Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PENCAPAIAN IDENTITAS PERAN IBU PADA WANITA YANG MENIKAH DINI Dora Samaria; Elsi Dwi Hapsari; Nuring Pangastuti
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 2 No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v2i2.555

Abstract

Latar Belakang: Wanita menikah dini berisiko tidak mencapai identitas peran ibu secara optimal. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan diri, kepuasan peran ibu, dan ikatan tali kasih ibu-bayi yang merupakan indikator pencapain identitas peran ibu. Pendidikan kesehatan belum pernah diberikan kepada wanita menikah dini di Bantul, Yogyakarta. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas Pendidikan Kesehatan Pencapaian Identitas Peran Ibu dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kepuasan peran ibu serta ikatan tali kasih ibu-bayi pada wanita menikah dini. Metode: Penelitian ini merupakan quasi-eksperimen dengan pretest and posttest design. Kriteria inklusi meliputi wanita berusia 24 tahun dan kurang, menikah usia 18 tahun dan kurang, dan hanya memiliki bayi usia 0-12 bulan. Kelompok Pendidikan Kesehatan Pencapaian Identitas Peran Ibu (Penkes PIPI) (n=30) diberikan pendidikan kesehatan individu dengan booklet, demonstrasi dan latihan perawatan bayi, serta konseling telepon setelah intervensi. Kelompok ceramah (n=30) hanya diberikan edukasi individu. Hasil: Kelompok Penkes PIPI memiliki skor kepercayaan diri dan kepuasan peran ibu serta ikatan tali kasih ibu-bayi lebih tinggi daripada kelompok ceramah (p value <0,05). Diskusi: Penelitian ini menunjukkan bahwa Penkes PIPI efektif meningkatkan pencapaian identitas peran ibu pada wanita menikah dini. Disarankan penggunaan desain penelitian acak untuk penelitian selanjutnya.
DESCRIPTION OF THE FACTORS EXCLUSIVE BREASTFEEDING FOR NURSING MOTHERS IN DESA KALANGANYAR, KABUPATEN LEBAK, BANTEN [GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI DESA KALANGANYAR, KABUPATEN LEBAK, BANTEN] Dora Samaria; Lima Florensia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v7i2.2310

Abstract

Exclusive breastfeeding is providing nutrition only breast milk for babies at the age of 0-6 months. The coverage of exclusive breastfeeding in Banten Province reached 61.6% in 2016. The value is still far from the national target of 80%. Infants who do not get exclusive breastfeeding are at risk of experiencing malnutrition in infancy. This study aims to identify the factors of exclusive breastfeeding in the village of Kalanganyar, Banten. This research used descriptive analytic design. The research sample was taken using a purposive sampling technique which included 96 nursing mothers who had babies aged 6-24 months in Kalanganyar Village. The data collected was processed using univariate analysis to obtain a preliminary picture of exclusive breastfeeding in Kalanganyar Village. The results showed that the factors identified were, mother's age, education, occupation, type of labor, parity, breastfeeding experience, income, exclusive breastfeeding education, knowledge, attitude, motivation, and breastfeeding facilities. The researchers recommend further research with a design that can identify the relationship between these factors and the use of multivariate analysis to determine the factors that most influence the exclusive breastfeeding.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: ASI eksklusif adalah memberikan nutrisi hanya ASI bagi bayi pada usia 0-6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Banten mencapai 61,6% pada Tahun 2016. Nilai tersebut masih jauh dari target nasional yaitu sebesar 80%. Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif berisiko mengalami gizi buruk pada masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Desa Kalanganyar, Banten. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan instrumen penelitian berupa ceklist. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling meliputi 96 orang ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di Desa Kalanganyar. Data yang terkumpul diolah menggunakan analisis univariat untuk mendapatkan gambaran praktif pemberian ASI Eksklusif di Desa Kalanganyar. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhasil diidentifikasi yaitu, usia ibu, pendidikan, pekerjaan, jenis persalinan, paritas, pengalaman menyusui, penghasilan, edukasi ASI eksklusif, pengetahuan, sikap, dan motivasi ibu. Peneliti merekomendasikan agar dilakukan penelitian lanjut dengan desain yang dapat mengidentifikasi hubungan antar faktor-faktor tersebut serta penggunaan analisis multivariat untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif.
KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TANDA AWAL GEJALA STROKE DENGAN KEPUTUSAN MENCARI BANTUAN KESEHATAN PADA INDIVIDU DENGAN RISIKO STROKE Simatupang, Desna Ria; Samaria, Dora
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.43 KB)

