Claim Missing Document
Check
Articles

PERBAIKAN KESALAHAN KONSEP PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI METODE PEMECAHAN MASALAH DAN DISKUSI Pramono, Suwito Eko
Paramita: Historical Studies Journal Vol 22, No 2 (2012): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v22i2.2124

Abstract

History learning as an implementation of history education has a strategic value in achieving the objective of national education. Unfortunately, history learning has not played its role optimally. History learning has not been implemented yet based on the appropriate concepts of history education. Could the method of problem solving and discussion improve history learning so that it can be suitable with the concept of history education? The research employed three cycles. The collection of preliminary data used observation and test. The evaluation was conducted in the end of each cycle to trace the improvement of student capability in understanding the concept of history education as well as capability of solving current’s problem. The conclusion of the research showed that the method of problem solving and discussion are effective enough to correct the misconception of history education and they are also suitable for improving student capability to solve current’s problems. Keywords: misconception, teaching history, problem solving, discussion.   Pembelajaran sejarah sebagai pelaksanaan pendidikan sejarah memiliki arti strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Sayangnya, pembelajaran sejarah belum dapat memainkan perannya secara optimal. Pembelajaran sejarah belum dilaksanakan berdasarkan konsep-konsep pendidikan sejarah yang tepat. Dapatkah metode pemecahan masalah dan diskusi dapat memperbaiki pembelajaran sejarah yang sesuai dengan konsep pendidikan sejarah? Penelitian ini menggunakan tiga siklus. Pengumpulan data awal menggunakan observasi dan tes. Untuk melacak peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep pendidikan sejarah dan memecahkan masalah yang terjadi pada saat ini, dilakukan evaluasi pada setiap akhir siklus. Sebagai kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa metode pemecahan masalah dan diskusi cukup efektif untuk memperbaiki kesalahan konsep pendidikan sejarah dan kedua metode itu cocok untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang terjadi pada saat ini. Kata kunci: kesalahpahaman, pengajaran sejarah, pemecahan masalah, diskusi.  
KINERJA GURU SEJARAH: STUDI KAUSAL PADA GURU-GURU SEJARAH SMA DI KOTA SEMARANG Pramono, Suwito Eko
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 1 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i1.2868

Abstract

This research aims to understand the direct effect of organizational cultures towards performance, leadership towards performance, motivation towards performance, organizational cultures towards motivation, and leadership towards motivation. The sample of those research was 60 history teachers randomly selected. Data collection is carried out with instruments that have been tested for validity and reliability empirically. Data were analyzed with path analysis techniques. The analysis of the results has been obtained the path coefficient , that is ρ41 = 0.226; ρ42 = 0.368; ρ43 = 0.337; ρ31 = 0.330, and ρ32 = 0.570. The result of significance test for each path coefficient is obtained at the price of 2,386 t; 3.510; 3.466; 3.544, and 6.124. While price t table on α 0.05 is 1.986.  Based on the statistical analysis can be concluded that: (1) there is a direct influence of organizational culture towards performance, (2) there is a direct effect of leadership towards performance, (3) there is a direct effect of motivation towards performance, (4) there is a direct influence of organizational culture towards motivation, and (5) there is a direct effect of leadership towards motivation. Keywords: organizational culture, leadership, motivation, performance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja, kepemimpinan terhadap kinerja, motivasi terhadap kinerja, budaya organisasi terhadap motivasi, dan kepemimpinan terhadap motivasi. Sampel penelitian ini berjumlah 60 orang guru sejarah yang dipilih secara random. Pengumpulan data dilaksanakan dengan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya secara empiris. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis jalur. Dari hasil analisis diperoleh koefisien jalur sebagai berikut ρ41 = 0,226; ρ42 = 0,368; ρ43 = 0,337; ρ31 = 0,330; dan ρ32 = 0,570.  Hasil uji signifikansi masing-masing koefisien jalur diperoleh harga t sebesar 2,386; 3,510; 3,466; 3,544; dan 6,124. Sedangkan harga ttabel pada α = 0,05 sebesar 1,986. Berdasarkan hasil analisis statistik dapat ditarik simpulan sebagai berikut: (1) ada pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja, (2) ada pengaruh langsung kepemimpinan terhadap kinerja, (3) ada pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja, (4) ada pengaruh langsung budaya organisasi terhadap motivasi, dan (5) ada pengaruh langsung kepemimpinan terhadap motivasi. Kata kunci: budaya organisasi, kepemimpinan, motivasi, kinerja.  
