Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Ekstraksi Digital Surface Model (DSM) dari Data Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Berbasis Point Cloud Indra Laksana; R Suharyadi; M. Pramono Hadi
Journal of Geography of Tropical Environments Vol 3, No 2 (2019): August
Publisher : Open Journal System

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.148 KB) | DOI: 10.7454/jglitrop.v3i2.59

Abstract

Abstrak. Akuisisi data dengan menggunakan pesawat tanpa awak semakin sering dilakukan. Penelitian ini memodelkan data elevasi dari pengukuran lapangan dengan menggunakan pesawat tanpa awak. Tujuan dari penelitian ini :(1) untuk menguji kemampuan pesawat tanpa awak dalam mengakuisisi data elevasi, dan (2) untuk membandingkan data elevasi jika ditambahkan data point cloud dan data pengukuran batimetri. Metode pengolahan dengan menggunakan data point cloud dilakukan dengan pertama-tama mencocokkan titik kunci. Pencocokan titik kunci mengkaitkan seluruh hasil foto udara hingga membentuk satu kesatuan area yang telah difoto. Selanjutnya dilakukan penampalan titik ikat pada area yang telah terbentuk dari pencocokan titik kunci. Titik ikat berfungsi sebagai koreksi data pada saat pesawat tanpa awak melakukan pengambilan data. Foto udara yang telah dikoreksi kemudian diolah untuk mendapatkan data point cloud. Point cloud berguna sebagai data penyusun ortofoto dan data Digital Surface Model (DSM). Pengolahan data point cloud hingga menghasilkan DSM dilakukan dengan menggunakan software Pix4D dan Agisoft photoscan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan DSM ketika data pointcloud ditambahkan data titik ikat dan data pengukuran batimetri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuisisi data menggunakan pesawat tanpa awak mampu menghasilkan data yang dapat dipercaya. Selain dapat dipercaya akuisisi data dengan pesawat tanpa awak lebih murah jika dibandingkan dengan akuisisi data dengan foto udara.Keywords:  digital surface model, pesawat tanpa awak, titik ikat Abstract. Data acquisition using unmanned aircraft is increasingly being done. This study models elevation data from field measurements using unmanned aircraft. The purpose of this study: (1) to test the ability of unmanned aircraft to acquire elevation data, and (2) to compare elevation data if added point cloud data and bathymetry measurement data. The processing method using point cloud data is done by first matching key points. Matching key points links all aerial photography results to forming a single unit area that has been photographed. Next, a tie point is carried out in the area formed from matching key points. Tie points function as data correction when unmanned aircraft take data. Corrected aerial photos are then processed to obtain point cloud data. Point cloud is useful as orthophoto compiler data and Digital Surface Model (DSM) data. Point cloud data processing to produce DSM is done using Pix4D and Agisoft photoscan software.The results obtained showed that there was an increase in DSM capabilities when point cloud data was added to the tie point data and bathymetry measurement data. So, it can be concluded that data acquisition using unmanned aircraft is able to produce reliable data. Besides being reliable, data acquisition with unmanned aircraft is cheaper compared to data acquisition with aerial photography.Keywords: unmanned aerial vehicle, ground c point, Digital surface modelDOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v3i2.59
High Resolution Remote Sensing Data Application to Assess Parking Space in Urban Area Suharyadi Suharyadi; Iswari Nur Hidayati
Indonesian Journal of Geography Vol 52, No 3 (2020): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.57604

Abstract

The increase population in a large city such as Yogyakarta has caused an increase in the number of cars. The large number of cars created another problem of limited parking space in the city. Currently, there is a lack of a spatial approach to solve the problem of parking space. With the availability of high-resolution remote sensing data, the business area in the city can be mapped accurately. This study aims to map the business zone in Yogyakarta City and to estimate the needs of parking space for trade, service, and education centers in Yogyakarta City using remote sensing imagery. The business zone really needs a parking area because many people as producers for loading goods and consumers buy at these stores. The method used to estimate the vehicle parking space requirement is a combination of field surveys and the interpretation of remote sensing images. The field survey was used to obtain the characteristics of the visitors, and the volume of filled parking space. Meanwhile, remote sensing imagery was used to obtain spatial data of land use. The parking requirements of commercial buildings are 2.25-3.15 spaces per 100 m2, offices are 1.0-1.60 spaces per 100 m2, hotels are 0.25-0.35 spaces for each sleeping room, theaters are 0.06 spaces for every seat, hospitals are 0.60 spaces for each bed, and schools are 0.10 space for every student. This paper demonstrated the use of remote sensing to solve urban vehicle problems, and such information can be used for city planning.
Developing an Extraction Method of Urban Built-Up Area Based on Remote Sensing Imagery Transformation Index Iswari Nur Hidayati; R Suharyadi; Projo Danoedoro
Forum Geografi Vol 32, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v32i1.5907