Abstract

Stroke merupakan gangguan pada pembuluh darah dimana terdapat adanya gumpalan atau sumbatan yang mengakibatkan aliran darah mengalami gangguan untuk mengalir ke otak. Stroke menduduki peringkat pertama sebagai penyakit mematikan yang tidak menular. Tujuan dilakukannya kajian literatur adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tanda gejala awal stroke dengan keputusan mencari bantuan kesehatan pada individu dengan risiko stroke. Pengumpulan data dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan termasuk dalam kategori rendah, dan kesadaran individu akan tanda gejala awal stroke juga termasuk dalam kategori rendah. Individu akan mencari bantuan kesehatan seperti menghubungi ambulance, dokter, dan pergi ke rumah sakit, meskipun memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang rendah terhadap tanda gejala awal stroke. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan kesadaran yang rendah terhadap tanda gejala stroke tidak ada kaitannya terhadap perilaku seseorang untuk menghubungi petugas kesehatan. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tanda gejala awal stroke terhadap keputusan mencari bantuan kesehatan pada individu dengan risiko stroke.
KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TANDA AWAL GEJALA STROKE DENGAN KEPUTUSAN MENCARI BANTUAN KESEHATAN PADA INDIVIDU DENGAN RISIKO STROKE Simatupang, Desna Ria; Samaria, Dora
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v3i1.1082

Abstract

Stroke merupakan gangguan pada pembuluh darah dimana terdapat adanya gumpalan atau sumbatan yang mengakibatkan aliran darah mengalami gangguan untuk mengalir ke otak. Stroke menduduki peringkat pertama sebagai penyakit mematikan yang tidak menular. Tujuan dilakukannya kajian literatur adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tanda gejala awal stroke dengan keputusan mencari bantuan kesehatan pada individu dengan risiko stroke. Pengumpulan data dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan termasuk dalam kategori rendah, dan kesadaran individu akan tanda gejala awal stroke juga termasuk dalam kategori rendah. Individu akan mencari bantuan kesehatan seperti menghubungi ambulance, dokter, dan pergi ke rumah sakit, meskipun memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang rendah terhadap tanda gejala awal stroke. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan kesadaran yang rendah terhadap tanda gejala stroke tidak ada kaitannya terhadap perilaku seseorang untuk menghubungi petugas kesehatan. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tanda gejala awal stroke terhadap keputusan mencari bantuan kesehatan pada individu dengan risiko stroke.
GAMBARAN KARAKTERISTIK REMAJA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI BANTUL, YOGYAKARTA, BERDASARKAN MODEL MATERNAL ROLE ATTAINMENT Samaria, Dora
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v4i1.1497

Abstract

Prosen pencapaian identitas peran ibu bagi remaja perempuan yang melakukan pernikahan dini tidaklah mudah. Data menunjukkan bahwa prevalensi pernikahan dini di Kabupaten Bantul adalah yang tertinggi kedua setelah Kabupatan Gunung Kidul di Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik remaja perempuan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang telah menikah di bawah umur dengan menerapkan model Maternal Role Attainment. Penelitian dilakukan pada 60 remaja perempuan yang telah menikah di bawah usia 18 tahun, dan telah memiliki anak berusia 0-12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian identitas peran ibu berada pada kategori sedang. Direkomendasikan agar dilaksanakan promosi kesehatan periodik agar membantu ibu mencapai kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu yang optimal serta ikatan tali kasih yang adekuat di antara ibu dan bayi.
THE IMPACT OF HANDS ON PUMPING ON THE LEVEL OF BREAST MILK PRODUCTION ON POST PARTUM MOTHERS Leni Marlina; Dora Samaria; Theresia Theresia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v7i1.2200

