Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Pengembangan Business Model Canvas Dalam Upaya Meningkatkan Keunggulan Bersaing Pt. Xyz. Budiarto Budiarto
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.169 KB) | DOI: 10.24912/jmbk.v3i1.4931

Abstract

The purpose of this research is to analyze various opportunities and threats obtained from the external environment and various strengths and weaknesses that PT XYZ has obtained from the internal environment which can be a reference for determining the company's business strategy. The external environment covers the general environment (macro) by using PESTEL Analysis (political, economy, social, technology, environment, legal) and also the industrial environment, using the Five Forces Porter analysis. The internal environment uses Core Competencies analysis with the VRCN criteria (Valuable, Rare, Costly to Imitate, Non-Substitutable). The combination of analyst results obtained from the external environment and internal environment will be able to provide an overview of the company's condition which will be simplified by the SWOT Matrix method and the Strategic Generic Porter. It is suggested that PT XYZ conducts market penetration outside the IPC group by developing end-to-end supply chain management product solutions by offering new model business patterns such as revenue sharing and manage operation by making product innovations that are in line with current technological needs.
Kejadian mastitis subklinis pada kambing perah Peranakan Etawa di desa Bangelan kecamatan Wonosari kabupaten Malang Nur Zaini Nanda Mardian; Soeharsono Soeharsono; Nenny Harijani; Budiarto Budiarto; Herry Agoes Hermadi; Wurlina Wurlina
Ovozoa : Journal of Animal Reproduction Vol. 9 No. 3 (2020): Ovozoa : Journal of Animal Reproduction
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ovz.v9i3.2020.60-63

Abstract

Etawa crossbred goat is one species of goat that is raised for milk production. One of the diseases that often occur in dairy livestock is mastitis, in which there is inflammation of the mammary gland. It is common in goat, that mastitis does not show clinical symptoms (subclinical). This research aims to determine the incidence of subclinical mastitis in Etawa crossbred goats in Bangelan village Wonosari district Malang regency. This research involved 25 respondent farms, which are Etawa crossbred dairy goat farms. In this research, subclinical mastitis cases were directly detected using California Mastitis Test (CMT). The results showed that out of 70 samples collected, 41 (58.6%) samples were positive. These CMT positive goats were from 88% of the respondent farms.
Respon Struktur Dua Derajat Kebebasan Dengan Kekakuan Sebagai Parameter Ketidakpastian Olga Pattipawaej; Budiarto Budiarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.843 KB) | DOI: 10.28932/jts.v3i1.1269

Abstract

Sistem suatu struktur sangatlah bergantung kepada ketidakpastian yang ada di geometri struktur, sifat bahan dan kondisi pembebanan. Pemodelan struktur berupa bangunan dua lantai sebagai portal sederhana berdimensi dua. Dengan memasukkan parameter ketidakpastian, perhitungan dilakukan dengan menggunakan gabungan dua metode yaitu probabilitas dan metode elemen hingga. Parameter ketidakpastian dalam tulisan ini adalah kekakuan struktur. Hasil analisis dengan menggunakan program Matlab diperoleh bahwa pengaruh respon sebelum memasukkan dan setelah memasukkan parameter ketidakpastiannya menyebabkan adanya penambahan perpindahan.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TENTANG BAURAN PEMASARAN TERHADAP EKUITAS MEREK PRODUK FRESTEA (Studi Kasus pada Konsumen Supermarket Pamella Swalayan di Yogyakarta) Budiarto Budiarto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.434 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak persepsi konsumen tentang bauran pemasaran terhadap terhadap variabel laten endogen kesan kualitas merek, dan persepsi loyalitas merek dalam membentuk ekuitas merek secara keseluruhan. Data dikumpulkan 200 responden dari empat supermarket Pamella di Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi computer LISREL (Linear Structural Relationship) versi 8.8 Student. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa model structural dapat diterima berdasarkan fakta empirik. Struktural model menunjukkan bahwa ekuitas merek produk Frestea tercipta oleh loyalitas merek dan persepsi kualitas. Loyalitas merek dengan korelasi positif signifikan terhadap ekuitas merek memiliki kontribusi terbesar, sedangkan persepsi kualitas memiliki kontribusi terendah dengan korelasi negatif terhadap ekuitas merek. Estimasi parameter juga menunjukkan bahwa intensitas distribusi signifikan berkorelasi positif terhadap ekuitas merek. Kata kunci: persepsi konsumen; bauran pemasaran; ekuitas merek.
PREVALENCE OF HELMINTHIASIS IN CATTLE THROUGH FECES EXAMINATION IN MAGETAN REGENCY Firda Shafa Salsabila; I Komang Wiarsa Sardjana; Suryanie Sarudji; Budiarto Budiarto; Poedji Hastutiek; Ririn Ririn
Journal of Parasite Science (JoPS) Vol. 6 No. 1 (2022): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jops.v6i1.34254

Abstract

This study aims to determine the prevalence of helminthiasis and find various kinds of egg worms in cattle through feces examination in Magetan Regency. A hundred cattle feces samples were collected from six animal markets in Magetan Regency. The Faecal examination was performed by native, sediments, and Flotation methods. The results of this study showed that there were 40 samples positively infected by a helminth, which indicated that the prevalence of helminthiasis in cattle was 40%. The kind of helminth were Oesophagostomum sp. (14%), Bunostomum sp. (8%), Mecistocirrus sp. (8%), Haemonchus sp. (4%), Toxocara vitulorum (3%), Trichuris sp. (2%), Strongyloides sp. (2%), and Fasciola sp. (11%).
PETA SPASIAL SEBARAN MERKURI PADA AREA KOLAM PENGENDAPAN DARI LIMBAH PROSES AMALGAMASI Esthi Kusdarini; Resky Tri Putra; Budiarto Budiarto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1992

