Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Development Of Stunted Toddlers Aged 24-59 Months Using Prescreening Developmental Questionnaire (Pdq) In Air Dingin Public Health Center, Padang 2019: An Overview Dita Hasni; Febianne Eldrian; Anjas Adisena
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal of Health Sciences)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.668 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v14i1.1447

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem that resulted from an insufficient nutritional intake for a long time. This problem can develop during pregnancy, infancy, childhood, and throughout the life cycle due to feeding that does not accommodate the nutritional needs. Stunting correlates with disorders of fine motor, gross motor, language, and personal social skills. Objective: This study aims to perceive an overview of stunted toddlers aged 24-59 months using the Prescreening Developmental Questionnaire (PDQ). Method: The authors carried out this research in Air Dingin public health center, Padang, from April to September 2019. This research was descriptive that included 40 toddlers aged 24-59 months diagnosed with stunting. The data presentation was a frequency distribution table and percentage. Results: This study obtained that 22 toddlers (55.0%) were girls, seven toddlers (17.5%) experienced a developmental deviation, and 26 toddlers (65%) had suspected developmental deviation. In short, there were several cases of stunted toddlers who underwent a developmental deviation
Gambaran Faktor Risiko Pasien Carcinoma Colorectal di Bagian Bedah Digestif RSI Siti Rahmah Padang Periode Januari – Desember 2018 Efriza Mitra; Assyifa Fadila; Febianne Eldrian
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.724 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.32

Abstract

Carcinoma colorectal adalah suatu keganasan dari sel epitel kolon dan rektum. Kejadian carcinoma colorectal di Amerika Serikat merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker. Carcinoma colorectal di Indonesia, jenis kanker ketiga terbanyak dengan jumlah kasus 292.600 penduduk. Banyak faktor risiko terjadinya carcinoma colorectal meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat penyakit, obesitas, konsumsi alkohol jangka lama, dan pola diet yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pada pasien carcinoma colorectal di bagian bedah digestif RSI Siti Rahmah Padang periode Januari– Desember 2018. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Sampel pada penelitian ini ialah pasien carcinoma colorectal yang berobat ke bagian bedah digestif RSI Siti Rahmah Padang periode Januari – Desember 2018, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diperoleh dari catatan rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 70 orang. Hasil penelitian didapatkan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin laki – laki dengan 40 orang (57,1%) carcinoma colorectal. Berdasarkan usia, kelompok usia baya (41 – 60 tahun) pasien carcinoma colorectal lebih tinggi yaitu 50,0%. Pasien dengan riwayat keluarga sebanyak 17,1%, riwayat polip kolon 21,4%, riwayat radang usus 37,1%, riwayat diabetes 5,7%. Mayoritas kasus ialah pasien datang dengan stadium III yaitu 50,0% dengan lokasi terbanyak didaerah rectum yaitu 67,1%.
Profile of Febrile Seizures in Pediatric Patients at Dr. Adnaan WD Payakumbuh Hospital 2019 Nadia Purnama Dewi; febianne eldrian; Ovi OKtavian
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p17-24.2022

Abstract

Background: Febrile seizures are seizures between the ages of 6 and 60 months with a temperature of 38℃ or higher that are not the result of central nervous system infection or any metabolic imbalance and that occur in the absence of a history of prior afebrile seizures. Purpose: Know the profile of fever seizures of pediatric patients at Dr.Adnaan WD Payakumbuh Hospital in 2019. Method: This research is retrospective descriptive with a cross-sectional approach. The sample is all pediatric patients who had seizures in 2019 with 91 samples. Data were analyzed univariately and presented in frequency distribution and percentage. Result: Based on the study results, in children who have seizures fever, most are men, with the age of 12 months. Most febrile seizures occurred at a temperature of 39.1℃. The average blood leukocyte level of a child with a fever seizure is 13,997.80 mm³. Conclusion: The most age is 12 months, the most sex is male, the average body temperature of children who have febrile seizures is 39.1 °C, and the intermediate blood leukocyte level of children who have febrile seizures is 13,886.60 mm³.
GAMBARAN LIFESTYLE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAKAN RABAA GADUT KABUPATEN 50 KOTA TAHUN 2020 Dita Hasni; Wahyu Beryansah; Febianne Eldrian; Sri Nani Jelmila
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11207

