Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CAPACITY BUILDING PADA UNIT PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) Rahmawati, Agustina; Nugroho, Hanantyo Sri
QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.01 KB) | DOI: 10.30997/qh.v4i1.1190

Abstract

Desa Karangasem RT 05 RW 12 merupakan salah satu desa di Kelurahan Condong Catur yang padat penduduk dan masih memiliki area sawah yang cukup luas. Mata pencaharian sebagian besar kaum pria disana karyawan dan buruh tani, sedangkan mayoritas kaum wanitanya sebagai ibu rumah tangga. Sejak dahulu dicanangkannya Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ibu-ibu RT 04 RW 12 masih aktif, hingga sekarang terdapat Unit Program Bank Sampah dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dibentuk Pemerintah. Namun, pada pengelolaannya masih belum optimal terutama pada unit KWT. Di dalam unit KWT menurut Ketua PKK Bu Sri Asmoroning masih terdapat kekurangan dalam internal organisasi yakni pada tata kelola administrasi dan kesekretariatan yang masih kurang tertib seperti sistem surat menyurat maupun laporan pembukuan. Adapula pada unit KWT kepengurusan organisasi telah terbentuk namun belum memiliki pembagian kerja yang jelas. Atas dasar itu, diperlukan pelatihan administrasi dan kesekretariatan sebab organisasi kelompok masyarakat miniatur organisasi yang sesungguhnya di masyarakat, maka sebagai penggiatnya harus belajar mengelola organisasinya secara profesional. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yakni melalui ceramah dan tutorial pendampingan. Luaran kegiatan ini yakni adanya peningkatan kemampuan dan skill pengurus organisasi dalam mengelola administrasi dan kesekretariatan serta adanya pembagian kerja yang jelas dalam struktur organisasi KWT sehingga tercipta tanggungjawab dan wewenang yang efektif dalam kepengurusannya. Kedua hal tersebut merupakan instrumen Capacity Building fungsi penunjang kelancaran pelaksanaan tugas- tugas organisasi yang dilakukan oleh SDM pengelola unit program.Kata kunci: Capacity Building, Administrasi dan Kesekretariatan, Kelembagaan Organisasi
Dukungan Informasi Keluarga Meningkatkan Self-Care Klien DM Tipe 2 Di Ambarketawang Sleman Yogyakarta Rahmawati, Agustina; Nursasi, Astuti Yuni; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.221 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i0.278

Abstract

DM tipe 2 memiliki pengaruh cukup besar terhadap seluruh aspek kehidupan klien serta memiliki risiko terjadinya berbagai komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Self-care diyakini mampu mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan klien DM serta mencegah terjadinya komplikasi. Selain perhatian dan kasih sayang klien DM juga membutuhkan informasi terkait penyakit DM dari lingkungan sekitarnya termasuk keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan informasi keluarga dengan self-care klien DM tipe 2 di Kelurahan Ambarketawang Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan analitic correlation dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan informasi keluarga dan self-care kepada 119 responden. Dukungan informasi keluarga memiliki hubungan kuat (r= 0.749) dan positif dengan self-care klien DM tipe 2 (p value: 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan dukungan informasi keluarga dianjurkan guna meningkatkan status kesehatan klien DM.
Evaluasi Program Gerdu Kempling Sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang (Studi Kasus: Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan) Rahmawati, Agustina
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.951 KB) | DOI: 10.30656/sawala.v6i1.546

Abstract

Integrated Movement Program in the Field of Health, Economy, Education, Infrastructure, and Environment or abbreviated Gerdu Kempling Semarang City Government was launched based on Local Regulation No. 4 of 2008 on Poverty Alleviation and Instruction of Mayor of Semarang number 054/2/2011 on Acceleration of Poverty Reduction Semarang City. This program targets poverty to fall by 2% every year. To achieve these objectives, Semarang City government cooperates with private parties, state-owned enterprises, universities and NGOs. One of the kelurahans who have implemented Gerdu Kempling program is the Palebon village. The Village get CSR from PDAM Tirta Moedal, PT Telkom and Rotary Club for Rp 200 million which is used to carry out empowerment activities. However, there are some problems that affect the outcome of the Gerdu Kempling program in the Palebon subdistrict. Based on this study, this study evaluates the performance of Gerdu Kempling program in Palebon sub-district by observing the phenomenon of input, process, output, and outcome. The approach used is descriptive qualitative with interview data collection method, questionnaire, and documentation study. The data already collected will be presented and reduced then drawn conclusions. The results of this research are that the program input is correct, but the main problem is in the process of improper policy transformation which involves short time of empowerment that is only 1 year, the types of activities that are not in accordance with the needs of the community and not sustainable, and monitoring evaluation only administrative and no measure of success in the program. These problems affect the results of community appraisal of outputs and outcomes where most people state that they are not yet self-sufficient through the Gerdu Kempling program. However, the community also assessed the greatest impact felt is the field of environment and infrastructure.Keywords: Poverty, Gerdu Kempling, Village
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN NYERI PERSALINAN KALA 1 PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PEKALONGAN Rahmawati, Agustina; Hartati, Hartati; Sumarni, Sumarni
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 10 (2016)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.201 KB)

