Dede Pramayoza
Prodi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENAMPILAN JALAN KEPANG DI SAWAHLUNTO: SEBUAH DISKURSUS SENI POSKOLONIAL Pramayoza, Dede
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.62 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.74

Abstract

Jalan Kepang merupakan nama salah satu seni penampilan rakyat di Sawahlunto, Sumatera  Barat, yang memiliki  kemiripan  nama dengan  salah satu kesenian  di pulau   Jawa.   Keunikan   jalan   kepang   mendorong   sebuah   kebutuhan   untuk memahami  maknanya  secara  lebih jauh.   Melalui  pembacaan  yang meminjam metode  semiotika  atas  foto-foto  penampilan   Jalan  Kepang,  terbukti  bahwa kesenian ini memiliki ciri-ciri yang mirip sekaligus berbeda dengan jaran kepang di Pulau Jawa. Fakta itu menghadirkan kebutuhan untuk membaca konteks masyarakat  pendukung kesenian ini, yakni masyarakat  ‘orang rante’. Hubungan antara teks penampilan dengan konteks sejarah dan budaya ‘orang rante’ menunjukkan  bahwa  kesenian  ini  merupakan  bentuk  mimikri,  yang  berfungsi sebagai   ritual  komunitas.   Secara  keseluruhan,   jalan  kepang   adalah  bentuk peristiwa budaya poskolonial, yang memantulkan narasi sejarah dan pengalaman masa kolonial dari masalalu komunitas ‘orang rante’.
FROM POETRY TO PERFORMANCE; A TEXT ANALYSIS OF NOSTALGIA SEBUAH KOTA BY ISWADI PRATAMA, A REVIEW OF POST-DRAMATIC DRAMATURGY (DARI PUISI KE PEMENTASAN; TEKS TEATER NOSTALGIA SEBUAH KOTA KARYA ISWADI PRATAMA DALAM TINJAUAN DRAMATURGI POSTDRAMATIK) Gusrizal, Gusrizal; Pramayoza, Dede; H, Afrizal; Saaduddin, Saaduddin; Suboh, Rusdeen
Jurnal Gramatika Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2021.v7i2.5008

Abstract

Nostalgia Sebuah Kota adalah sebuah pertunjukan teatrikal yang dibangun dari unsur-unsur ekspresi tubuh simbolik dan berbagai dialog puitis. Hal ini membedakan pertunjukan dengan pertunjukan teater, yang umumnya secara konvensional menghadirkan tubuh sehari-hari dan dialog prosaik, dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Artikel ini dimaksudkan untuk menyelidiki pertunjukan untuk menemukan konsep di balik pilihan idiom dan ekspresi khusus ini. Pertunjukan didekati dengan teori teater pasca-dramatis Hans-Thies Lehmann, di mana deskripsi teater tidak lagi ditujukan untuk menjelaskan karakter, tema, dan plot, tetapi konstruksi lima komponen baru, yaitu: teks; ruang; waktu; tubuh; dan media. Menerapkan metode analisis deskriptif, dengan data yang diperoleh dari studi teks, wawancara naratif, dan studi dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa Nostalgia Sebuah Kota adalah sebuah pertunjukan yang dipicu dari penggalan-penggalan puisi. Iswadi Pratama memilih daya puitis sebagai sutradara yang juga penyair, untuk memperluas ekspresi puisi yang ditulisnya. Berdasarkan proses eksplorasi puisi tersebut, Nostalgia Sebuah Kota kemudian menghasilkan tiga produk sekaligus, yaitu teks pertunjukan, teks drama, dan teks puisi baru.
Tonel: Teaterikalitas Pascakolonial Masyarakat Tansi Sawahlunto Pramayoza, Dede
Jurnal Kajian Seni Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Kajian Seni Vol 1 No 2 April 2015
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.74 KB) | DOI: 10.22146/art.11636

Abstract

Tonel is a dramatic performing arts that has been living in Tansi Society, Sawahlunto,Sumatera Barat. This study is a preliminary review of the tonel existence in the presenttime that related to the history of Sawahlunto as a colonialization effect. This research usedescriptive analysis of study literature and interview, the description is directed to explore thepostcolonial indication contained in tonel staging practices. The results answered that tonelis a part of a hybrid product in creoles culture, as the effects of colonial policy in the past.In other hand, the study also explained that through theatricality of tonel had an impectedfor Tansi society of Sawahlunto to create a new cultural identity as “Slunto Peoples”
Proses Dramaturgi dari Teks Sastra Syair Lampung Karam ke Teks Pertunjukan Teater Under The Volcano Pramayoza, Dede; Simatupang, G.R. Lono Lastoro; Murgiyanto, Sal
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 2 April 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2286.563 KB) | DOI: 10.22146/jksks.46448

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan proses dramaturgi yang menjembatani transformasi dari teks sastra Syair Lampung Karam menjadi teks pertunjukan teater Under The Volcano. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber datanya adalah pengamatan langsung atas pertunjukan, pengamatan atas proses penciptaan, dokumentasi pertunjukan, catatan proses dan hasil wawancara. Berdasarkan data tersebut dilakukan analisis terhadap tindakan dramaturgi dan pemikiran dramaturgis yang melatar belakanginya terciptanya teks pertunjukan teater Under The Volcano, yang dipandang sebagai rangkaian proses dramaturginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pertunjukan teater Under The Volcano adalah bentuk ekspresi dari pengalaman masyarakat yang tinggal di lingkungan gunung berapi, yang dibangun dengan mengambil abstraksi dari pengalaman bencana alam letusan Gunung Krakatau yang dikisahkan dalam Syair Lampung Karam.