Abstract

Studying urban areas using remote sensing imagery has become a challenge, both visually and digitally. Supervised classification, one of the digital classification approaches to differentiate between built-up and non-built-up area, used to be leading in digital studies of urban area. Then the next generation uses index transformation for automatic urban data extraction. The extraction of urban built-up land can be automatically done with NDBI although it has one limitation on separating built-up land and bare land. The previous studies provide opportunities for further research to increase the accuracy of the extraction, particularly using index transformation. This study aims to obtain the maximum accuracy of the extraction by merging several indices including NDBI, NDVI, MNDWI, NDWI, and SAVI. The merging of the indices is using four stages: merging of two indices, three indices, four indexes and five indices. Several operations were experimented to merge the indices, either by addition, subtraction, or multiplication. The results show that merging NDBI and MNDWI produce the highest accuracy of 90.30% either by multiplication (overlay) or reduction. Application of SAVI, NDBI, and NDWI also gives a good effect for extracting urban built-up areas and has 85.72% mapping accuracy.
Penyusunan Basis Data Spasial Fasilitas Bangunan Gedung bagi Penyandang Disabilitas (Universitas Gadjah Mada Menuju Kampus Inklusi) R. Suharyadi; Iswari Nur Hidayati; Wuri Handayani
Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.50199

Abstract

Sebagai universitas terkemuka di tanah air, Universitas Gadjah Mada harus siap menjelma sebagai kampus inklusi. Artinya, kampus yang ramah terhadap penyandang diasbilitas. Untuk menjadi kampus inklusi, maka pengelola kampus harus menyediakan fasilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Untuk itu penyusunan database spasial bangunan Gedung dengan informasi fasilitas penyandang disabilitas perlu diwujudkan. Basis data yang disusun akan bersumber dari data penginderaan jauh, dan memanfaatkan fasilitas sistem informasi geografis untuk pemanfaatan data spasial. Tujuan penelitian adalah (1) inventarisasi dan menyusun basis data bangunan gedung dan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di Kampus Universitas Gadjah Mada, (2) memberikan rekomendasi penyediaan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas kampus UGM. Interpretasi visual digunakan sebagai metode untuk ekstraksi bangunan Gedung di UGM. Citra penginderaan jauh yang digunakan berupa mosaic foto udara format kecil yang dipotret dengan menggunakan wahana tanpa awak. Survey lapangan dilakukan dengan cara sensus pada seluruh bangunan Gedung di kampus UGM. Penyusunan basis data spasial menggunakan fasilitas sistem informasi geografi. Hasil penelitian berupa data base spasial bangunan Gedung dan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di kampus UGM. Atribut yang menyertadi data base tersebut antara lain aksesibilitas bagi penyandang disabilitas berupa ramp atau lift, guiding block, dan fasilitas toilet.
Pengaruh Jumlah Kelas dan Skema Klasifikasi terhadap Akurasi Informasi Penggunaan Lahan Hasil Klasifikasi Berbasis Objek dengan Teknik Support Vector Machine di Sebagian Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah Aria Jaka Dwiputra; R. Suharyadi; Projo Danoedoro
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4772.844 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15632

Abstract

Pemanfaatan Citra Sentinel 2 untuk Memprediksi Sebaran Hama Wereng Cokelat di Sebagian Wilayah Kabupaten Pangandaran Achmad Perlambang, Yudha; R. Suharyadi, R. Suharyadi; Heru Jatmiko, Retnadi
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i8.171

Abstract

Hama wereng coklat merupakan salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman padi, pendeteksian hama ini secara akan sangat membantu dalam pengendalian hama yang efektif. Penginderaan jauh merupakan suatu sistem yang dapat merekam perubahan yang terjadi di permukaan bumi, termasuk kerusakan yang disebabkan hama. Maxent merupakan salah satu pemodelan yang dapat menggambarkan sebaran suatu spesies, dengan pemodelan ini diharapkan mampu memprediksi sebaran hama mengunakan satelit penginderaan jauh sebagai input. Dari model yang dihasilkan, probabilitas tertinggi yang didapatkan model untuk memprediksi sebaran hama adalah sebesar 0,694 dengan kinerja model yang dipresentasikan sebagai area under curve (AUC) yang memiliki nilai 0,514
Teknologi Pesawat Tanpa Awak untuk Pemetaan Skala Detail Rencana Jaringan Pipa Sanitasi Komunal bagi Masyarakat Dusun Kepek 1, Kepek, Wonosari, Gunungkidul Suharyadi Suharyadi; Yudhistira Tri Nurteisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 2, No 1 (2016): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.831 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.22081