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI LANDASAN WAWASAN KEBANGSAAN DI SMK NEGERI 1 KENDAL KABUPATEN KENDAL Pramono, Suwito Eko; Raharjo, Tri Joko; Sutarmi, Sutarmi
Journal of Educational Social Studies Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran disekolah dewasa ini masih nampak, siswa sering terlambat, siswa kurang kesadaran untuk mengerjakan pekerjaan rumah, menyontek saat ulangan dan kurangnya jiwa nasionalisme sehingga mengarah pada lunturnya nilai karakter siswa terjadi di SMK Negeri 1 Kendal. Kebijakan pendidikan karakter, implementasi, dan pelaksanaan belum terlihat di SMK Negeri 1 Kendal untuk menjawab tantangan globaloisasi dan indutrialisasi dalam  perubahan budaya pada anak usia sekolah. Tujuan Penelitian adalah: (1) Mengkaji kebijakan pendidikan karakter di sekolah berwawasan kebangsaan SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal, (2) Mengkaji implementasi pendidikan karakter di Sekolah Berwawasan Kebangsaan SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal. Fokus penelitian ini adalah kebijakan pendidikan karakter dan  implementasi pendidikan karakter sebagai landasan wawasan kebangsaan di SMK Negeri 1 Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi, dengan informan terdiri atas tiga kelompok, yaitu pengelola sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan: (1) kebijakan pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kendal dilaksanakan sesuai dengan keinginan bersama warga sekolah yang diwujudkan melalui SK Kepala Sekolah. Pendidikan karakter diwujudkan dalam budaya 5S seperti senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, (2) pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan dengan memberikan teladan oleh guru kepada siswanya. The implementation of school learning today still seems that the students are often late, lack of awareness to do homework, cheating on daily examination, and lack of spirit of nationalism that led to the fading of student?s character occur in SMK N 1 Kendal. The character building policy, implementation, and execution have not been seen in SMK N 1 Kendal to answer the challenges of the global era and industry in cultural change for students. The purposes of this study are: (1) analyzing the character building policy in the national vision school SMK N 1 Kendal, (2) Analyzing the implementation of character building at the National vision School SMK N 1 Kendal. The focus of this research is character building policy and implementation of character building as the national vision in SMK N 1 Kendal. This study uses a qualitative approach. The location of the study is in SMK N 1 Kendal. The technique of data collection uses interviews and observations, which the informants consist of three groups: school administrators, teachers, and students. Data analysis technique is conducted with interactive analysis. The results of the study show (1) the policy of character building applied in SMK N 1 Kendal is properly implemented by the community of the school realized through the decree of Principal. The character building is realized in the 5S habituation like smiles, shaking hands, greetings, polite, and courtesy. (2) The implementation of character building is applied through habituation by examples of teachers to their students.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN, CITRA SEKOLAH, DAN KEPUASAN SISWA TERHADAP LOYALITAS SISWA DI SMK ISLAM SUDIRMAN 2 AMBARAWA Ainna, Nurul; Pramono, Suwito Eko; Subagyo, Subagyo
Educational Management Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loyalitas siswa sangat diperlukan untuk mempertahankan reputasi suatu sekolah sehingga penting bagi sekolah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi loyalitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, citra sekolah dan kepuasan siswa terhadap loyalitas siswa yang ada di SMK Islam Sudirman 2 Ambarawa baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan kualitas layanan terhadap kepuasan siswa sebesar 0,162%, (2) terdapat pengaruh langsung citra sekolah terhadap kepuasan siswa sebesar 0,22%, (3) terdapat pengaruh langsung kualitas layanan terhadap loyalitas siswa sebesar 0,82%, (4) terdapat pengaruh langsung citra sekolah terhadap loyalitas siswa sebesar 0,54%, (5) terdapat pengaruh kepuasan siswa terhadap loyalitas siswa sebesar 0,79%, (6) tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung kualitas layanan terhadap loyalitas siswa melalui kepuasan siswa dikarenakan hasil direct effect>indirect effect yaitu 0,387>0,1196 dan, (7) tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung citra sekolah terhadap loyalitas siswa melalui kepuasan siswa dikarenakan hasil direct effect>indirect effect yaitu 0,265>0,22. Semakin tinggi kualitas layanan dan citra sekolah yang diberikan maka kuasan yang dirasakan juga akan tinggi dan membentuk loyalitas yang tinggi.
