Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DERMATOPHYTA PADA PAKAIAN BEKAS IMPOR YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Mujahidah Basarang; Rahmawati Rahmawati; Wahyono Wahyono
Jurnal Medika Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.748 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i1.93

Abstract

Dermatophyta adalah golongan jamur yang dapat menyerang jaringan yang mengandung keratin (zat tanduk) sehingga dapat berkolonisasi ke dalam jaringan berkeratin, meliputi stratum korneum, rambut, kuku dan jaringan tanduk hewan menyebabkan penyakit dermatofitosis. Timbulnya penyakit dari pakaian bekas impor ini bisa berawal dari kontak langsung dengan kulit atau ditransmisikan oleh tangan manusia yang kemudian terjadi infeksi. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dermatofita pada pakaian bekas impor yang diperjualbelikan di kota Makassar. Sampel dikumpulkan dari beberapa pasar tradisional kota Makassar menggunakan metode swab. Kapas swab pakaian bekas diinokulasikan pada media SDA. Jamur yang diidentifikasi sebagai dermatofita diperiksa secara mikroskopis. Hasil penelitian pada 30 sampel pakaian bekas impor yang diperjualbelikan di kota Makassar ditemukan 3 sampel mengandung dermatofita jenis Miscrosporum audouinii.
UJI VALIDITAS SABAROUD GLUKOSA AGAR HIPERTONIK UNTUK MENDETEKSI Candida sp Tuty Widyanti; Mujahidah Basarang; Nurul Afiah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.957 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.105

Abstract

Jamur merupakan agen yang juga memberi pengaruh pada penyakit paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Gejala umum infeksi jamur paru sama dengan infeksi tuberkulosis ataupun dengan mikroba lainnya. Infeksi jamur paru sering tidak terdiagnosa karena tidak ada gejala yang khas. Infeksi jamur paru sering menyertai penyakit lain sehingga pengobatan terhadap infeksi jamur paru sering terlambat diberikan. Identifikasi kultur konvensional dan dilanjutkan dengan tes biokimia membutuhkan waktu yang lama oleh karena itu diperlukan metode fenotip yang mudah, sederhana dan murah untuk mengidentifikasi antara Candida sp. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi keberadaan jamur dengan metode kultur dari sampel bilasan bronkus dan bilasan lambung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk mengetahui pertumbuhan jamur Candida sp yang diidolasi dari bilasan lambung dan bronkus suspek tuberculosis yang negatif BTA pada medium Sabaroud Agar Hipertonik. Hasil penelitian ditemukan 100% sampel menunjukkan pertumbuhan Candida sp dari sampel bilasan bronkus dan bilasan lambung tumbuh pada medium SDA Hipertonik 370C dengan rata-rata pertumbuhan 24 jam. Koloni Candida sp yang tumbuh pada medium SDA Hipertonik 370C akan tampak berwarna putih, halus, licin, ukuran koloni dari kecil sampai ukuran besar, jika koloni sudah berumur tua akan berwarna kecoklatan. Candida sp secara mikroskopik berbentuk bulat sampai lonjong dan memiliki pertunasan yang dinamakan budding.
HIV POSITIF PADA PENDERITA TB PARU DI RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR Mujahidah Basarang; Andi Fatmawati; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Medika Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.009 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i3.114

Abstract

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan AIDS. AIDS adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV seperti TB paru. TB paru merupakan penyakit infeksi yang mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penderita TB paru dapat kebal terhadap obat salah satunya faktor Mikrobiologik, faktor klinik, faktor program,faktor AIDS-HIV dan faktor kuman. Penderita TB paru sering tidak menyadari dirinya bahwa selama hidupnya terinfeksi HIV. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Rapid test HIV Pada Penderita TB Paru Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Penelitian ini bersifat observasi laboratorik pada jumlah sampel sebanyak 73 pasien. Darah penderita TB paru diperiksa HIV-nya dengan metode Immunokromatografi dan menggunakan Rapid test HIV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIV Non Reaktif sebanyak 60 orang (82,2%) dan HIV Reaktif sebanyak 13 orang (17,8 %) pada penderita TB paru di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Disarankan bagi penderita TB paru yang terinfeksi HIV diharapkan mengkomsumsi mineral ZN dan Vitamin, Masyarakat diharapkan menjaga pola hidup sehat, menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, hubungan seksual secara bebas dalam pencegahan virus HIV, Diharapkan kepada pemerintah untuk membangun panti khusus untuk menampung orang-orang yang terinfeksi HIV agar mampu menangani penyebaran virus HIV, Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian terhadap penderita TB paru dengan parameter yang lain.
UJI BAKTERIOLOGIS KELAYAKAN PANGAN KUE PIA GORONTALO TIDAK BERMEREK YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR SENTRAL KOTA GORONTALO Mujahidah Basarang; Darmawaty Rauf; Yulin Dantuma
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.863 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.124

