Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Input Dengan Hasil Produksi Gula Merah Pada Pengrajin Di Desa Cammilo Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Sardianti, Andi Lelanovita
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 1 Nomor 2 October 2018
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.725 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v1i2.419

Abstract

Pengolahan gula aren merupakan bentuk usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Gula aren diolah dari nira, nira terkandung dalam beberapa tumbuhan dari suku Arecaceae, salah satunya adalah terdapat pada pohon aren (Arenga pinnata). Gula aren merupakan produk yang berpotensi menghasilkan pendapatan yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan input dengan hasil produksi gula merah pada pengrajin di Desa Cammilo Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Metode pengolahan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode sensus dengan jumlah populasi sebanyak 30 produsen gula merah yang dijadikan sebagai responden penelitian di Desa Cammilo Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa input produksi seperti nira aren, modal, tenaga kerja, bahan tambahan, dan jumlah pohon yang dimiliki ternyata memiliki hubungan input produksi yang sangat kuat pada pengrajin, sedangkan input alat-alat yang dimiliki, pengalaman dan umur pengrajin memiliki hubungan input dengan produksi pengrajin yang cukup rendah. Lain dari pada itu input lama pendidikan tidak memiliki hubungan dengan hasil produksi pengrajin.
ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA INDUSTRI TAHU “SUMBER REZEKI” DESA HUNGAYONAA KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Andi Lelanovita Sardianti
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 1 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan biaya produksi tahu pada industri tahu “Sumber Rezeki” di Desa Hungayonaa Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Pengumpulan Data yang digunakan dengan cara observasi langsung ke industri tahu “ Sumber Rezeki ” dengan teknik wawancara langsung dengan responden, yaitu pemilik atau pimpinan industri, karyawan serta pedagang tahu dengan menggunakan daftar pertanyaan (Questionaire). Penentuan responden dilakukan secara sengaja (Purposive) yaitu satu orang pimpinan, dan 4 orang yang mewakili dari tenaga kerja bertugas dalam bidang mengkoordinir kinerja karyawan yang berproduksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya Produksi yang dikeluarkan industri tahu “Sumber Rezeki” yaitu sebesar Rp. 34.513.500 yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel sedangkan Pendapatan yang diperoleh industri tahu “Sumber Rezeki” adalah sebesar Rp. 16.986.500.
ANALISIS PENGARUH PERMINTAAN CABAI RAWIT (Capsicum Baccatum) DI DESA MOHUNGO KECAMATAN TILAMUTA Andi Lelanovita Sardianti
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 4 No 1 (2020): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.332 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v4i1.574

Abstract

Usahatani Cabai Rawit (Capsicum Baccatum) merupakan usahatani yang memiliki prospek dan peluang pengembangan yang potensial jika ditinjau dari pangsa pasar. jenis tanaman hortikultura ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang sejak lama telah dibudidayakan di Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, cabai rawit (Capsicum Baccatum) banyak digunakan sebagai bahan baku industri pangan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan cabai rawit (Capsicum Baccatum) di Desa Mohungo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 20 sampel. Hasil penelitian disimpulkan bahwa beberapa Variabel seperti Permintaan cabai merah, permintaan Bawang Merah, Permintaan Tomat, Jumlah Pendapatan dan Jumlah tanggungan keluarga ternyata tidak memiliki pengaruh dengan jumlah permintaan cabai rawit pada Responden di Desa Mohungo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo, sedangkan Variabel Permintaan Cabai merah keriting memiliki pengaruh terhadap Permintaan cabai rawit di Desa Mohungo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN TANAMAN KENTANG BENIH VARIETAS GENERASI BARU DAN BENIH VARIETAS LOKAL DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Lelanovita Sardianti
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 2 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i2.259

