Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Tyas Rinestu; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.181 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
Motif Tenun Sebagai Bentuk Bahasa Rupa Dari Masyarakat Suku Mbojo di Bima Nusa Tenggara Barat Erri Fajarriny Suwandi; Yan yan Sunarya
JURNAL RUPA Vol 6 No 1 (2021): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v6i1.3727

Abstract

One of the characteristics of Bima City lies in its handicrafts, namely woven fabrics made by the Mbojo Tribe for generations. The motifs that are often used are motifs with images of flowers, leaves, or lines. Each motif has its meaning and is a form of message used by the people of the Bima kingdom before they knew writing. Over time, the meaning of inherited motifs has shifted. The shift is marked by modern weavers who do not know the meaning. With this phenomenon, the knowledge passed down by previous generations will stop at the current weaver's so that the cultural values ??contained are non-existent and even difficult to translate. The primary study analyzes the Bima weaving motif by exploring the four main motifs to find their meaning. The research was conducted using a qualitative method. In this method, data collection was supported by a literature study, then field observations and interviews to determine the overall motive to comply with applicable regulations. The qualitative approach is followed by a more profound analysis using the theory of visual language forms. The purpose of this study is to provide a reference to the weavers of the Mbojo Tribe to find out the meaning of the motifs contained in the Bima weaving to preserve the Bima culture.
JALUR REMPAH DAN KARAKTERISTIK BATIK BUKETAN PERANAKAN TIONGHOA TIGA GENERASI Erica Rachel Budianto; Yan Yan Sunarya
Serat Rupa Journal of Design Vol 5 No 2 (2021): SRJD - JULY
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.248 KB) | DOI: 10.28932/srjd.v5i2.3799

Abstract

The huge demand of spices triggered the Europeans to begin their voyage to South East Asia in the fifteenth century. But actually, the Chinese had known the maritime spice trading routes to South East Asia long before the European did. The focus of this research is the linkage between spice trading routes, acculturation in Java and its influence to Peranakan Chinese batik at the northern coast of Java. In this research, the study case is Oey Soe Tjoen buketan batik from Kedungwuni. Qualitative methods is used in this research, while the applied theories are acculturation theory and aesthetic morphology theory. The aesthetic morphology is utilized to identify both the characteristics similarities and differences from the first, second and third generation's Oey Soe Tjoen buketan batik. The aim of this research is to provide information about the connection between maritime spice trading routes and the evolution of textile in Indonesia. The acculturation in Java resulted in Peranakan Chinese batik, which also contributes to the development of batik cloth in Java. Moreover, this research can be a reference source for academicians, collectors and batik enthusiasts about the characteristic differences from the first, second and third generation of Oey Soe Tjoen batik. Keywords: aesthetic morphology, buketan batik, Oey Soe Tjoen
Budaya Tradisi Sebagai Identitas dan Basis Pengembangan Keramik Sitiwangun di Kabupaten Cirebon Deni Yana; Reiza D Dienaputra; Agus S Suryadimulya; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.167 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sentra kerajinan keramik Sitiwinangun di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon yang produknya saat ini semakin menurun baik secara kualitas maupun  kuantitas. Keadaan ini  merupakan hal yang ironis mengingat sentra tersebut memiliki potensi sumber daya alam, manusia dan budaya yang cukup kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan keramik    Sitiwinangun melalui pemanfaatan  budaya tradisi lokal sebagai penguatan identitas dan basis pengembangan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dan estetika melalui teori morfologi estetik dan metode ATUMICS dengan tahapan identifikasi, analisis, pengembangan desain, aplikasi desain dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk keramik yang lebih modern dalam bentuk karya seni, hias dan fungsi dengan identitas budaya tradisi lokal Cirebon. Budaya tradisi dalam konteks  konservasi dan revitalisasi kerajinan keramik secara umum dapat menjadi alternatif sebagai basis pengembangan dan penguatan identitas lokal produknya.Kata kunci : budaya, cirebon,keramik, sitiwinangun, tradisi. 
Industri Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan Mendukung Kawasan Ekowisata Pangandaran, Jawa Barat Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3405.086 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1202

