Selamet Rahmadi
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Elastisitas penerimaan pajak dan pendapatan asli daerah Kota Jambi M Reno Maulana; Selamet Rahmadi; Parmadi Parmadi
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol. 7 No. 1 (2018): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Konsentrasi Pembangunan Regional dan Publik, Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.222 KB)

Abstract

The purpose of this study is 1) to analyze the proportion of sources of local tax revenues to total local tax revenues and locally-generated revenue in the city of Jambi. 2) To analyze the elasticity of sources of local tax revenue and the elasticity of locally-generated revenue in Jambi City. The data used are secondary data during the period 2006-2015. Data were analyzed descriptively quantitative. The results of the study found that 1) The proportion of the largest tax source to total taxes and locally-generated revenue in Jambi City in 2006-2015 came from street lighting tax, while the lowest proportion of entertainment tax; 2) The largest tax elasticity in Jambi City in 2006-2015 is entertainment tax and the lowest is advertisement tax Keywords: Sources of tax revenue, Regional taxes, Locally-generated revenue Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah 1) untuk Menganalisis proporsi sumber-sumber penerimaan pajak daerah terhadap total penerimaan pajak daerah dan Pendapatan Asli Daerah di Kota Jambi. 2) Untuk menganalisis timgkat elastisitas sumber-sumber penerimaan pajak daerah dan elastisitas Pendapatan Asli Daerah di Kota Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder selama periode 2006-2015. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) Proporsi sumber pajak terbesar terhadap total pajak dan Pendapatan Asli Daerah di Kota Jambi pada Tahun 2006 -2015 bersumber dari pajak penerangan jalan, sedangkan proporsi terendah dari pajak hiburan; 2) Elastisitas pajak terbesar di Kota Jambi pada Tahun 2006 -2015 adalah pajak hiburan dan yang terendah adalah pajak reklame Kata Kunci : Sumber-sumber Pajak daerah, Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah.
Analisis Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Jambi Fajar R Mustakim; Muhammad Syurya Hidayat; Selamet Rahmadi
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/paradigma.v11i1.4111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) tingkat efektivitas penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jambi; 2) tingkat elastisitas penerimaan pajak kendaraan bermotor terhadap PDRB; 3) faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder tingkat Provinsi Jambi selama Tahun 2000 – 2013. Analisis dilakukan secara deskriptif dan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan PDRB terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Tingkat efektifitas realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor Provinsi Jambi selama Tahun 2000-2013 secara rata-rata tergolong dalam kategori sangat efektif, 2) Tingkat elastisitas realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor terhadap PDRB atas dasar harga konstan tahun 2002 di Provinsi Jambi selama tahun 2000-2013 secara rata-rata menunjukkan kategori elastis; 3) Secara simultan, jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor. Secara parsial, hanya jumlah kendaraan bermotor yang berpengaruh signifikan sedangkan jumlah penduduk dan PDRB tidak berpengaruh signifikan Kata kunci: kendaraan bermotor, efektivitas pajak, elastisitas pajak REFERENCES Anonim. 2004. Undang-Undang No. 32 tentang Pemerintahan Daerah. Anonim. 2004. Undang-Undang No. 33 tentang perimbangan kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Anonim. 2008. Undang-Undang No. 12 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Anonim. 2009. Undang-Undang No. 28 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Anonim. 