Abstract

Usahatani Kentang merupakan salah satu komoditi yang mempunyai prospek cerah guna menambah pendapatan para petani dan merupakan kesempatan kerja bagi masyarakat pedesaan. Kebutuhan dan permintaan akan komoditas ini dari tahun ketahun terus meningkat. Peningkatan ini disebabkan oleh makin meluasnya penggunaaan produk kentang untuk berbagai bahan makanan, baik sebagai bahan sayuran, makanan ringan maupun kebutuhan industri.Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis jumlah biaya dan hasil produksi yang diperoleh petani pada penggunaan benih varietas baru dan benih varietas Lokal, Mengkaji perbedaan pendapatan petani yang menggunakan benih varitetas baru dan yang menggunakan benih varietas lokal. Metode pengolahan data dalam Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik penarikan sampel untuk lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan mengambil 40 responden petani yang menanam kentang. Hasil penelitian penunjukkan bahwa Total biaya varietas lokal yaitu Rp. 40.656.517 dan jumlah produksi varietas lokal adalah Rp. 2.580.000.000 sedangkan total biaya varietas generasi baru yaitu Rp. 785.390.000 dan jumlah produksi varietas generasi baru adalah Rp. 8.535.000.000.Terdapat perbedaan nyata pendapatan usaha tani kentang varietas generasi baru dengan varietas kentang lokal. Pendapatan usaha tani hasil varietas lokal per petani adalah sebesar Rp. 126.967.174 dan rata-rata pendapatan per hektar adalah sebesar Rp. 225.719.420. Pendapatan varietas generasi baru per petani adalah sebesar Rp. 387.480.500 dan rata-rata pendapatan per hektar adalah sebesar Rp. 508.171.148.
HUBUNGAN INPUT TERHADAP PRODUKSI USAHATANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Andi Lelanovita Sardianti
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 5 No 02 (2021): Journal of Agritech Science (JASc)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v5i02.784

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, selain berfungsi sebagai bahan pangan juga sebagai sayuran yang mengandung zat-zat gizi yang sangat penting dan diperlukan untuk kesehatan manusia diantaranya protein, lemak, karbohidrat (flavenoid) dan esensial. Membudidayakan cabai rawit merupakan salah satu pilihan jenis tanaman pokok yang sangat diperlukan karena memiliki ketergantungan dan pola kebiasaan dalam konsumsinya, sehingga hal ini menjadikan prospek pengembangan usahatani cabai rawit yang menjanjikan. Namun tanaman cabai rawit yang dibudidayakan atau diusahakan oleh petani kerapkali memiliki produksi yang bervariasi. Hal ini diakibatkan karena perbedaan penggunaan jenis input produksi yang diterapkan oleh petani dalam budidayanya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui variabel input yang memiliki pengaruh terhadap produksi cabai rawit di Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis data regresi berganda yang terdiri dari variabel Pupuk (X1), variabel Pestisida/Obat-obatan (X2), variabel Tenaga Kerja (X3), benih (X4), dan variabel lahan (X5). Hasil penelitian menunjukkan variabel input yang memiliki hubungan/korelasi terhadap produksi cabai rawit yaitu pupuk, jumlah tenaga kerja dan bibih/benih. sedangkan variabel input yang tidak memilki hubungan/korelasi terhadap produksi cabai rawit yaitu pestisida dan luas lahan yang dimiliki petani cabai rawit.
PENGAPLIKASIAN MOL REBUNG BAMBU TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN CABAI MERAH DI KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Andi Lelanovita Sardianti; Irmawati Irmawati
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 2 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i2.394

Abstract

Larutan MOL rebung bambu mempunyai kandungan C organic dan giberelin yang tinggi sehingga mampu merangsang pertumbuhan tanaman karena bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme, Sehingga dalam penerapannya memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan pengaplikasian MOL rebung mampu dapat meningkatkan produksi dan pendapatan cabai merah. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Cangkul, polybag dengan ukuran 40 x 60 cm, penggaris, alat tulis menulis, kertas label, kamera, sekop, gelas ukur, blender, parang, ember, pisau, cobek, timbangan, jerigen dan bahan yang digunakan yaitu tanah sebagai media tumbuh tanaman, bibit cabai merah, kotoran ayam, air cucian beras, gula merah, rebung bambu, air kelapa, dan ragi. Prosedur penelitian adalah Persiapan benih, Persiapan media tanam, Penanaman, Penyemprotan MOL, Penyulaman, Penyiangan, Pembubunan, Penyiraman, Pemasangan Ajir, Pengendalian Hama dan Penyakit, Panen, Produksi dan Pendapatan. Adapun variabel yang akan diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Jumlah Cabang (Cabang), Produksi dan Pendapatan Hasil Penelitian menunjukkan produksi dan analisa pendapatan dapat dilihat bahwa tingkat produksi dan pendapatan bervariasi dan sangat ditentukan dari jumlah korbanan yang dikeluarkan dari tiap perlakuan. Dari penelitian ini yang terendah berada pada P0 (tanpa perlakuan) dengan jumlah produksi 2.100 gram dan pendapatan yang didapatkan Rp. 80.000. sementara itu jumlah produksi dan pendapatan yang tertinggi berada pada P3 (Dosis 150 ml) dengan jumlah produksi 3.000 gram dan pendapatan yang didapatkan Rp. 109.000. Sehingga dari penelitian ini untuk meningkatkan pendapatan petani maka menjadi acuan untuk mengaplikaskan MOL rebung bambu dengan dosis 150 ml (P3) karena sangat berpengaruh terhadap produksi dan pendapatan yang di dapatkan