Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK SELAI KOLANG KALING MARKISA DENGAN PENAMBAHAN PEWARNA ANGKAK Alfi Asben; Gunarif Taib; Yuni Rahmawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.61

Abstract

Pengolahan selai dengan bahan baku kolang kaling dan buah markisa akan memberikan warna selai yang kurang menarik. Pigmen angkak dapat dijadikan alternatif pewarna alami yang baik dan cukup stabil dimana juga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dan konsentrasi yang tepat bubuk angkak terhadap karakteristik selai kolang kaling markisa. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan bubuk angkak yaitu : A (tanpa (0%)), B (1%), C (2%), D (3%) dan E (4%). Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis of varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan angkak memberikan hasil berpengaruh nyata pada hampir semua parameter karakteristik selai yang dianalisis. Penambahan bubuk angkak 1% (B) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan analisis sensori dengan karakteristik sebagai berikut : kadar air 28,18%, ohue 11,99, aktivitas antioksidan 20,58% (pada konsentrasi 100.000 ppm), pH 3,65, total padatan terlarut 59,33%, kadar sakarosa 55,42%, angka lempeng total 1,0 x103 cfu/g dan lovastatin 3,09 ppm.
ANALISIS RANTAI PASOK DAN PEMASARAN BIJI KOPI DI SUMATERA BARAT Gunarif Taib; Purnama Dini Hari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.332 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.111-116.2019

Abstract

Rantai pasok pada pemasaran produk pertanian sangat mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh petani sebagai produsen.  Karena itu petani kopi harus mampu menyesuaikan diri, atau mempunyai alternatif lain dalam pemasaran biji kopi yang dihasilkannya. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis rantai pasok dan pemasaran biji kopi.  Penelitian ini dilaksanakan di beberapa daerah penghasil kopi di Propinsi Sumatera Barat, khususnya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani kopi dalaam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Data diolah dengan menggunakan program Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot dari faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Dari penelitian dapat diketahui bahwa faktor yang menentukan jalur pemasaran yang dipilih oleh petani kopi dipengaruhi oleh fakto-faktor berikut ini : jumlah produksi (0,4322), mutu (0,3347), harga (0,1977), keberadaan industri pengolahan kopi bubuk (0,0354).
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI TAHU SKALA MENENGAH DIKOTA PADANG Atqonnul Fadli; Gunarif Taib; Novizar Nazir
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.2.120-129.2021

Abstract

Industri tahu di kota Padang mengalami keterbatasan dalam mengembangkan usahanya. Hal ini dikarenakan pelaku usaha tidak memahami faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman dari usaha tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap industri tahu, (2) Mendapatkan beberapa poin strategi pada industri tahu, serta (3) Menganalisis prioritas strategi mana yang paling efektif diterapkan dalam mengembangkan industri tahu dikota Padang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan nilai IFE 3.55 dan EFE 3.46. Adapun dari analisi SWOT didapatkan 9 alternatif strategi. Berdasarkan analisa matriks QSPM prioritas strategi yang paling cocok untuk diterapkan adalah dari aspek pemasaran yaitu memperluas wilayah penjualan ke luar daerah dan pasar-pasar modern seperti supermarket, rumah makan, catering-catering, rumah sakit, panti asuhan, dan lain lain.
KAJIAN ADOPSI TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI PANGAN SKALA KECIL DI SUMATERA BARAT Gunarif Taib; Asmawi Asmawi; Novi Elian
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.96 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.52-57.2017

