Jamal Basmal
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Liquid organic fertilizer from seaweed (Sargassum sp.)and fish waste hydrolysate Jamal Basmal
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2010): August 2010
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v5i2.48

Abstract

The combination of seaweed Sargassum sp. and fish waste hydrolysate can be used as anorganic fertilizer, both in liquid or solid forms. The organic fertilizer has a complete macro andmicro nutrients. It contains growth hormone factor such as auxin, cytokinine (zeatin and kinetin)and giberelin. The function of growth hormone factor in plants is to enhance the roots, stems, andleaves expansion, as well as to increase fruit production. To produce liquid organic fertilizer,seaweed has to be hydrolyzed in alkaline condition, meanwhile solid waste of fish has to behydrolyzed in acid condition. The liquid organic fertilizer had protein value of 0.08% or equal to0.012% N, 0.13% P, 1.22% K, 0.06% Ca, 0.17% Mg, 55.04% Fe, 122.75 ppm Mn, 1.95 ppm Cu,24.59 ppm Zn, 13 ppm B, and 18% alginic acid. It had auxin (IAA) of 91.48 ppm, cytokinine of84.71 ppm kinetin and of 70.27 ppm zeatin and giberellin (GA3) of 107.72 ppm.
Pengaruh Konsentrasi Maleat Anhidrida terhadap Mutu Papan Partikel yang Dibuat dari Limbah Padat Gracilaria sp. dan Polietilen sebagai Perekat Diini Fithriani; Jamal Basmal; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i2.410

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh maleat anhidrida terhadap mutu papan partikel yang dibuat dari limbah padat hasil pengolahan Gracilaria sp. Dan polietilen. Pada penelitian ini limbah padat hasil pengolahan Gracilaria sp.dicampur secara homogen pada suhu ruang dengan bahan perekat polietilen dengan perbandingan berat 1:1, dan ditambahkan maleat anhidrida dengan konsentrasi 0,6, 9, dan 12% b/b. Pembuatan papan partikel dilakukan dengan teknik pengempaan panas pada cetakan 30 x 30 x 4 cm3. Pengempaan dilakukan pada tekanan 9 kg/cm2, suhu 150°C, dengan lama waktu pengempaan 7 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan maleat anhidrida sebagai compatibilizerpada pembuatan papan partikel dari limbah padatpengolahan Gracilaria sp. dan polietilen berpengaruh pada meningkatnya kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal serta berpengaruh pada menurunnya modulus patah  (MOR) dan modulus elastisitas papan. Pada penelitian ini pembuatan papan partikel dari limbah Gracilaria sp.dan polietilen dapat menghasilkan papan dengan sifat fisik dan mekanis yang s es uai s tandar J IS A5908 kecuali pada nilai modulus elastisitasnya.
Lepidocybium flavobrunneum as a resource of essential fatty acids Jamal Basmal
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 3 (2010): December 2010
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v5i3.54

Abstract

Lepidocybium flavobrunneumis a pelagic fish with high economical value. Its high price isdue to its nutritional contents that comprise of high unsaturated and low saturated fatty acids. It isreported that the total contents of Saturated Fatty Acids (SFA) in Lepidocybium flavobrunneumisonly 2.9%, while the amount of Unsaturated Fatty Acids are 97.06% that consist of 8.32% ofpolyunsaturated (PUFA) and 88.74% of Monounsaturated Fatty Acids (MUFA). Approximately,0.05% of linolenic acids -3 (C18:3), 0.51% of eicosatrienoic acids -3 (C20:3) and 1.98% ofdocosahexanoic acids -3 (C22:6) comprise the PUFAs; whereas the MUFAs is composed by84.71% of oleic acids -9 (C18:1) and 0.27% of nervonoic acids -9 (C24:1). -6in Lepidocybiumflavobrunneum contains 0.46% of linoleic acids -6 (C18:2), 0.72% of arachidonic acids -6(C20:4) and 0.01% of lauric acids (C20:0).
Pemanfaatan Limbah Ekstraksi Alginat dan Silase Ikan sebagai Bahan Pupuk Organik Jamal Basmal; Adwin Widanarto; Rinta Kusumawati; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i2.104