Abstract

Human settlements can not be separated from the emergence of waste generated by human activity. Waste will give a negative efect on health and the environment if not handled and managed properly. Hamlet Kepek 1, Kepek, Wonosari have realized the impact that arises when household waste is not managed properly. For that, some residents have initiated a communal waste management and manufacture of communal sanitation pipelines. Conventionally, communal sanitary pipe network planning and data requires a huge cost, for it takes breakthrough of utilization of appropriate technology to facilitate the planning process and reduce the cost incurred.Utilization of small format aerial photographs resulting from the unmanned aircraf vehicle (UAV) used as an alternative technology in the planning communal sanitation pipelines. Analytical methods to create a map of the communal sanitation pipelines through least cost path analysis. Utilization of UAV technology is expected to make the planning of communal sanitary pipelines with good results and at afordable costs. Te result of small format aerial photography from unmanned aircraf vehicle (UAV) can be used to produce the spatial data with high resolution. Small format aerial photographs produced is then processed to obtain the orthophoto image and the image of Digital Surface Model (DSM). Both kinds of remote sensing image are then used as the main data to create maps of the communal sanitation pipelines. Te result of processing in the form of a map of communal sanitation pipelines in t Kepek 1 at low cost and appropriate technology.
Integrasi Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk Evaluasi Penentuan Letak Bangunan Candi di Wilayah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Sutikno Sutikno; Suharyadi Suharyadi
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2130.154 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13084

Abstract

ABSTRAK Sebagai bangunan keagamaan, bangunan candi didirikan atau dibangun berdasarkan syarat tertentu.  Dikenal beberapa kitab pedoman pembangunan candi seperti Manasara, Silpasastra, Vastupurusa, Kashyapasilpa. Pedoman pembangunan candi tersebut tidak hanya berlaku di India saja tetapi juga di Indonesia dan begitu juga di wilayah Prambanan. Lahan yang sesuai adalah lahan yang subur, datar, jenis tanah yang baik, permeabilitas baik, tidak mengandung gas atau racun, serta mudah memperoleh air. Kesesuaian lahan merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian dilakukan terhadap lahan di wilayah Prambanan meliputi Kecamatan Kalasan dan Prambanan Kabupaten Sleman, DIY dan Kecamatan Prambanan,  Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Digunakan data foto udara hitam putih skala 1:20.000 liputan wilayah Yogyakarta tahun perekaman 2001. Dari foto udara akan dilakukan interpretasi parameter fisik lahan yaitu bentuklahan dan penggunaan lahan.  Parameter lainnya diperoleh dari data sekunder hasil penelitian yang telah dilakukan. Dilakukan interpretasi, digitasi, overlay analisis dan penilaian terhadap parameter fisik lahan dengan bantuan perangkat SIG dan diperoleh kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi. Diperoleh tiga kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi yaitu kelas S1 (Baik), S2 (Sedang) dan S3 (Buruk). Dari 11 bangunan candi terdapat sembilan candi yang terletak di lahan kelas S1 (Baik), dua candi di lahan kelas S2 (Sedang) dan tidak ada candi yang terletak di lahan kelas S3 (Buruk). Bangunan candi yang didirikan dengan persyaratan lahan secara konseptual dan tradisional berdasarkan kitab ternyata  sesuai dengan kriteria  kesesuaian lahan dalam pengetahuan modern. Integrasi antara data penginderaan jauh (foto udara) dan perangkat analisis SIG (ArcView) dapat digunakan untuk menyadap informasi parameter fisik lahan untuk memperoleh kelas kesesuaian lahan untuk bangunan candi di wilayah Prambanan. ABSTRACT As a religious building, the temple was founded  or constructed based on certain conditions. Known some as the book of temple construction guidelines as Manasara, Silpasastra, Vastupurusa, Kashyapasilpa. Temple construction guidelines is not only apply in India, but also in Indonesia and so also in the Prambanan. Suitable land is fertile land, flat, kind of good soil, good permeability, contains no gas or toxic and easy to get water. Land suitability is the main of this research. Research carried out on Prambanan area includes the Kalasan and Prambanan sub-district  Sleman Regency, Yogyakarta and Prambanan sub-district, Klaten regency, Central Java. Data was used panchromatic aerial photographs scale of 1: 20,000 coverage of Yogyakarta recording year 2001. From the aerial photo will intrepret using physical parameter, namely landforms and land use. Other parameters obtaine from secondary data from results of previous research. Interpretation, digitization, overlay analysis and assessment of the physical parameters use GIS tool and obtaine land suitability category for temple.  There are three category of land suitability for temple is S1 (Good), S2 (moderate) and S3 (Bad). From the 11 temple, there are nine temples located in the S1 (Good), two temples in S2 (moderate) and no temples in  S3(Poor). The temple building was established with the requirements land in conceptual and traditional based on the book with the criteria of land suitability in modern science. The integration between remote sensing data (aerial photos) and analysis tools GIS (ArcView) can be used to extract physical parameters information to obtain land suitability categories in Prambanan Temple building in the region.
Perubahan Penggunaan Lahan dan Faktor yang Mempengaruhinya di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Kusrini Kusrini; Suharyadi Suharyadi; Su Rito Hardoyo
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.298 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13358

