Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI MASSA DI TENGAH PANDEMI COVID-I9 Rosyidi Rosyidi
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Hudan Linnaas Vol. 2 No. 1, 2021
Publisher : Al-Amien Prenduan for Islamic Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.202 KB) | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v2i1.388

Abstract

Komunikasi massa memiliki peran yang sangat signifikan dalam merubah keadaan masyarakat, merubah pola pikir mereka dan dengan mudah menggiring sudut pandang mereka terhadap sesuatu. Pada masa COVID-19 kepercayaan masyarakat terhadap virus tersebut sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang diinformasikan oleh madia massa. Virus tersebut bahkan pada awal kemunculan nyaris tidak diyakini oleh masyarakat keberadannya, namun saat media massa menampilkan berbagai hal yang dapat meyakinkan masyarakat tentang fenomina pandemic tersebut, sehingga masyarakat lebih bersiap melakukan antisipasi dan penangggulangan terhadap COVID-19 tersebut. Begitupula dengan proses antisipasi dan penanggulangannya, yang mana pemerintah menerapkan sistem wajib vaksin dalam rangka penanggulangannya, namun hal tersebut pada mulanya mendapatkan spekulasi yang berbeda-beda bahkan penolakan dari berbagai kalangan, namun dengan peran yang dimainkan oleh media massa sehingga membentuk pradigma baru, pengakuan kearah positif adanya vaksin tersebut, melihat fenomina tersebut, dapat disimpulkan, bahwa peran komunikasi massa di tengah pandemi COVID-I9 ini, memiliki peran yang sangat signifikan dalam penanggulangannya.
Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19 Rosyidi; Unsiyah Jamilah
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v1i3.1108

Abstract

Communication is very important in the learning process with good communication, the teaching and learning process run well. In the learning process, lecturers communicate with students using various methods, both direct and indirect communication. The COVID-19 pandemic that has hit the world, including Indonesia, has changed the teaching and learning process around the world. The learning and teaching process is on average carried out remotely or online learning. The purpose of this research is to categorize communication patterns in the learning process carried out by lecturers in communicating on campus online, and see the factors that are obstacles and solutions to learning. This study concluded that the communication pattern that is often used is the saxunder communication pattern because it is an effective communication pattern and prevents contracting the Covid-19 virus. The inhibiting factors of the communication process are obstacles from the delivery of the message, the recipient of the message, technical barriers, physical barriers, semantic barriers, and psychological barriers. Meanwhile, the solution is that the lectures gaves a time gap in advance, providing free internet facilities to the learner.
Produk Keripik Pentol Siwalan (KRIPTOL) Sebagai Optimalisasi Kekayaan Alam Lokal Menuju Ekonomi Mandiri Uswatun Hasanah; Rosyidi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Sistem Informasi dan Teknologi (Sisfokomtek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.103 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i2.418

Abstract

Dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, pelaku pengabdian perlu menggunakan metode tertentu dalam pelaksanaannya. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) Yang bertumpu pada pencarian aset berbasis pengembangan komunitas, mencari aset yang terdapat dalam sebuah masyarakat kemudian menjadikan sebuah aset tersebut sebagai sebuah kekuatan untuk meningkatkan atau mengembangkan masyarakat tersebut. Siwalan yang terdapat di Desa Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep, merupakan kekayaan alam yang melimpah, namun pemanfaatannya belum melahirkan sebuah olahan, hasilnya dijual dalam bentuk mentahan, dengan demikian pengabdian ini bermaksud membuat olahan dari siwalan, berupa kripik pentol siwalan yang tentu secara tekstur akan jauh lebih tahan lama dibandingkan siwalannya, dan dalam pemasaran produksinya dapat meningkatkan pasar keranah lebih luas, yang tentunya secara ekonomi akan meningkatkan income yang lebih besar, dan pada perkembangannya ketika kebutuhan pasar meningkat, maka peluang kerja bagi masayarakat semakin luas pula. Inilah bentuk dari optimalisasi potensi alam yang ada, guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dengan menggunakan pendekatan abcd yang bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi mandiri masyarakat Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan kabupaten Sumenep.
PENGUATAN PERAN MASJID SEBAGAI PUSAT BELAJAR BAGI ANAK Rosyidi Rosyidi; Uswatun Hasanah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2491

