Andika Apriawan
Dosen Pendidikan Sosiologi, UNU NTB, Bujak - Batukliang, Lombok Tengah NTB, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEEFEKTIFAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MENGGUNAKAN PBP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA Andika Apriawan; Sugiharsono Sugiharsono
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 1, No 2: Oktober 2018
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v1i2.17

Abstract

This study was a quasi-experimental research using one experimental group and two control groups. The population of this study were all students of class X MAN 2 Mataram. The technique of taking samples used random (random sampling). The results of this research show that: 1) the scientific approach using project-based learning (PJBL) method is effective in improving students’ achievement motivation and entrepreneurial spirit in economic subjects with 0.04 of significance level, and 2) the scientific approach project-based learning method is more effective than conventional teaching methods in improving students’ achievement motivation and entrepreneurial spirit in economic subjects with 0.04 of significance level in each variable for the experimental class, whereas first control class in each variable is 0.056 and 0.090, and then the second control class in each variable was 0.483 and 0.555.
Makna Pertunjukan Kesenian Gendang Beleq Pada Masyarakat Sasak Kontemporer di Desa Bujak Kecamatan Batukliang Lombok Tengah) Andika Apriawan; Muhammad Zoher Hilmi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jisip.v6i1.2637

Abstract

Kesenian merupakan salah satu peninggalan dari suatu kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di waktu lampau dan diteruskan pada masa sekarang. Salah satu pertunjukan kesenian yang masih dilestarikan oleh masyarakat Suku Sasak khsusnya di Desa Bujak adalah kesenian Gendang Beleq.Pertunjukan kesenian gendang beleq pada masyarakat suku sasak menarik untuk diteliti karena eksistensinya yang masih dapat dipertahankan sampai saat ini, meskipun telah mengalami perubahan konteks masyarakat pada awal penggunaannya. Berdasarkan penelitian terdaulu bahwa gendang beleq digunakan oleh kerajaan untuk mengiringi prajurit berangkat perang guna untuk membangkitkan semanganya, beda halnya dengan sekarang pertunjukan kesenian gendang beleq digunakan pada upacara hajatan masyarakat sasak khususnya di Desa Bujak. Hal itu tidak terlepas dari makna luhur yang tekandung di dalamnya, hingga sampai saat ini masih mentradisi dan melekat erat menjadi salah satu komponen dalam system sosial hidup masyarakat. Berangkat dari sinilah penulis tertarik untuk mendalami apa sebenarnya makna yang masih relevan atas pertunjukan kesenian gendang beleq pada masyarakat sasak kontemporer, padahal dapat disadari bahwa sudah tidak ada lagi peperangan yang membutuhkan tabuhan gendang beleq. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penomenologi, yang mana peneliti menjadi instrument kunci (human instrument). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pimpinan sanggar kesenian gendang beleq yang ada di Desa Bujak, melakukak observasi, melakukan wawancara mendalam, dan mengumpulkan dokumendokumen pendukung lainnya yang bisa memberikan petunjuk dan penjelasan terkait dengan makna pertunjukan kesenian gendang beleq. Data yang didapatkan dalam penelitian ini akan dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data.Hasil penelitian in menunjukan bahwa makna pertunjukan kesenian gendang beleq bagi masyarakat Desa Bujak kontemporer adalah dimaknai sebagai pembentuk sikap sabar, lebih patuh dan teratur. Selain itu juga kesenian gendang beleq dimaknai sebagai penekanan identitas kesukuan yang lahir dann dibesarkan di temapt yang sama yaitu Suku Sasak Lombok. Pemaknaan lain juga sebagai spirit persatuan dan gotong royong dalam kehidupan bermsyarakat.
PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL PADA KULIAH KEWARGANEGARAAN BERBASIS PENDIDIKAN TINGGI VOKASI Didin Septa Rahmadi; Andika Apriawan
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 3 (2019): JISIP: JURNAL ILMU SOSIAL DAN PENDIDIKAN
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.884 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i3.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana model pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan multikultural berbasis sosial inquiry di perguruan tinggi vokasi. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan kuantitatif sebagai primer dan kualitatif sebagi pendukung dengan pola “Concurrent Embedded” (campuran tidak seimbang) dan desain penelitian research and development (R & D). Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan: (1) Studi Pendahuluan (Exploration study) (2) Pengembangan model (Action Research) dan (3) Pengujian (experimental study) yang menggunakan kuasi eksperimen. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, angket (test), dan FGD. Analisis data dengan cara diskriptif kualitatif dipadukan dengan diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pengembangan PKn multikultural menjadi kebutuhan bangsa Indonesia yang majemuk dan beranekaragam serta. menjadi sebuah keniscayaan bagi wahana desimenasi pemahaman multikulturalisme melalui jargon pendidikan multikultural. (2) Substansi materi pembelajaran Identitas Nasional dan Hak dan Kewajiban cocok untuk pengembangan nilai-nilai multikulturalisme dan pengetahuan tentang aturan undang – undang ketenagakerjaan. (3) Proses atau modus pembelajaran yang berupa syntaks model pembelajaran inkuiri sosial dituangkan dalam ikhtisar model pengembangan PKn Vokasi di perguruan tinggi ke dalam enam langkah dan pembelajarannya dilakukan secara berkelompok dengan tugas/resitasi. (4) Hasil uji coba menunjukkan nilai ujian tengah semes­ter dapat diartikan bahwa modul yang dikem­bangkan efektif bagi mahasiswa, terbukti dengan peningkatan hasil belajar. Rerata nilai sebesar 74 dan sebanyak 68% mahasiswa telah mendapat­kan nilai antara AB sampai dengan A. (5) Sebanyak (62%) mahasiswa menjawab modul sangat, 29% menjawab memuaskan, 9% menjawab netral, dan sisanya 0% dari ke empat perguruan tinggi sedangkan sisanya menjawab tidak memuaskan dan sangat tidak memuaskan. Secara substansial hasil ini menunjukkan bahwa PKn Vokasi efektif untuk meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa. Di samping itu penerapan PKn Vokasi juga memberikan pengaruh yang positif terhadap aktivitas, motivasi belajar.
URGENSI PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN MULTIKULTURAL BAGI MASYARAKAT PLURAL Andika Apriawan; Dewi Puspita Ningsih
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.182 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.846