Abstract

Percobaan pemanfaatan limbah padat ekstraksi alginat dengan tepung silase ikan (tepsil) menjadi bahan pupuk organik telah dilakukan. Perlakuan yang diberikan adalah rasio antara tepung limbah ekstraksi alginat : tepsil = 1:1; 2:1 dan 3:1. Sebagai pengikat antara tepung limbah ekstraksi dengan tepsil digunakan pasta Sargassum. Perlakuan rasio limbah padat ekstrasi alginat dengan tepsil mempengaruhi komposisi unsur hara makro dan mikro serta kadar hormon pemacu pertumbuhan dalam bahan pupuk. Ditinjau dari unsur hara makro maka perlakuan yang terbaik ditemukan pada perlakuan P11 yakni satu bagian limbah alginat dan satu bagian tepsil dengan komposisi P 34,56 mg/100g, N 3,01%, K 1,2 mg/100g, Ca 48,23 mg/100g, Corganik 21,31mg/100g, Mg 1,41 mg/100 g, kemampuan daya serap air 587,93% dengan unsur mikro Fe 217,01 ppm, Zn 8 ppm, Cu 0,02 ppm dan nilai hormon pertumbuhan giberelin 82,36 ppm, auksin 67,65 ppm, sitokinin-zeatin 36,86 ppm dan sitokinin-kinetin 28,71 ppm. Bahan pupuk yang dihasilkan dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk organik untuk kebutuhan pertanian setelah ditambah dengan unsur hara mikro dan makro dari bahan organik yang lain.
usage hydraulic press to separate sap from Eucheuma cottonii Jamal Basmal
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): August 2011
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v6i2.62

Abstract

Function of hydraulic press in fresh handling of seaweed is to separate sap from its thallus tofasten its drying process. A device model of hydraulic press has been developed at the ResearchCenter for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology with a pressure energy(force power) of 30 tons at 4 kWh. During the use of force power of 10 tons/900 cm2for 10 minutesfor 10 kg of seaweed, 20.6% of sap was obtained. Sap is known to contain 2,000 ppm of auxin,1,500 ppm of giberelin (GA3), 1,200 ppm of zeatin and 1,000 ppm of kinetine. In horticulture, ithas been applied to promote growth rate in plants and to increase the production of fruits.
Penerimaan Panelis Dan Konsumen Terhadap Dodol Garut Yang Disubstitusi Dengan Tepung Alginat Rinta Kusumawati; Jamal Basmal
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i2.368

Abstract

Penelitian penerimaan panelis dan konsumen terhadap dodol garut yang disubstitusi dengan tepung alginat telah dilakukan. Formula dodol garut yang digunakan adalah formula yang dikembangkan oleh salah satu industri dodol di Kota Garut yang menggunakan agar kertas. Substitusi terhadap agar kertas dilakukan dengan perbandingan agar kertas : tepung alginat sebagai berikut: 1:0; 1:1; dan 0:1. Kualitas dodol ditetapkan melalui uji skor oleh 15 panelis semi terlatih untuk parameter kenampakan, rasa, bau, kekerasan, kekenyalan, dan kelengketan. Selain itu juga dilakukan uji penerimaan konsumen oleh 102 panelis tidak terlatih dan pengukuran tekstur menggunakan texture analizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi agar kertas dengan hidrogel tepung alginat (0:1) memberikan pengaruh  pada parameter kelengketan, namun tidak mempengaruhi parameter kenampakan, rasa, bau, kekerasan, dan kekenyalan. Konsumen juga menilai suka sampai sangat suka untuk formula tersebut dimana dodol terasa lembut saat dikunyah tetapi sedikit lengket. Hal ini sesuai dengan hasil pengukuran texture analizer terhadap parameter kelengketan sebesar 1.029,92 dan kepaduan (cohesiveness) 0,42 yang lebih tinggi dari formulasi dengan agar kertas saja atau campuran agar kertas dan alginat.