Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Overall Equipment Effectiveness (Oee) Dalam Implementasi Total Productive Maintenance (TPM) (Studi Kasus di Pabrik Gula PT. “Y”.) Rahmad, Rahmad; Pratikto, Pratikto; Wahyudi, Slamet
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 3 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.346 KB)

Abstract

In agro-industrial sector especially in sugar factory called PT. “Y”, improvement of manufacturing system is one of an improvement effort that intensively conducted so that later it could responds rapidly to market changes. The company always attempt to improve productivity, one of the way that has been done is implement preventive and corrective maintenance. But in fact, the outcome hasn’t reached the expectation yet. This research found that allocated time to do breakdown maintenance is the main problem, so that most of the corrective action focused in this problem. This research used OEE measurement, Six Big Losses calculation analysis, and also cause-effect diagram to look for existing problem and to give proposed improvement for the problem. As the result, the biggest factors affecting the low effectiveness of machine is reduced speed and breakdown loss so that the proposed improvement action is implementing TPM.Keywords: Preventive Maintenance, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Autonomous Maintenance, Total Productive Maintenance (TPM).
PEMANFAATAN LIMBAH GENTENG BETON PADA PAVING BLOCK Pratikto, Pratikto; A, Ginanjar
Construction and Material Journal Vol 1, No 1 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 1 Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving block merupakan bahan bangunan yang digunakan sebagai pekerasan permukaan jalan, baik jalan untuk keperluan parkir kendaraan ataupun jalan raya, ataupun untuk keperluan dekoratif pada pembuatan taman. Bahan penyusun paving block adalah semen, pasir dan air dengan atau tanpa bahan tambah lainnya. Bahan tambah yang digunakan dapat berupa limbah atau sisa bahan bangunan yang tidak terpakai. Penggunaan limbah bertujuan untuk mendapatkan mutu paving block sesuai standard dan memanfaatkan limbah secara optimal. Limbah genteng beton banyak ditemukan di sekitar bangunan bertingkat yang sudah lama dan khususnya kampus Politeknik Negeri Jakarta.Limbah ini dapat digunakan sebagai bahan pembentuk paving block sebagai substitusi agregat kasar. Dalam penelitian ini digunakan perbandingan semen dan pasir adalah 1 : 3 dengan presentase limbah genteng beton sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Nilai fas yang digunakan adalah 0,35. Hasil pengujian nilai kuat tekan yang ditinjau pada hari ke 7 pada presentase 0% sebesar 52,59 Mpa, presentase 10% sebesar 44,949 Mpa, presentase 20% sebesar 40,942 Mpa, presentase 30% sebesar 40,685 Mpa dikategorikan mutu A, sedangkan presentase 40% sebesar 26 MPa dikategorikan mutu B.Kata kunci: paving block, Limbah genteng beton, agregat kasar Paving block is a material that is used as a road surface hardening, either for vehicle parking , highways, or for decorative purposes in gardening. The constituent material of paving blocks are cement, sand and water with or without other added material. The added material used can be in the form of waste or residual unused building materials. The use of waste building material of concrete tile aims to get the quality of paving blocks according to standards and utilize waste optimally. Waste concrete roof tiles can be found around many high-rise building constructions and especially Jakarta State Polytechnic campus.This waste can be used as a paving block as a rough aggregate substitute. In this study the ratio of cement and sand was 1: 3 with a percentage of concrete tile waste of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%. The fas value used is 0.35. The testing results of compressive strength which is reviewed on day 7 at a percentage of 0% of 52.59 MPa, 10% of 44.949 MPa, 20% of 40.942 MPa, 30% of 40.658 MPa are categorized as grade A, while at a percentage of 40% the compressive strength is 26 MPa which is categorized as grade B.Keywords: paving block , waste concrete tile, coarse aggregate
PEMILIHAN METODE KESEIMBANGAN LINTASAN PADA PROSES PERAKITAN POMPA IRIGASI Misbachudin, Muh Misbachudin; Pratikto, Pratikto; Soenoko, Rudy
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT1AB merupakan perusahaan1industri manufaktur yang memproduksi pompa irigasi. Pada perusahaan ini terdiri dari dua stasiun kerja yaitu stasiun perakitan dan pemasangan variasi pompa. Namun terdapat permasalahan pada stasiun perakitan yaitu terjadinya penumpukan komponen komponen kerja. Terjadinya penumpukan terletak pada worktation 1,3,4,dan 5 sehingga membuat keseimbangan lintasan kurang efektif di lini perakitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai efisiensi lintasan, balance delay, smooting index menggunakan perbandingan tiga metode yaitu metode Ranked Positional Weight (RPW), Metode Largest Candidate Rule dan Metode Region Approach. Berdasarkan dari perbandingan tiga metode, metode yang lebih optimal yaitu metode largest candidate rule dengan nilai efisiensi sebesar 93,04 %, nilai balance delay sebesar 6,6 %b  dan nilai smoothing indeks sebesar 17,5 menit. Metode ini dapat direkomedikan pada PT AB agar dapat memperbaiki lini produksi khusunya di proses perakitan pompa irigasi sehingga dapat memperlancar proses produksinya.