Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN GUMAYA TOWER HOTEL SEMARANG Yuniarto Rahmad Satato; Hendrajaya Hendrajaya
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 1 No. 3 (2021): NOVEMBER : JURNAL ILMU MANAJEMEN, EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Amik Veteran Porwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.394 KB) | DOI: 10.55606/jimek.v1i3.61

Abstract

Di Gumaya Tower Hotel Semarang Insentif dikendalikan oleh General Manager, salah satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan, pelatihan dan kepuasan karyawan adalah melalui insentif. Insentif sangat penting bagi karyawan itu sendiri sebagai individu, karena besarnya insentif merupakan ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Insentif dapat dikatakan sebagai usaha dari organisasi dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan kepada organisasi. Agar nantinya organisasi tidak akan kehilangan karyawan yang memiliki tenaga ahli yang terampil. Bagi karyawan insentif juga berpengaruh pada kualitas hasil pelayanan kepada konsumen (tamu), yang akan berdampak positif bagi organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Gumaya Tower Hotel Semarang, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 55 responden. Teknik yang digunakan adalah penelitian populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan terhadap variabel prestasi kerja karyawan, sehingga hipotesis yang diajukan terbukti diterima. Hasil ini juga didukung dengan hasil analisis regresi linear berganda tabel 4.11 dimana koefisien regresi pelatihan sebesar 0, 597, nilai t hitung ( 5,810 ) > t tabel ( 2,01 ) dan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hasil insentif ini juga didukung hasil analisis regresi linier berganda dimana koefisien regresi insentif adalah sebesar 0,366 , nilai t hitung ( 13,324 ) > t tabel ( 2,01 ) dan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh hasil bahwa variabel pelatihan dan insentif berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung ( 123, 765 ) > F tabel ( 3,18 ) dengan angka signifikan 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis ketiga yang diajukan ada pengaruh positif dan signifikan pelatihan dan insentif secara bersama – sama terhadap prestasi kerja karyawanterbukti dapat diterima. Saran kepada kepada manajemen Gumaya Tower Hotel Semarang dapat dijadikan pertimbangan bagi Human Resources Departement ( HRD ) dalam memberikan Insentif untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan yang konsekuensinya dapat berpengaruh pada efektifitas organisasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja karyawan.
POTENSI WISATA KAMPUNG PELANGI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA Yuniarto Rahmad Satato; Henry Yuliamir; Eni Rahayu
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v12i1.709

Abstract

The tourist attraction is one important element in the world of tourism. Tourist objects and attractions can be natural, cultural, man-made, living arrangements and so on that have attractions and selling oints to be visited or enjoyed by tourists. In this study, the rainbow village is one of the artificial tours in the city of Semarang that must meet the 4A tourism component, namely Attractions, Accessibility, Amity, Ancillary. The purpose of this study was to determine the development of the 4A Tourism Components of Rainbow Village tourism as an artificial tour in the city of Semarang. This study uses a qualitative method with 9 respondents. Data collection techniques using interview, observation and documentation. The analysis uses data processing from the data findings and is developed to get conclusions.The results showed that the rainbow village fulfilled the 4A tourism component. It also found how to manage development efforts and provided suggestions for completion.
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 4 SEMARANG Yuniarto Rahmad Satato; Budi Purnomo
Jurnal Visi Manajemen Vol. 6 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Visi Manajemen
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.439 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Semarang yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah dan kompetensi guru terhadap motivasi belajar dan dampaknya terhadap hasil belajar. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pimpinan. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas serta uji persyaratan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa motivasi belajar tidak dapat memediasi pengaruh lingkungan sekolah dan kompetensi guru terhadap hasil belajar di SMP Negeri 4 Semarang.
KOMPETENSI, DISIPLIN KERJA DAN BUDAYA KERJA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Yuniarto Rahmad Satato; Bima Prahar Adilase; Ganda Subrata
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol 1 No 1 (2022): Januari : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.371 KB) | DOI: 10.55606/jempper.v1i1.178

Abstract

This research was conducted in the sub-district office in Demak Regency which aims to determine the effect of competence, work discipline and work culture on employee performance in the sub-district of Demak Regency. The research data was obtained through questionnaires and interviews. The sample used in this study was 60 respondents. The results of the study are expected to provide useful information for leaders and employees. The data obtained were processed using descriptive analysis and quantitative statistical analysis. Quantitative analysis uses regression analysis to determine the effect of the independent variable on the dependent variable, but before the test is carried out, the validity and reliability tests are carried out first and the requirements test. The results of the regression analysis show that competence, work discipline and work culture have a positive and significant impact on employee performance at sub-districts in Demak Regency.
Studi Strategi Pemasaran Selama Masa Pandemi Covid 19 Pada UMKM Olahan Tempe Semarang Syamsul Hadi; Yuniarto Rahmad Satato; Mochamad Ainan
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 15 No 2 (2022): DESEMBER: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v15i2.882