Abstract

ANXIETY IS A NATURAL DISRUPTION OF FEELING SIGNED BY DEEP ANXIETY OR NERVOUS /WORRIES AND THE BEHAVIOUR COULD BE DISRUPTED BUT STILL IN NORMAL LEVEL. BESIDES BIRTHING PAIN IS A MECHANISMOF BODY PROTECT APPEAR IF THERE IS A TORN BODY TISSUE AND IT WILL CAUSE THE REACTION BY MOVING PAIN STIMULA. BASED ON THE INTRODUCTION OF STUDY DONE BY PUSKESMAS BENDAN, PUSKESMAS JENGGOT, PUSKESMAS KUSUMA BANGSA FROM 10 MOTHERS GIVES BIRTH STEP 1 PRIMIPARA, GOT RESULT THAT 8 RESPONDENTS (80)GET HARD ANXIETY, AND 2 RESPONDENTS (20%) HAVE MEDIUM LEVEL OF PAIN, THE MAIN GOAL OF THIS STUDY IS TO KNOW THE RELATION BETWEEN ANXIETY LEVEL OF BIRTHING PAIN STEP 1 PRIMIPARA. THE WRITER USED CORRELATIONAL DESCRIPTIVE ANALISIS METHOD, SAMPLING TECHNIQUE IN THIS STUDY USED CROSS SECTIONAL. THE NUMBER OF POPULATION IS ABOUT 84 RESPONDENTSOF MOTHERS PRIMIPARA AND THE AMOUNT OF SAMPLE IS ABOUT 68 RESPONDENTS OF BIRTHING MOTHERS PRIMIPARA. BASED ON THE RESULT OF STUDY DONE TO RESPONDENTS IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS IN PEKALONGAN CITY THAT RESPONDENTS HAVING WORRIES IN MEDIUM LEVEL. THAT IS ABOUT 43 RESPONDENTS (63,3%). HARD WORRIES ABOUT 20 RESPONDENTS (39,4) AND LIGHT WORRIES ABOUT 8 RESPONDENTS (7,4%) . BESIDES RESPONDENTS HAVING MEDIUM PAIN IT IS ABOUT 19 RESPONDENTS (27,9%) , LIGHT PAIN ABOUT 6 RESPONDENTS (8,87%). BASED ON THE RESULT , IT WOULD BE BETTER IF THE MEDICAL ASSISTANCES ESPECIALLY MIDWIFE CAN GIVE KNOWLEDGE OR COMPLETE INFORMATION ABOUT BIRTHING PROCESS CAN GIVE KNOWLEDGE OR COMPLETE INFORMATION ABOUT BIRTHING PROCESS SO CAN DECREASE WORRIES LEVEL TO INPARTU PATIENTS STEP 1 PRIMIPARA.
Efektivitas Program Penyelenggaraan Diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah Rahmawati, Agustina
Jurnal ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jmnegara.v1i2.791

Abstract

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi JawaTengah merupakan instansi penyelenggara diklat teknis pengelolaan aset/barang daerah Provinsi Jawa Tengah. Diklat teknis pengelolaan aset/barang daerah bertujuan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang perencanaan, pemeliharaan dan penghapusan aset sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pemerintah daerah. Identifikasi masalah yang ditemukan adalah sebagian peserta diklat bukan pegawai yang tugasnya mengelola aset/barang daerah sehingga masih diperlukannya peningkatan kompetensi, serta beberapa peserta kurang setuju, bahkan tidak setuju atas keberhasilan penyelenggaraan diklat pada bidang akademis maupun non akademis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif sehingga dapat berusaha menangkap dan menjelaskan terkait dengan fenomena yang ditemukan. Hasil dari Penelitian ini, Penyelenggaraan Diklat Teknis Pengelolaan Aset/barang Daerah Provinsi Jawa Tengah berjalan lancar dan efektif yang dilihat dari proses penyelenggaraannya yang terdiri dari persiapan penyelenggaraan diklat meliputi persiapan administrasi dan persiapan akademis, persyaratan peserta dan widyaiswara, ketersediaan sarana dan prasarana apakah telah sesuai dengan kebutuhan diklatatau belum, pihak-pihak yang berperan sebagai panitia dalam diklat, serta evaluasi diklat. Selain itu, sasaran dan tujuan dari penyelenggaraan diklat telah tepat sebagai sarana menambah pengetahuan dan kemampuan PNS dalam menyelesaikan pekerjaannya sebagai pengelola aset/barang. Rekomendasi dari penelitian ini disarankan agar penyusunan program diklat tetap sesuai dengan analisis kebutuhan diklat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah mengawasi kondisi sarana prasarana agar tetap layak untuk digunakan sertasikap dan perilaku pegawai diharapkan selalu menunjukan profesionalisme dan transparan dalam menyelesaikan tugas dan fungsinya.