambil dengan teknik total populasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan  metode chi-square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 ibu hamil menujukan ada hubungan paritas dengan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,020 (p<0,05), di dapat ada hubungan dukungan suami dengan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,020 (p<0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,046 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan paritas, dukungan suami dan dukungan keluarga di Klinik Siti Hajar R.,AM.Keb tahun 2018.
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Cara Perawatan Luka Perineum Dengan Infeksi Luka Perineum Di Klinik Siti Kholijah Medan Tahun 2018 Suwardi, Suyanti; Mouliza, Nurul
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 4 (Oktober, 2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.435 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.208

Abstract

According to the WHO infection is one of the causes of maternal death in the proportion of 20-30% and by 25-55% of cases of infection caused by birth infections or episiotomy. Perineal rupture cases in maternal mothers in the world in 2015 were 2.7 million and estimated to reach 6.3 million in 2050. In Dr. Pirngadi Medan in 2010 as reported by AsroelBiryn and friends, there are 270 perineal ruptures from 385 deliveries. Objective This study aims to find out about postpartum maternal knowledge about Perineal Suture Treatment with Perineal Wound Infection at the Siti Kholijah Clinic in Medan in 2018. Method This type of research uses analytical survey with cross sectional approach. The population in this study were postpartum postpartum mothers at the Siti Kholijah Clinic and experienced 46 perineal wounds and the entire population sampled. The data used is primary data. Statistical test uses chi-square.Results The results of the study used chi-square statistical test on the relationship of postpartum mothers' knowledge about the treatment of perineal wounds with p-value perineal wound infection of 0.000 <α 0.050, with the most experienced perineal wound infections were less knowledgeable mothers, namely 22 respondents (47.8% ) and those with sufficient knowledge are 2 respondents (4.3%).Conclusion The conclusion of this study is that there is a relationship between postpartum mothers' knowledge about the treatment of perineal wounds with perineal wound infection in the Siti Kholijah Clinic in Medan in 2018.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Plasenta Previa di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2018 Syafitri, Endriyani; Suwardi, Suyanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p182-189

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan Antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan khususnya akibat plasenta previa 15-20% menyebabkan  kematian ibu. World Health Organization (WHO) 2014 menyebutkan bahwa angka kematian ibu diperkirakan seluruh dunia lebih dari 585 ribu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Berdasarkan persentase penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan  periode tahun 2016-2017 didapatkan sekitar 42,1% yang mengalami plasenta previa. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan plasenta previa di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Tahun 2016-2017. Metode: Jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 54 ibu hamil yang mengalami plasenta previa. Pengambilan sampel menggunakan total population. Variabel independen adalah riwayat persalinan, riwayat abortus dan usia ibu, variabel dependen adalah plasenta previa dengan alat ukur yang digunakan adalah rekam medik status, riwayat persalinan, riwayat abortus, plasenta previa dan di analisis Chi-square. Hasil: dari hasil uji chi-square, untuk variabel riwayat persalinan didapatkan nilai p-value=0,041 (p<0,05), dan variabel riwayat abortus di dapatkan nilai p-value=0,032 (p<0,05), dan variabel usia ibu didapatkan nilai p-value = 0,004 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan faktor riwayat persalinan dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat abortus dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat usia ibu dengan plasenta previa. Introduction: Antepartum hemorrhage is bleeding that occurs after 28 weeks of pregnancy. Bleeding especially due to placenta previa 15-20% causes maternal death. The 2014 World Health Organization (WHO) states that the maternal mortality rate is estimated to be more than 585 thousand worldwide dead each year during pregnancy or childbirth. Based on the percentage of research in H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017, it was found that 42.1% had placenta previa. The purpose of theresearch was to determine the correlated factors with placenta previa at  H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017. Method: The type of the research was analytic survey with cross sectional design. The population was 54 pregnant women who had placenta previa. The sampling technique used total population. The independent variable was the history of labor, history of abortion, and maternal age. The dependent variable was placenta previa with the measuring instruments used were medical status records, history of labor, history of abortion, placenta previa and Chi-square analysis. Results: The results showed that the variables of childbirth history obtained p-value = 0.041 (p <0.05), and the history of abortion was p-value = 0.032 (p <0.05), and the maternal age variables obtained p-value = 0.004 (p <0.05). Conclusion: there was a correlation between the history of birth factors and placenta previa,  the history of abortion and placenta previa, and the history of maternal age and placenta previa.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Plasenta Previa di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2018 Endriyani Syafitri; Suyanti Suwardi
Journal of Ners and Midwifery Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p182-189

