Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampung Kapitan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Terpadu Indah Kristian; Kiki Aryaningrum; Nuranisa
Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol 2 No 2 (2022): Januari, 2022
Publisher : Yayasan Karinosseff Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52690/jitim.v2i1.262

Abstract

The objective of this research was to explain how Kampung Kapitan became a learning resource for students in class VII. Tjoa Tiong Gie (Mulyadi) and Oey Eng Sui, key informants, and Sri Hastuti, an Integrated Social Studies teacher, participated in this study using a qualitative descriptive technique. The qualitative data from the study was evaluated. The results of the study indicate that Kapitan Village might be used as an Integrated Social Studies learning resource with Basic Competence 4.1.
Kampung Kapitan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Terpadu Indah Kristian; Kiki Aryanigrum; Nuranisa Nuranisa; Maharani Oktavia
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i2.4513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Kampung Kapitan menjadi sumber pembelajaran bagi siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan Tjoa Tiong Gie (Mulyadi) dan Oey Eng Sui sebagai informan kunci, serta Sri Hastuti seorang guru IPS Terpadu. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Kapitan dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu dengan Kompetensi Dasar 4.1. terbentuknya pemukiman Kampung Kapitan dilatarbelakangi oleh seorang perwira Lioang Taow Ming yang cukup berpengaruh terhadap komunitasnya, dan diberikan wewenang untuk mengatur wilayah 7 Ulu. Klasifikasi sosial disertai terbentuknya hunian (pemukiman) berdasarkan etnik berperan sebagai mediator (pedagang perantara) yang menjembatani kepentingan pribumi dengan pemeritah kolonial. Kehidupan sosial penduduk Kampung Kapitan pada awal berdirinya berbasis perdagangan. Bentuk pemukiman merupakan perpaduan dari tiga budaya, yaitu etnis Cina, Melayu dan Eropa (Belanda). Konsistensi penduduk setempat dalam mempertahankan keberadaan pemukiman adalah dengan mengadakan tradisi berupa festival Cap Go Meh. Selanjutnya, kehidupan sosial mengalami perubahan dari pedagang (niaga), dan sekarang membaur dengan masyarakat umumnya untuk berdagang, bekerja serabutan, membuka kuliner dan sebagainya. Secara astronomis terletak pada 2° 58' LS dan 105° BT. Sedangkan secara geografis, terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberan Ulu 1 yang berbatasan di sebelah Utara dengan tepian Sungai Musi, sebelah Selatan dengan Jalan K H A Azhary, sebelah Barat dengan Sungai Kelenteng, dan sebelah Timur dengan Sungai Kedemangan. Letak pemukiman dari tepian Sungai Musi hingga ke daratan menjadikan pemukiman ini menjadi padat dan tidak teratur, dikarenakan meningkatnya aktivitas perekonomian.