Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Asupan zat gizi mikro dengan fungsi kognitif pada lanjut usia Rahmawati, Ade; Pramantara, I Dewa Putu; Purba, Martalena
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 8, No 4 (2012): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.901 KB) | DOI: 10.22146/ijcn.18218

Abstract

Background: The elderly population in Indonesia increased signifi cantly in the last two decades as the life expectancy increase from 66.7 years to 70.5 years with impact to the emergence of diseases in the elderly. One of them is degradation of cognitive function that may disrupt productivity, daily activities, and quality of life of the elderly. Adequate micronutrients intake may help in maintaining cognitive function.Objectives: To identify association between intake of micronutrients (vitamin B6, folate, vitamin C, and vitamin E) and cognitive function of the elderly at Among Yuswa Club of Banteng Baru, District of Sleman.Methods: This was an observational study with cross sectional design. Subjects were elderly people at Among Yuswa Club of Banteng Baru, District of Sleman. Data on cognitive function was obtained using the Mini Mental State Examination (MMSE) and intake of micronutrients were collected using Semi Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). The data was analysed by chi square and logistic regression tests.Results: The result showed statistically signifi cant association between cognitive function and intake of vitamin B6 (p=0.010; RP=2.514; 95%CI=1.133-5.575), vitamin C intake (p=0.011; RP=3.039; 95%CI=1.454-6.353) and vitamin E intake (p=0.021; RP=1.266; 95%CI=1.057-1.516); meanwhile folate intake has no signifi cant association with cognitive function (p>0.05).Conclusion: There were signifi cant associations between intake of vitamin B6, vitamin C and vitamin E with cognitive function. There was no signifi cant association found between intake of folate and cognitive function in the elderly.
RESPON DUA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP MACAM NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK Catur Wasonowati; Sinar Suryawati; Ade Rahmawati
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.87 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1478

Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L) is a common vegetables crops grown in the highland and lowlands.  A sample hydroponic lettuce cultivation provides an sources an alternative for farmers who have a narrow area, so that can server as an adequate source of income.  Providing nutrients to the two varienties of lettuce are expected to yield maximum production.  This tudy aims to determine the effect of nutrients on two varieties of lettuce plants.            The study was conducted in the greenhouse Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madurese from January to March 2011.  The method used was a factorial experiment based on Completely Randomized Design (CRD) with three replicates consisting of two treatment factors, the first factor are two different varieties of lecctuce and the second factor are two differwnt kinds of nutrients.            The results showed that the chief varieties of butter (V1) produces the number of leaves and dry biomass is higher than the varieties of cos (V2).  Nutrition in V1 generate the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length was higher than without the provision of (N0). V1 responses to nutrient hidrogroup (N1) resulted in higher leaf number than nutrition greentonik (N2), but the provision of dry biomass yield N2 higher than N1. Nutrition on V2 generate the number of leaves, wet biomass and dry biomass was higher than N0. V2 response to the provision of N1 and N2 produce the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length are not significantly different.Key word : lettuce, varieties, nutrition, simple hydroponics
Faktor yang berhubungan dengan Pneumonia Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Cidempet Indramayu Tahun 2016 Mukriah, Mukriah; Martomijoyo, Riyanto ; Rahmawati, Ade
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.097 KB)

