Claim Missing Document
Check
Articles

Penetrating Facial Injury by a Tree Branch: a Case Report Tombeng, Marthinson A.; Prasetyo, Eko; Lumintang, Nico A.; Oley, Maximillian Ch.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 11, No 2 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.11.2.2019.23319

Abstract

Abstrak: Cedera tembus wajah dapat berbahaya karena adanya struktur-struktur penting pada wajah yang membutuhkan penanganan dengan cepat dan tepat. Benda asing organik dapat menyebabkan risiko tinggi infeksi luka. Kami memresentasikan suatu kasus yang jarang ditemukan yaitu seorang laki-laki berusia 19 tahun dengan luka tembus wajah oleh patahan cabang pohon akibat kecelakaan sepeda motor. Panjang cabang pohon 25 cm dengan diameter sekitar 4 cm, menembus melalui sisi depan kanan wajah, tepat di samping hidung, dan menjorok keluar melalui sudut kanan mandibula. Evaluasi dan penatalaksanaan cedera tembus wajah dilakukan mengikuti protokol ATLS. Tujuan penatalaksanaan cedera tembus wajah ialah mengeluarkan benda asing dengan trauma minimal pada struktur berdekatan dan mempertahankan fungsi dan penampilan yang normal. Pasien ini menjalani operasi darurat untuk pengangkatan benda asing dan eksplorasi luka dengan anestesi umum. Evaluasi pasca operasi tidak mendapatkan adanya perdarahan maupun tanda-tanda infeksi. Defisit neurologik pada wajah kanan diterapi secara konservatif dengan terapi fisik dan pulih sepenuhnya satu tahun pasca kecelakaan.Kata kunci: luka tembus, trauma wajah, cabang pohonAbstract: Penetrating facial injury can be dangerous because of the presence of important structures in the face which requires immediate and proper management. Organic foreign bodies may cause a high risk of wound infection. We present a case of a 19-year-old male with an unusual penetrating facial injury by a broken tree branch due to a motorcycle accident. The length of the tree branch was 25 cm with a diameter of approximately 4 cm, penetrating through the right anterior side of his face, just lateral to the nose, and protruding through the right angle of the mandible. The evaluation and management of the penetrating facial injury were performed in accordance with the ATLS protocol. The aim of the penetrating facial injuries management is to remove foreign body with minimal trauma to adjacent structures and to maintain the normal function and appearance. The patient underwent emergency surgery for removal of the foreign body and wound exploration under general anesthesia. In postoperative evaluation, there was not any bleeding or signs of infection. The neurological deficit in the right face was managed conservatively with physical therapy and was fully recovered in 1 year after the accident.Keywords: penetrating wound, facial trauma, tree branch
Kinerja Pembangunan Ekonomi Daerah Kabupaten Semarang Prasetyo, Eko
Jurnal Ilmiah Aset Vol 11 No 1 (2009): Jurnal ASET Volume 11 No 1
Publisher : STIE Widya Manggala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims ti find out regional economic performance as measured from the level of regional economic growth and its contribution to the people. This study utilizes sectoral economic growth theory, using sectoral industry agriculture and tourism as its bases that locally known as Intanpari. The growth and performance of regional economic development of Semarang district are relatively better than those of other areas in Central Java Province. Such a condition is achieved due to the vast number of intensive labor industries existing in the region and its sufficient natural resources (sufficient resources base). The development strategy in Semarang district, which is based on regional potentials (Intanpari) and on industry as the leading sector, is considered as successful. The performance of the regional economic development in this regiom has considered to the prosperity level of its people with lower income gap distribution.
Terapi Hipotermia Ringan Menurunkan Kadar Protein MMP-9 dan Memperbaiki FOUR Score pada Cedera Otak Traumatik Risiko Tinggi ., Hendra; Wijaya, Halim; Prasetyo, Eko; Oley, Maximillian Ch.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 9, No 3 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.3.2017.17343