Abstract

ABSTRAK Berbagai fenomena perubahan penggunaan lahan telah terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sejalan dengan semakin meningkatnya pertambahan jumlah penduduk yang secara langsung berdampak pada kebutuhan terhadap lahan yang  semakin meningkat. Kecamatan Gunungpati adalah wilayah bagian Kota Semarang yang berada di pinggir selatan dari Kota Semarang yang cenderung bersifat agraris. Sejak di pindahkannya kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari Kecamatan Gajahmungkur ke Kecamatan Gunungpati Tahun 1990, Kecamatan Gunungpati mulai mengalami perubahan penggunaan lahan, dari penggunaan lahan pertanian berubah menjadi penggunaan lahan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk  perubahan mengkaji luas dan bentuk penggunaan lahan tahun 2008 dan mengetahui faktor yang mempengaruhinya.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis peta digital dan analisis statistik. Analisis peta digital dengan menggunakan sistem informasi geografis yang dilakukan dengan cara tumpang susun peta penggunaan lahan hasil interpretasi citra tahun 1994 dan tahun 2008 untuk memperoleh perubahan lahan. Untuk memperoleh faktor yang mempengaruhi perubahan lahan dengan cara analisis statistik korelasi antara variabel bebas perubahan lahan Kecamatan Gunungpati tahun 2008 dengan variabel pengaruh yaitu jarak tiap kelurahan dengan pusat aksesibilitas, Pertambahan penduduk, penduduk pendatang, Proporsi penduduk yang bekerja di sektor non pertanian. Unit analisis yang digunakan adalah kelurahan.Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gunungpati dari tahun 1994 hingga tahun 2008 terjadi bervariasi, ada yang mengalami peningkatan dan ada yang menunjukkan  pengurangan luas penggunaan lahan. Untuk luas lahan yang bertambah yaitu lahan permukiman sebesar 1311,28 ha (21,84%),dan luas lahan jasa/komersil 60.43 ha (1,00%). Luas penggunaan lahan yang berkurang diantaranya penggunaan lahan kebun campur sebesar 2766,71 ha (46,09%), luas penggunaan lahan sawah sebesar 1121,44 ha (18,68%), luas lahan  tegalan sebesar 743,22 ha (12,38%). Hasil analisis statistik korelasi menunjukkan hanya penduduk pendatang dan jarak aksesibilitas yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gunungpati secara signifikan, hal ini terjadi karena hampir semua penduduk pendatang bertujuan untuk membangun rumah yang lebih murah dan luas serta pada umumnya bekerja di sektor non pertanian, sehingga bagi pendatang  kebutuhan akan lahan permukiman makin luas yang berakibat pada perubahan penggunaan lahan.ABSTRACT Some phenomenons of land use changes have been happening over time.  Land use changes have occurred in the areas,  were increasy of population, have influenced need path of land.  The Gunungpati Subdistrict is one of regions in the Semarang Municipality situated at the southern part of Semarang Municipality that tends to be agrarian areas.  Since moved location of campus State University of Semarang (UNNES) from the Gajahmungkur Subdistrict to Gunungpati Subdistrict of in 1990, the Gunungpati Subdistrict  has started to change its  land use, that was from agricultural land use changed to be non agriculture land use.  This study was conducted to discuss the distribution and the form of land  use change and to know its influencing factors.In this research uses approach of digital map analysis and statistical analysis. Digital Map analysis wasdone by using geographical information system sefeware which conducted by joining with others to overlay map of land use result of year image interpretation 1994 and year 2008 to obtain  land use change. Analysis factor influencing land use change  wasdone by statistical analysis of correlation between independent variable of land use change Subdistrict of Gunungpati in year 2008 with influence variable these ase distance of center distance of each village with accessibility, population growth, migrants, and The proportion of residents who work in non-agricultural sector. The unit of analysis used is subdistrict.Land use change  in Gunungpati Subdistrict has occurred from  1994 to 2008 of variaous, which happened to in increased  and decreased of in land use. to increase of land use that is setlement was occurred  1311,28 ha (21,84%) and 60.43 ha ( 1,00%) for service/commercial land use. whereas the decreased of wide was occurred 2,776.71 ha (21.84%) in mixing plantation, 1,121.44 ha (18,68%) in farming out, 743.22 ha (12.38%) in dry fielding.  The result of  statistical analysis of correlation showed that it were only the variables of  and center distance of each village with accessibility that influenced significantly to the  land use change in the Gunungpati subdistrict, because it was nearly all of migrants wanted to build the cheaper and house there. and also in non agricultural occupation, so that requirement of setlement land use will more and more wide causing  of land use change.
Simulasi Penggunaan Lahan dan Transportasi Massal untuk Pemodelan Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Godean Okta Fajar Saputra; M. Pramono Hadi; Suharyadi Suharyadi
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.761 KB) | DOI: 10.22146/mgi.29782