Abstract

Penemuan kasus pneumonia selama 2 tahun 2014 dan 2015 cenderung meningkat sangat signifikan sehingga penulis ingin mengetahui lebih lanjut tentang karakteristik balita dengan pneumonia di wilayah kerja Puskesmas DTP Cidempet  Kabupaten Indramayu tahun 2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyakit pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas DTP Cidempet  Kabupaten Indramayu tahun 2016 : Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 26 orang penderita pnemonia yang berobat ke Puskesmas Cidempet pada bulan Mei 2016. Cara pengumpulan data yang di ambil dalam penelitian ini yaitu menggunakan rekam medik dan pengumpulan data diambil pada bulan Juni 2016,  yang meliputi umur, jenis kelamin, status gizi dan Pneumonia. . uji statistik data dengan skala ordinal dan data ordinal menggunakan uji statistik Chi Square karena sesuai dengan data yang digunakan. Tingkat kepercayaan 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, maka digunakan koefisien kontingen (CC). Tekniknya dengan skor terendah 0 dan tertinggi 1 dan pengolahan data dengan program SPSS versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi hasil uji statistik chi square test diperoleh nilai umur p = 0,002 dan OR = 0,462dengan 95% CI = 0,257 < OR < 0,830dan SC = 0,601, jenis kelamin p = 0,036 dan OR = 1,750 dengan 95% CI = 0,916 < OR < 3,342 dan SC = 0,441, status gizi p = 0,014 dan OR = 0,652 dengan 95% CI = 0,365 < OR < 0,867 dan SC = 0,480 Sehingga hipotesis yang menyatakan ‘Hubungan umur, jenis kelamin dan status gizi balita berhubungan dengan penyakit pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Cidempet Kabupaten Indramayu Tahun 2016’  di terima dan memiliki keeratan  hubungan cukup kuat.
Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja Pada Karyawan di PT. PLN (Persero) TJBT APP Cirebon Nurini, Nurini; Rahmawati, Ade ; Nuraeni, Tating
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.445 KB)

Abstract

Stres dapat diartikan suatu keadaan individu yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan dan banyak tekanan-tekanan yang menyerang individu yang berasal dari dalam maupun dari luar sehingga menyebabkan rasa tegang, cemas, takut yang berlebihan. Stres kerja merupakan keadaan emosional yang timbul karena adanya ketidaksesuaian antara tingkat permintaan dengan kemampuan individu untuk mengatasi stres kerja yang dihadapinya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 pekerja. Variabel yang diteliti adalah stres kerja dengan faktor karateristik pekerjaan dan faktor individu. Untuk analisis data uji statistik digunakan Uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan taraf kepercayaan 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Pengumpulan data dilakukan terhadap 60 pekerja. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur (P-value 0,000), masa kerja (P-value 0,000), jumlah anak (P-value 0,000) dan beban kerja (P-value 0,001) berhubungan dengan stres kerja. Sedangkan variabel jenis kelamin (P-value 0,817) dan status pernikahan (P-value 0,630) tidak berhubungan stres kerja. Kesimpulan terdapat hubungan umur, masa kerja, jumlah anak, dan beban kerja dengan stres kerja. Sedangkan jenis kelamin dan status pernikahan tidak berhubungan dengan stres kerja. Disarankan pengaturan waktu kerja dalam perusahaan mutlak diperlukan, hal ini berhubungan dengan tingkat konsentrasi dalam pekerjaan, dengan konsentrasi dan keteraturan waktu yang baik akan menyebabkan pekerjaan bagus dan tidak mendapatkan hambatan berarti.
EFEK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNTINYUAT Rahmawati, Ade
Hibualamo : Seri Ilmu-Ilmu Alam dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.134 KB)

