Yadi Purwanto
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi

TITIK KRITIS PERTEMUAN PSIKOLOGI TRANSPERSONAL DAN TASAWUF Yadi Purwanto
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4633

Abstract

KORELASI KECERDASAN EMOSI DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA Hidayati, Reni; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.BRI Kebumen dengan teknik sampling acak purposive  dengan karakter- istik: usia minimum menandai 22 tahun, tingkat pendidikan minimal SLTA, tahun minimal layanan                  1 tahun. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data instrumen utama adalah kecerdasan emosional skala, skala stres kerja, dan skala appraissal kinerja. Berdasarkan hasil analisis den- gan dua teknik regresi prediktor, nilai R = 0.580 dan FRegresi = 11.909 dengan p <0.01. Hasil ini menunjukkan hubungan yang signifi kan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Artinya kecerdasan emosional dan stres kerja variabel dapat diterapkan menjadi prediktor untuk memprediksi prestasi kerja karyawan. Dari rx1y analisis korelasi parsial = 0.527 dengan p <0.01. Ini berarti ada hubungan positif  begitu signifi kan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja karyawan. Hasil yang lain, korelasi rx2y = -0.391, dengan p <0,01, berarti ada hubungan negatif  begitu signifi kan antara stres kerja dengan prestasi kerja karyawan.
TITIK KRITIS PERTEMUAN PSIKOLOGI TRANSPERSONAL DAN TASAWUF Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4633

Abstract

Spiritualitas kini tengah hidup kembali setelah ditinggalkan sejak abad pertengahan. Kemunculannya masih tetap menimbulkan kontradiksi, baik dikalangan ilmuwan perilaku maupun dikalangan agamawan. Psikologi Transpersonal sebagai mazhab terakhir dari ilmu perilaku mencoba menjawab fenomena batiniah yang non-empiris ini, yang realitasnya ada tetapi selama ini seolah ditiadakan. Tasawuf sebagai ajaran bagian dari khasanah Islam telah memberikan suku cadang yang banyak bagi body of knowledge dari Psikologi Islami.Psikologi Islami, Tasawuf, dan Psikologi Transpersonal dapat bertemu dalam titik interaksi dan tidak kontradiksi. Setidaknya titik temu untuk mengakhiri paradigma bahwa sains tidak pernah bisa akur dengan Qur’an yang suci. 
GENERASI SHINCHAN Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 3, No. 2, November 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4557

Abstract

Hiburan bagi anak-anak adalah sebuah kebutuhan. Ia dapat dijadikan sarana untuk pendidikan, misalnya adalah film kartoon TV. Film adalah model tayangan yang bersifat multimedia, yang menempati bentuk hiburan yang disukai oleh anak-anak. Kualitas film yang ditentukan isi dan jenis informasinya. Sebagai sebuah hasil peradaban informasi yang dikemas dalam film tidak selalu bebas nilai. Perbedaan tujuan dari produser dengan pasar cukup memengaruhi hasil akhir film tersebut. Demikian juga perbedaan budaya asal pembuatan film tersebut dengan budaya pemirsa dapat menjadi sebab terjadinya perbenturan nilai, yang tidak jarang bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dianut oleh komunitas lain. Film kartoon Shinchan yang akhir-akhir ini mengundang komentar dan keprihatinan dipandang sebuah film hasil peradaban yang ditengarai berisi persoalan desakralisasi nilai-nilai agama. Hal ini terlihat misal dari kata-kata kotor, jorok, kasar dan asbun kepada orang tua. dalam makalah ini akan dikaji “Generasi Shinchan”, berdasarkan data-data polling Jawa Pos dengan pendekatan Cultivation analysis, yakni sebuah metode yang dapat digunakan untuk menganalisis akibat-akibat ideologis dan kultural dan informasi massal terhadap anak-anak.
PSIKOPROFETIK DALAM PENANGGULANGAN KORBAN NAPZA Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4601

Abstract

Peredaran narkotika di Indonesia telah mencapai prevalensi 0.065% penduduk itu berarti 105.000 orang, padahal angka itu adalah baru sepersepuluh dari gunung es para korban. Berdasarkan logika mafia, perkembangannya seperti bisnis multi level marketing, dengan uang beredar 4.93 hingga 14.73 triyun rupiah hanya di pemakai saja belum yang beredar pada bisnis terkaitnya seperti prostitusi, judi, minuman keras dan juga kejahatan. Korban terus berjatuhan. Upaya terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, termasuk rehabilitasi. Salah satu metode rehabilitasi yang dikembangkan adalah terapi komunitas dengan basik psikoprofetik. Metode intergratif (syumuli), ilmiah-amaliyah, psikofisik, sosio-religi. Berbagai program implementasi dikembangkan seperti kegiatan ritual keagamaan, olah fikir, olah psiko-fisik, kreativitas dan hobi, psiko-sosial dan konseling. Asumsi dasar yang dipakai bahwa para korban narkotik adalah terbiarkannya potensi insaniyah dan potensi hidayah yang telah disediakan oleh Allah sang Pencipta baik melalui diri manusia (alam mikrokosmos: akal, hati, ruh, nafs, fitrah) dan juga alam raya (alam makrokosmos).
FENOMENA TERAPI RUQYAH DAN PERKEMBANGAN KONDISI AFEKSI KLIEN Setyawan, Sigit Dwi; Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4657