Abstract

ABSTRACTPangandaran is known as one of many famous tourist destinations in West Java Province that possesspotential beautiful natural marine resources. This coastal area which streches 91 km and has sloping steeprocky beaches. Grows overabundant pandan (pandanus tectorius) plants, however conditions are verydamaged and there is no concern for good governance from the local government. This research aims toproduce eminent products of craft in supporting tourism by increasing the natural resources potentialand the local craftsmen resources from the surrounding areal environment. This article is result of appliedresearch in a type of practice-led research with a focus on the creative industries of craft products thatsupport tourism through the eco-design and eco-tourism approach. This research uses design-thinkingmethod, with Participation Action Research (PAR) approach and the Hexa Helix system. The result is aeminent product prototypes and start up business of craft art creative industries that support eco-designand eco-tourism park.Keywords: Creative Industry, Pangandaran Area, Pandan-based Craft, EcotourismABSTRAKPangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat yang memilikipotensi alam laut yang indah. Wilayah pantai membentang sepanjang 91 km terdiri dari kawasanpantai pasir yang landai dan pantai berbatu curam. Di wilayah Pangandaran banyak ditumbuhitanaman pandan (pandanus tectorius), namun kondisinya sangat rusak dan tidak ada kepeduliaantata kelola yang baik dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produkprodukseni kriya unggulan daerah untuk menunjang pariwisata dengan mengangkat potensisumber daya alam dan sumber daya perajin dari lingkungan masyarakat setempat. Artikel inimerupakan salah satu hasil penelitian terapan jenis practice-led research dengan fokus industrikreatif produk seni kriya yang mendukung pariwisata melalui pendekatan eco-design dan ecotourism.Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan ParticipationAction Research (PAR) dan sistem Hexa Helix. Hasil dari penelitaian ini berupa prototipe produkunggulan dan terwujudnya start up-start up bisnis industri kreatif seni kriya pendukungekowisata berbasis kawasan.Kata Kunci: Industi Kreatif, Kawasan Pangandaran, Kriya Pandan, Ekowisata
MATRIKS STRATEGI IMPLEMENTASI PERANCANGAN FASHION BERKELANJUTAN Rahayu Budhi Handayani; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.261 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v3i1.8291

Abstract

The Implementation Strategy Matrix for Sustainable Fashion Design explains the strategy for implementing the principles of sustainability in fashion. The potential of the fashion industry in Indonesia is very large because it is one of the industries contributing to the GDP of the creative industry in Indonesia. But behind this potential, there is a problem which is currently one of the central issues, namely sustainability. At present several Indonesian brands have practiced sustainability, but there is no formulation of guidelines or basis for sustainable fashion design in Indonesia. Basically, sustainability has three principles namely ecology, economics, and social. Using a qualitative descriptive approach, an implementation strategy matrix is formulated that can be used in sustainable fashion design.AbstrakMatriks Strategi Implementasi Perancangan Fashion Berkelanjutan memaparkan mengenai strategi implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan pada fashion. Potensi industri fashion di Indonesia sangat besar karena merupakan salah satu industri penyumbang PDB industri kreatif di Indonesia. Namun dibalik potensi tersebut terdapat permasalahan yang saat ini menjadi salah satu isyu sentral yaitu keberlanjutan. Saat ini beberapa merek Indonesia telah mempraktikkan keberlanjutan, namun belum ada rumusan panduan atau landasan perancangan fashion yang berkelanjutan di Indonesia. Pada dasarnya keberlanjutan memiliki tiga prinsip yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dirumuskan matriks strategi implementasi yang dapat digunakan dalam perancangan fashion berkelanjutan
RANCANGAN PEWARNAAN ALAMI DAUN SUJI PADA TENUN SUTERA SENGKANG, SULAWESI SELATAN DESIGNING SUJI LEAF NATURAL COLORING ON SENGKANG SILK WEAVING, SOUTH SULAWESI Fitri Aridanti Alamsjah; Yan Yan Sunarya; Ganal Rudiyanto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.654 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.9973

