Luluk Elyana
Universitas Ivet, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGELOLAAN PAUD RAMAH ANAK BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN METAKOGNISI Elyana, Luluk
PAWIYATAN Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD ramah anak berbasis masyarakat merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, berpihak kepada hak-hak anak dan memberikan perlindungan terhadap anak. Pengelola PAUD harus memahami konsep kebermaknaan pada diri anak. Pengelola harus dapat mengedukasi seluruhstake holder dengan metode yang tepat dan hasil akhirnya bermuara pada awarness. Ramah keluarga, ramah lingkungan ramah masyarakat, ramah pembelajaran dan ramah kelembagaan adalah elemen dasar dari terwujudnya PAUD ramah anak berbasis masyarakat. Berangkat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Gagasan MAKE (Lima Kepedulian) melalui pendekatan metakognisi adalah sebuah metode yang memiliki kekhasan yaitu awarness yang tinggi dan penemuan metode yang bersifat inovatif. Pendekatan metakognisi merupakan sebuah pendekatan yang berhubungan dengan self regulation atau regulasi diri melalui cheking, planning, monitoring, testing, revising, dan evaluating. Melalui proses tersebut akan dihasilkan kepribadian yang ramah anak yaitu peduli dengan kesadaran yang mendalam. Permasalahan yang dihadapi diselesaikan melalui problem solving yang tepat, PAUD ramah anak akan terwujud melalui kepribadian stake holder yang baik, service excellent pada semua lini, suasana PAUD yang menyenangkan, dan ramah pada seluruh layanan program yaitu TPA, SPS, KB, dan TK. PAUD ramah anak berbasis masyarakat mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kata Kunci : Ramah Anak, Lima Kepedulian, Pendekatan Metakognisi, Pengelolaan PAUD
Peran self regulated learning dalam pembelajaran PAUD Luluk Elyana
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak, orang tua, atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan. Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pembelajaran untuk anak usia dini bukan berarti anak harus disekolahkan pada umur yang belum seharusnya, dipaksa untuk mengikuti pelajaran yang akhirnya justru membuat anak menjadi terbebani dalam mencapai tugas perkembangannya. Pembelajaran untuk anak usia dini pada dasarnya adalah pembelajaran yang kita berikan pada anak agar anak dapat berkembang secara wajar. Perspektif psikologi humanistik dalam proses pembelajaran tidak lagi terpancang pada reward and punishment seperti yang dianut kalangan behavioristik, melainkan lebih bertumpu inner nature peserta didik. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan menarik dan mencapai hasil yang optimal jika dalam mendesain dan mengelola proses pembelajaran memperhatikan dimensi ego involvement inner nature peserta didik. Untuk itu dalam perpsektif baru proses pembelajaran sangat mengedepankan peranan self regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Self Regulated Learning dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses belajar mengajar di PAUD dengan melibatkan peran guru sebagai fasilitator dan motivator bagi anak.  Kata Kunci : Self Regulated Learning, Pembelajaran PAUD
MANAJEMEN PENGORGANISASIAN SELF REGULATED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA, MORAL DAN DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI Siti Maemunah, Luluk Elyana
PAWIYATAN Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran agama moral dan disiplin merupakan salah satu materi dasar dalam pendidikan yang harus disampaikan kepada anak sebagai pondasi dasar keimanan dan panduan prilaku agar dapat menjadi individu yang baik. Pendidikan agama dan moral bertujuan untuk menumbuh kembangkan benih-benih keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sedini mungkin dalam kepribadian anak didik yang terwujud dalam perkembangan kehidupan jasmaniah dan rohaniah sesuai dengan tingkat perkembangannya. Keberhasilan Pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa aspek, salah