Abstract

Abstract: In this study, patients with high risk traumatic brain injury (TBI) were treated with mild therapeutic hypothermia and their serum MMP-9 levels as well as neurological outcome were evaluated. This was an experimental analytical study conducted at Intensive Care Unit Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The results showed that there were 20 patients with high risk TBI (the FOUR score <7) prospective randomly assigned to mild therapeutic hypothermia and control groups. Patients were evaluated at the time of admission and after 72 hours. The serum MMP-9 level was examined by using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) and the clinical outcome was evaluated by using the FOUR score. Levels of the variables were compared between the two groups. In the hypothermia group, level of serum MMP-9 was decreased (P > 0.05) after 72 hours and there was a significant improvement of the FOUR score (P < 0.05). Conclusion: Mild therapeutic hypothermia could reduce serum MMP-9 level and significantly improve the neurological outcome after 72 hours.Keyword: mild hypothermia, MMP-9, FOUR scoreAbstrak: Penelitian ini dilakukan terhadap penderita cedera otak akibat trauma (COT) risiko tinggi yang diberi perlakuan hipotermia ringan (HPTr) dengan mengevaluasi kadar MMP-9 serum dan hasil klinis yang dinilai melalui skor FOUR. Jenis penelitian ini ialah eksperimental analitik. Penelitian ini dilakukan di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Terdapat total 20 pasien dengan COT risiko tinggi (skor FOUR <7) yang secara random dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok HPTr. Pasien dinilai saat masuk dan setelah 72 jam kemudian. Kadar MMP-9 serum dinilai menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Perbedaan level dari kedua variabel ini dibandingkan pada kedua kelompok. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kelompok perlakuan HPTr, kadar MMP-9 serum berkurang setelah 72 jam walaupun tidak bermakna (P > 0,05) dan terdapat peningkatan skor FOUR secara bermakna (P < 0,05). Simpulan: Perlakuan hipotermi ringan dapat menurunkan kadar MMP-9 serum dan memberikan peningkatan hasil klinis melalui penilaian skor FOUR setelah 72 jam kemudian.Kata kunci: hipotermi ringan, MMP-9, FOUR score
STATUS MINERAL Fe DAN Mn PADA KAMBING DI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI KABUPATEN KENDAL (Fe and Mn Status of the Goats in the Upland and Lowland Areas of Kendal Regency) Prasetyo, Eko; Purnomoadi, Agung; Achmadi, Joelal
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.29 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji perbedaan produksi pada kambing yang dipelihara pada ketinggian yang berbeda di Kabupaten Kendal berdasarkan dari status mineral Fe dan Mn dengan mengamati kandungan pada tanah, air, pakan dan serum darah kambing. Pengambilan sampel tanah, air minum, pakan dan serum kambing dilakukan di kedua kecamatan yaitu Kecamatan Patebon dengan ketinggian + 4 m dpl dan Kecamatan Sukorejo + 1000 m dpl. Sampel darah berasal 30 ekor kambing dengan umur + 1 tahun yang tiap wilayahnya masing – masing 15 ekor. Pengambilan sampel pakan, tanah dan air minum dilakukan di daerah pemeliharaan kambing. Kadar mineral Fe dan Mn  dianalisis dengan menggunakan alat atomic absorbance spectrophotometer (AAS). Data data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk mengatahui perbedaan yang terdapat pada dataran tinggi dan dataran rendah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Fe dan Mn pada serum kambing di dataran tinggi dengan dataran rendah tidak berbeda nyata (P>0,05). Status mineral Fe kambing di dataran tinggi lebih tinggi dan dataran rendah mengalami defiseinsi. Status mineral Mn di kedua wilayah sudah tercukupi.Kata kunci : zat besi; mangan; kambing; dataran tinggi; dataran rendah  ABSTRACT             The aim of this research was to study the mineral Fe and Mn status of the goats in the upland and lowland areas of Kendal Regency, by observing the Fe and Mn contents in soil, water, feed, and goats blood serum. Samples of soil, water, and feeds were taken in the upland area in District of Sukorejo (+ 1000 m above sea level) and lowland area in District of Patebon (+ 4 m above sea level). Samples of blood serum were taken from 30 goats (+ 1 year old) namely 15 goats in the upland and 15 goats in the lowland area. Mineral Fe and Mn concentrations of samples were analysed using atomic absorbance spectrophotometer (AAS). The data were analysed using t-test. The result of this research showed that there were no difference between Fe and Mn concentration of goat serum in the upland and lowland area. Mineral Fe status of the goats in upland area and lowland area were deficient. Mn status in both area was enough for daily needs of goatKeyword : iron; manganese; goats; upland; lowland
Identifikasi Unsur-Unsur Berdasarkan Spektrum Emisi Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Prasetyo, Eko; Azam, Muchammad; Suseno, Jatmiko Endro
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 15 Issue 1 Year 2007
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.247 KB)