Abstract

AbstrakTenun Sengkang adalah salah satu tekstil khas Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan sejak abad ke-15 dan terus berkembang hingga saat ini. Implementasi warna yang indah dan  aneka ragam hias pada tenun yang memiliki makna penting di dalamanya bagi masyarakat Bugis. Akan tetapi, transformasi budaya telah memberikan intervensi dalam proses pembuatannya seperti penggunaan pewarna kimia dan mulai meninggalkan pewarna alami yang dianggap jauh lebih sulit. Namun jika ditinjau kembali, nilai estetika yang dihasilkan juga mulai tergeser dan perlu dipertimbangkan kembali dengan isu keberlanjutan sebagai dampak yang dihasilkan. Eksplorasi terhadap sumber daya alam yang tersedia dapat dilakukan sebagai upaya menghasilkan alternatif pewarna alami pada tekstil. Tumbuhan daun suji merupakan tumbuhan yang akan dieksplor lebih jauh untuk mengetahui potensi yang dapat dihasilkan.      Kata-kata kunci: Eksplorasi, Fesyen keberlanjutan, Tenun Sengkang, Tumbuhan daun suji AbstractSince the 15th century until now, South Sulawesi is producing their own textile called as Tenun Sengkang and becoming one of the Indonesia’s heritage. The implementation of the colours and the various pattern on the textile itself have the important meanings for the Bugis civilization. However, the cultural transformation has provided intervention through the production process such as the adaption of using chemical dyes and begins to abandon the natural dyes as they thought using chemical is much simpler and efficient. In fact, those things will be resulting the shifting of the aesthetic value of the Tenun Sengkang itself and needs to be reconsidered with the issue of the sustainability. In aiming to provide an alternative natural dyes, the researcher will do explorations on suji leaf to analyze the potential natural dyes to be applied on Tenun Sengkang.   Keywords: Explorations, Sustainability, Suji Leaf, Tenun Sengkang 
PERANCANGAN PRODUK INTERIOR BERBASIS REVIVAL DENGAN TERAPAN RAGAM HIAS BATIK JAMBI Zoya Natalia; Yan Yan Sunarya; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6265.097 KB)

Abstract

Abstract The wealth of motifs or decorative varieties owned by the Indonesian nation comes from various tribes throughout the archipelago. Is a tangible culture in general motifs or decorative variety has a meaning value that needs to be preserved its existence. Batik Indonesia has been recognized by UNESCO as a Humanitarian Heritage for Oral and Non-material Culture, on October 2, 2009. Batik craft art began in Java Island, precisely in Central Java, and with the development of batik era penetrated to the island of Sumatra, one of them in Jambi. As in Java, batik in Sumatra is also very attached to the daily life of local people including Jambi. The existence of Jambi batik that was once successful during the Malay Sultanate, and worn by the upper class. Similarly, jambi batik motifs have meaning and philosophy. By the time the Malay sultanate's reign ended, Jambi batik company had decreased drastically. Nowadays it is getting dim and almost extinct due to the lack of public knowledge about Jambi batik and the lack of craftsmen left. The design method in this design uses a type of explorative research, in which this research aims to deepen knowledge and find new ideas, formulate problems in detail and develop hypotheses. The purpose of this design is to revive jambi batik culture (Straight Revivalism) to the wider community through the design of interior support products by applying old Jambi batik motifs. . This design is done by analyzing data both library studies, field research and other related data to conduct tests that will be compiled in this paper. The purpose of the design wants to restore / revive (revivalism) jambi batik to the public with the design in the re-application of old motifs of Jambi batik into the design of interior supporting products. Based on the above background, it is known that knowledge about Jambi batik is not very well known in various circles. Keywords: Batik Jambi, Batik Jambi Motifs, Interior Support products, Revivalism. Abstrak Kekayaan motif atau ragam hias yang dimiliki oleh bangsa Indonesia berasal dari berbagai suku di seluruh Nusantara. Merupakan budaya berwujud (tangible) pada umumnya motif atau ragam hias mempunyai nilai makna yang perlu dilestarikan keberadaannya. Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi, pada tanggal 2 Oktober 2009. Seni kriya batik diawali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Tengah, dan dengan berkembangnya zaman batik merambah ke Pulau Sumatra, salah satunya di Jambi. Seperti di Jawa, di Sumatera batik juga sangat lekat dengan keseharian masyarakat setempat termasuk Jambi. Keberadaan batik Jambi yang pernah jaya dimasa Kesultanan Melayu, dan dikenakan oleh kalangan atas. Begitu juga bahwa motif-motif batik Jambi mempunyai makna dan filosofi. Pada saat pemerintahan kesultanan Melayu berakhir, perusahaan batik Jambi menurun drastis. Sekarang ini mulai redup dan hampir punah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang batik Jambi dan sedikitnya pengrajin yang tersisa. Berdasarkan dari latar belakang di atas maka diketahui bahwa pengetahuan mengenai batik Jambi tidak terlalu dikenal di berbagai kalangan. Metode Perancangan dalam perancangan ini memakai jenis penelitian eksploratif, dimana penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru, merumuskan masalah secara terperinci dan mengembangkan hipotesis. Tujuan perancangan ini adalah dapat membangkitkan kembali budaya batik Jambi (Straight Revivalism) kepada masyarakat luas melalui perancangan produk penunjang interior dengan menerapkan motif-motif batik lama Jambi. Perancangan ini dilakukan dengan menganalisa data-data baik studi Pustaka, penelitian lapangan dan data lainnya yang berhubungan untuk melakukan pengujian-pengujian yang akan disusun dalam tulisan ini. Tujuan perancangan ingin mengembalikan/ membangkitkan kembali (revivalisme) batik Jambi kepada masyarakat luas dengan perancangan dalam penerapan kembali motif-motif lama batik Jambi ke dalam perancangan produk-produk penunjang interior. Kata Kunci : Batik Jambi, Motif-motif Batik Jambi, Produk penunjang interior, Revivalisme.
KAJIAN SEMIOTIKA MAKNA SIMBOLIK LUKISAN KUDA KARYA AGUS TBR A SEMIOTICS STUDY ON THE SYMBOLIC MEANING OF AGUS TBR ‘S HORSE PAINTING AG. Andi Hismanto; Yan Yan Sunarya; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.817 KB)