2012. Peraturan Gubernur Jambi No.17 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tahun 2012. Anwar, Khaeril. 2014. Analisis Kontribusi dan Potensi Pajak Kendaraan Bermotor terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanudin. Makasar. Bastian, Indra. 2009. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintahan Daerah di Indonesia. Salemba Empat. Jakarta. Davey, K. 1998. KeuanganPemerintah Daerah di Indonesia, UI- Press, Jakarta. Desmawati,A; Zamzami,Z; Zulgani, Z. (2014). Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pendapatan asli daerah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah; 3(1): 49-58 Devas, Nick., Brian Binder, Anne Booth, Kenneth Davey and Roy Kelly, 1989. Keuangan Pemerintahan Daerah di Indonesia. Universitas Indonesia. Jakarta. Dewi, Kemala. 2009. Analisis faktor- faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Bengkulu. Thesis, FE - UNIB. Bengkulu. Ghazali, Imama. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang. Badan Penerbit UNDIP. Halim, Abdul. 2002. Akuntansi Keuangan Daerah. Salemba Empat. Jakarta. Halim, Abdul.2007. Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah : Pengelolaan Keuangan Daerah. Edisi Kedua. Cetakan Pertama. Yogyakarta. UPP AMP YKPN. Hariadi, Pramono dan Restianto, Yanuar. 2010. Pengelolaam keuangan Daerah. Salemba Empat. Jakarta. Heriberta, H. (2012). Analisis Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Kota Jambi 2001 - 2009. Jurnal Paradigma Ekonomika; 1(5) Ibrahim, I; Hodijah,S. (2014). Analisis Pajak Hotel dan Restoran Kabupaten Sarolangun. Jurnal Paradigma Ekonomika; 9(2). Ismail, Rochadi Riyan. 2012. Analisis Efektivitas, Kontribusi, dan Potensi Pajak Kendaraan Bermotor Sebagai Pendapatan Asli Daerah Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo. Jurnal. UNG. Gorontalo. Mahmudi. 2010. Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. UPP STIM YKPN. Yogyakarta. Mankiw, N. Gregory. 2003. Pengantar Ekonomi. Erlangga. Jakarta. Mudrajad, Kuncoro. 2012. Perencanan Daerah Bagaimana Membangun Ekonomi Lokal Kota dan Kawasan. Salemba Empat. Jakarta. Musgrave. 1991. Keuangan Negara (teori, Praktek). Erlangga. Jakarta. Nurhayani,N. (2014). Perkembangan pola transformasi struktur produksi regional dan dampaknya terhadap penerimaan pajak daerah Kabupaten Sarolangun. Jurnal Paradigma Ekonomika; 9(1). Rahmadi, Selamet, dan Artis, Dearmi. 2003. Analisis Elastisitas Penerimaan Asli Daerah terhadap Pembiayaan Pembangunan di Provinsi Jambi. Jurnal. FE- UNJA. Jambi. Salamah, Umi. 2012. Analisis Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Sebagai Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus pada UP3AD SAMSAT Surakarta). Skripsi FE-USM. Surakarta. Sugiarto. 2007. Ekonomi Mikro Sebuah kajian Komprehensif. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung. Sunandar, Andri. 2006. Analisis Faktor -faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor Kabupaten Kulonprogo. Skripsi FE-UII. Yogyakarta. Suparmoko. 2001. Ekonomi Publik (Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah) edisi1. Andi. Yogyakarta. Wasistiono, Sadu. 2010. Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah. Gaza Publishing. Bandung. Arditia, Reza. 2012. Analisis Kontribusi Dan Efektivitas Pajak Daerah sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Surabaya. Surabaya : Fokus Ekonomi Vol. 3 No. 1 Mei 2012 : 1 -24 Siregar, Amri. (2009). Efektifitas Pajak Dan Retribusi Daerah Sebagai Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara. Medan : Fokus Ekonomi Vol. 3 No. 2 Juli 2010 : 1-18. Warni,E; Firmansyah,F; Zulgani, Z. (2014). Analisis Retribusi Pelayanan Parkir di Kota Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah; 1(4): 213
PROSPEK PENDIRIAN BPR DI KOTA JAMBI Muhammad Safri; Selamet Rahmadi
Jurnal Paradigma Ekonomika No. April (2013): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.241 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v0iApril.1693