Abstract

The exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet reached the national level target. Data from Private Hospital in West Jakarta found that there were only 60% of mothers who gave exclusive breast feeding in 2016, 38% of whom said they were unsuccessful due to low breast milk. The method that can be used to increase milk production is Hands on Pumping (HOP) technique, HOP is a technique of flushing the breast milk by relying on the strength of our thumb and index finger. To observe the effect of HOP on breast milk production in post partum mothers. We employed a quasi experimental design with pre and post test design, with the control group. The sample size was 68 mothers post multiparous partum with criteria 34 as the HOP experimental group and 34 post partum mothers as the control group (without HOP). On the third day of the intervention group there was a significant increase in breast milk production from the first day. The experimental group received HOP intervention (34 mothers) with a rise of 121.08 ml. This means that there is a difference in milk production before and after treatment. On the third day, the results of the p value are 0,000, with p value <0.05, which brought to the conclusion that there was an influence of HOP on breast milk production. HOP can significantly increase milk production. Next researcher is recommended to conduct similar research by paying attention to other factors that also affect breast milk production, such as psychological, nutrition, maternal breast conditions, and hormones.
GAMBARAN PEGETAHUAN, SIKAP, DAN MOTIVASI TERKAIT VULVA HYGIENE PADA REMAJA WANITA DI RW 02 BOJONG MENTENG, BEKASI Arifiani, Irfani Rizqi Dwi; Samaria, Dora
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v5i1.2579

Abstract

Vulva Hygiene adalah menjaga atau menjaga kebersihan organ genital eksternal. Manfaat dari kebersihan vulva adalah menjaga vagina tetap bersih, nyaman saat bepergian dan untuk menghindari masalah keputihan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi deskripsi pengetahuan, sikap dan motivasi yang berhubungan dengan kebersihan vulva pada remaja putri.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian remaja yang tinggal di RW 02 Bojong Menteng, Bekasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara dan lembaga atau lembaga yang mendukung penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.  109 responden, mayoritas responden berusia 19-24 tahun, memiliki pengetahuan yang cukup tentang kebersihan vulva, memiliki sikap tentang kebersihan vulva yang baik, dan termotivasi tentang kebersihan vulva yang baik. 109 responden remaja wanita yang tinggal di RW 02 Bojong Menteng, Bekasi berusia 72 hingga 24 tahun, sebanyak 72 responden atau 66,1%. Remaja perempuan memiliki pengetahuan yang cukup tentang kebersihan vulva sebanyak 53 responden atau 48,7%, memiliki sikap yang baik tentang kebersihan vulva sebanyak 76 responden atau 69,7%, dan memiliki motivasi yang baik mengenai kebersihan vulva sebagai sebanyak 56 responden atau 51,4%. Sebagian besar wanita muda yang berada di bojong menteng, Bekasi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sikap yang baik dan motivasi yang baik.
The Effect of Monitoring Education on Menstrual Health Awareness Among College Students in Banten Dora Samaria; Theresia Theresia; Doralita Doralita
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 22, No 3 (2019): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v22i3.706

Abstract

Previous studies have shown that female college students have a low awareness of menstrual health. This situation must be resolved to prevent negative effects on their reproductive health. The objective of this study was to identify the effect of menstrual flow monitoring education on menstrual health awareness using lectures, demonstrations, and exercises. The researcher used menstrual flow charts and menstrual calendars as learning media. This study used a quasi-experimental design with only one group pretest and posttest. The sample was made up of 117 female college students from the Economic Education Study Program at University X; the individuals were selected by a purposive sampling technique. The data were analyzed using a paired t-test. There was a significant difference in menstrual health awareness score between pretest and posttest (p= 0.017). The researchers recommend that future study should include the performance of a randomized control trial on a larger population. Keywords: menstrual health awareness, menstrual flow monitoring, education Abstrak Pengaruh Edukasi Monitoring Terhadap Kesadaran Kesehatan Menstruasi pada Mahasiswa di Banten. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswi memiliki kesadaran rendah akan kesehatan menstruasi. Kondisi ini harus diselesaikan untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan reproduksi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pengaruh edukasi menstrual flow monitoring terhadap kesadaran kesehatan menstruasi menggunakan ceramah, demonstrasi, dan latihan. Peneliti menggunakan menstrual flow chart dan kalender menstruasi sebagai media pembelajaran. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan satu kelompok pretest dan posttest. Sampel penelitian meliputi 117 mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas X yang diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Paired t-test. Terdapat perbedaan yang signifikan skor kesadaran kesehatan menstruasi antara pretest dan posttest (p = 0.017). Peneliti merekomendasikan desain randomized control trial pada populasi yang lebih besar untuk penelitian selanjutnya. Kata kunci: kesadaran kesehatan menstruasi, menstrual flow monitoring, edukasi
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DISMENOREA DI MASA PANDEMI COVID-19 Fadjriyaty, Tiara; Samaria, Dora
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 3 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN (EDISI KHUSUS COVID-19)
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i3.551