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan merupakan salah satu komponen penting usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) dan program yang dirancang oleh pemerintah. Pemberian makanan tambahan pada bayi sebaiknya setelah usia bayi diatas 6 bulan atau setelah pemberian ASI eksklusif karena pada usia tersebut kebutuhan nutrisi masih terpenuhi melalui ASI. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efek sebelum dan sesudah pemberian makanan pendamping air susu ibu terhadap kenaikan berat badan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat. Jenis penelitian yaitu Pra experimental design dan model rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita 6-12 bulan dan mempunyai KMS sebanyak 270 balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 118 balita. Pengumpulan data berat badan dilakukan dengan cara menggunakan timbangan dacin balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Berdasarkan hasil dari uji paired T test diperoleh nilai p-value 0,000 kurang dari 0,05, sehingga ada perbedaan efek sebelum dan sesudah pemberian makanan pendamping air susu ibu terhadap kenaikan berat badan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat. Diharapkan kepada orang tua bayi, terutama ibu untuk memberikan makanan tambahan kepada bayi tidak hanya untuk memberika rasa kenyang pada bayi tetapi juga memperhatikan kandungan gizi pada makanan, sehingga makanan yang dikonsumsi dapat memberikan nutrisi pada bayi dan pertumbuhan anak dapat berkembang sesuai dengan umurnya.   Supplementary Feeding is an important component of efforts to improve family nutrition and programs designed by the government. Supplementary feeding for infants should be after the age of infants over 6 months or after exclusive breastfeeding because at that age the nutritional needs are still met through breast milk. The aim of the study was to determine the effect before and after the provision of complementary food for breast milk on weight gain in infants in the Juntinyuat Health Center work area. This type of research is Pre experimental design and the design model used is One Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique uses Simple Random Sampling. The population in this study were all mothers who had 6-12 months toddlers and had as many as 270 toddlers and the sample in this study were 118 toddlers. Data collection of body weight is carried out by using toddler's dacin scales. Data analysis was performed using paired t-test. Based on the results of the paired T test, the p-value 0.000 is less than 0.05, so that there are differences in the effects before and after giving complementary breast milk to weight gain in infants in the Juntinyuat Health Center work area. It is expected that the parents of the baby, especially the mother to provide additional food to the baby not only to give satiety to the baby but also pay attention to the nutritional content of the food, so that the food consumed can provide nutrition for the baby and the growth of the child can develop according to his age.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG OBESITAS PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 INDRAMAYU Rahmawati, Ade
Hibualamo : Seri Ilmu-Ilmu Alam dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.49 KB)

Abstract

Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Kondisi tersebut dalam waktu lama menambah berat badan hingga mengalami obesitas. Prevalensi obesitas semakin meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat, termasuk untuk negara berkembang. WHO memperkirakan penduduk yang akan menderita obesitas ditahun 2030 sebesar 58%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang obesitas pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indramayu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra experimental design dan model rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Besar sampel pada penelitian adalah 22 siswa. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai mean atau rerata pre test adalalah 73,00 sedangkan nilai mean atau rerata post test adalah 78,27 dengan p value 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan leaflet berpengaruh terhadap pengetahuan siswa tentang obesitas pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indramayu. Diharapkan para orang tua dapat memperluas pengetahuan tentang gizi anak. Orang tua atau pengasuh anak diharapkan juga lebih memperhatikan jenis makanan yang dimakan anak, selain itu dapat memberitahu untuk memantau anak agar banyak melakukan aktifitas fisik dan tidak banyak melakukan aktifitas fisik yang pasif seperti menonton TV atau main games.
PREVENTIVE PROMOTION “STOP TRASH” OF SNAKE AND LADDER GAME IN IMPROVING STUDENT KNOWLEDGE AND ATTITUDE Sukhriyatun Fitriyah; Ade Rahmawati
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 8 No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v8i2.258

Abstract

The high number of waste generation in Indonesia shows the minmize of public concern in managing waste. Education about waste must be instilled from an early age. The minimize of interesting education for the community makes moral messages about waste less noticeable by the public.The purpose of this study was to determine the effect of the STOP TRASH snake and ladder game media in increasing knowledge and attitudes towards waste on students in Indramayu.This research type is quasi experimental with pretest and posttest design. population was all students of SDN Singaraja and Singajaya class IV s.d. VI. The sample of 207 students. This study uses the Wilcoxon test. Knowledge with Result Z = -5.146b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000. Attitude with result Z = -6.604b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000.The results of this study can be concluded that there is a significant influence of the "stop trash" game media on increasing the knowledge and attitudes of students. Game media has advantages including providing a fun and helping to improve communicative and cognitive abilities. Game media is the right media to increasing students' knowledge and attitudes in managing waste and being responsible for the waste generated.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI SERTA HUBUNGANYA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNTINYUAT Rahmawati, Ade
Gema Wiralodra Vol 10 No 1 (2019): Gema Wiralodra
Publisher : unwir press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.418 KB) | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v10i1.14