Abstract

Pendidikan demokrasi dan multikultural adalah upaya penanaman dan penumbuhan pemahaman serta  kesadaran berfikir obyektif dari masyarakat dalam melihat realitas kehidupan sosial yang plural. Pluralitas sangat nampak dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dengannya menjadikan upaya penananam dan penumbuhan pemahaman demokrasi dan multikultural menjadi penting. Pentingnya pendidikan ini akan menghindari masyarakat dari resiko pertikaian bahkan berakibat disintegratif. Resiko sosial yang sering dialami masyarakat yang plural yaitu kerapnya terjadi konflik destruktif yang mengatasnamakan kepentingan kelompok-kelompok sosial. Hal-hal lain juga yang dapat dirasakan dengan adanya pemikiran pendidikan demokrasi dan multikultural yaitu masyarakat mengetahui bahaya konflik horizontal yang kadangkala itu dapat diakibatkan oleh redahnya pemahaman dan kesadara masyarakat terhadap realitas sosial.
Peran Keterlibatan Orang Tua dalam Menumbuhkan Kepekaan Sosial Anak di Desa Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Muhammad Zoher Hilmi; Andika Apriawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 7 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.718 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5715666

Abstract

Research Objectives 1) To describe the way parents in cultivating children's social sensitivity in Sepit village, 2) To describe the form of parental involvement in fostering children's social sensitivity in Sepit village, 3) To analyze the impact of parental involvement in fostering children's social sensitivity in the village Tongs. Meanwhile, the results of this study are as follows: The way parents in cultivating children's social sensitivity in Sepit village is by introducing children to several traditions or customs carried out by the community. The form of parental involvement in fostering children's social sensitivity in Sepit village is through invitations, group ties, actions, warnings or stories and education. While the impact of parental involvement in growing children's social sensitivity in Sepit village, parental involvement in growing children's social sensitivity in Sepit village has a very positive impact. This can be seen from the various activities carried out by the community, children participating in these activities.