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is the medical term for pain with period or usually called menstrual pain. Some eligible womwn have had experience it. The pain is too much to bear that make women unable to do any activity. There are various factors that can aggravate dysmenorrhoea, such us smoking, dringking alcohol, lack of physical activity and stres. During the covid-19 pandemic, the government implemented several policies to reduce the spread of the Covid-19 virus, such as large-scale social restrictions so that most activities were carried out at home, these conditions can cause stress and lack of activity to change. The purpose of this study was to determine the correlation between stress levels and physical activity with the dysmenorrhoea scale in students of SMA Negeri 4 Tangerang Selatan during the Covid-19 pandemic.Methods: This study uses a cross-sectional research design with a sample of 128 respondents through the Consecutive Sampling method. The data was collected through google form using a questionnaire perceived stress scale 10 (PSS-10), the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and the Numeric Rating Scale (NRS).Result: The results showed that there was a significant relationship between stress levels (p-value 0.019) and physical activity (p-value 0.039) with primary dysmenorrhoea scale..Discussion: Suggestions from this study are expected that students can control stress levels and increase daily physical activity because good physical activity will stimulate blood flow so that it can reduce and reduce menstrual pain (dysmenorrhea).Kata Kunci: Covid-19, physical activity, Primary Dysmenorrhea , Stress scale.
Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Siswa Pingsan Di SMP Binong Permai, Tangerang Erivita Sakti; Dora Samaria; Riama M. Sihombing; Yakobus Siswadi; Peggy Sara T; Prisca Adipertiwi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.859 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja merupakan salah satu kelompok vulnerable dalam tatanan masyarakat. Mereka memiliki aktivitas yang dinamis, namun kadang tidak diimbangi dengan istirahat serta pola makan yang teratur. Upacara bendera merupakan kegiatan wajib dilaksanakan guna meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini dan di mulai di lingkungan sekolah. Akan tetapi masalah yang cukup sering terjadi saat upacara bendera di sekolah adalah ada siswa/i yang jatuh pingsan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan awal pada siswa/i yang pingsan kepada guru pembina UKS, OSIS, Pramuka dan para siswa/i. Permasalahan mitra kegiatan ini adalah adanya siswa/i yang pingsan saat upacara bendera. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan edukasi dan pelatihan mengenai pertolongan pertama pada siswa/i pingsan di sekolah tersebut. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMP Binong Permai, Tangerang pada tanggal 15 November 2017 dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i dengan metode ceramah dan pelatihan pertolongan pertama bagi guru, siswa pengurus OSIS dan Pramuka dengan jumlah peserta sebanyak 161 partisipan yang terdiri dari guru 2,48%, siswa kelas VII 45,34%, siswa kelas VIII 29,81%,siswa kelas IX 22,36%. Hasil kegiatan ini didapatkan nilai rata-rata (mean) pretest pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kondisi pingsan sebelum pelatihan adalah 66,77 dan rata-rata posttest adalah 80,87. Maka dapat disimpulkan, secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata pengetahuan para peserta sebelum dan sesudah pelatihan (p value 0,001). Data hasil pretest dan posttest terevaluasi adanya peningkatan nilai rata-rata namun dari perhitungan selisih nilai posttest dan pretest, terdapat 9 orang yang nilai posttest lebih rendah daripada pretest.