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan Antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan khususnya akibat plasenta previa 15-20% menyebabkan  kematian ibu. World Health Organization (WHO) 2014 menyebutkan bahwa angka kematian ibu diperkirakan seluruh dunia lebih dari 585 ribu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Berdasarkan persentase penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan  periode tahun 2016-2017 didapatkan sekitar 42,1% yang mengalami plasenta previa. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan plasenta previa di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Tahun 2016-2017. Metode: Jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 54 ibu hamil yang mengalami plasenta previa. Pengambilan sampel menggunakan total population. Variabel independen adalah riwayat persalinan, riwayat abortus dan usia ibu, variabel dependen adalah plasenta previa dengan alat ukur yang digunakan adalah rekam medik status, riwayat persalinan, riwayat abortus, plasenta previa dan di analisis Chi-square. Hasil: dari hasil uji chi-square, untuk variabel riwayat persalinan didapatkan nilai p-value=0,041 (p<0,05), dan variabel riwayat abortus di dapatkan nilai p-value=0,032 (p<0,05), dan variabel usia ibu didapatkan nilai p-value = 0,004 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan faktor riwayat persalinan dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat abortus dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat usia ibu dengan plasenta previa. Introduction: Antepartum hemorrhage is bleeding that occurs after 28 weeks of pregnancy. Bleeding especially due to placenta previa 15-20% causes maternal death. The 2014 World Health Organization (WHO) states that the maternal mortality rate is estimated to be more than 585 thousand worldwide dead each year during pregnancy or childbirth. Based on the percentage of research in H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017, it was found that 42.1% had placenta previa. The purpose of theresearch was to determine the correlated factors with placenta previa at  H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017. Method: The type of the research was analytic survey with cross sectional design. The population was 54 pregnant women who had placenta previa. The sampling technique used total population. The independent variable was the history of labor, history of abortion, and maternal age. The dependent variable was placenta previa with the measuring instruments used were medical status records, history of labor, history of abortion, placenta previa and Chi-square analysis. Results: The results showed that the variables of childbirth history obtained p-value = 0.041 (p <0.05), and the history of abortion was p-value = 0.032 (p <0.05), and the maternal age variables obtained p-value = 0.004 (p <0.05). Conclusion: there was a correlation between the history of birth factors and placenta previa,  the history of abortion and placenta previa, and the history of maternal age and placenta previa.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesediaan Menjadi Akseptor KB Pasca Persalinan di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2019 Julina Br Sembiring; Suyanti Suwardi; Herna Juliati Saragih
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 20, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.993 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v20i2.907

Abstract

Increasing the population is one of the big problems for developing countries. Indonesia is the country with the largest population after China, India and the United States. To get quality reproductive health services, each partner of childbearing age must have equal access to contraception and services that can save his life, one of which is a postpartum family planning program. Willing to become a postpartum family planning acceptor is an option for every couple of childbearing age. Many factors are related to the willingness to become postpartum family planning acceptors. Method this research is analytical cross-sectional, which is measuring or observing all dependent variables (willingness to become post-birth control acceptors) with independent variables (knowledge, attitude, husband support and officer role). The result level of knowledge (p value 0,028 <0,05), attitude (value p value 0.01 <0.05), husband's support (p value 0.00 <0.05), and the role of health workers (p value 0.00 <0.05). is related to willingness to become a postpartum acceptor while education is not a willingness factor to become a postpartum family planning acceptor (p value 0.327> 0.05).
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Abortus di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Nurul Mouliza; Suyanti Suwardi
Jurnal Bidan Komunitas Vol 2, No 2 (2019): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.992 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v2i2.4163