Abstract

Limbah pengolahan emas perlu diolah sebelum dibuang ke badan air atau lingkungan. Pada area penambangan emas rakyat di Desa Atoga, Sulawesi Utara terdapat beberapa kolam penampungan limbah pengolahan emas rakyat. Pengolahan emas dilakukan dengan proses amalgamasi. Limbah-limbah ini dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan pengolahan oleh pelaku yang membuang limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran pencemaran merkuri pada area di sekitar kolam penampungan limbah. Lima sampel tanah diambil dari tanah di sekitar kolam penampungan limbah. Kandungan merkuri pada sampel tanah dianalisa menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Peta spasial sebaran merkuri pada area tersebut dibuat dengan menggunakan metode Inverse Distance Weight dan software ArcGIS. Hasil Analisa AAS menunjukkan bahwa 5 sampel tanah mengandung merkuri cukup tinggi, yaitu sebesar 172,9 – 360,17 ppm. Nilai ini jauh di atas baku mutu pedoman kualitas sedimen untuk melindungi kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Hasil penelitian dapat dijadikan masukan bagi pemerintah daerah setempat untuk pemulihan lingkungan di area penambangan emas. Hasil penelitian ini juga perlu dikembangkan untuk menemukan metode terbaik dalam memulihkan lingkungan tercemar merkuri dengan kadar yang cukup tinggi.
Kajian Teknis Alat Muat dan Alat Angkut Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Sebesar 24.500 Ton/Hari Pada Crusher Tuban I PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Avellyn Shinthya Sari; Destyagung Febyeta; Budiarto Budiarto; Hardi Wahono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batugamping merupakan salah satu bahan galian yang tergolong sangat banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri salah satu diantaranya adalah industri semen. Dan seiring bertambahnya permintaan maka bertambah pula kebutuhan raw material yang disiapkan sehingga harus dilakukan analisa agar target produksi mampu terpenuhi sehingga tidak menganggu proses selanjutnya. Kegiatan penambangan di kuari batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. banyak mengalami kendala salah satunya merupakan ketidaktercapaian produksi batugamping untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Salah satu analisa yang akan dilakukan adalah dengan menganalisa kegiatan pemuatan dan pengangkutan antara dalam hal ini alat muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck). Untuk target produksi yang diinginkan adalah sebesar 24.500 ton/hari tetapi kondisi nyata dilapangan tidak mampu untuk memenuhi target tersebut. Maka dari itu penulis menganalisa secara langsung kegiatan pengangkutan (hauling) dan Pemuatan (loading) dan merumuskan pemecahan masalah antara lain, pertama dengan melakukan peningkatan waktu efektif karena temuan dilapangan dari total waktu yang tersedia hanya ±73% waktu efektif yang digunakan sehingga perlu ditingkatkan agar mampu mencapai produksi, tetapi dengan kondisi Efective Utility (EU) yang hanya 58% maka total capaian maksimal yang bisa dilakukan hanya sekitar 60% dari total target yang diinginkan dan kondisi tersebut sudah sangat baik. Kondisi untuk produksi alat muat saat ini adalah 9.676,83 ton/hari dan dari hasil analisa pemecahan masalah didapat bahwa dengan penambahan waktu efektif untuk alat muat Komatsu PC 400 dari sebelumnya sebesar 74,28% menjadi 86,11% meningkat sebesar 1.541,63 ton/hari menjadi 11.218,47 ton/hari. Kemudian untuk alat angkut dumptruck Scania P-360 adalah dengan panambahan waktu efektif dari 73,33 % menjadi 88,22% produksi meningkat 1.906,31 ton/hari menjadi 11.295,61 ton/hari.
Analysis of the Effect of Heating Temperature on Tension Strength, Elongation and Function Clusters on Composite Tube Aerial Fiber Optic Cable G.652D-STEL-K-036-2012 Herman Perez Purba Herman; Budiarto Budiarto; Melya Dyanasari Sebayang
Journal of Technomaterial Physics Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Technomaterial Physics
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jotp.v3i2.6831

Abstract

The composite material of the fiber optic cable tube (G.652D-Stel-K-036-2012) or Polybutylene Terephthalate (PBT)-Master Batch MB) has been tested for tensile strength, elongation, and functional groups for fiber optic tube cladding materials. The purpose of this study was to determine the effect of heating temperatures of 2500C, 2550C, and 2600C on tensile strength, elongation, and functional groups in PBT-MB composite tube for fiber optic tube cladding material. The PBT-MB composite material was made by mixing PBT (80% by weight) with MB (20% by weight) in a ball mill. Then put together and processed into a tube on the extruder. Tensile and elongation strength was tested bytensile test, functional group test with FTIR, and humidity test. The results of the tensile test and elongation test increased with increasing heating temperature and still met the specified standard. The results of the functional group test showed that there was a CH bond from the PBT Tube at the highest wave peak, namely 2923.54 cm-11,725.10 cm-1,there was also a CH Aldehydes bond at a wavelength of 2852.19 cm-1,935.30 cm-1,916.02cm-1,873.59 cm -1,811.88 cm-1, the carbonyl bond C=C at a wavelength of 1708.61 cm-1,and the last is an Aromatic bond at a wavelength of 1504.20 cm-1. The chemical bonds in the test compounds were PBT-MB tube composites. From all the tests carried out, it was concluded that the variation of temperature on the manufacture of PBT-MB tube composites was very influential on the quality and still met the established standards.