Abstract

Hypertension can increase the risk of illness and death. Basically, hypertension is a disease that is difficult to control and tends to be unstable. This study aims to determine the lifestyle description of hypertension sufferers in Pakan Rabaa Gadut Health Center, 50 Kota Regency. This type of research is observational with a cross-sectional design. This study involved 112 hypertensive patients at Pakan Rabaa Gadut Health Center, District 50 Kota. Data are presented in the form of frequency and percentage. This study found that the highest degree of hypertension was isolated systolic hypertension, namely 75 people (67%), the most physical activity was in the moderate category, namely 56 people (50.0%), the most stress was in the moderate category, namely 102 people (91.1%). ), most of the patients who did not smoke were 72 people (64.3%), all of the sufferers did not consume alcohol, namely 112 people (100.0%), the most sex was women, namely 67 people (59.8%) and the largest age was elderly> 65 years, namely 43 people (38.4%). This study concluded that most subjects had moderate levels of physical activity, with moderate stress levels, did not smoke and did not consume alcohol. Keywords: hypertension; physical activity; stress; smoking; alcohol ABSTRAK Hipertensi dapat meningkatkan resiko kesakitan dan kematian. Pada dasarnya hipertensi merupakan suatu penyakit yang sulit dikontrol dan cenderung tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lifestyle penderita hipertensi di Puskesmas Pakan Rabaa Gadut, Kabupaten 50 Kota. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 112 penderita hipertensi di Puskesmas Pakan Rabaa Gadut, Kabupaten 50 Kota. Data disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Penelitian ini menemukan bahwa derajat hipertensi terbanyak adalah hipertensi sistolik terisolasi yaitu 75 orang (67%), aktivitas fisik terbanyak adalah dalam kategori sedang yaitu 56 orang (50,0%), stress terbanyak adalah dalam kategori sedang yaitu 102 orang (91,1%), sebagian besar penderita tidak merokok yaitu 72 orang (64,3%), seluruh penderita tidak mengkonsumsi alkohol yaitu 112 orang (100,0%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 67 orang (59,8%) dan umur terbanyak adalah lansia >65 tahun yaitu 43 orang (38,4%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subjek terbanyak memiliki aktivitas fisik dalam tingkat sedang, dengan tingkat stress sedang, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Kata kunci: hipertensi; aktivitas fisik; stress; merokok; alkohol
Karakteristik Labiopalatoskisis Pada Program Smile Train di RSU ‘Aisyiyah Padang Tahun 2018-2020 Budi Yulhasfi Febrianto; Gita Azkiya; Febianne Eldrian
In Proses
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.507 KB)

Abstract

Latar Belakang: Labiopalatoskisis atau biasa dikenal dengan bibir dan langit-langit sumbing merupakan kelainan kongenital yang paling sering ditemui, kelainan ini ditandai dengan adanya celah bibir dan langit-langit, celah yang terbentuk dapat mengenai bibir saja atau disebut dengan bibir sumbing dan dapat mengenai langit-langit saja atau disebut dengan langit-langit sumbing, diketahui beberapa faktor penyebab terjadinya labiopalatoskisis seperti ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol selama kehamilan dan riwayat keluarga dapat menjadi faktor utama terjadinya labiopalatoskisis. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik labiopalatoskisis pada program smile train di RSU ‘Aisyiyah padang tahun 2018-2020.  Metode: Penelitian ini mencakup bidang ilmu bedah dan pediatrik, dengan jenis  penelitian deskriptif kategorik dan teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan menggunakan data rekam medis sebanyak 143 sampel. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jenis terbanyak ialah labiopalatoskisis 68 orang (48,6%) dengan arah defek unilateral 73 orang (51,0%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 87 orang (57,3%), usia saat operasi terbanyak adalah terlambat palatoplasti 62 orang (43,4%), tindakan terbanyak adalah labioplasti 76 orang (53,1%), riwayat keluarga terbanyak adalah tidak ada riwayat keluarga 106 (74,11%), riwayat konsumsi alkohol tidak ditemukan pada penelitian, riwayat merokok terbanyak ialah ibu tanpa riwayat merokok 141 orang (98,6%), dan riwayat komplikasi pada ibu saat kehamilan terbanyak adalah ibu tanpa riwayat komplikasi 88 orang (61,5%). Kesimpulan: Jenis terbanyak adalah labiopalatoskisis dengan arah defek unilateral, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki,usia saat operasi terbanyak adalah terlambat palatoplasti, tindakan terbanyak adalah labioplasti, dan yang terbanyak ditemukan adalah tidak ada riwayat keluarga,konsumsi alkohol dan rokok selama kehamilan, dan riwayat komplikasi saat kehamilan.