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM MENCAPAI KEPUASAN SISWA Prestiadi, Dedi; Hardyanto, Wahyu; Eko Pramono, Suwito
Educational Management Vol 4 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management (TQM) merupakan sebuah konsep pengelolaan lembaga pendidikan dalam rangka peningkatan mutu lembaga pendidikan melalui upaya perbaikan terus menerus, fokus pada pelanggan dan keterlibatan total. Pelaksanaan TQM di lembaga pendidikan tidak dapat dipisahkan dari segenap komponen yang ada seperti kepala sekolah, guru, staff dan dukungan pihak eksternal seperti komite sekolah untuk bekerjasama memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi TQM yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru dan komite sekolah dalam mencapai kepuasan siswa. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa SMK Negeri 1 Ampelgading mengimplementasikan TQM dalam mencapai kepuasan pelanggan dilakukan  melalui kepemimpinan visioner kepala sekolah, peran guru dan dukungan dari komite sekolah. Implementasi TQM di SMK Negeri 1 Ampelgading  mengacu pada ISO 9001:2008.
PERAN ORANG TUA TUNGGAL (IBU) DALAM MENGEMBANGKAN MORALITAS ANAK DI KELURAHAN TLOGO MULYO KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG Pramono, Suwito Eko; Rachman, Maman; Nurdiana, Nurdiana
Journal of Educational Social Studies Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keutuhan sebuah keluarga (ayah, ibu, anak) merupakan salah satu faktor dalam menguatkan moral anak, hal ini akan berbeda bila keluarga tidak utuh atau single parent, dalam hal ini bagi orang tua tunggal (ibu) dalam mengembangkan moralitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bentuk keluarga fungsional dari orang tua tunggal (ibu),Menganalisis hasil dari penanaman pengetahuan moral, perasaan moral, dan mewujudkan tindakan moral bagi anak yang memiliki orang tua tunggal (ibu) dalam mengembangkan moralitas anak. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan meskipun orang tua tunggal (ibu) memiliki kesibukan dalam mencari nafkah akan tetapi orang tua tunggal (ibu) bisa membagi waktunya dalam membimbing, memantau dan mengarahkan tumbuh kembang anak dan mampu memberikan putra-putrinya pendidikan formal, informal dan non formal. Orang tua tunggal (ibu) bisa menanamkan pengetahuan moral, perasaan moral dan mewujudkan tindakan moral bagi anak-anaknya.The integrity of a family (father, mother, children) is a factor in strengthening the children morality. This will be different if there is not an integrity in a family or known as single parent, in this case for a single mother in building children morality. This research aims to (1) describe and analyze how is the form of functional family of single parents (mothers),(2) analyze the results of the inculcation of moral knowledge, moral feelings, and realize the moral action for children who have single parent (mother) in developing children moral Method of collecting data in this research is deep interview, observation, and documentation The research finding showed that although a single parent (mother) has a lot of things to do in earning money, she still has much times in educating, controlling and guiding her children. She also has to give her children the best formal, informal and non-formal education. Moreover, a single parent (mother) can inculcate the moral knowledge, moral feeling and create a moral action to her children.
IMPLEMENTATION OF SOCIAL STUDIES IN THE ESTABLISHMENT OF SOCIAL BEHAVIOR STUDENTS SMP NEGERI 1 BRANGSONG Suhandini, Purwadhi; Pramono, Suwito Eko; Indriastuti, Diana
Journal of Educational Social Studies Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPS as an integrated subject in the 2013 curriculum aims to develop the potential of learners to become citizens who have the attitude, skills, and knowledge as stock in the life of society. The purpose of this study are (1) describe and analyze the implementation of IPS education in social studies in SMP N 1 Brangsong, (2) describe and analyze the IPS learning can shape the social behavior of students in SMP N 1 brangsong, (3) describe and analyze the obstacles of the implementation of learning IPS in shaping the social behavior of students in SMP N 1 Brangsong. The result of the research shows that (1) implementation of IPS education in IPS learning in accordance with the curriculum in 2013 by IPS teachers in SMP N 1 Brangsong covers the planning of the teachers covering the study of KI and KD, preparation of lesson plan, materials and media and learning method. In the implementation of learning, teachers use cooperative learning methods and become facilitators for students. Evaluations include daily reassessment, UTS, UAS, UKK as well as student ratings. (2) social behavior of 8th grade students of SMP N 1 Brangsong is good, because it has applied social values ??from IPS learning in schools such as the value of tolerance, protect the environment. Form of implementation of IPS scores by students such as helping friends, obeying school rules, maintaining the environment. (3) barriers to the implementation of social studies in the formation of social behavior of students of SMP N 1 Brangsong is the not optimal socialization of the 2013 curriculum, RPP format, attitude assessment, and IPS material too much. The conclusions of this study indicate that the implementation of ips learning in the formation of social behavior that is generally social behavior of 8th grade students of  SMP N 1 Brangsong in good category.
