This Author published in this journals
All Journal Agropet
Dolfie DD Tinggogoy
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGENDALIAN GETAH KUNING MANGGIS MELALUI PENGATURAN DOSIS SUMBER KALSIUM Yulinda Tanari; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.385 KB)

Abstract

Getah kuning adalah getah yang dihasilkan secara alami pada setiap organ manggis; merupakan kelainan fisiologis dan salah satu bentuk dari fenomena stres kekurangan hara yaitu kalsium. Rusaknya saluran getah kuning dapat dicegah apabila kalsium tersedia, karena kalsium merupakan unsur penting pada dinding sel. Kalsium menentukan kekakuan (rigidity) dinding sel, sesuai peran ion Ca2+ sebagai penghubung antara rantai pektin pada dinding sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kalsium yaang tepat untuk mengendalikan getah kuning manggis. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok yang terdiri dari lima faktor yaitu kontrol (tanpa kalsium), 1 ton ca ha-1, 2 ton ca-1, 3 ton ca-1 dan 4 ton ca-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 3 ton kalsium ha-1 (18 kg pohon-1) merupakan dosis kalsium yang paling tepat untuk mengendalikan getah kuning manggis di Desa KambaKata kunci : manggis, getah kuning, kalsium
Pengaruh Waktu Penyusuan Batang Bawah Terhadap Pembentukan Kakao (Heobroma cacao L) Super Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy; Hasan Bahrun
Agropet Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan penyusuan batang bawah (akar ganda) dari klon kakao yang dicobakan dengan waktu penyusuan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 – Februari 2018 bertempat di kelurahan gebang rejo, kecamatan poso kota, kabupaten poso provinsi Sulawesi tengah.penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) dengan 3 perlakuan , sehingga terdapat 6 ulangan penelitian dan tiap satuan penelitian menggunakan 5 tanaman (batang bawah) sehingga total bibit tanaman berjumlah 90 bibit kakao. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah : p1 (penyusuan pada pagi hari pukul 05.00), p2 (penyusuan pada pagi hari pukul 07.00) dan p3 (penyusuan pada pagi hari pukul 09.00). Berdasarkan hasil pengaruh interval waktu yang berbeda terhadap keberhasilan penyusuan batang bawah tanaman kakao memberikan pengaruh yang tidak nyata pada tinggi tanaman. Terhadap jumlah daun juga memberikan pengaruh yang tidak nyata. Sedangkan untuk diameter batang memberikan pengaruh yang nyata
Tingkat Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea Americana) pada Waktu Penyambungan yang Berbeda Ahmadi Ahmadi; Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alpukat (Persea americana). Merupakan tanaman buah berupa pohon. Alpukat berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah. Alpukat ditanam dikawasan tropis dan subtropis, termasuk juga di kawasan Indonesia (Budiana, 2013). Pengembangan tanaman pohon ini di Indonesia mulanya terkonsentrasi di pulau Jawa, namun sekarang menyebar hampir diseluruh Indonesia (Rahmawati, 2010). Perbanyakan dan pengembangan alpukat dapat meningkatkan produktifitas, salah satunya penyambungan (grafting) sambung pucuk. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian tingkat keberhasilan sambung pucuk alpukat pada waktu penyambungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Penelitian ini dimulai dari bulan Mei-Juni 2019, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan waktu (W) sambung pucuk pada varietas mentega, 5x21 unit tanaman, total 105 bibit alpukat. Dengan perlakuan W1:waktu penyambungan jam 06.00-08.00, W2:waktu penyambungan jam 08.00-10.00, W3:waktu penyambungan jam 10.00-12.00. Berdasarkan hasil penelitian Perlakuan waktu penyambungan entris tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Ekstrak Lengkuas (Alpinia Galangal L) untuk Mengendalikan Serangan Hama Kutu Kebul (Bemisia Tabaci Genn) pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum) Jufri Soputan; Marten Pangli; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hama penting yang menyerang tanaman cabai adalah kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Serangga ini bertindak sebagai vektor virus. Jenis virus yang dapat ditularkan oleh kutu kebul diantaranya Closterovirus, Carlavirus, Nepovirus, potyvirus, dan Rod-shape DNA virus. Pengendalian hama ini biasanya dengan insektisida sintetik namun dalam upaya meminimalisir dampak negative dari insektisida sintentik, alternative lain dengan menggunakan tanaman yang memiliki potensi sebagai insektisida yaitu lengkuas (A. galangal L) yang mengandung minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di desa Watuawu, Kab. Poso, Kec. Lage selama 3 bulan yakni mulai dari bulan Maret - Mei 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga berjumlah 20 percobaan. Adapun perlakuan yang diuji adalah : P0 = tanpa perlakuan, P1 = ekstrak rimpang lengkuas 5%, P2 = ekstrak rimpang lengkuas 15%, P3 = ekstrak rimpang lengkuas 25%, P4 = ekstrak rimpang lengkuas 35%. Parameter amatan meliputi jumlah daun terserang, jumlah cabang terserang, intensitas serangan hama. Apabila amatan dianalisis dengan sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur pada taraf 5% (BNJ 0,005). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa larutan insektisida nabati ekstrak lengkuas pada perlakuan ke-4 (P4) dengan dosis 35% berpengaruh nyata dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci genn) pada tanaman cabai. Ekstrak rimpang lengkuas berpotensi sebagai insektisida nabati.