Abstract

Abstract A painting is not merely making doodles on canvas, but there are external factors that influence it; social, political, and cultural arts of the community. The visual language created by the painter is a personal symbol, formed by the experience of his creativity. Agus TBR chose horse as one of the visual languages for his paintings to form messages and symbolic meanings. This research was conducted to analyze the development of Agus TBR’s paintings. To understand the meaning in terms of denotation, connotation, myth and ideology as well as to identify the relation of visual signs in Agus TBR’s paintings. The analysis method is carried out using Roland Barthes’ semiotic approach in reading the signs contained in Agus’ painting entitled “Land of Hope”. This research is aimed to arouse artists and researchers ideas in creating paintings which include various visual objects that enriched with symbolic meanings. Keywords: AgusTBR, painting, semiotics, Roland Barthes Abstrak Sebuah lukisan tidak hanya sekedar membuat coretan di atas kanvas, tetapi ada faktor eksternal yang mempengaruhi seperti sosial, politik, dan seni-budaya masyarakat. Bahasa rupa yang dibuat oleh pelukis merupakan simbol-simbol yang bersifat pribadi, yang terbentuk dari pengalaman kreativitasnya. Agus TBR memilih objek kuda sebagai salah satu bahasa rupa untuk karya lukisannya dalam membentuk pesan dan makna simbolik. Penelitian ini dilakukan untuk membaca perkembangan karya seni lukis Agus TBR. Untuk memahami makna dalam tingkatan denotasi, konotasi, mitos dan ideologi serta membaca relasi tanda visual pada lukisan Agus TBR. Metode analisa yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam membaca tanda-tanda yang terdapat pada karya lukisnya yang berjudul “Land of Hope”. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman dalam memahami pesan yang terdapat pada suatu lukisan. Selain itu juga diharapkan seniman lukis dapat mengembangkan ide dan gagasannya dalam menciptakan suatu karya lukis dengan objek-objek visual yang memiliki makna simbolik. Kata kunci: Agus TBR, seni lukis, semiotika, Roland Barthes
IMERSI DAN NOSTALGIA DALAM GAME A SPACE FOR THE UNBOUND Pandu Rukmi Utomo; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.524 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v5i1.15276

Abstract

AbstractIs a research with goals to understand the relationship between immersion and nostalgia in Indonesian culture based game A Game For The Unbound. Research methodology used in this research is the aesthetic transformation method. This methodology is part of qualitative research in which the design object is reviewed by design critics and design discourse. The attention in details and understanding to the culture used trough aesthetic elements of video game is the most important factors to determine the success of A Game For The Unbound in creating immersion and nostalgia,Keywords: video game, culture, immersion, nostalgia AbstrakMerupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menggali hubungan antara imersi dan nostalgia pada game Indonesia bermuatan budaya dengan judul A Game For The Unbound. Metode penelitian yang digunakan adalah transformasi estetik yang merupakan penelitian kualitatif dengan cara mengkaji sebuah objek desain melalui kritik desain dan wacana desain. Perhatian terhadap detail dan pemahaman terhadap budaya yang diangkat dalam elemen estetik video game merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan A Space For The Unbound dalam menciptakan imersi dan nostalgia.Kata kunci: video game, kebudayaan, imersi, nostalgia