Abstract

Kue pia merupakan produk pangan semi basah yang memiliki kadar air yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk pangan kering. Kadar air bahan sangat berpengaruh terhadap aktivitas mikrobiologis yang dapat menyebabkan kerusakan produk selama pengangkutan dan penyimpanan. Mikroba dapat mencemari pangan melalui air, debu, udara, tanah, alat-alat pengolah selama proses produksi atau penyiapan. Pengolah makanan memegang peranan yang sangat penting dalam upaya penyehatan makanan, karena akan berpotensi dalam menularkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau minuman, yaitu dari dirinya kepada makanan atau minuman yang diolah dan disajikan kepada orang yang mengkonsumsi, atau dikenal dengan sebutan kontaminasi silang. Beberapa bakteri kolon yang terdapat dalam makanan yang dapat menyebabkan penyakit, yaitu: Vibrio parahemoliticus, Staphylococcus, Salmonella, Escherichia coli, Clostridum perfringens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran total plate count (TPC) bakteri pada kue pia tidak bermerek serta mengetahui kelayakan bahan pangan kue pia tersebut yang diperjualbelikan di pasar sentral kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Total Plate Count(TPC) atau Angka Lempeng Total (ALT). Total plate count (TPC) bakteri yang terdapat pada kue pia yang paling rendah adalah pada pia B, yaitu 1 x 101 CFU sedangkan paling banyak pada pia E, yaitu 3 x 104 CFU. Hal ini menunjukkan bahwa kue pia Gorontalo yang tidak bermerek yang diperjualbelikan di pasar sentral kota Gorontalo masih layak dikonsumsi karena tidak melewati batas pencemaran yang disyaratkan oleh BPOM.
PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA MINYAK GORENG BEKAS YANG DIJERNIHKAN MENGGUNAKAN KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata Liin) BERDASARKAN LAMA PERENDAMAN Iin Kurnia Tasry; Mujahidah Basarang; Mardiah Mardiah
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.327 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.127

Abstract

Cooking oil that has been used repeatedly has adverse health effects if consumed. One of the conditions of cooking oil that can be consumed based on SNI is peroxide number is 10 meq. Efforts to improve the quality of cooking oil can be done with clarification using banana kepok (Musa acuminata Liin) which has been dried. Banana peels can lower peroxide numbers because banana peels contain beta-carotene fat-soluble antioxidants and can inhibit oxidation processes. This research is experimental laboratory that aims to know the peroxide number of used fried oil which is clarified using banana kepok skin (Musa acuminata Liin) based on the duration of immersion, using Iodometri method. From the research result, the peroxide value of used cooking oil is 5,83 meq and after soaked banana peel skin for 1 hour peroxide number is 5.08 meq, soaking 2 hours is 4.10 meq, soaking 3 hours is 3,26 meq, and Soaking 4 hours is 2.8 meq. From the research results can be concluded that the longer immersion peroxide numbers decreased.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN AVOCAD TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Hardiyanti Hardiyanti; Mujahidah Basarang; Andi Yunita Irwan
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.605 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.128

Abstract

Salah satu permasalahan kulit yang sering muncul adalah jerawat. Peradangan yang terjadi pada jerawat dapat dipicu oleh bakteri salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan jerawat adalah daun avocad (Persea americana Mill). Daun avocad mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan alkaloid sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun avocad dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi agar berlapis dan menggunakan penicillin G sebagai kontrol positif. Selanjutnya diukur zona hambat yang terjadi pada beberapa seri konsentrasi daun avocad (25%, 50%, 75%). Hasil pengukuran zona bening didapatkan diameter rata-rata pada konsentrasi 25% sebesar 14,7 mm, 50% sebesar 15,8 mm dan 75% sebesar 16,7 mm dan kontrol positif 20 % sebesar 33,2 mm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa zona hambat yang paling baik adalah konsentrasi 75%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun avocad pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
IDENTIFIKASI Trichophyton rubrum PADA KAOS KAKI BEKAS YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Ani Kartini; Mujahidah Basarang; Muhammad Angga Nurhadi
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.066 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.129