Abstract

Diarrhea is an increase in the number of bowel movements (3 times or more) accompanied by changes in the consistency of stool (becoming more watery or runny) within 24 hours.Diarrhea is still a global problem and many are infected in developing countries with poor environmental sanitation conditions, insufficient water supply, poverty, and low education.The incidence of diarrhea varies in each region in each region, season, and endemic periods.The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status with the incidence of diarrhea in infants in the work area of ??Juntinyuat Health Center. This type of research was observational analytic using a cross sectional study design. The population in this study was all toddlers aged 12-59 months who were in the working area of ??the Juntinyuat Health Center as many as 270 toddlers who had cards to health. The sample in this study was toddlers aged 12-59 months who were selected as samples in the working area of ??Juntinyuat Health Center as many as 69 children. How to take samples with Simple Random Sampling. Based on the results of statistical tests obtained the value of bivariate analysis, namely exclusive breastfeeding (p value = 0.001) and nutritional status (p value = 0.002) related to the incidence of diarrhea in infants in the work area of ??Juntinyuat Health Center.It is expected that mothers who have toddlers should always give exclusively and maintain the nutritional status of children to prevent the occurrence of diarrheal diseases.  
PNEUMONIA PADA BALITA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA: STUDI KASUS DI PUSKESMAS SUKAGUMIWANG Nuraeni, Tating; Rahmawati, Ade
Gema Wiralodra Vol 10 No 2 (2019): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.402 KB) | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v10i2.73

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pneumonia pada balita dan faktor yang mempengaruhinya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berumur 0 sampai 5 tahun yang datang berkunjung di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukagumiwang Kabupaten Indramayu baik yang pneumonia maupun tidak. Sampel penelitian ini yang terdiri dari sampel kasus dan kontrol yaitu sampel kasus adalah balita 0 sampai 5 tahun yang terkena pneumonia dan sampel kontrol adalah balita 0 sampai 5 tahun yang tidak terkena pneumonia. Teknik pengambilan sampel dipilih secara Simple random sampling atau secara acak sederhana. Alur penelitian ini dilakukan selama 1 tahun dengan menggunakan data primer melalui kegiatan wawancara langsung dengan ibu yang memiliki balita dengan menggunakan kuesioner penelitian sebagai pedoman wawancara. Data Sekunder di peroleh dari catatan rekam medik di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukagumiwang Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan data tentang kejadian pneumonia yang di diagnosa oleh tenaga medis/laboratorium beserta alamat penderita. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dan diinterpretasikan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan tahapan yaitu: analisis deskriptif dan uji chi-square bivariat. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan pula, bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian pneumonia pada bayi usia 0 -5 tahun di Puskesmas Sukagumiwang yakni faktor adanya perokok di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan implikasi bahwa kebiasaan merokok orang tua selain memberikan dampak buruk terhadap dirinya, namun berdampak pada anaknya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Balita di Desa Purwajaya Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2019 Laeli Syukuriyah, Nur; Martomijoyo, Riyanto; Rahmawati, Ade
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.733 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i2.62

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit, Cakupan imunisasi di Jawa Barat tahun 2017 sebesar 99,2%, sedangkan data cakupan imunsasi Dinas Kesehatan Indramayu (71,4%), di Puskesmas Kedungwungu 31,6% dan di Desa Purwajaya 28,3%. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada balita di Desa Purwajaya Kecamatan Krangkeng tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilaksanakan di Desa Purwajaya. Sampel penelitian 78 responden diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 55,1% imunisasi tidak lengkap, berpendidikan rendah 69,2%, berpengetahuan kurang 23,1%, keluarga yang tidak mendukung 53,8%, Hasil analisis bivariat diperoleh p-value pendidikan (0,704) tidak memiliki hubungan yang signifikan, pengetahuan (0,000) dan dukungan keluarga (0,000), memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi dasar pada balita. Pengetahuan dan dukungan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kelangkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi, oleh karena itu diisarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan terutama tentang imunisasi.