satunya adalah metode pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Metode pembelajaran dengan penerapan Self Regulated Learning (SRL) menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan dalam pembelajaran agama dan moral pada anak usia dini. SRL menempatkan urgensi kemampuan anak untuk belajar disiplin mengatur dan mengendalikan diri sendiri serta belajar atas inisiatif sendiri. Hal ini sesuai dengan materi pembelajaran yang menuntut anak untuk dapat memahami agama dan mampu mengamalkan nilai-nilai moral berdasarkan kesadaran diri bukan pada unsur doktrinasi. Pembelajaran berbasis Self Regulated Learning akan membantu anak memahami dan mengamalkan materi pembelajaran agama dan moral dengan baik. Menumbuhkan inisiasi dalam pembelajaran agama dan moral guru menempatkan diri sebagai fasilitator dan motivator dengan memahami keunikan–keunikan yang terdapat pada diri anak yang muncul karena individual differences.  Anak–anak akan tumbuh rasa empatinya dan selalu bangga menemukan pengetahuan yang muncul dari perbedaan ini. Untuk itu pembelajaran SRL pada anak usia dini perlu di terapkan dalam pembelajaran agama dan moral sebagai upaya pembinaan anak sejak dini dalam menumbuhkan rasa empati dan potensi - potensi yang di miliki melalui pembiasaan–pembiasaan positif serta kesadaran melaksanakan tugas–tugasnya dengan baik dan menghargai setiap perbedaan. Kata Kunci : Pembelajaran Agama Moral dan Disiplin, Manajemen, Self Regulated Learning, Anak Usia Dini
PENGELOLAAN PAUD RAMAH ANAK BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN METAKOGNISI Elyana, Luluk
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD ramah anak berbasis masyarakat merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, berpihak kepada hak-hak anak dan memberikan perlindungan terhadap anak. Pengelola PAUD harus memahami konsep kebermaknaan pada diri anak. Pengelola harus dapat mengedukasi seluruhstake holder dengan metode yang tepat dan hasil akhirnya bermuara pada awarness. Ramah keluarga, ramah lingkungan ramah masyarakat, ramah pembelajaran dan ramah kelembagaan adalah elemen dasar dari terwujudnya PAUD ramah anak berbasis masyarakat. Berangkat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Gagasan MAKE (Lima Kepedulian) melalui pendekatan metakognisi adalah sebuah metode yang memiliki kekhasan yaitu awarness yang tinggi dan penemuan metode yang bersifat inovatif. Pendekatan metakognisi merupakan sebuah pendekatan yang berhubungan dengan self regulation atau regulasi diri melalui cheking, planning, monitoring, testing, revising, dan evaluating. Melalui proses tersebut akan dihasilkan kepribadian yang ramah anak yaitu peduli dengan kesadaran yang mendalam. Permasalahan yang dihadapi diselesaikan melalui problem solving yang tepat, PAUD ramah anak akan terwujud melalui kepribadian stake holder yang baik, service excellent pada semua lini, suasana PAUD yang menyenangkan, dan ramah pada seluruh layanan program yaitu TPA, SPS, KB, dan TK. PAUD ramah anak berbasis masyarakat mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kata Kunci : Ramah Anak, Lima Kepedulian, Pendekatan Metakognisi, Pengelolaan PAUD
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN METODE BERMAIN MEDIA BENDA KONKRIT PADA ANAK USIA DINI elyana, luluk; latief, abdul
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang dikembangkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang di TK Annida Ya Fatimah Jepat Lor Tayu Pati. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang direncanakan dilakukan dalam 2 siklus. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisi deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak pada kegiatan membilang tergolong rendah. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan pembelajaran melalui bermain dengan menggunakan media benda konkrit. Hasil penelitian didapatkan bahwa dengan menggunakan metode bermain media benda konkrit dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang.
