Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh latihan uchikomi osaekomi dan power lengan terhadap hasil osaekomi saat randori pada pejudo Andalas, Hoesana Dian Dewi; Purwanto, Sugeng
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.228 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v15i1.26026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara metode uchikomi osaekomi  berpasangan dan uchikomi bayangan terhadap hasil osaekomi saat randori, (2) perbedaan hasil osaekomi antara pejudo power lengan  kuat dan power lengan lemah,  (3) interaksi antara metode uchikomi osaekomi dan power lengan terhadap hasil osaekomi saat randori. Metode menggunakan eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi penelitian pejudo Daerah Istimewa Yogyakarta 44 pejudo. Sampel 24 pejudo dengan teknik purposive random sampling. Seluruh data diperoleh melalui tes power lengan dengan tes push up serta hasil osaekomi dengan randori selama empat menit. Teknik analisis data adalah ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan uchikomi dengan berpasangan dan uchikomi bayangan terhadap hasil osaekomi, (2) ada perbedaan yang signifikan hasil osaekomi antara pejudo yang memiliki power lengan kuat dan power lengan lemah, dan (3) ada interaksi antara metode uchikomi dan power lengan  terhadap hasil osaekomi saat randori. The effects of the exercise of uchikomi osaekomi and power arm on osaekomi results when randori judoka AbstractThis research aims to find out: (1) the difference between the methods of uchikomi osaekomi effects in pairs and uchikomi shadow on the results of the current osaekomi randori, (2) the difference between the results of osaekomi judoka arm which has high power and low power arm, and (3) the interaction between the method of uchikomi osaekomi and power arm on the results when below randori osaekomi. This research is the experimental method with 2 x 2 factorial design. The research population was Judoka Special Region of Yogyakarta. amounting to 44 Judoka. The Sampel of this research were 24 Judoka taken with random purposive sampling technique. All data of this research was obtained through tests and measurements of arm power by using the push-up test and the results of osaekomi Randori (contested) for four minutes. The data analysis technique used is the Variant Analysis (ANAVA). The results show that: (1) there is a significant difference between the exercise of uchikomi by twos and shadow uchikomi on osaekomi results, (2) there is a significant difference between the results of osaekomi judo Judoka who have power high arm and lower arm power, and (3) there is an interaction between the method of uchikomi and power arm on the results of osaekomi while randori.
Politeness Strategies in Model Conversations in English Textbooks for Elementary School Students Purwanto, Sugeng; Soepriatmadji, Liliek
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Volume 3 Nomor 1 April 2013
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.956 KB) | DOI: 10.14710/parole.v3i1 April.75-84