Abstract

Melihat sejarah kejayaan islam maka dapat diketahui bahwa masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk peradaban umat Islam oleh karena itu dalam pengabdian ini bermaksud melakukan penguatan peran masjid sebagai pusat belajar bagi anak, melihat dari kondisi yang ada di lapangan pada Desa pragaan Daya banyak terdapat masjid dan mushola namun tempat tersebut berfungsi sebagai tempat ibadah saja tidak banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan di masjid, dengan demikian pengabdian ini dilakukan untuk menjadikannya sebagai pusat belajar bagi anak. Pengabdian ini menggunakan metode ABCD yaitu dengan melihat aset yang ada di tengah masyarakat. hasil pengabdian menunjukkan bahwa program penguatan peran masjid sebagai pusat belajar bagi anak dilaksanakan dengan berbagai kegiatan sebagaimana berikut; a) program les pengayaan, b) kajian fiqih wanita c) bimbingan mengaji d) menghafal surat Juz 30, e) baca tulis Alquran, f) pembelajaran tajwid, g) pembelajaran bahasa Arab, h) bimbingan bacaan sholat, i) bimbingan praktek shalat, j) pembacaan sholawat, k) bimbingan tugas sekolah atau menyelesaikan PR. Program ini mendapat dukungan penuh, baik dari kepala desa maupun masyarakat setempat terbukti dengan semakin hari semakin banyaknya peserta didik dan kesiapan kepala desa dalam membantu berjalannya kegiatan tersebut baik bantuan secara moril maupun materil.
Rokat Kampong: wujud akulturasi Islam dalam budaya lokal Uswatun Hasanah; Rosyidi Rosyidi
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v9i1.13994

Abstract

The people of Tojeren Pragaan Daya Pragaan Sumenep hamlet maintain the local cultural values they have received from their ancestors but they also incorporate Islamic elements or activities into their implementation. Islamic activities that exist in these local cultural traditions create a new culture called Rokat Kampong which is a form of cultural acculturation. This research was conducted to see the form of Rokat Kampong implementation in Islamic acculturation. This research is descriptive phenomenological research with data collection through interviews, observation and documentation. The results showed that the community carried out the Rokat Kampong program by incorporating Islamic activities but did not abandon the local cultures they had received from their ancestors. Through various processions of Islamic activities and the slaughtering of goats in this Rokat Kampong program and the burial of heads, kokot of goats with beliefs, certain prayer processions, is evidence of the acculturation of Islam in the local culture. Based on the results of research, it can be concluded that, in Rokat Kampong activities, there are elements of local culture and acculturation of Islamic values that are included in
STRATEGI DAKWAH PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA PAKAMBAN LAOK UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK SANTRI Rosyidi Rosyidi; Lailis Sariroh
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Hudan Linnaas Vol 4 No. 1, 2023
Publisher : Al-Amien Prenduan for Islamic Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v4i1.1132

Abstract

Di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Pakamban Laok selain karakter dan latar belakang santri yang bermacam-macam, Pondok Pesantren Nurul Huda juga memiliki beberapa santri yang seringkali berulah seperti, tidak menghormati yang lebih tua, bertengkar, berkata tidak sopan, pacaran, mencuri, dan lain sebagainya. Melihat problem tersebut maka keberadaan pondok pesantren memiliki peran aktif di dalam melakukan strategi dakwah untuk meningkatkan akhlak santri. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan strategi dakwah Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Pakamban Laok untuk meningkatkan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Field research yaitu suatu penelitian dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mencari bahan-bahan yang mendekati kebenaran. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi (pengamatan), wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi dakwah yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Huda untuk meningkakan akhlak santri, yaitu melalui beberapa strategi diantaranya adalah strategi, 1) Nasehat, 2) Pengajian kitab kuning, 3) peraturan pondok pesantren, 4) Kegiatan keagamaan, 5) Keteladanan, dan 6) Pembiasaan. Serta terdapat faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan akhlak santri. Dengan adanya strategi ini, santri semakin meningkat akhlaknya dibuktikan dengan adanya peningkatan dalam kualitas ibadah santri serta akhlak santri yang mulai membaik.