Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ALUMINIUM OKSIDA PADA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN Lubis, Mahrizka Desi Ory; Putranti, Dwi Tjahyaning
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.382 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.202

Abstract

Pendahuluan : Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) masih menjadi bahan basis gigi tiruan yang paling sering digunakan. RAPP memiliki estetis yang baik, proses pembuatan yang mudah diperbaiki, mudah dalam proses pembuatan, dan harga relatif murah. Meskipun demikian, RAPP memiliki sifat mekanis yang rendah yaitu kekerasan dan sifat fisis yang penting seperti kekasaran permukaan, sehingga diperlukan  modifikasi dengan menambahkan bahan penguat berupa aluminium oksida (Al2O3) atau alumina. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. Metode : Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan 24 sampel berukuran 60 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10%, 15%. Kekerasan sampel kemudian di uji menggunakan Vickers Hardness Tester dan 24 sampel berukuran 80 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10, 15%  untuk kekasaran permukaan kemudian diuji menggunakan  Surface Roughness Tester. Data analisis dengan uji T independen Hasil : Nilai kekerasan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 15,551 VHN, 19,339 VHN, 25,505 VHN, dan 30,394 VHN; Sedangkan nilai kekasaran  permukaan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 0,189 µm, 0,221 µm, 0,271 µm dan 0,308 µm. Penambahan bubuk aluminium oksida pada RAPP dapat meningkatkan kekerasan dan kekasaran permukaan secara signifikan (p=0,0001 (p<0,05)),  Simpulan : Penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas berpengaruh dalam meningkatkan kekerasan dan meningkatkan kekasaran permukaan yang masih dapat diterima pada konsentrasi 7,5%.
PENGARUH PENYEMPROTAN EKSTRAK DAUN ALPUKAT DAN LARUTAN SODIUM HIPOKLORIT PADA CETAKAN ELASTOMER TERHADAP STABILITAS DIMENSI Putranti, Dwi Tjahyaning; Rizky, Afrita
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.602 KB)

Abstract

Faktor utama keberhasilan perawatan jangka panjang prostodonsia adalah keakuratan dari gigi tiruan. Prosedur pencetakan merupakan salah satu tahap yang sangat penting dalam pembuatan gigi tiruan. Polivinil siloksan (PVS) adalah bahan cetak elastomer yang sering digunakan di kedokteran gigi untuk melakukan pencetakan. Berdasarkan anjuran American Dental Association (ADA) membersihkan darah dan saliva dari hasil cetakan menggunakan larutan desinfektan sebelum dilakukan pengisian gipsum di laboratorium sangatlah penting. Proses desinfeksi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia buatan maupun alami. Salah satu metode desinfeksi adalah metode penyemprotan, yang dapat mengurangi resiko perubahan stabilitas dimensi hasil cetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyemprotan ekstrak daun alpukat 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap stabilitas dimensi. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan sampel hasil cetakan elastomer yang telah diisi gips tipe IV diperoleh dari pencetakan pada model induk yang terbuat dari stainless steel berbentuk 2 mahkota yang telah dipreparasi dengan ukuran bukolingual 6,33 mm, oklusogingival 8,02 mm, dan interpreparasi 28,25 mm. Jumlah sampel 30 buah untuk 3 kelompok. Sampel diukur menggunakan kaliper digital kemudian dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyemprotan ekstrak daun alpukat 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap stabilitas dimensi, namun perubahan yang terjadi dalam batas yang masih dapat di tolerir dengan persentase perubahan stabilitas dimensi &lt;0,5%, tetapi tidak ada perbedaan pengaruh antara penyemprotan ekstrak daun alpukat 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap stabilitas dimensi.
Pengaruh Pemendaman Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas dalam Minuman Tuak Aren Terhadap Kekasaran Permukaan dan KekuatanIimpak Putranti, Dwi Tjahyaning; Ulibasa, Lidya Pratiwi
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 4 No 2 (2015): JMKG Vol 4 No 2 September 2015
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.457 KB)