Abstract

Pendahuluan : Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Menurut World Health Organization (WHO) 15-50% kematian ibu disebabkan oleh abortus. data (WHO) presentase kemungkinan terjadinya cukup tinggi, sekitar 15-40% angka kejadian diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil, dan 60-75% angka abortus terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik ibu dengan abortus di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan .Metode : yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami abortus di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2017  sebanyak 42 orang  dengan pengambilan sampel menggunakan total populationdengan teknik pengumpulan data dari rekam medik.Hasil : penelitian ini di uji dengan chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dimana a=0,05. Didapat pada variabel umur dengan nilai p=0,0020,05, pada paritas dengan nilai p=0,0170,05 dan pendidikan dengan nilai  p=0,0040,05. Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan karakteristik ibu dengan abortus di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan.Kesimpulan : dari penelitian ini adalah ada hubungan usia, paritas dan pendidikan ibu dengan abortus di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Suyanti Suwardi; Novy Ramini Harahap
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil merupakan problema kesehatan yang dialami oleh wanita seluruh dunia dan akan meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko kematian saat melahirkan, BBLR, janin dan ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir premature. Survey awal pada bulan Februari Tahun 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Pangaribuan diperoleh data ibu hamil sebanyak 125 orang dan dilakukan Pemeriksaan Hb Sahli. Sebanyak 44%  (55 responden) dari 125 ibu hamil yang menderita anemia dan 12% (15 responden)  yang mengalami Kurang Energi Kronik. Wawancara yang dilakukan kepada 55 orang ibu hamil yang mengalami anemia, didapatkan informasi bahwa mereka tidak rutin mengkonsumsi tablet besi dengan alasan lupa, takut mual, dan takut efek samping, sebagian besar dari responden tidak tahu apa itu anemia, dampak anemia bagi kehamilan dan janin, bagaimana penanganan anemia, dan makanan apa saja yang mengandung zat besi. Tujuan penelitian; untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2019. Metode Penelitian; Desain penelitian ini adalah survei analitik Dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara.  Sampel berjumlah 35 orang dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian: analisa univariat didapatkan mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 30 orang (54,5%), mayoritas paritas multigravida sebanyak 21 orang (38,2%), mayoritas konsumsi tablet zat besi tidak cukup sebanyak 30 orang (54,5%), mayoritas dengan status gizi <23,5 sebanyak 28 orang (50,9%), dan mayoritas mendapat peran petugas kesehatan yang kurang sebanyak 34 orang (61,8%). Analisa bivariat dengan uji statistic Chi-Square, pada variabel pengetahuan (p-value=0,000), paritas (p-value=0,000), konsumsi tablet zat besi (p-value=0,000), status gizi (p value=0,000), peran petugas kesehatan (p value= 0,000). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, konsumsi tablet zat besi, status gizi, peran petugas kesehatan dengan anemia pada ibu hamil.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PRAKTEK BIDAN SYAMSIAH KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2018: Perawatan Payudara, Kelancaran ASI suyanti suwardi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 5 No. 1 (2019): JIKeb | Maret 2019
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.963 KB) | DOI: 10.33023/jikeb.v5i1.218

Abstract

Pendahuluan; World Health organization (WHO) tahun 2016 menunjukkan ada 170 juta anak mengalamigizi kurang di seluruh dunia. Sebanyak 3 juta anak di antaranya meninggal tiaptahun akibat kurang gizi. Angka kematianbayi yang cukup tinggi di dunia,sebenarnya dapat dihindari dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI). Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di Praktek Bidan Syamsiah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2018. Metode; penelitian dalam survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu post partum yang melahirkandi Praktek Bidan Syamsiah Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2018 berjumlah 37 orang (Accidental sampling). Hasil; Dari hasil penelitian 37 responden, berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-Square di dapatkanHubungan Pengetahuan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir diperoleh nilai p= 0,000<0,05, faktor dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahirdiperolehnilaip=0,007>0,05,faktor pekerjaan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Praktek Bidan Syamsiah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2018diperolehnilaip= 0,001<0,05.maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan; Disarankan kepada Praktek Bidan Syamsiahuntuk memberi penyuluhan dan pelayanan khususnya mengenai pemberian Kolostrum pada bayi baru lahir sehingga meningkatkan pengetahuan dan pengalaman bagi ibu post partum.
The Influence Of Health Education On Exclusive Breastfeeding Using Video On The Knowledge And Role Of The Husband Jitasari Tarigan Sibero; Mayang Wulan; Rahmawati Tarigan; Suyanti Suwardi; Yusliana Yusliana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i1.5736

Abstract

Pendahuluan; bayi yang terlahir ke dunia sangat membutuhkan nutrisi yang tepat. Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi utama bagi bayi dimana tidak ada makanan lain yang mampu menyainginya. Di Indonesia, hanya 1 dari 2 bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, dan lebih dari 5% anak yang masih mendapatkan ASI pada usia 23 bulan.Tujuan; tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif dengan menggunakan video terhadap pengetahuan dan peran suami.Metode; desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimen dengan The One Group Pre-Test- Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 15 orang dengan sampel sebanyak 15 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, sekunder dan tersier. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dengan uji wilcoxon test.Hasil; analisis wilcoxon test untuk pengetahuan nilai sig-p 0,04 < 0,05 dan peran sig-p 0,014 < 0,05. Kesimpulan; ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif dengan menggunakan video terhadap pengetahuan dan peran suami.Saran; Bagi masyarakat diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran para suami untuk mencari informasi tentang ASI Eksklusif khususnya dengan menggunakan media video agar para suami dapat menambah pengetahuan dan berperan dalam pemberian ASI Eksklusif untuk tercapainya ASI Eksklusif bagi semua bayi Kata Kunci : ASI Eksklusif, Peran Suami, Pengetahuan ABSTRACT Introduction: Babies born into the world really need proper nutrition. Breast milk (ASI) is the main nutrient for babies, and no other food can compete with it. In Indonesia, only one in two infants under six months of age are exclusively breastfed, and more than 5% of children are still breastfed at 23 months of age.Objective: This study aims to determine the effect of health education on exclusive breastfeeding using video on the knowledge and role of husbands.Methods: The research design used was quasi-experimental, with one group pre-test-post-test design. The population in this study was 15 people, with a sample of 15 people. Data collection methods were primary, secondary, and tertiary data. Data analysis in this study utilized univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test.Results: Wilcoxon test analysis revealed the knowledge sig value of p=0.04 < 0.05 and the role of sig value of p=0.014 < 0.05.Conclusion: Health education affects exclusive breastfeeding by using videos on the husband's knowledge and role.Suggestion: For the community, it is hoped that this research can increase the awareness of husbands to seek information about exclusive breastfeeding, especially by using video media, so that husbands can increase their knowledge and play a role in exclusive breastfeeding to achieve exclusive breastfeeding for all babies. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Husband's Role, Knowledge  
HUBUNGAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Suyanti Suwardi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4414