Abstract

The study investigated to what extent politeness strategies had been integrated in the conversation models in five English textbooks for Grade- 6 Elementary School Students. In the study, each ‘move’ in the conversations was matched against the criteria for politeness strategies (Leech 1983). The results show that politeness strategies have been adopted in the five books under study with the most significant use of non FTA. However, there were also uses of varying degrees of FTA. Thus, the teachers should be selective in using the textbooks and there should be a cooperation among those involved in supplying school textbooks.   Penelitian ini mengkaji seberapa jauh ‘strategi kesantuan’ diintegrasikan dalam model konversasi yang disajikan di tiga buah buku teks bahasa Inggris bagi Siswa Sekolah Dasar, Kelas 6. Dalam penelitian ini, masing-masing langkah (move) di konversasi dicocokkan dengan criteria strategi kesopanan (Leech 1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesopanan telah diadopsi ke dalam kelima buku yang diteliti dengan penggunaan non FTA yang sangat signifikan, dan hanya sedikit yang menggunakan FTA dengan tingkat yang berbeda. Dengan demikian, para guru harus selektif dalam menggunakan buku-buku teks dan harus ada kerjasama bagi yang terlibat dalam menyediakan buku-buku sekolah.
KONSEP DIRI DAN PERSEPSI TERHADAP PEKERJAAN DALAM PERAN GENDER BAGI REMAJA SLTP DI KECAMATAN MIJEN KODYA SEMARANG Nurussa’adah, -; Purwanto, Sugeng; Istyarini, -
Edukasi No 1 (2011): Edukasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu faktor non intelektual yang sangat penting dalam menentukan kemampuan atau cita-cita. Dalam berbagai pengamatan yang dilakukan, ternyata banyak individu yang mengalami kegagalan dalam mencapai cita-cita bukan disebabkan oleh tingkat intelegensi yang rendah atau keadaan fisik yang lemah, melainkan oleh adanya perasaan tidak mampu untuk melakukan tugas. Remaja dalam persiapan memasuki masa dewasa, dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang berorientasi pada tugas kehidupan masa dewasa yaitu mencapai kemandirian emosional, memilih dan mempersiapkan karier, mengembangkan kemampuan dalam peran sosial. Oleh karena itu persepsi terhadap pekerjaan menjadi penting bagi remaja dalam persiapannya memasuki masa dewasa. Metode penelitian yang digunakan dalam mencapai tujuan pertama, kedua dan ketiga dari penelitian ini adalah angket dalam bentuk skala Likert, berskala 5. Jumlah responden : 50 remaja perempuan, 50 remaja laki-laki. Lokasi penelitian di Kecamatan Mijen Kodya Semarang. Sumber data adalah remaja usia antara 14 – 17 tahun yang duduk di bangku SLTP. Analisis data menggunakan analisis t-test dan prosentase. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (a) Konsep diri laki-laki, tinggi 11%, sedang 34%, rendah 5%, dan perempuan tinggi 4%, sedang 42%, dan rendah 4%. (b) Ada perbedaan konsep diri yang dimiliki remaja perempuan dan laki-laki, sehingga hal ini akan mewarnai persepsi terhadap pekerjaan yang ada di lingkungan Mijen Kodya Semarang. (c) Remaja tersebut mempunyai keinginan atau persepsi terhadap pekerjaan sebagai berikut : untuk remaja laki-laki cenderung pada (1) TNI, POLRI, (2) Arsitek, teknik, (3) dokter, (4) Ahli Biologi, fisika, (5) Pegawai Negeri, (6) Guru. Dan bagi remaja perempuan cenderung pada : (1) Guru, (2) Dokter, (3) Bidan, (4) Arsitek, (5) Pegawai Negeri, (6) Ahli Biologi.Kata Kunci: konsep diri; persepsi; peran gender.
KONSEP DIRI DAN PERSEPSI TERHADAP PEKERJAAN DALAM PERAN GENDER BAGI REMAJA SLTP DI KECAMATAN MIJEN KODYA SEMARANG -, Nurussaadah; Purwanto, Sugeng; -, Istyarini
Edukasi No 2 (2010): Edukasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu faktor non intelektual yang sangat penting dalam menentukan kemampuan atau cita-cita. Dalam berbagai pengamatan yang dilakukan, ternyata banyak individu yang mengalami kegagalan dalam mencapai cita-cita bukan disebabkan oleh tingkat intelegensi yang rendah atau keadaan fisik yang lemah, melainkan oleh adanya perasaan tidak mampu untuk melaksanakan tugas. Remaja dalam persiapan memasuki masa dewasa, dihadapkan pada tugas-tugas perkembanfan yang berorientasi pada tugas kehidupan masa dewasa yaitu mencapai kemandirian emosional, memilih dan mempersiapkan karier, mengembangkan kemampuan dalam peran social. Oleh karena itu persepsi terhadap pekerjaan menjadi bagi remaja dalam persiapannya memasuki masa dewasa. Metode penelitian yang digunakan dalam mencapai tujuan pertama kedua dan ketiga dari penelitian ini adalah angket dalam bentuk skala Likert berskala 5. Jumlah responden: 50 remaja perempuan, 50 remaja laki-laki. Lokasi penelitian di kecamatan Mijen Kodya Semarang. Sumber data adalah remaja usia antara 14-17 tahun yang duduk di bangku SLTP. Analisi data menggunakan anaslisi t-test dan prosentase. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah (a) konsep laki-laki tinggi 11%, sedang 34%, rendah 5% dan perempuan tinggi 4% sedang 42% dan rendah 4%. (b) ada perbedaan konsep diri yang dimiliki remaja perempuan dan laki-laki, shingga hal ini akan mewarnai persepsi terhadap pekerjaan yang ada dilingkungan Mijen Kodya Semarang (c) Remaja tersebut mempunyai keinginnan atau persepsi terhadap pekerjaan sebagai berikut untuk remaja laki-laki cenderung [ada (1) TNI Polri (2) arsitek, teknik (3) dokter (4) ahli biologi fisika (5) pegawai negeri (6) guru. Dan bagi remaja perempuan cenderung pada (1) guru (2) dokter (3) bidan (4) arsitek (5) pegawai negeri (6) ahli biologi
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KARATE KIDS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR KELAS ATAS Srianto, Widha; Purwanto, Sugeng
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 2: September 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.754 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.2628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model latihan karate kids pada anak usia sekolah dasar (SD) kelas atas (10-12 tahun). Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi,  (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan di klub Forki Kota Yogyakarta berjumlah 7 anak. Uji coba skala besar di klub Inkanas DIY berjumlah 16 anak. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, (3) pedoman observasi model, (4) pedoman observasi keefektifan model, dan (5) kuesioner untuk siswa. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun) yaitu: (1) model latihan maegeri, (2) model latihan gyaku tsuki, (3) model latihan mawashigeri, dan (4) model latihan oi tsuki. Dari hasil analisis data penilaian para ahli materi dan kuesioner anak, dapat ditarik kesimpulan bahwa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun) ini dinilai baik dan efektif. Kata kunci: model latihan, karate kids
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) SE-KABUPATEN BANTUL DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI Purwanto, Sugeng; , Sujarwo
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa dalam mengampu mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang belum mengajar sesuai dengan bidangnya khususnya di Sekolah Luar Biasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Pedoman wawancara, dan tape recording digunakan sebagai alat bantu instrumen penelitian. Subjek penelitian yaitu guru sekolah luar biasa di kabupaten Bantul dengan menggunakan teknik pengumpulan data atau informasi dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Bantul masih rendah, dan masih perlu peningkatan kompetensinya. Hal tersebut terlihat khususnya dalam hal penguasaan bidang studi yang masih lemah, dan juga pengembangan diri dalam hal penelitian atau karya ilmiah yang sulit sekali untuk mau melaksanakannya. Sehingga saran yang diajukan oleh peneliti disini perlu adanya pendidikan strata bagi guru yang bukan dari bidang pendidikan jasmani setara dengan pendidikan S1 atau juga bisa dilaksanakan diklat, pelatihan atau workshop bagi guru non penjas yang mengampu pendidikan jasmani di Sekolah Luar Biasa. Kemudian untuk masalah penelitian hendaknya diadakan pendampingan khusus bagi guru-guru khususnya yang kesulitan dalam menyusun karya ilmiah dan juga penelitian.   Kata kunci: kompetensi profesional, guru SLB, pembelajaran penjas.
EJAAN LATIN BAHASA JAWA MEMPRIHATINKAN, MANA JATI DIRI ORANG JAWA? Purwanto, Sugeng
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.361 KB)