Abstract

This research is a type of field research, where the author goes directly to the field in processed tempeh SMEs in Tempe Processed Village, Sampangan Village, Gajah Mungkur District, Semarang City. The study used data analysis techniques, namely qualitative methods with a descriptive approach. In analyzing the data, the researcher conducted observations, interviews, and documentation to obtain the required data. The results showed that to survive the COVID-19 pandemic, the efforts made were marketing through social media, promotion through social media and maintaining the quality of products and services from Tempe Processed SMEs.
MEMBANGUN EKOSISTEM EKONOMI KREATIF MELALUI KELEMBAGAAN, ASPEK LEGAL DAN PEMASARAN MENUJU RINTISAN DESA KREATIF Haniek Listyorini; Idah Kusuma Dewi; Yuniarto Rahmad Satato
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14726

Abstract

Abstrak : Desa-desa yang telah mengembangkan daya tarik wisata didorong oleh pemerintah untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif sesuai potensi lokal. Namun pemerintah desa dan pelaku UMKM belum memahami sehingga perlu pendampingan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif di Desa Bojong dalam rangka merintis Desa Kreatif Inisiatif. Metode pengabdian yang dilakukan meliputi sosialisasi, FGD, survey, pelatihan dan praktek. Mitra kegiatan adalah pemerintah desa dan 51 pelaku UMKM local. Kegiatan ini berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan pengetahuan ekonomi kreatif dari 20% menjadi 80%, terbentuknya kelembagaan desa kreatif, pendataan identitas dan sub sektor ekonomi kreatif UMKM lokal, pelatihan aspek legal dan upaya promosi dan penjualan. Tujuh upaya promosi dan penjualan telah dilakukan yaitu penjualan paket wisata ekraf, bazar, gerai UMKM, familiarization trip, penjualan produk ke hotel serta inovasi produk. Dari kegiatan ini masyarakat memperoleh softskill yaitu pengetahuan ekonomi kreatif, ketrampilan pelayanan, kolaborasi, kemampuan promosi dan penjualan, juga memperoleh hardskill dalam bentuk kemampuan inovasi produk dan literasi digital.Abstract: Villages that have developed tourist attractions are encouraged by the government to form a creative economy ecosystem. This community service aims to form a creative economy ecosystem in Bojong Village as a Creative Village. The service methods carried out include socialization, FGD, surveys, training and practice. This community service is in partnership with the village government and 51 local SME. This program successfully developed a creative economy ecosystem through increasing creative economy knowledge from 20% to 80%, forming creative community as the institution for creative village, collecting data on community subsector products, training on legal aspects and increasing promotion and sales. Seven promotional and sales efforts have been carried out, namely selling tour packages, bazaars, MSME outlets, familiarization trips, selling product to hotels and product innovation. From these activities the community gained a number of soft-skills such as knowledge skill, service skill, collaboration skill, promoting and selling skill, also gained hard-skill in product innovation and digital literacy.
Pemanfaatan Dan Penjualan Garam Bledug Kuwu Sebagai Produk Cendera Mata Khas Desa Kuwu Grobogan Idah Kusuma Dewi; Yuniarto Rahmad Satato
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.1012

Abstract

Desa Kuwu Grobogan dinyatakan sebagai desa wisata rintisan. Sebagai penyangga ODTW atau obyek daya tarik wisata berupa semburan lumpur "Bledug Kuwu" ,merupakan fenomena alam yang unik beserta keberadaan para petani garamnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Kuwu Grobogan ini merupakan upaya membantu pengembangan usaha ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi garam Bledug Kuwu sebagai produk cendera mata pangan khas wisata. Metode kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi potensi garam Bledug Kuwu kepada perwakilan masyarakat meliputi, Pokdarwis, BumDes, Karang Taruna, Kelompok PKK dan UMKM serta para petani garam dan mempraktekkan langsung cara menggunakan garam kasar Bledug Kuwu sebagai bahan utama pengawet ikan yaitu ikan Kembung atau Banyar. Ada peluang penjualan garam Bledug Kuwu sebagai garam unik pengawet pangan khususnya ikan dan penjualan ikan asin sebagai cendera mata pangan khas Desa Kuwu. Penjualan garam bledug kuwu sebagai cendera mata yang khas dan ikan asin Bledug Kuwu memerlukan kemasan yang menarik. Dimulai dari proses pembelian kemasan, pengemasan, pembuatan label sementara, penyiapan no PIRT, pendaftaran ke BPOM, serta pelatihan promosi kepada kelompok karang taruna, kelompok PKK maupun UMKM yang akan menjual secara offline maupun online. Pengemasan dapat dilakukan oleh petani garam sendiri, kelompok PKK ataupun melalui pokdarwis dan BumDes dengan branding garam khas Bledug Kuwu.