Pengenalan Konsep Diri Anak Melalui Visual Learning di TK Annida Ya Fatimah Jepat Lor Tayu Pati, Jawa Tengah. Elyana, Luluk
Journal of Studies in Early Childhood Education (J-SECE) Vol 1 No 1 (2018): Maret 2018, Number 1, Volume 1
Publisher : Prodi PG Pendidikan Anak Usia Dini, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sece.v1i1.610

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat fenomena pembentukan konsep diri anak melaalui pembelajaran media visual dan mendeskripsikan bagaimana media visual yang merupakan dasar teknologi dan informasi dapat menjadi alternatif bagi guru PAUD di TK Annida Ya Fatimah Jepat Lor Tayu Pati. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologi. Variabel dalam penelitian ini adalah konsep diri  dan digital learning. Subyek penelitian yang digunakan adalah anak usia 2 – 6 tahun di KB – TK Annida Ya Fatimah Jepat Lor Tayu Pati. Instrumen penelitian menggunakan tehnik trianggulasi yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi terhadap subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adalah pada kegiatan mulai perencanaan, peleksanaan dan evaluasi. Melalui media ini dapat membantu proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak sehingga tujuan pembelajaran yaitu pengenalan konsep diri akan tercapai.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif dengan Metode Bermain Media Benda Konkrit pada Anak Usia Dini Fauziddin, Mohammad; Elyana, Luluk
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.349 KB)

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang dikembangkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang di TK Pembina Bangkinang Kota. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang direncanakan dilakukan dalam 2 siklus. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisi deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak pada kegiatan membilang tergolong rendah. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan pembelajaran melalui bermain dengan menggunakan media benda konkrit. Hasil penelitian didapatkan bahwa dengan menggunakan metode bermain media benda konkrit dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang
Pengelolaan PAUD Berbasis Good School Governance Luluk Elyana
Journal of Curriculum Indonesia Vol 2, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia Wilayah Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.85 KB) | DOI: 10.46680/jci.v2i1.17

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan landasan kuat dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Masa usia dini merupakan fondamen dasar manusia dalam menempatkan stimulasi-stimulasi penting yang bisa melejitkan fungsi-fungsi tumbuh kembang anak meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional, agama dan moral serta perkembangan seni. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran good school governance dengan sistem kerja yang transparan, akuntabel, bertangggunjawab, menunjukkan prestasi, terarah dan berkeadilan dalam pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literasi dan melibatkan subyek penelitian yaitu Pos PAUD Tunas Harapan Candi Sukuh Utara I dan PAUD Lab Belia Universitas iVET Semarang. Penelitian ini bermanfaat sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan tentang pemilihan model pengelolan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian system pengawasan dan kemitraan orang tua. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan transparansi, kecermatan, tanggungjawab dan prinsip – prinsip keadilan sebagai implementasi peran good school governance. Seorang pengelola harus memahami peran good school governance untuk pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini yang terarah dan lebih baik. Memahami prinsip – prinsip manajemen dan tugas pokok fungsi dari masing – masing stakeholder yang terlibat di dalamnya.
Improving Interpersonal Intelligence Through Hompimpa Games in Children at 4 – 5 Years Old at Annida Ya Fatimah Kindergarten Tayu Pati Luluk Elyana; Soraya Rosna Samta
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1764

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan hom pim pa di TK Annida Ya Fatimah Tayu Pati. Adapunpendekatan yang diterapkandalampenelitianiniadalahpendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif, hal ini disesuaikan dengan tujuan pokok penelitian yang ingin dicapai yaitu untuk mediskripsikan dan menganalisa peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan hom pim pa. Subyek penelitian adalah seluruh peserta didik TK Annida Ya Fatimah Tayu Pati dengan jumlah 18 anak, yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan permainan hom pim pa dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak 89 %, peningkatan ini melampaui standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80%. Peningkatan keberhasilan kecerdasan interpersonal anak tersebut didasarkan pada hasil penelitian siklus I dan siklus II dengan indicator capaian peserta didik (1) sikap mampu bekerjasama dengan teman (2) sikap mampu berinteraksi dalam bermain (3) sikap mampu beradaptasi dengan teman berbeda kelompok (4) sikap mampu menyelesaikan pekerjaan bersama teman – temannya.
Learning Management Self Regulated Learning Early Childhood Based Child Friendly Elyana, Luluk
ACIECE Vol 1 (2016): Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning management is management that consists of planning, organizing, briefing, and controlling in terms of why and how human undergo behavior changes as a result of experiences. Essentially, early childhood learning is curriculum development that tangible which contain some learning experience through playing. One of the importance of the learning process in PAUD has Self Regulated Learning (SRL) that will put the urgency of the children’s ability to learn discipline to organize, self- control, and study with their own initiative. To put out this initiation, one of the processes is the concept of Ramah Anak (child-friendly) which is understanding the meaningfulness of the children. The teacher should place herself to be a facilitator and a motivator by understanding the uniqueness that the children have that will show because of individual differences. This is due to family background, ethnic, language, and culture differences in children not same. The children will have a sense of empathy and always proud to identify the knowledge that appears from the differences. For example, played a harvest festival with Madura's traditional clothes or dancing an Aceh traditional dance with Aceh traditional clothes accompany by their traditional songs. The children are given the freedom to initiate and the opportunity to express their opinion about the learning activity and the activity that will be performed next. For the management of child-friendly learning SRL in early childhood should be applied as an effort for the early development of the children development in cultivating a sense of empathy and the potential that the children have through positive habits and awareness to do well in their own work and appreciate the differences.