Abstract

AbstrakRendahnya tingkat pelayanan jalan menjadi salah satu permasalahan yang ada di Koridor Jalan Godean. Permasalahan tersebut dapat di atasi dengan pengendalian penggunaan lahan serta penyediaan angkutan massal. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan tingkat pelayanan jalan jika terjadi perubahan penggunaan lahan sesuai dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta pemodelan jika dilakukan pembangunan angkutan massal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menghitung nilai VCR (Volume - Capacity Ratio) eksisting, nilai VCR dengan pemodelan pembangunan sesuai RDTR, ketentuan nilai intensitas bangunan ideal, dan nilai VCR dengan pemodelan pembangunan angkutan massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalan pada kondisi eksisting masih sangat rendah dan jauh dari kondisi ideal. Kondisi ini diperakan sama dengan yang terjadi di masa mendatang, bahkan tingkat pelayanan jalan di sebagian segmen jalan akan semakin menurun. Potensi volume kendaraan tidak dapat ditampung oleh ruas jalan yang ada. Ketentuan intensitas bangunan perlu diturunkan sebesar 44,5% di segmen 2 dan sebesar 74,9% di segmen 4 dari nilai koefisien nilai bangunan (KLB) yang sudah direncanakan. Selain menurunkan intensitas bangunan, tingkat pelayanan jalan dapat ditingkatkan dengan pembangunan angkutan massal. Hasil pemodelan menggunakan angkutan massal menunjukkan bahwa moda transportasi yang masih memungkinkan untuk dibangun di Koridor Jalan Godean yaitu monorail dan trem dengan model jalur trem tidak eksklusif. Namun, jika pembangunan angkutan massal yang dipilih berupa trem, maka masih diperlukan penurunan ketentuan intensitas bangunan sekitar 37,8% di segmen 2 dan sekitar 68,78% di segmen 4 dari nilai KLB yang sudah direncanakan. AbstractThe low road service of Godean Corridor has become problematic. Since this problem can be dealt with by controlling land use and providing feasible mass transportation, this research aimed to model the level of road service if the land use change occurred in line with the Detailed Spatial Plan (DSP) and in the case of mass transportation development. The research used a quantitative method to calculate the existing Volume-Capacity Ratio (VCR), the VCR in DSP-based development model, the prerequisites for ideal building intensity, and the VCR in mass transportation-based development model. The results showed that the current road service was very low and far from ideal. This condition was estimated to persist in the future. The road services in some segments were also estimated to decline continuously. The current road could not accommodate the existing and potential of the traffic volume. The stipulation of building intensity has to be reduced by 44.5% in segment 2 and 74.9% in segment 4 from the previously planned building value coefficient. Aside from reducing the building intensity, the road service can also be increased by developing mass transportation. The results of mass transportation modeling showed that the feasible modes of transportation on the corridor were monorail and tram with non-exclusive tramway model. However, if the selected transportation is tram, then the building intensity has to be reduced by 37.8% in segment 2 and 68.78% in segment 4 from the predefined building value coefficient.