Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI TRADISI BUDAYA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA ADAT ASAK KARANGASEM Ni Wayan Ari Sudiartini; Putu Ari Mulyani; Yenni Rahman
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 4 No 1 (2020): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.44 KB) | DOI: 10.32795/jsb.v4i1.590

Abstract

The purpose of this study is to understand the tourism development strategies in the Indigenous Village of Asak Karangasem, which analyzes the impact of tourism development through cultural traditions on the economy of the community and describes the tourism development strategies that will be carried out and can find out aspects that need to be considered in tourism development so that it can affect the economy of the village community. This study uses the SWOT analysis method where by using this analysis we can find out the strengths, weaknesses, opportunities and threats that exist around the Asak Karangasem Indigenous Village. From the results of this study it can be proven that the tourism development strategy is able to have an impact on the economy of the surrounding community.
Analisis Tingkat Kesehatan Lembaga Perkreditan Desa (Lpd) Desa Pakraman Gegelang Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Putri Anggreni; Putu Ari Mulyani; Ni Luh Sri Parwati
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.974 KB) | DOI: 10.47532/jis.v3i2.184

Abstract

The Village Credit Institutions  (LPD) is one of the financial institutions that are included in the category of non-bank financial institutions in every Pakraman village in the province of Bali. The purpose of this Researcher is to find out whether the Village Institute of Pakraman Gegelang, Manggis District, Karangasem Regency can achieve a healthy predicate or not by using guidelines or references in the Provincial Regulation of Bali Province No.4 of 2012 concerning the second amendment to the Provincial Regulation of Bali Province No.8 years 2002. This study uses descriptive methods because it tries to solve existing problems, data collection techniques used are observation, documentation, and interviews. The documentation method used in this study uses books, regulations, and other documents such as: Financial Reports and the Work Plan of the Pakraman Gegelang Village Credit Institution. The data analysis technique used is the analysis of financial ratios according to1n   the Bali Provincial Regulation No.4 Year 2012.         Based on the results of the analysis, the results of the study can be concluded that referring to the Bali Provincial Regulation No.4 of 2012. Regarding the Health Assessment Guidelines for Village Credit Institutions (LPD), the level of health at the Credit Institute in the Pakraman Gegelang Village can be rated "Healthy" with a score of 98, 6. Based on the results of the study, the advice can be given to the administrators of the Village Credit Institutions (LPD) Desa Pakraman Gegelang, is the LPD optimally manage productive assets and allocate productive assets to activities or businesses that can increase profits or SHU, for example at banks and other LPDs . LPDs must also be able to see the market opportunities that exist in lending, not only in one sector. In addition, it is necessary to schedule debt payments to other parties accompanied by available funds. In this way it is expected to prevent liquidity.
Dampak Bisnis “Perikanan Tangkap” Dalam Menunjang Pendapatan Nelayan Di Desa Kedonganan Jimbaran Badung Bali Putu Ari Mulyani
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.962 KB) | DOI: 10.47532/jis.v2i2.61

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara dengan luas laut terbesar, kita memiliki potensi untuk memanfaatkan hal tersebut demi kesejahteraan khususnya masyarakat nelayan. Namun, realitanya masyarakat belum mampu meningkatkan hasil produksi mereka, bahkan profesi sebagai nelayan cenderung identik dengan kemiskinan. Tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih dibawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian. Penelitian ini membahas faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan Nelayan di Desa Adat Kedonganan Jimbaran Kabupaten Badung.Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Modal (XI), Umur (X2), Curahan Jam Kerja (X3), Pengalaman Kerja (X4) dan Pendidikan (X5) analisis menggunakan analisis regresi linier berganda Hasil uji hipotesis bahwa pengaruh modal (X1) terhadap pendapatan nelayan. Tingkat signifikansi dari thitung sebesar 0.039 lebih kecil dari α = 5 persen (0.05). pengaruh umur (X2) terhadap pendapatan(Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.642 lebih besar dari α = 5 persen (0.05). Berarti bahwa umur berpengaruh negatif dan tidak signifikan. jam kerja (X3) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.251 lebih besar dari α= 5 persen (0.05). Berarti bahwa jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan, pengalaman kerja (X4) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari α = 5 persen (0.05). pendidikan (X5) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.383 lebih besar dari  α= 5 persen (0.05).Variabel umur, jam kerja dan pendidikan perlu mendapat perhatian dari pemerintah dimana dalam melakukan pekerjaan sebagai nelayan tidak hanya di ukur berdasarkan umur dan pendidikan saja tetapi juga keahlian atau keterampilan sebagai nelayan dalam menangkap hasil laut dengan menggunakan teknik – teknik tertentu dan perlengkapan yang memadai. Pemerintah Provinsi Bali dan dinas – dinas terkait memberikan pelatihan – pelatihan kepada para nelayan dalam proses penangkapan hasil laut secara maksimal dengan metode – metode tertentu sehingga pengetahuan para nelayan dalam melakukan pekerjaan dapat secara maksimal sehingga hal tersebut akan menambah tangkapan hasil laut dan dapat menambah pendapatan para nelayan