Abstract

Trichophyton rubrum merupakan salah satu dermatofita yang menyerang jaringan keratin kulit dan menyebabkan infeksi kulit yaitu tinea pedis yang berlokasi di antara jari-jari kaki. Infeksi ini banyak terdapat pada orang yang kerap memakai sepatu dan kaos kaki bekas. Penularan tinea pedis dapat terjadi melalui penggunaan barang penderita seperti kaos kaki. Kaos kaki bekas merupakan kaos kaki yang telah digunakan dan dijual kembali karena masih bernilai ekonomis sehingga kaos kaki bekas dapat menularkan tinea pedis dari pengguna sebelumnya yang tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Trichophyton rubrum pada kaos kaki bekas impor yang diperjualbelikan di kota Makassar. Sampel yang diteliti adalah 10 sampel kaos kaki impor yang diteliti melalui teknik kultur pada media SDA kemudian diuji konfirmasi melalui teknik mikroskopis. Berdasarkan pemeriksaan dari 10 sampel kaos kaki impor tidak ditemukan pertumbuhan jamur yang sesuai morfologi Trichophyton rubrum. Hal ini menenjukkan bahwa tidak ditemukan Trichophyton rubrum dari kaos kaki bekas yang diperjualbelikan di kota Makassar.
IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA MAINAN ANAK DI ARENA PERMAINAN DREAM LAND Vauzya Vauzya; Mujahidah Basarang; Hasnah Hasnah
Jurnal Medika Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.072 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i2.140

Abstract

Mainan merupakan media hiburan dan media edukasi yang memungkinkan anak mempelajari hal-hal di sekitarnya sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak serta daya pikir. Selain itu mainan juga dimanfaatkan oleh orang tua sebagai media untuk mengenali bakat anak sejak dini agar dapat dikembangkan lebih lanjut. Akan tetapi mainan yang digunakan secara bergantian khususnya mainan di arena permainan dapat menjadi alat penyebaran bakteri seperti Escherichia coli. Bakteri ini dapat menyebar melalui beragam cara, salah satu di antaranya ialah melalui sentuhan. Escherichia coli ketika berada di luar usus atau jumlahnya meningkat dalam saluran pencernaan maka akan menjadi patogen dan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada mainan anak di arena permainan Dream Land. Jenis penelitian ini merupakan observasi laboratorik untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada mainan anak di arena permainan Dream Land. Dari 5 swab sampel mainan anak di arena permainan Dream Land ditemukan pertumbuhan bakteri Gram positif pada media BHIB. Akan tetapi pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) tidak menunjukkan adanya pertumbuhan Escherichia coli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan Escherichia coli pada mainan anak di arena permaian Dream Land.
GAMBARAN PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA MEDIA ALTERNATIF UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas) DENGAN PENAMBAHAN KALDU DAGING Nur Rezky Amaliah; Mujahidah Basarang; Prawansa Amran; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Medika Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.258 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i1.143

Abstract

Media pertumbuhan bakteri dapat berasal dari bahan alam yang tersedia melimpah di Indonesia yang dikenal sebagai media alternatif. Salah satu bahan alam yang dimaksud adalah ubi jalar putih. Media ubi jalar putih telah digunakan sebagai media pertumbuhan Escherichia coli namun pertumbuhannya kurang optimal dibanding pada media nutrient agara (NA) karena kurangnya kandungan protein pada media alternative tersebut. Kebutuhan protein pada media ubi jalar untuk pertumbuhan bakteri dapat tercukup melalui penambahan kaldu daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan Escherichia coli pada media ubi jalar putih dengan penambahan kaldu daging. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium menggunakan bakteri uji Escherichia coli yang diinokulasi dengan metode spread plate dan dihitung dengan metode Total Plate Count (TPC). Dari hasil penelitian menunjukkan Escherichia coli pada media ubi jalar putih 6,0x106 CFU sedangkan pada media NA sebanyak 3,1x106 CFU. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang menandakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah rata-rata bakteri yang tumbuh pada media NA dan media ubi jalar putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ubi jalar putih dengan penambahan kaldu daging dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan Escherichia coli.
Aspergillus sp PADA PISANG SALE YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Mujahidah Basarang; Erna Adriana Zainuddin
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.486 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.155

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas yang melimpah sepanjang tahun di Indonesia, namun seringkali produksinya tidak mampu diserap oleh pasar. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat secara tradisional mengawetkan pisang dengan mengolahnya melalui cara pengeringan di bawah sinar matahari. Hasil olahan ini dinamakan pisang sale. Proses pembuatan pisang sale dengan teknik pengeringan memiliki banyak faktor resiko kontaminasi mikroorganisme seperti jamur melalui udara yang mengandung spora. Hal ini didukung oleh komposisi pada pisang sale yaitu glukosa, protein dan karbohidrat. Sehingga pisang sale dapat terkontaminasi oleh jamur seperti Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus. Jamur inimerupakan jamur penghasil aflatoksin terbesar di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus pada pisang sale yang diperjualbelikan di Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium Science Building Universitas Hasanuddin Makassar dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan secara random sampling diidentifikasibeberapa jenis jamur, yaitu ditemukan koloni khamir dan penicilium sp pada sampel A, ditemukan koloni khamir pada sampel B, ditemukan koloni khamir pada sampel C, ditemukan Rhizopus sp pada sampel D, sedangkan sampel E ditemukan Aspergillus fumigatus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan dari pasar tradisional kota Makassar hanya satu sampel positif Aspergillus fumigatus.