Abstract

Tuak aren is traditional alcoholic beverages from North Sumatera especially consumed by Bataknese and Simalungunese. Some of those people are the heat cured acrylic denture wearers. This purpose of this research is to study the effect of immersion duration of heat cured acrylic resin in “Tuak aren” towards surface roughness and impact strength. The samples are heat cured acrylic resin plate with a size of 65 x 10 x 2,5 mm for testing the surface roughness and 80 x 10 x 4 mm for testing the impact strength. There are total 12 groups, 6 groups for surface roughness test and 6 groups for impact strength test. Each group consists of 6 samples. Either treatment sample (“Tuak aren”) and control sample (aquadest) were immersed for 5, 10 and 15 days. Based on T-Independent test, there were significant differences of surface roughness (∆Ra) and impact strength of heat cured acrylic resin between after being immersed in “Tuak aren” and in aquadest for 5, 10, and 15 days. Then, based on One-Way Anova test, the result showed various immersion duration have no significant influenced on surface roughness (∆Ra) (p > 0,05) but various immersion duration have significant influenced on impact strength (p < 0,05). Heat cured acrylic resin denture base exposed to “Tuak aren” for three years can decrease its impact strength nevertheless the changes of surface roughness doesn’t occur significantly.
The effect on color and dimensional stability of heat cured acrylic resin denture base after being immersed in chocolate and tea drinks Supramaniam, Nithiakala; Putranti, Dwi Tjahyaning
Indonesian Journal of Prosthodontic Vol 2, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Indonesia Prosthodontic Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.431 KB) | DOI: 10.46934/ijp.v2i1.16

Abstract

The denture base is an important part because it acts as a support for the tissue around the tooth. Optimal support and aesthetic result in the manufacture of denture bases require several considerations. Color and dimensional sta- bility are one of the important factors for denture bases. In this experimental laboratory study, the denture base was immersed in chocolate and tea drinks and measured the color and dimensional stability before and after immersing. Colorimeter is used as a measurement device for color stability and digital calipers as a measurement device for dimensional stability. The mean differences in color and base dimensions of the dentures were tabulated and the Kruskal-Wallis test was used to analyze them. The results showed that there were very high differences in color and dimensions of immersing tea drinks
Pengaruh perendaman cetakan alginat dalam larutan sodium hipoklorit dan metode pengadukan alginat terhadap perubahan dimensi model kerja Putranti, Dwi Tjahyaning; Azhari, Fariz
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 3 No. 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v3i2.2140

Abstract

Alginat merupakan salah satu bahan cetak yang digunakan di kedoteran gigi. Pada saat prosdur pengambilan cetakan dilakukan, saliva akan menempel pada hasil cetakan, yang merupakan sumber kontaminasi terjadinya infeksi silang pada dokter gigi maupun laboratorium, karena itu desinfeksi bahan cetak direkomendasikan oleh American Dental Association (ADA). Perendaman dengan larutan sodium hipoklorit dapat digunakan sebagai desinfektan pada bahan cetak. Proses desinfeksi dikhawatirkan dapat memberikan efek pada perubahan dimensi bahan cetak terutama pada bahan yang sifatnya hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman cetakan alginat dalam larutan sodium hipoklorit dan metode pengadukan alginat terhadap perubahan dimensi model kerja. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah sampel hasil cetakan alginat yang telah diisi dental stone tipe III yang diperoleh dari pencetakan pada model master yang telah ditanam dai silinder dengan tinggi 6 mm dan diameter 6 mm, yang ditempatkan di tiga titik pada model master, titik pertama ditempatkan di papila insisivum yang berjarak 10 mm dari median line, titik kedua ditempatkan di molar kedua kanan sebelah kiri dan titik ketiga ditempatkan di molar kedua kanan. Jarak dari titik pertama ke titik kedua disebut garis dimensi antero-posterior (AP) serta jarak dari titik kedua dan ketiga disebut garis dimensi jarak lengkung kedua sisi rahang cross-arch (CA) sebanyak 24 sampel yang dibagi atas 6 kelompok perlakuan dengan masing masing 4 sampel.  Sampel diukur nilai dimensinya kemudian dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan uji one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh metode pengadukan  alginat  secara  manual, semi automatic dan fully automatic pada cetakan alginat yang tidak direndam dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% selama 10 menit terhadap perubahan dimensi pada model kerja dilihat dari garis antero-posterior (AP) diperoleh p = 0,001 (p < 0,05),. Diketahui juga pada garis cross-arch (CA) diperoleh p = 0,025 (p < 0,05). dan ada pengaruh  metode  pengadukan  alginat  secara  manual, semi automatic dan fully automatic pada cetakan alginat yang direndam dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% selama 10 menit terhadap perubahan dimensi pada model kerja dilihat dari garis antero-posterior (AP) diperoleh p = 0,0001 (p < 0,05), sedangkan pada garis cross-arch (CA) diperoleh tidak ada pengaruh yang signifikan p = 0,057 (p > 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perubahan dimensi yang terjadi pada metode pengadukan cetakan alginat yang kemudian dilakukan desinfeksi dengan perendaman larutan sodium hipoklorit 0,5% bisa digunakan sebagai alternatif bahan desinfeksi untuk bahan cetak alginat.