Pengembangan Model Supervisi Klinis Teknik Konseling Kelompok pada Guru BK SMA Kabupaten Lombok Timur Himdani, Himdani; Pramono, Suwito Eko; Awalya, Awalya
Educational Management Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan model supervisi klinis teknik konseling kelompok dilatarbelakang kepengawasan yang selama ini belum oftimal karena jarak sekolah yang jauh, dan belum mampu mengembangkan potensi khas dan performance guru yang berkaitan dengan kreatif dan inovatif dalam membangun suasana pemberian layanan yang menarik. Pembinaan melalui supervisi klinis dapat berfungsi sebagai human resources devlopment bagi guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model supervisi klinis yang dilaksanakan selama ini dan menghasilkan model supervisi klinis teknik konseling kelompok, serta menguji dan menganalisis kelayakan model supervisi klinis teknik konseling kelompok pada guru BK Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yaitu dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D), berpedoman pada langkah-langkah Sugiyono dengan prosedur penelitian melalui tiga tahap yaitu: (1) Tahap studi pendahuluan, (2) tahap Pengembangan (3) Tahap ujicoba.Data penelitian pada tahap pendahuluan dikumpulkan dengan menggunakan wawancara,observasi, dan studi dokumentasi. Pada tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi. Tahap ujicoba dengan uji persepsi menggunakan lembar penilaian dengan skala likert yang diberikan pada calon pengguna model untuk mengetahui kelayakan model. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan supervisi klinis yang sesuai dengan kebutuhan guru BK SMA adalah supervisi dengan teknik konseling kelompok yang di mulai dari tahap perencanan, pertemuan awal, observasi mengunakan teknik konseling kelompok, pertemuan balikan dan tindak lanjut. Hasil uji persepsi menunjukan kelayakan model supervisi klinis teknik konseling kelompok kategori tinggi. Disarankan model supervisi klinis teknik konseling kelompok dapat diuji coba lagi sampai pada model final sehingga dapat dilaksankan oleh supervisor, guru, Dinas Pendidikan dan untuk lebih mengembangkan lagi keterampilan mengajar yang lebih menarik dan menyenangkan di Kabupaten Lombok Timur.
Implementasi Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Manggarai Barat Durhan, Ferdinandus; Hardyanto, Wahyu; Pramono, Suwito Eko
Educational Management Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menganalisis (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) evaluasi, dan (4) pelaporan supervisi manajerial oleh pengawas SMK di Kabupaten Manggarai Barat, serta (5) faktor-faktor penghambat pelaksanaan supervisi manajerial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif dalam analisis data menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan supervisi manajerial belum sesuai dengan prosedur yang ditentukan, (2) pelaksanaan supervisi manajerial mencakup pemantauan SNP, pembinaan kompetensi kepala sekolah dan penilaian kinerja kepala sekolah tidak dilakukan secara optimal; (3) evaluasi pelaksanaan supervisi manajerial tidak diikuti dengan kegiatan tindak lanjut, dan (4) laporan supervisi manajerial tidak memuat secara rinci hasil supervisi. (5) Faktor-faktor penghambat pelaksanaan supervisi adalah (1) UJT (Uang Jalan Tetap) pengawas sekolah tidak cukup, (2) kondisi geografis, (3) rendahnya respons sekolah terhadap tugas pengawas sekolah, (4) kurangnya dukungan dari dinas pendidikan, (5) intervensi politik dalam pendidikan, dan (6) kompetensi pengawas sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, dan pelaporan supervisi tidak dilakukan secara optimal.
THE ROLE OF BATIK MUSEUM AS THE EFFORT IN INCREASING THE CULTURAL AWARENESS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN PEKALONGAN Pramono, Suwito Eko; Setiawan, Wawan; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Journal of Educational Social Studies Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan City is one of a city that has a local cultural heritage which is batik. It makes a necessity to continue preserve batik so that it will keep abreast of the times. Hence, it is needed the role of batik museum in the effort to increase the cultural awareness especially for junior high school students in Pekalongan City. The aim of this research is to know the role of Batik Museum of Pekalongan as the effort to increase the cultural awareness toward junior high school students in Pekalongan City by looking at the condition of students? cultural awareness in advance, so as to mention any constraints that appear related to the role of batik museum. Method used in this research was qualitative research. Methods of collecting data used in this research by using depth interview, observation, and documents study. The research result shows that the level of cultural awareness toward students in Pekalongan was at the level of cultural knowledge. And the main aspect that directly affect related to the role of the museum in the effort of increasing cultural awareness toward junior high school students in Pekalongan is Goal Attainment aspect. This aspect will directly determine whether the the purpose of batik museum to increase knowledge and education (cultural awareness) towards students can run well or not.