Abstract

Keberadaan BPR di Kota Jambi sebagai pengganti ketidak mampuan bank-bank umum dalam menjangkau UMKM yang cukup tersebar keberadaannya sebagai akibat keterbatasan biaya operasional yang dimiliki, ketiadaan tenaga secara khusus yang memiliki kemampuam memahami karakteristik UMKM yang pada umumnya belum bankable dan hanya sebagian yang feasible dalam hal kriteria perbankan. Keterbatasan tersebut semakin mendorong perlu adanya pengembangan lembaga keuangan mikro dalam bentuk BPR di Kota Jambi dan keberadaannya dirasa memiliki prospek yang cukup baik dalam mendukung pengembangan UMKM. Prospek keberadaan BPR di Kota Jambi dapat ditinjau dari beberapa aspek yaitu :1. Aspek pemasaran yang meliputi : pemasaran produk (kredit) dan kekuatan pesaing.2. Aspek manajemen yang meliputi : sumberdaya manusia dan pengalaman yang dimiliki serta pertimbangan lainnya.3. Aspek sosial ekonomi yang meliputi : tersedianya sarana dan prasarana, meningkatnya pendapatan masyarakat dan membuka kesempatan kerja.4. Aspek keuangan/finansial yang meliputi : Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), waktu pengembalian (Payback period) dan Break Even Point (BEP).Berdasarkan hasil temuan dalam studi kelayakan pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Jambi dilihat dari : aspek pemasaran, aspek manajemen, aspek sosial ekonomi, aspek finansial dan persepsi masyarakat (UMKM) diperoleh hasil bahwa BPR layak (feasible) untuk didirikan dan sebaiknya di kelola/didirikan oleh pemerintah Kota Jambi. Keberhasilan mendirikan BPR di Kota Jambi akan memberi peluang tersedianya dana bagi pengembangan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat secara umum atau UMKM khususnya. Pengembangan aktivitas ekonomi diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian Kota Jambi, membuka kesempatan kerja yang lebih luas, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum maupun UMKM khususnyaKata Kunci : BPR,UMKM
ANALISIS PEMETAAN KINERJA KEUANGAN KABUPATEN/KOTA PROPINSI JAMBI Selamet Rahmadi
Jurnal Paradigma Ekonomika No. April (2013): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.484 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v0iApril.1697

