Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISTRIBUTION AND CHARACTERISTICS OF HEAD INJURY AND REFERRAL NUMBER AT DR H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR GENERAL HOSPITAL, TANAH BUMBU, SOUTH BORNEO, INDONESIA Sentosa, Komang Werdhi; Rahmawati, Ani; Arianda, Daldy; Lahdimawan, Ardik; Suhendar, Agus
Neurologico Spinale Medico Chirurgico Vol 1 No 3 (2018)
Publisher : Indoscholar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.363 KB)

Abstract

Background: Head injury (HI) has been one among leading causes of morbidity and mortality worldwide especially in the peripheries area. In South Borneo, 9.4% of trauma cases was a head injury. Especially, Tanah Bumbu Regency, one of peripheries area in South Borneo ranks third for head injuries after Tabalong and Tanah Laut Regency in 2007. Objective: The aim of this study was to describe the characteristics of head injury patient and referral number at Dr. H. Andi Abdurrahman Noor general hospital. Methods: All head injury patients admitted to the emergency department (ED) of Dr. H. Andi Abdurrahman Noor general Hospital in a one-year period (2017) were registered in this retrospective study. Using the total population sampling method,413 cases of head injury during the period were included as a subject of study. Result: This study showed that mild head injury was the most cases of head injury with 325 cases (78.2%). 61 patients were referred to a higher trauma center in 2017. Head injury was most common in 11‑20 years old age group. Men also had higher incident rate compared to women (2:1). Most of the patients were a nonstate employee. Head injury is commonly caused by traffic accident. Conclusion: This study shows that characteristics of HI in the peripheries area such Tanah Bumbu regency are no different from other countries. Our findings suggest that several prevention steps should be taken to reduce the number of head injury based on the distribution and characteristics of head injury sustainers.
PENERAPAN ANALISIS DISKRIMINAN ALTMAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN Rahmawati, Ani; Pramono, Joko
AMONG MAKARTI Vol 6, No 1 (2013): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v6i1.84

Abstract

ABSTRAK Kecenderungan masyarakat di Indonesia yang menyukai makanan ready to eat menyebabkan semakin meningkatnya industri-industri baru dalam bidang makanan dan minuman. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut perusahaan untuk selalu memperkuat fundamental manajemen agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Ketidakmampuan mengantisipasi persaingan global akan mengakibatkan menurunnya volume usaha yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan pada kelompok industri  makanan dan minuman yang  terdaftar di BEI periode 2006-2010. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 16 industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Data sekunder yang digunakan yaitu laporan keuangan yang dipublikasikan pada tahun 2006-2010. Penelitian ini menerapkan metode multivariate discriminant analisys dengan menggunakan variabel berupa rasio working capital to total assets, retained earning to total assets, earning before interest and tax to total assets, market value equity to book value of debt dan sales to total assets. Rasio-rasio ini kemudian menghasilkan persamaan sebagai berikut : Z = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,42 X4 + 0,998 X5, dari persamaan ini, dapat diketahui  Cut off perusahaan yaitu jika nilai Z < 1,20 perusahaan diprediksikan akan Bangkrut, Jika Z berkisar antara 1,20-2,90 perusahaan berada pada Daerah Rawan (Grey Area), dan jika nilai Z > 2,90 perusahaan diprediksikan Tidak Bangkrut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 1(satu) perusahaan dalam keadaan Tidak Bangkrut (Sehat), 11 perusahaan dalam posisi Grey Area dan 4 perusahaan dinyatakan dalam kategori bangkrut (Tidak Sehat). Agar perusahaan terhindar dari resiko kebangkrutan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan  perusahaan, yaitu berupaya mempertahankan dan meningkatkan laba perusahaan, dengan cara menambah volume penjualan, menekan biaya produksi,  dan mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan.   Kata kunci   :   Laporan keuangan, analisis diskriminan, kebangkrutan