Abstract

Industri pangan skala kecil sangat berperan dalam peningkatan ekonomi kerakyatan. Karena itu pengembangannya harus diupayakan semaksimal mungkin. Salah satu upaya yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan teknologinya. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pelatihan, akan tetapi hasilnya belum optimal. Hal ini disebabkan karena adopsi teknologi hasil pelatihan tidak terlaksana dengan baik. Untuk itu perlu dikaji sampai seberapa jauh pemilik industri pangan skala kecil mampu melakukan adopsi teknologi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan adopsi teknologi tersebut. Data primer diperoleh melalui wawancara secara mendalam dengan pemilik industri pangan skala kecil di beberapa sentra industri pangan skala kecil di Sumatera Barat. Dari penelitian ini diketahui bahwa adopsi teknologi membutuhkan pendampingan usaha pasca pelatihan dan materi pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan industri pangan lokal. Pemilik industri membutuhkan materi pelatihan yang mampu meningkatkan mutu produk sehingga bisa meningkatkan penjualan. Dampak teknologi ditentukan oleh mutu produk yang dihasilkan, jumlah produksi, peningkatan keuntungan dan peningkatan pemasaran.
ANALISIS PROSPEK DAN KENDALA PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI PANGAN LOKAL DI SUMATERA BARAT Gunarif Taib; Rifda Roswita
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.42 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.96-101.2018

Abstract

Komoditi pertanian di Indonesia belum sepenuhnya dikelola dengan optimal. Saat ini masih banyak komoditi pertanian yang dipasarkan dalam bentuk bahan segar sehingga belum menghasilkan nilai tambah yang bisa dinikmati oleh petani. Karena itu pengembangan industri, khususnya industri pangan lokal perlu dikembangkan. Dilihat dari peluang pasar yang ada, industri pangan lokal mempunyai prospek pasar yang baik.  Namun demikian para pengusaha pangan lokal masih mempunyai kendala untuk mengembangkan industri pangan yang dimilikinya.  Untuk merancang solusi yang tepat maka seluruh prospek dan kendala yang ada perlu dianalisis secara komprehensif. Untuk itu perlu dilakukan penelitian  tentang prospek dan kendala pengembangan industri pangan lokal ini. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi pangan lokal di Sumatera Barat. Untuk mendapatkan data primer dilakukan indept interview dan Focus discussion Group dengan pemilik industri pangan lokal. Untuk optimasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri digunakan metode respon permukaan. Data penelitian yang diolah dengan program (Analytic Hierarchy Process) memperlihatkan bahwa produk industri pangan pangan lokal mempunyai prospek pengembangan dari sisi: citarasa (0,3723), keragaman produk (0,2643), skala usaha/bisa diusahakan dalam skala kecil (0,2495), penunjang pariwisata/makanan oleh-oleh/souvenir bagi wisatawan (0,1139). Kendala dalam pengembangannya adalah bahan baku/kontinyuitas pasokan (0,3088), kualitas SDM/tenaga kerja (0,2355), modal usaha (0,1999), manajemen produksi dan pemasaran (0,1448),  standar mutu (0,1110).  Analisis data dengan menggunakan metode respon permukaan memperlihatkan bahwa pengembangan produk bisa dilakukan dengan melakukan optimasi berbagai faktor faktor kendala.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RANTAI PASOK DALAM PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KOPI DI KOTA PADANG Malikul Mulki Nasni; Rika Ampuh Hadiguna; Gunarif Taib
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1614

Abstract

Berkembangnya industri kopi bubuk berskala kecil dan menengah di Kota Padang menunjukkan bahwa usaha dibidang industri kopi ini memberikan prospek dan peluang, salah satu industri kopi bubuk yang ada di Kota Padang adalah kopi bubuk Cap Tiga Sendok, memiliki kapasitas produksi terkecil yaitu sebesar ±600 kg/bulan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok dalam peningkatan daya saing produk kopi, untuk menghasilkan rumusan faktor-faktor tersebut dapat menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok kopi dalam peningkatan daya saing produk kopi yang berada di Kota Padang, studi kasus pada usaha kopi cap Tiga Sendok. Variabel dan indikatornya diambil dari beberapa jurnal penelitian. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam peningkatan daya saing produk kopi di kota Padang dipengaruhi oleh 3 variabel dari 4 variabel yang terdapat pada penelitian secara signifikan yaitu variabel struktur rantai pasok, variabel efektifitas, dan variabel kebijakan pemerintah dan 1 variabel tidak berpengaruh secara signifikan terhadap daya saing yaitu variabel saluran rantai pasok, dalam upaya peningkatan daya saing produk kopi memerlukan dukungan yang lebih dari pemerintah untuk memperhatikan aspek saluran rantai pasok dalam peningkatan daya saing produk kopi di Kota Padang.