Abstract

 ABSTRACT---Neural network program for elements identification based on its emission spectrum has been made using backpropagation method. The programming language which was used is MATLAB 7.0. This neural network has a single hidden layer. Training and testing data are emission spectrum data which are emission wavelength from each element. Training process was done by introducing known emission spectrum data to neural network program. Neural network program has been successful to identify elements based on its emission spectrum. Training process will be faster if we adjust the number of hidden layer’s neuron as 100, the value of learning rate as 0,049 and the value of momentum as 0,98. The neural network accuracy of identifying elements is determined by the value of error target. Error target. The value of target error about 10-2 has accuracy 97,14% and the value of target error about 10-4 has accuracy 100%. Keywords: Neural network, backpropagation method, and emission spectrum
REDUKSI DATA LATIH DENGAN K-SVNN SEBAGAI PEMROSESAN AWAL PADA ANN BACK-PROPAGATION UNTUK PENGURANGAN WAKTU PELATIHAN Prasetyo, Eko
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.536 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.456

Abstract

ABSTRAK Sistem klasifikasi yang akurat membutuhkan masukan data yang baik juga. Agar didapatkan kualitas data masukan yang baik, maka pemrosesan awal dapat dilakukan. Pemrosesan awal data masukan yang dapat dilakukan pada masalah dimensi adalah reduksi dimensi dan reduksi data masukan. Data masukan tersebut yang digunakan sebagai data latih pada algoritma pelatihan Artificial Neural Network (ANN). Jumlah data masukan yang besar dapat menjadi masalah karena dapat menambah waktu eksekusi pelatihan. Pada sistem klasifikasi dengan algoritma ANN, semakin banyak jumlah data latih, maka iterasi pelatihan pada ANN semakin banyak dan waktu eksekusi juga semakin lama. Hal ini disebabkan pada tiap iterasi setiap data latih akan diproses tepat satu kali. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba penggunaan K-Support Vector Nearest Neighbor (K-SVNN) sebagai pemrosesan awal data untuk mereduksi data latih yang kurang berpengaruh pada garis keputusan ANN. ANN yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANN Back-propagation. Hasil yang dicapai adalah berkurangnya jumlah data latih yang dieksekusi ditiap iterasi tetapi tetap mempertahankan kualitas hasil pelatihan. Pengurangan jumlah data latih yang dieksekusi diukur dengan waktu yang digunakan selama proses pelatihan, sedangkan kualitas hasil pelatihan diukur dengan nilai akurasi yang didapat ketika dilakukan prediksi. Hasil yang dicapai cukup baik, waktu pelatihan berkurang sebesar 15% hingga 80%, sedangkan perbedaan akurasi prediksi ada penurunan, penurunan sebesar 0% hingga 4.76%. Kata kunci: pemrosesan awal, reduksi data latih, waktu latih, K-SVNN, ANN back-propagation.
PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN APD DI UNIT COATING PT. PURA BARUTAMA KUDUS Prasetyo, Eko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.838 KB)

