Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Composting Time Effect of the Activated Sludge from Bioethanol Solid Waste by Orgadec Bio-activator to the Compost Characteristics Wianthi Septia Witasari; Khalimatus Sa'diyah; Nur Istianah; Mohammad Hidayatulloh
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.285

Abstract

Suatu industri bioetanol menghasilkan limbah dalam proses produksinya, salah satunya adalah limbah padat berupa activated sludge. Keberadaan dari limbah padat ini semakin lama semakin menumpuk sehingga perlu dilakukan pengolahan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Salah satu pemanfaatan yang dapat dilakukan untuk mengolah limbah padat adalah dengan membuat pupuk kompos.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui waktu pengomposan pada pembuatan pupuk kompos dari activated slude hasil samping produksi bioetanol, terhadap kandungan pupuk kompos yang dihasilkan. Bioaktivator yang digunakan adalah Orgadec. Waktu pengomposan yang digunakan adalah minggu ke-0, minggu ke-1, minggu ke-2, minggu ke-3, minggu ke-4. Analisis kandungan pupuk yang dilakukan adalah karakteristik fisik pupuk kompos, suhu, pH, Kelembaban, C organik, N total, P total, K total, serta rasio C/N sesuai dengan SNI  19-7030-2004. Dari analisis yang dilakukan, pupuk kompos dari activated sludge dengan bioaktivator orgadec menghasikan kompos yang memiliki karakteristik sesuai dengan SNI  19-7030-2004A bioethanol industry produces waste, one of which is activated sludge. The number of this solid waste is constantly increasing; therefore, it is necessary to process it into something useful. One way to achieve this is by turning it into compost. This study aimed to determine the composting time of activated sludge on the content of compost produced. The bio activator used was Orgadec. The composting time used as samples is on week 0, week 1, week 2, week 3, and week 4. The fertilizer content analysis includes the physical characteristics of compost, temperature, pH, humidity, organic C, total N, total P, total K, and the C/N ratio matches SNI 19-7030-2004. According to the conducted analysis, the compost made using activated sludge with orgadec as the biovactor created a compost that has characteristics that meet the standards of SNI 19-7030-2004.
Pengaruh Jenis Komposter dan Waktu Pengomposan terhadap Pembuatan Pupuk Kompos dari Activated Sludge Limbah Industri Bioetanol Wianthi Septia Witasari; Khalimatus Sa'diyah; Mohammad Hidayatulloh
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v5i1.209

Abstract

Hasil samping instalasi pengolahan air limbah di industri bioetanol menghasilkan limbah padat berupa activated sludge. Limbah ini dapat menimbulkan masalah apabila tidak ditangani dengan benar. Diantaranya adalah menurunkan kandungan hara dalam tanah dan mencemari sumber air bersih bila masuk ke badan sungai. Limbah activated sludge dari proses anaerobic biodigesterdi industri bioetanol dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan proses pengomposan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis komposter dan waktu pengomposan dalam pembuatan kompos dari activated sludge limbah industri bioetanol terhadap kandungan pupuk kompos yang dihasilkan.Pada proses pengomposan digunakan bioactivator jenis EM4. Jenis komposter yang digunakan adalah komposter aerasi dan dan komposter non-aerasi. Waktu pengomposan yang digunakan adalah blanko, minggu ke-1, minggu ke-2, minggu ke-3 dan minggu ke-4. Dari hasil analisis didapatkan karakteristik fisik pupuk kompos yaitu suhu, pH, Kelembaban, C organik, N total, P total, K total, serta ratio C/N sesuai dengan SNI  19-7030-2004. Penggunaan kompoter jenis aerasi dan non aerasi menghasilkan kualitas pupuk kompos yang memenuhi SNI  19-7030-2004. Waktu pengomposan yang semakin lama memberikan kualitas pupuk kompos yang lebih baik.Side product of the waste water treatment plant in the bioethanol industry produces solid waste in the form of activated sludge.This waste can cause problems if not handled properly. Among them are reducing the nutrient content in the soil and polluting clean water sources when they enter river bodies. Activated sludge waste from the anaerobic biodigester process in the bioethanol industry can be used as organic fertilizer by composting. The purpose of this study was to determine the effect of composter design and composting time in making compost from activated sludge of bioethanol industrial waste on the content of compost produced. In composting process used an EM4 as bioactivator. The composter design used is an aerated composter and a non-aerated composter. The composting time used is blank, week 1, week 2, week 3 and week 4. From the analysis, it was found that the physical characteristics of compost were temperature, pH, humidity, C organic, total N, total P, total K, and the C / N ratio according to SNI 19-7030-2004. The use of aerated and non aerated design composters produces quality compost that meets SNI 19-7030-2004. The longer composting time will provide better quality compost.
Pemanfaatan Precipitated Calcium Carbonat dari Batu Kapur dalam Pembuatan β-TCP sebagai Bahan Dasar Implan Tulang Noor Isnaini Azkiya; Fanny Prasetia; Rosita Dwi Chrisnandari; Wianthi Septia Witasari
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v5i1.208