Abstract

Background: According to WHO 2018, the problem of child development is increasing, the incidence rate in the United States ranges from 12-16%, Argentina 20%, Thailand 37.1%, and in Indonesia between 13-18%. Looking at the epidemiological data, it is necessary early detection and intervention in children with developmental disorders. Aceh Profile data in 2019 the percentage of health service coverage for children under five years of age has a effect, namely that 65% of the health of children under five must be monitored to ensure that their health is always in optimal condition.The Purpose: Research to determine the relationship between maternal stimulation on motor development in children aged 3-5 years in Paud INARA, Johan Pahlawan District, West Aceh Regency, 2020 ".Methods: The design of this study was a quantitative analytic survey using a cross sectional study. The total population was 36 respondents and the sample used a total population of 36 respondents. The data used are primary and secondary data. Data analysis using univariate and bivariate.Results: The results showed that the stimulation was good as many as 31 people and less good as many as 5, normal motor development as many as 30 people and not normal as many as 6 people, the relationship between maternal stimulation and motor development in children aged 3-5 years with p = 0.000 <0.05.Conclusion: in this study there is a relationship between maternal stimulation and motor development in children aged 3-5 years in PAUD Inara Kec. Johan Kab. West Aceh 2020. It is recommended for parents to stimulate children under five, and if you experience problems, immediately consult with health workers, especially midwives and pediatricians.Suggestion Health workers are expected to provide promotions about growth and development for parents so that parents know the good growth and development of children, so as to prevent child development problems as early as possible. Keywords: Stimulation, motor development, toddlers ABSTRAK Latar belakang: Menurut WHO 2018 bahwa masalah perkembangan anak semakin meningkat, angka kejadian di Amerika Serikat berkisar 12-16%, Argentina 20%, Thailand 37,1%, dan di Indonesia antara 13-18%, Melihat data epidemiologi tersebut, maka diperlukan deteksi dan intervensi dini pada anak dengan gangguan perkembangan. Data Profil Aceh tahun 2019 persentase cakupan pelayanan kesehatan anak balita lima tahun terakhir berflutuaksi yaitu 65% kesehatan balita harus dipantau untuk memastikan kesehatan mereka selalu dalam kondisi optimal.Tujuan: Penelitan untuk mengetahui hubungan stimulasi ibu terhadap perkembangan motorik pada anak usia 3-5 tahun di Paud INARA Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2020”.Metode:Desain penelitian ini adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 36 responden dan sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 36 responden. Data yang digunakan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Hasil :Hasil penelitian diperoleh bahwa stimulasi baik sebanyak 31 orang dan  Kurang Baik  sebanyak 5, perkembangan motorik normal sebanyak 30 orang dan tidak normal sebanyak 6 orang, hubungan stimulasi ibu dengan perkembangan motorik pada anak usia 3-5 tahun dengan p= 0.000<0.05.Kesimpulan: dalam penelitian ini ada hubungan stimulasi ibu dengan perkembangan motorik pada anak usia 3-5 Tahun di PAUD Inara Kec. Johan Kab. Aceh Barat Tahun 2020. Disarankan bagi orang tua untuk melakukan stimulasi kepada anak balita, dan jika mengalami msalah segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan khusunya Bidan dan dokter anak.Saran Bagi Petugas kesehatan diharapkan untuk memberikan promosi tentang tumbuh kembang bagi orang tua agar orang tua mngetahui tumbuh kembang anak yang baik, sehingga dapat mencegah masalah tumbuh kembang anak sedini mungkin. Kata Kunci : Stimulasi, perkembangan motorik, anak Balita