Abstract

Keberadaan Bahasa Jawa sebagai jati diri suku Jawa sudah mulai terasa kabur,dengan digalakkanya penggunaan Bahasa Indonesia sebgai Bahasa Pemersatu disamping penggunaan Bahasa Asing yang sangat gencar dipromosikan demimenyikapi MEA. Apakah hal ini akan kita biarkan? Penelitian ini bersifat eksploratifyang bertujuan untuk mengungkap betapa memprihatinkan Ejaan BahasaJawa.Padahal aturan ejaan Bahasa Jawa sudah dibakukan bersamaan dengandibakukannya ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnaakan (EYD). Kwesionerdibagikan secara acak pada sekelompok orang yang peneliti asumsikan sebagai orangJawa dengan kisaran usia 20-50 tahun. Sedangkan pengambilan data dilakukan di 3supermarket (mall), yakni Sri Ratu, Pemuda, Java Mall dan Ada Majapahit. Hasilpenelitiaan menunjukkan ketidak pahaman subyek penelitian yang notabene bersukuJawa terhadap Bahasa Jawa dari segi sistem ejaan.Sebagaian besar subyek penelitianmemilih jawaban yang salah pada kata-kata yang ditulis dengan ejaan yang benardan yang salah. Sedangkan sebagian kecil lainnyaberhasil memilih jawaban yangbenar dan ada yang mengatakan tidak tahu dengan memilih pilihan jawaban “tidaktahu”. Hasil penelitian memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis.Secara teoritis ejaan Bahasa Jawa perlu lebih menamkan nilai-nilai linguistis,terutama pada para mahasiswa program studi Sastra Jawa. Sedangkan secara praktis,otoritas daerah segera revisi semua slogan-slogan, pengumuman, petunjuk jalan,nama gedung dlsb yang masih menggunakan ejaan yang salah.Apa bila gejala initidak segera ditindak lanjuti secara sistematis dan terstruktur, maka tidak menutupkemungkinan bahwa yang salah akan menjadi benar dan yang benar akan menjadilucu.Kata Kunci : ejaan latin, EYD, sastra Jawa,
ECO-PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF BIMBO’S BELALANG SONG LYRIC: A DISCOURSE PERSPECTIVE Nurhamidah, Idha; Purwanto, Sugeng
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 20, No 1: June 2020, Nationally Accredited (in review)
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/celt.v20i1.2454