Abstract

Use of Personal Protective Equipment (PPE) including environmental factors because APD is one tool to protect the workers themselves in order to reduce the risk of workplace accidents. Based on the first survey that the writer doing to 20 workes in subdivision product in Coating Unit in PT. Pura Barutama Kudus about the discipline in using APD, this result of observation in the field get 17 (85%) workes didn’t use APD in time to work and 3 (15%) workes using APD. The design of the research is use project planning Regresi Logistic survey for study dynamic influence between the factors risk (knowledge, attitude, reward and punishment, and availibility APD) with effect (discipline using APD) with approach way observation or collecting data in one time (point time approach), the sample that use is about 65 workes in subdivision product. The result of statistic test with Regresi Logistic Test, the influence between knowledge variabel with discipline using APD get p-value = 0,000 ; attitude with discipline using APD get p-value = 0,000 ; and availability APD with discipline using APD get p-value = 0,009. There is influence between independent variable is knowledge, attitude, reward and punishment, and also availability APD with dependent variable is discipline using APD ti workes in subdivision product in Coating unit in PT. Pura Barutama Kudus.Keywords: Personal Protective Equipment (PPE), Discipline PPE, Knowledge, Attitude, Avalibility APD.
REDUKSI DIMENSI SET DATA DENGAN DRC PADA METODE KLASIFIKASI SVM DENGAN UPAYA PENAMBAHAN KOMPONEN KETIGA Prasetyo, Eko
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Set data yang diolah dalam sistem seperti data mining, information retrieval, computer vision, atau sistem-sistem lain yang menggunakan set data sebagai basis data utama dalam menyelesaikan kasus yang ditangani, bisa memiliki ukuran yang sangat besar dalam hal jumlah fitur yang digunakan. Banyak keuntungan yang didapat jika dilakukan reduksi dimensi. Kunci keuntungannya adalah banyak algoritma data mining yang bekerja dengan baik jika dimensi lebih rendah. Penelitian ini mengembangan metode Dimension Reduction Technique for K-Means Clustering Algorithm (DRC) dengan menambahkan komponen ketiga yaitu z. Hasilnya, kinerja akurasi metode yang diusulkan (DRC 3 DIM) dalam mereduksi dimensi pada metode klasifikasi SVM mampu memberikan akurasi yang tetap relatif baik ketika jumlah dimensi awal masih tidak banyak. Sedangkan waktu komputasi yang dibutuhkan, baik untuk training maupun prediksi masih dapat ditoleransi untuk dapat digunakan, setelah mempertimbangkan bahwa waktu training dan prediksi berada pada level pertengahan ketika dibandingkan dengan metode pembanding. Kata kunci: reduksi, dimensi, drc, klasifikasi.
PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Fitriyani, Dewi; Prasetyo, Eko; Mirdah, Andi; Eka Putra, Wirmie
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jda.v6i2.3252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen laba baik manajemen laba akrual maupun manajemen laba riil terhadap kinerja perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi. Seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjadi populasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan regresi linear berganda dan moderated regression analysis. Hasil uji regresi linear berganda menghasilkan bahwa manajemen laba akrual memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan sedangkan manajemen laba riil tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hasil uji moderated regression analysis menunjukkan bahwa kualitas audit tidak dapat memoderasi pengaruh manajemen laba baik akrual maupun riil terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian disimpulkan manajemen laba melalui aktivitas akrual akan lebih berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dibandingkan manajemen laba melalui aktivitas riil. Penelitian ini juga menyimpulkan perusahaan yang diaudit baik oleh KAP Big Four maupun selain KAP Big Four tidak dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan aktivitas manajemen laba. The aim of this research is to analyse the influence of earnings management both accruals earnings management and real earnings management to companies performance with audit quality as moderating variable. High audit quality is showed by the size of audit firm. This research is used the population from manufacture companies listed for the period of 2004 to 2007 in Indonesian Stock Exchange with purposive sampling. The result from multiple linear regression test is accrual earnings management have influence to companies performance, but real earnings management have not influence. The moderated regression analysis find that audit quality can not moderate influence accruals and real earnings management to companies performance. This research is conclude that earnings management through accruals activity more influence to companies performance than earnings management through real activity. This result also conclude the companies who audited by big four or not big four can not influence to do earnings management activities.
Hubungan Kadar Interleukin 6 Serum dan Klasifikasi CT Marshal pada Penderita Cedera Otak Berat Akibat Trauma Manginte, Mervin; Prasetyo, Eko; Oley, Maximillian Ch.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 11, No 1 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.11.1.2019.23210