Abstract

Salah satu material yang bersifat biokompatibel serta sering digunakan sebagai bahan dasar implan tulang dan gigi adalah trikalsium fosfat. Material ini dapat dihasilkan dari precipitated calcium carbonate (PCC) batu kapur karena memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi. Metode yang digunakan untuk mensintesis trikalsium fosfat yaitu melalui pengendapan prekursor CaO dan H3PO4 dalam media etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan instrumen FT-IR, AAS, spektroskopi UV-Vis, dan XRD. Dari hasil analisis spektroskopi UV-Vis, rasio Ca/P dari hasil sintesis diperoleh sebesar 1,64. Uji FT-IR menunjukkan adanya gugus Ca-O pada bilangan gelombang sekitar 1400 cm-1 dan gugus PO43- pada bilangan gelombang 561 cm-1 dan 1041 cm-1. Uji XRD menunjukkan 3 puncak tertinggi dari β-TCP (trikalsium fosfat) yang sesuai dengan JCPDS no. 09-0169.One of the biocompatible materials that are often used as a basic materials for bone and dental implants is tricalcium phosphate. This material can be produced from precipitated calcium carbonate (PCC) limestone because it has a very high calcium content. The method used to synthesize tricalcium phosphate was deposition of CaO and H3PO4 precursors in ethanol media. The results of the synthesis was characterized using FT-IR instruments, AAS, UV-Vis spectroscopy, and XRD. Based on the results of the UV-Vis spectroscopic analysis, the Ca/P ratio of the synthesis results obtained was 1.87. FT-IR test showed the presence of a Ca-O group at wave number 1400 cm-1 and PO43- group at wave numbers 561 cm-1 and 1041 cm-1. XRD test showed highest peaks of β-TCP (tricalcium phosphate) according to JCPDS no. 09-0169.
PENGARUH PROSES AKTIVASI KIMIA TERHADAP KARAKTERISTIK ADSORBEN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate L.) Khalimatus Sa’diyah; Cucuk Evi Lusiani; Rosita Dwi Chrisnandari; Wianthi Septia Witasari; Diah Lailatul Aula; Sinta Triastutik
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.69 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4074

Abstract

Kulit pisang dianggap sebagai limbah yang tidak berguna dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun sebenarnya, kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan adsorben untuk mengikat ion logam berat karena mengandung selulosa dan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik adsorben yang dihasilkan terhadap jenis aktivator yaitu aktivator asam dan basa. Pembuatan adsorben menggunakan bahan kulit pisang yang sudah dikeringkan dikarbonisasi pada suhu 400°C selama 1,5 jam.  Setelah proses karbonasi, adsorben diaktivasi menggunakan aktivator basa (larutan NaOH) dan aktivator asam (larutan H2SO4) dengan konsentrasi 2 N selama 5 jam. Berdasarkan hasil penelitian, limbah kulit pisang kepok yang telah mengalami karbonasi memiliki kandungan yang terdiri dari 8,42% kadar air, 11,15% kadar abu, 24,65% kadar volatile matter, dan 55,78% kadar Fixed Carbon. Adsorben dengan aktivator basa memberikan nilai kadar air, abu, dan volatile matter yang lebih tinggi dibandingkan aktivator asam. Namun, nilai kadar fixed carbon dan daya serap adsorben terhadap iodium pada aktivator basa lebih rendah daripada aktivator asam. Pada aplikasi limbah nikel, aktivator basa memberikan nilai penurunan kadar nikel lebih tinggi daripada aktivator asam. Kata kunci : Adsorben, karakteristik, aktivator, kulit pisang kepok
PENGABDIAN KEPADA WARGA DESA BINAAN POLINEMA, WRINGINSONGO, KEC. TUMPANG, KAB. MALANG MELALUI PEMBUATAN VCO DENGAN METODE FERMENTASI Eko Naryono; Cucuk Evi Lusiani; Bambang Widiono; Wianthi Septia Witasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1268-1275

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan desa binaan Polinema yang sejak 2020 lalu, desa tersebut dijadikan sebagai Desa Tangguh dalam upaya ketahanan menghadapi pandemi Corona Virus Diesease 2019 (Covid-19). Keseluruhan lahan di Desa Wringinsongo secara geologis merupakan tanah subur yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan.  Salah satu hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan penggunaannya adalah kelapa. Kelapa dapat diproses untuk menghasilkan virgin coconut oil (VCO) yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia terutama di masa pandemi Covid -19 ini. Dalam upaya meminimalkan dampak dari pandemi dalam jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kerjasama yang dilakukan berupa pemberian bimbingan teknis untuk pembuatan VCO oleh Jurusan Teknik Kimia, Polinema kepada warga Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat dari Polinema yang sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2016-2020) untuk meciptakan iklim usaha bagi UMKM dalam hal ini adalah Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Dengan adanya bimbingan teknis ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi  bagi warga desa binaan sebagai pengetahuan baru dan dapat dikembangkan menjadi usaha baru untuk membantu mengembangkan ekonomi dari warga setempat. Kegiatan PpM yang dilaksanakan pada tanggal 05 September 2021 berjalan lancar dan antusiasme peserta sangat baik untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan VCO dengan metode fermentasi.