Abstract

Peningkatan penerimaan, khususnya PAD harus terus diupayakan. Peningkatan penerimaan PAD di propinsi/kabupaten/kota akan sangat menentukan kelangsungan pembangunan, menentukan tingkat ketergantungan terhadap pemerintahan yang lebih tinggi. Penerimaan PAD, digunakan propinsi/kabupaten/kota untuk membiayai belanja yaitu : belanja modal, belanja operasi dan belanja tak terduga. Kinerja PAD dalam membiayai belanja dapat diukur dengan menggunakan pendekatan share dan growth dan sekaligus menentukan bagaimana kemampuannya (pemetaan keuangan daerah).Selama tahun 2009-2012, pemetaan kinerja keuangan kabupaten/kota di Propinsi Jambi, khususnya PAD dalam membiayai total belanja ternyata ada tujuh (7) Kabupaten/kota yang dalam kondisi belum ideal yaitu : Kota Jambi, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari. Sementara empat (4) kabupaten kinerja keuangannya masuk dalam kondisi paling buruk yaitu : Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin. Pemetaan kinerja keuangan kabupaten/kota di Propinsi Jambi yaitu PAD dalam membiayai belanja operasional,belanja modal dan belanja tak terduga ada tujuh (7) Kabupaten/kota yang dalam kondisi belum ideal yaitu : Kota Jambi, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kota Sungai Penuh, Kabupaten sarolangun, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari. Sementara empat (4) kabupaten kinerja keuangannya masuk dalam kondisi paling buruk yaitu : Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.* Key Word : PAD, Total Belanja
Analisis pengaruh belanja modal, PMA dan angkatan kerja terhadap PDRB di Provinsi Jambi Dian Kristina Simanjuntak; Selamet Rahmadi
e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol. 5 No. 3 (2016): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : Konsentrasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan Manusia, Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jels.v5i3.4105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perkembangan PDRB, belanja modal, PMA dan angkatan kerja Provinsi Jambi; 2) menganalisis pengaruh Belanja Modal, PMA dan angkatan kerja terhadap PDRB Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu tahun 1998 – 2013. Metode analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda dengan menggunakan Model Distribusi Lag. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) rata-rata perkembangan variabel PDRB dan PMA selalu mengalami peningkatan dari tahun ketahun, sedangkan variabel belanja modal dan angkatan kerja cendrung berfluktuasi dari tahun ketahun; 2) Belanja modal, PMA, angkatan kerja dan PMA pada tahun sebelumnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan belanja modal pada tahun sebelumnya tidak berpengaruh signifikanKata Kunci : Belanja Modal, PMA, Angkatan Kerja, PDRB , Distribusi Lag REFERENCES Agustina.2004.Pengaruh Ekonomi Daerah, Belanja Pemerintah dan Tenaga Kerja terhadap Provinsi Bali Periode 1993-2012.Tesis FE.USU Ahmad, Kamaruddin. 2004. Dasar-dasar Manajemen Investasi. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta. Darise, Nurlan. 2006. Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia Anggota IKAPI. Dewi,S.L.2013.Pengaruh PAD, PMA dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jambi.Tesis FE.Udayana Gujarati, Damodar. 2003 .Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta: Erlangga. Gujarati, Damodar. 2012 .Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat. Hariadi, dkk. 2010. Pengelolaan Keuangan Daerah. Salemba Empat. Jakarta. Hardiani,H; Junaidi,J. (2011). Analisis Kuantitas dan Kualitas Penduduk sebagai Orientasi Pembangunan di Provinsi Jambi. Laporan Penelitian. Kerjasama BKKBN dengan PSK UNJA. Jakarta Juanda,Bambang dan Junaidi.2012.Ekonomertika Deret Waktu Teori dan Aplikasi.Bogor:IPB Press Mamonto,W.S.2013.Pengaruh PAD dan Tenaga Kerja terhadap PDRB di kota Kotamabogu Periode 2002-2011.Tesis FE.Universitas Negeri Gorontalo. McEachern,William.2000.Ekonomi Makro PendekatanKontenporer.Terjemahan.Sigit Triandaru.Jakarta:Salemba Empat. Merdiasmo.2004. Akuntansi Sektor Publik(Edisi Kedua).Yogyakarta:Andi. Michael P. Todaro, 1983, Ekonomi Pembangunan di Dunia ketiga, terjemahan Mursid, Penerbit Balai Aksara, Jakarta. Mudrajad Kuncoro ,2004. Otonomi Daerah dan Pembangunan Daerah: Reformasi,Perencanaan,Strategis dan Peluang.Erlangga, Jakarta. Nicholas,W.1991.Teori Ekonomi Mikro I.Jakarta:Raja Grafindo Persada Republik Indonesia.2004.Undang-undang No.33.Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.Jakarta:Sekretariat Negara. Republik Indonesia.2004.Undang-undang No.32.Tentang Pemerintah Daerah.Jakarta:Sekretariat Negara. Suparmoko, M. 2002. Ekonomi Publik, Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Andi. Yogyakarta. Sukirno, Sadono. 2000. Ekonomi Pembangunan (Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan Pembangunan). Jakarta: Fakultas Ekonomi UI Sukirno, Sadono. 2006. Ekonomi Pembangunan (Proses, Masalah, dan Dasar Kebijaksanaan). Jakarta: Fakultas Ekonomi UI Sukirno, Sadono. 2007. Makro Ekonomi Modern. Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada Sumitro,Djojohadikusumo.1987.Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Pembangunan.Jakarta:LP3ES Suryono,W.B.2011.Pengaruh PAD, Tingkat Investasi dan Tenaga Kerja terhadap PDRB Jawa Tengah.Tesis FE.Universitas Diponegoro. Tarigan,Robins.2005.Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi.Jakarta:PT.Bumi Aksara. Todaro,M.P.2000.Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga(H.Munandar,Terjemahan.Edisi ketujuh ed).Jakarta:Erlangga.
DISPARITAS KEUANGAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAMBI Selamet Rahmadi
Jurnal Paradigma Ekonomika No. April (2011): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.946 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v0iApril.2214