Abstract

Abstract: Increase of interleukin 6 (IL-6) level occurs in the brain after traumatic brain injury (TBI), however, studies about IL-6 as a prodictor based on CT-scan is still limited. This study was aimed to evaluate the relationship between serum IL-6 level and CT Marshall classification in patients with severe TBI. This was an observational study with a cross sectional design. There were 20 patients with severe TBI admitted at the Emergency Surgery Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in this study. CT-scan was performed on them to determine the CT Marshall classification and to categorize the hemorrhage location (extra-axial, intra-axial, both), hemisphere (midline/diffuse, dextral, sinistral), and area (frontal, parietal, temporal, occipital, multiple). Venous blood sample used for IL-6 examination was drawn less than 24 hours after trauma. The results showed that mean IL-6 level was 22.0060 pg/mL (SD 4.64494 pg/mL). Patients were distributed relatively uniform in 4 detected categories (diffuse injury II, III, V, and VI) of CT Marshall classification. Final regression model consisted of IL-6, age, and temporal injury as predictors. The Spearman coefficient correlation showed rs = -0.005 (P=0.491). Conclusion: There was no significant relationship between serum Il-6 level and CT Marshall classification, albeit, both of them increased consistantly following the severity of TBI and could be potential predictors to determine the prognosis of severe TBI patients.Keywords: IL-6, CT Marshall, severe TBIAbstrak: Pada cedera otak berat akibat trauma (COBT) terjadi peningkatan ekspresi IL-6 di otak namun penelitian mengenai kemampuannya untuk memrediksi hasil berdasarkan klasifikasi CT scan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar IL-6 serum dan klasifikasi CT Marshall pada pasien dengan COBT. Jenis penelitian ialah observasional dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan 20 pasien yang dirawat dengan COBT di IRDB RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. CT-scan segera digunakan untuk menentukan klasifikasi CT Marshall dan untuk mengategorikan lokasi (ekstra-aksial, intra-aksial, keduanya), belahan (garis tengah/difus, dekstra, sisnitra), dan area otak yang terlibat dalam cedera. Sampel darah vena untuk IL-6 diambil kurang dari 24 jam setelah trauma. Hasil penelitian mendapatkan rerata kadar IL-6 22,0060 pg/mL (SD 4,64494 pg/mL). Pasien didistribusikan relatif seragam dalam empat kategori yang terdeteksi (difus cedera II, III, V, dan VI) dari klasifikasi CT Marshall. Model regresi akhir terdiri dari IL-6, usia, dan cedera pada area temporal sebagai prediktor. Korelasi antara kadar IL-6 serum dan klasifikasi CT Marshall dianalisis dengan koefisien korelasi Spearman dan mendapatkan rs = -0,005 (P=0,491). Simpulan: Walaupun secara statistik tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar Il-6 serum dan CT Marshall namun keduanya secara konsisten meningkat mengikuti COBT dan dapat menjadi prediktor potensial untuk menentukan prognosis pada pasien dengan COBT.Kata kunci: IL-6, CT Marshall, COBT
Co-Authors Abdurrahman, Rezi Adi Bhakti Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa Agung Purnomoadi Amri Amir Amril Amril Andi Mirdah Angelika, Irene Anies Anies Aryan Eka Prastya Nugraha, Aryan Eka Asroni Asroni, Asroni Azridjal Aziz Beny YV Nasution, Beny YV Dewi Fitriyani Djunadi, Hanni Endah Susilowati, Endah Erlanda Augupta Pane Etty Soesilowati Evimalinda, Rita Fitri, Hidayatul Galo', Hartini F. Ghaffar, Nurshofi Hajar, Istihara Ibnu HALIM WIJAYA, HALIM Harjanti, Trinugi Wira Harsali Lampus, Harsali Haruna, Haruna Hasan Hariri Hastiadi Hasan, Hastiadi Hatibie, Mendy J. Helman Fachri, Helman Hendra . Hendratno, Josep Herisiswanto, Herisiswanto Hernando, Riski Jatmiko Endro Suseno Joelal Achmadi Junaidi Junaidi Karundeng, Billy Kurnianti, Aprilia Kurniawan, Melina O. Lampus, Harsali L. Langi, Filma L. F. G. Langi, Fima L. F. G. Langi, Fredrik G. Lily L. Loho Linda Suwarni Loing, David Lukito Edi Nugroho Lumintang, Nico A. Manginte, Mervin Mannana, Amalita Mapparenta, Syamsuddin Margareta, Yulia Matoha, Jemmy Maximillian Ch. Oley Mendy Hatibie Mengga, Hendrik Muchammad Azam, Muchammad Muchsin Maulana, Muchsin Natsir, Rustandy Nazilah, Lailatul Nirmalasari, Lucia Novitasari, Diya Nurtiantara Aji, Marcus Nyoman Suci Widyastiti Oley, Maxmillian Ch. Pali, Nathaniel Polapa, Mulyoni Pranoto, Agung S. Putera, Akbar S. Putra, Muhammad Reza Soekamto Putra, Rahmadiansyah Qardhawi, Youssuf Rahmat Iman Mainil Rauf, Rusdiaman Rawung, Rangga Ridho, Muhammad Naufal Ibnu Ridhoni, Muhammad Rudi Hermawan Sagay, Leonardo V. Selviana Selviana Simanjuntak, Fredy Sucipto, Nyamin Sudarsono, Ferry Suharso, Tommy Suhartono Suhartono Sumangkut, Richard Surbakti, Atmaja Suyanto, Edih Tangel, Stephanus J. Ch. Tanuhendrata, Anton Taufik Arief Tombeng, Marthinson A. Ubaidillah Anwar Prabu Ulfatriyani, Hesty Winny Swastike Wirmie Eka Putra Wiwik Tiswiyanti Zainal Arifin Zulham, Muhammad