Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MIMBAR PENDIDIKAN

Pembelajaran Inovatif dalam Pembentukan Karakter Siswa Purwadhi, Purwadhi
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v4i1.16968

Abstract

ABSTRAKSI: Pembelajaran inovatif di sekolah merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada penyampaian materi pembelajaran kepada siswa, yang berupa ekspositori, inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, peningkatan kemampuan berpikir, pembelajaran koperatif, pembelajaran kontekstual, pembelajaran afektif, dan pendekatan ilmiah. Pembentukan karakter siswa yang perlu dikembangkan dalam pilar pendidikan nasional adalah merujuk pada pengolahan nilai dalam kawasan pikiran, perasaan, fisik atau raga, dan pengolahan hati yang menjadi spirit dalam menggerakan pikiran, perasaan, dan kemauan; atau dikenal dengan istilah olah-pikir, olah-rasa, olah-hati, dan olah-raga. Pembentukan karakter siswa juga harus dikembangkan, antara lain, karakter toleransi dan cinta damai untuk lebih ditonjolkan, karena kemajemukan bangsa dan negara Indonesia. Nilai kejujuran dan tanggung jawab juga sangat urgen di saat bangsa Indonesia kini tengah menghadapi berbagai kasus korupsi. Dengan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif, serta studi literatur atau kepustakaan, artikel ini mencoba mengelaborasi tentang pembelajaran inovatif dan kaitannya dengan pembentukan karakter siswa. Didalamnya dikaji dan dianalisis tentang Pembelajaran Inovatif; Pembentukan Karakter Siswa; serta Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di Indonesia.KATA KUNCI: Pembelajaran Inovatif; Pembentukan Karakter Siswa; Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di Indonesia. ABSTRACT: “Innovative Learning in Forming the Student Characters”. Innovative learning in the schools is a learning strategy that emphasizes the delivery of learning material to students, in the form of expository, inquiry, problem-based learning, increased thinking ability, cooperative learning, contextual learning, affective learning, and scientific approaches. The formation of student character that needs to be developed in the pillar of national education is referring to the processing of values in the domains of mind, feeling, physical, and processing of the heart, which becomes the spirit of moving thoughts, feelings, and will; or known as thought, taste, care, and exercise. The formation of student character must also be developed, among others, the character of tolerance and peace of mind to be more highlighted, because of the diversity of the nation and state of Indonesia. The value of honesty and responsibility is also very urgent, when the Indonesian nation currently is facing various the corruption cases. By using qualitative methods and approaches, as well as literature studies or reviews, this article tries to elaborate on innovative learning and its relation to student character formation. Inside it is reviewed and analyzed about Innovative Learning; Formation of Student Characters; and the Character Education Strengthening Movement in Indonesia.KEY WORD: Innovative Learning; Formation of Student Characters; Character Education Strengthening Movement in Indonesia.About the Author: Dr. Purwadhi adalah Dosen Senior dan sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Jalan Terusan Sekolah No.1-2 Antapani, Cicaheum, Kiaracondong, Bandung 40282, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: purwadhi@bsi.ac.idSuggested Citation: Purwadhi. (2019). “Pembelajaran Inovatif dalam Pembentukan Karakter Siswa” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 4(1), Maret, pp.21-34. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (December 27, 2018); Revised (February 15, 2019); and Published (March 30, 2019).
Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Abad XXI Purwadhi, Purwadhi
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v4i2.22201

Abstract

ABSTRAKSI: Artikel ini – dengan menggunakan pendekatan dan metode kualitatif serta kajian pustaka – mau menganalisis dua hal pokok, yaitu: Pengembangan Kurikulum; dan Pembelajaran Abad XXI. Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang sangat esensial dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Pengembangan kurikulum, baik pada tingkat makro maupun mikro, mencakup kegiatan menyeluruh yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; serta menyangkut pengembangan komponen penting dalam kurikulum, yaitu komponen tujuan, bahan, kegiatan, dan evaluasi. Pengembangan kurikuum secara makro menyangkut pengembangan program pendidikan secara umum dan menyeluruh dalam konteks suatu lembaga/institusi; sedangkan secara mikro menyangkut pengembangan kurikulum yang sifatnya lebih terbatas, seperti pengembangan kurikulum pada level bidang studi atau mata kuliah. Kerangka pembelajaran abad XXI adalah satu gagasan yang diadaptasi dalam pengembangan Kurikulum 2013 pada umumnya, dan pembelajaran saintifik pada khususnya. Ada sejumlah keterampilan yang perlu dikuasai oleh peserta didik pada abad XXI, yakni: “soft skill and hard skill” atau keterampilan teknis. “Soft skill” yang perlu dikembangkan adalah kreativitas dan inovasi, berpikir kritis, seperti literasi informasi, literasi media, dan literasi ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi). KATA KUNCI: Pengembangan Kurikulum; Pembelajaran Abad XXI; Kurikulum 2013; Keterampilan Teknis. ABSTRACT: “Curriculum Development in the 21st Century Learning”. This article – using qualitative approaches and methods as well as literature review – wants to analyze two main points, namely: Curriculum Development; and the 21st Century Learning. Curriculum development is a very essential part of all educational activities. Curriculum development, at both the macro and micro levels, has been encompassing comprehensive activities including: planning, implementation, and evaluation; and involves also the development of important components in the curriculum that are components of objectives, materials, activities, and evaluations. Macro curriculum development involves the development of a general and comprehensive education program in the context of an institution; whereas in micro terms, it involves the development of curricula that are more limited in nature such as curriculum development at the level of field of study or course. The 21st century learning framework is an idea that was adapted in 2013 Curriculum development in general, and scientific learning in particular. There are a number of skills that need to be mastered by 21st century students, namely: soft skills and hard skills or technical skills. Soft skills that need to be developed are creativity and innovation, critical thinking, such as information literacy, media literacy, and ICT (Information and Communication Technology) literacy.KEY WORD: Development Curriculum; 21st Century Learning; 2013 Curriculum; Technical Skills. About the Author: Dr. Purwadhi adalah Dosen Senior dan sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Jalan Terusan Sekolah No.1-2 Antapani, Cicaheum, Kiaracondong, Bandung 40282, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: purwadhi@bsi.ac.idSuggested Citation: Purwadhi. (2019). “Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Abad XXI” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 4(2), September, pp.103-112. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (July 27, 2019); Revised (August 25, 2019); and Published (September 30, 2019).