Abstract

Abstract: The current study investigated Bimbo?s Song lyric entitled ?Belalang? in a Discourse Perspective. It has come to be known that Bimbo is a senior music group, specializing in deep philosophical touches of romantic songs. Belalang is a song attempting to create an analogue of an insect (mantis) with special mating behaviors to human love affairs tied in dangerous wedlock. The lyric was analyzed in two ways, (1) to find out the field, tenor and mode of the discourse, employing the analytical framework of Systemic Functional Linguistics (SFL) in a macro sense, and (2) to find out the eco-psychological phenomena, employing the analytical framework of eco-psychology. The findings show that both mantis (with its special mating behavior) and humans (in showing true love to the ?destructive? wife) have a similar pattern?to preserve the ecosystem or in other words to create a conducive environment. The moral teaching is apparently in support of the old saying that to love does not necessarily own despite the presence of love-chemistry. A seemingly peaceful marital life has to come to its end due to an unexpected mystical curse of Bahu Laweyan.  Yet, secondary love can be made possible for the sake of peaceful lives, to avoid self-destruction.
Kendala dan Efektivitas Program Pelatihan Pengemba-ngan Keprofesian Kepala Sekolah Kabupaten Kendal Damayanti, Lina; Khoiriyah, Uun Siti; Purwanto, Sugeng
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i2.14349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M) materi supervisi akademik Kabupaten Kendal tahun 2014. Penelitian ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang terdiri dari level reaction, learning, behavior, dan result. Subyek penelitian ini adalah empat kepala Sekolah Dasar Negeri peserta pelatihan yang hasil belajarnya mencapai kriteria minimal 70. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) program PKB KS/M belum efektif karena peserta belum 100% merasa puas, (2) belum terjadi peningkatan hasil belajar secara signifikan peserta program PKB KS/M, (3) program PKB KS/M belum berhasil karena peserta belum menerapkan ilmu yang dipelajari selama pelatihan, (4) dampak program PKB KS/M berimbas pada peningkatan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta peningkatan prestasi siswa dan guru.   The purpose of this study was to evaluate the Sustainable Development Profession School/Madrasah Principals (PKB KS/M) program material academic supervision Kendal district in 2014. This study used Kirkpatrick evaluation model consisting of a level reaction, learning, behavior and result. The subjects of this study is the head of State Elementary School four trainees who study results reach the minimum criteria 70. The method of collecting data using interviews, literature study, and study the document. The results showed that (1) the program PKB KS/M is not effective because participants were not 100% satisfied, (2) has not been an increase learning outcomes significantly program participants PKB KS/M, (3) program PKB KS/M has not been successful because participants do not apply the knowledge learned during the training, (4) the impact of PKB program KS/M impact on increasing knowledge, improving the quality of learning, and improvement in student achievement and teacher.
PERILAKU PEMBELIAN PRODUK FASHION DIDASARKAN PADA KEPERCAYAAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Purwanto, Sugeng
Ekspektra : Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.209 KB) | DOI: 10.25139/ekt.v1i1.89

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan sosial media pada perilaku pembelian berdasarkan kepercayaan mereka dalam membeli di Kota Surabaya. Penelitian ini mengusulkan dan menguji model lima variabel yang mempengaruhi keyakinannya dalam membeli serta perilaku pembelian. Faktor-faktor yang diuji terdiri dari variabel bebas yaitu pada penggunaan media sosial, antara lain keterhubungan, keterbukaan, kecepatan, aksesibilitas, dan partisipasi, sedangkan variabel terikat adalah keyakinan membeli dan perilaku pembelian. Dalam rangka untuk mengeksplorasi masalah ini, metode kuantitatif menggunakan software partial least square dengan melakukan penyebaran kuesioner di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan 250 responden yang representatif. Hasil mengkonfirmasi adanya pengaruh yang signifikan antara faktor penggunaan media sosial terhadap kepercayaan membeli dan minat pembelian.