Abstract

Sumber penerimaan 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi selama tahun 2005-2010 dari PAD, dana perimbangan, bagi hasil pajak, DAU, DAK dan penerimaan lain yang sah memiliki kesenjangan atau disparitas termasuk kedalam golongan antara rendah (< 0,30) dan sedang (0,30 – 0,40). Khusus penerimaan bagi hasil bukan pajak terdapat 9 Kabupaten/Kota termasuk kedalam golongan ketimpangan atau disparitas rendah, sedang dan 1 Kabupaten yaitu Kabupaten Bungo termasuk kedalam golongan ketimpangan atau disparitas tinggi (> 0,40). Kata-Kata Kunci : Sumber Penerimaan Daerah, Kesenjangan atau Disparitas
PENINGKATAN BELANJA MODAL DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PENINGKATAN BELANJA ASET DAN PAD PROVINSI JAMBI Selamet Rahmadi; Muhammad Safri
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 9 No. 1 (2014): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.134 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v9i1.2310

Abstract

Belanja modal sebagai bentuk investasi pemerintah dalam pembangunan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan belanja modal dilakukan untuk menambah aset milik daerah dan dapat dijadikan alat meningkatkan penerimaan daerah, khususnya PAD. Melihat pentingnya belanja modal dalam meningkatkan belanja aset dan PAD, maka penelitian ini bertujuan :  untuk menganalisis besarnya alokasi belanja modal yang dilakukan pemerintah Provinsi Jambi, menganalisis hubungan peningkatan belanja modal terhadap peningkatan belanja aset daerah Provinsi Jambi dan menganalisis hubungan peningkatan belanja aset daerah dan belanja modal Provinsi Jambi terhadap  penerimaan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan selama tahun 2005-2014, diketahui bahwa alokasi belanja modal Provinsi Jambi didominasi untuk belanja penyediaan infrastruktur yaitu sarana dan prasarana dalam bentuk belanja jaringan, irigasi dan jaringan, gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin. Peningkatan belanja modal berhubungan positif dan mampu meningkatkan aset daerah Provinsi Jambi, kecuali pada aset tetap lainnya yang negatif. Belanja modal, aset peralatan dan mesin, gedung dan bangunan serta jalan, irigasi dan jaringan tahun tertentu berhubungan positif dan dapat dijadikan sebagai sumber utama dalam meningkatkan penerimaan PAD Provinsi Jambi, sementara aset tanah dan aset tetap lainnya tidak. belanja modal, aset tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan  irigasi serta aset tetap lainnya untuk tahun sebelumnya tidak dapat dijadikan sebagai faktor utama dalam meningkatkan penerimaan PAD Provinsi Jambi. * Key Word : Belanja modal, Belanja Aset,  PAD
Perubahan Struktur Ekonomi dan Dampaknya Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jambi M. Andi Alfarabi; M. Syurya Hidayat; Selamet Rahmadi
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 3 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.656 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v1i3.1551

Abstract

The purpose of this research is to know changes the structure economy in the range of time  in  1996 – 2009  and  the  all  factors  that  affect  changes  the  structure  economy  was  also  know  the impact of career safety and a reduction poverty in Provinces Jambi. Of Result research is so well known changes structure economic that was started  with  growth  economic a then had an impact on  in  changes  pattern  consumption  society  relative  low,  but  there is a shift in 1996-1997.  advanced  known  factors-  factors  that  affect  changes  the structure  in  Province  Jambi  which  is divided  according to his  sector  (primary, industry, tools & services). Then  impact  changes  the  structure  economic  in  Province  Jambi  to : (a)  Career Summary : changes structure economic that  happened  in  Provinces  Jambi  (four  sectors economy)  did  not  have an effect  on  significant  the  enforced  career  safety  in  Province Jambi; (b) Poverty: only share sector industry and share the sector  tools  that  have  influence  significant  to decrease the number poverty in Province Jambi.Keywords: Poverty, Sector Economy, Career Safety