Abstract

Salah satu terapi religius dalam kehidupan uamt Islam adalah ruqyah. Ruqyah pada dasarnya adalah doa dan dzikir kepada Allah SWT dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits. Ruqyah tidak hanya ditujukan untuk penyembuhan gangguan jiwa, tetapi juga untuk penyakit fisik dan segalakondisi yang menimpa manusia. Informan penelitian ini berjumlah empat orang, mereka adalah seorang terapis alternatif terapi ruqyah dengan keluhan gangguan-gangguan psikologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes psikologi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi dan keluaraga sangat berperan dalam pengambilan keputusan individu yang menentukan apakah dia akan menjalani terapi ruqyah atau tidak, ada peningkatan kondisi afeksi yang cukup signifikan pada diri individu dari pra terapi dengan pasca terapi.
HUBUNGAN WORK-FAMILY CONFLICT DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWATI BERPERAN JENIS KELAMIN ANDROGINI DI PT. TIGA PUTRA ABADI PERKASA CABANG PURBALINGGA Prawitasari, Ammiriel Kusumoayu; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4708

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara work-family conflict dengan kepuasan kerja pada karyawati berperan jenis kelamin androgini di PT. Tiga Putra Abadi Perkasa cabang Purbalingga. Penelitian ini melibatkan 74 subjek karyawati PT. Tiga Putra Abadi Perkasa cabang Purbalingga yang memiliki peran jenis kelamin androgini. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode statistik dengan alat pengumpul data berupa skala work-family conflict dan skala kepuasan kerja serta skala peran jenis kelamin untuk membedakan subjek. Berdasarkan hasil analisis data dengan teknik analisis product moment maka hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara work-family conflict dengan kepuasan kerja yang terlihat dari nilai-nilai rxy sebesar -0.621 dengan p<0.01. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konflik antara keluarga pekerjaan maka akan semakin rendah kepuasan kerja yang dipersepsi oleh para karyawati ataupun sebaliknya.
KORELASI KECERDASAN EMOSI DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA Reni Hidayati; Yadi Purwanto; Susatyo Yuwono
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.BRI Kebumen dengan teknik sampling acak purposive  dengan karakter- istik: usia minimum menandai 22 tahun, tingkat pendidikan minimal SLTA, tahun minimal layanan                  1 tahun. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data instrumen utama adalah kecerdasan emosional skala, skala stres kerja, dan skala appraissal kinerja. Berdasarkan hasil analisis den- gan dua teknik regresi prediktor, nilai R = 0.580 dan FRegresi = 11.909 dengan p 0.01. Hasil ini menunjukkan hubungan yang signifi kan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Artinya kecerdasan emosional dan stres kerja variabel dapat diterapkan menjadi prediktor untuk memprediksi prestasi kerja karyawan. Dari rx1y analisis korelasi parsial = 0.527 dengan p 0.01. Ini berarti ada hubungan positif  begitu signifi kan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja karyawan. Hasil yang lain, korelasi rx2y = -0.391, dengan p 0,01, berarti ada hubungan negatif  begitu signifi kan antara stres kerja dengan prestasi kerja karyawan.
KORELASI KECERDASAN EMOSI DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA Hidayati, Reni; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.BRI Kebumen dengan teknik sampling acak purposive  dengan karakter- istik: usia minimum menandai 22 tahun, tingkat pendidikan minimal SLTA, tahun minimal layanan                  1 tahun. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data instrumen utama adalah kecerdasan emosional skala, skala stres kerja, dan skala appraissal kinerja. Berdasarkan hasil analisis den- gan dua teknik regresi prediktor, nilai R = 0.580 dan FRegresi = 11.909 dengan p <0.01. Hasil ini menunjukkan hubungan yang signi? kan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Artinya kecerdasan emosional dan stres kerja variabel dapat diterapkan menjadi prediktor untuk memprediksi prestasi kerja karyawan. Dari rx1y analisis korelasi parsial = 0.527 dengan p <0.01. Ini berarti ada hubungan positif  begitu signi? kan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja karyawan. Hasil yang lain, korelasi rx2y = -0.391, dengan p <0,01, berarti ada hubungan negatif  begitu signi? kan antara stres kerja dengan prestasi kerja karyawan.
FENOMENA TERAPI RUQYAH DAN PERKEMBANGAN KONDISI AFEKSI KLIEN Sigit Dwi Setyawan; Yadi Purwanto
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4657

Abstract