Theodorus Miraji
Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Keadaan Politik Terhadap Konsep Kerajaan Mesianik Pada Masa Intertestamental Theodorus Miraji
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v2i1.47

Abstract

Keadaan politik pada masa Intertestamental tidak dapat dipisahkan dari keadaan politik di Perjanjian lama, dan sangat berpengaruh pada keadaan politik di Perjanjia Baru. Keadaan politik juga membentuk konsep Bangsa Israel tentang Mesias dan kerajaan Mesianik yang sudah dijanjikan oleh para Nabi sebelum akhirnya Tuhan seolah diam pada masa intertestamental. Kondisi politik yang berubah ubah sangat mempengaruhi pemikiran bangsa Israel. Perubahan kekuasaan dari Persia ke Romawi membuat bangsa Israel mengharapkan sosok Mesias seperti Alexander Agung atau raja raja lain. Helenisme yang ada membuat bangsa Israel meyakini bahwa Mesias akan menyatukan Israel yang sudah terpecah. Gerakan Makabe yang sempat meledak, membuat bangsa Israel mengharapkan ada pemulihan harga diri sebagai sebuah bangsa pilihan. Namun konsep kerajaan Mesianik seperti itu ternyata tidak terjadi dan kenyataannya Yesus sang Mesias datang untuk menaklukkan dosa, menyatukan manusia dalam kebenaran, memulihkan hubungan dengan Allah dan membangun kerajaan Allah bagi manusia. Kata Kunci : Keadaan Politik, Kerajaan Mesianik, Intertestamental
PANDANGAN POSTMILENIALISME DAN SUMBANGSIHNYA BAGI PEMULIHAN KONDISI MENTAL ORANG KRISTEN PADA MASA PASCA PANDEMI COVID-19 Theodorus Miraji; Felicia Irawaty
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 4, No 2 (2021): J.VoW Vol 4. No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v4i2.86

Abstract

2020 is a tough year for humans due to the Covid-19 pandemic which has attacked all sides of human life. One of the most affected is the human mentality, and this mentality must be restored so that in the post-pandemic era, humans can be active and do everything as before. The church also has a duty to carry out this and the church has teachings that can be given to humans in general and Christians in particular as material for healing, one of which is eschatology which relates to the teachings of Postmillennialism. The method of this research is descriptive method with literature study techniques. Some of the characteristics of Postmillennial teachings are: First, Postmillennialists believe that what mankind is waiting for, namely the coming of God's reign, has actually started since the first coming of Jesus. Second, the 1000 year reign is led by Jesus through the church and Third, Postmillennialism believes in the central role of the gospel. From these characteristics, the Postmillennial Viewpoint can contribute to raising hope for the future and as material for Christian Counseling / Pastoral Assistance, contributing to encouraging churches to be actively involved in human life, Postmillennialism Views Encourage evangelism as a human need in the post-pandemic era
Pendekatan Pneumatologi, Misiologi, dan Historikal-Eskatologis Terhadap Gerakan Pentakosta Ketiga Theodorus Miraji
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.059 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.7

Abstract

Gerakan Pentakosta adalah Social Religion Movements yang terbukti mampu mengubah wajah kekristenan secara global dari dalam. Pentakosta Ketiga adalah gerakan yang diperkenalkan dan dipopulerkan oleh Pdt. Niko Njotorahardjo, yang memiliki dampak secara nasional maupun internasional. Tulisan ini akan melihat Gerakan pentakosta ketiga ini dari sudut pandang Pneumatologi, Misiologi dan Historikal-Eskatologis. Metode yang digunakan adalah Metode Deskrptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka tentang tema tema yang sesuai dengan judul yang sedang diteliti. Sudut pandang Pneumatologi menunjukkan bahwa Gerakan Pentakosta membuktikan bahwa Roh Kudus masih bekerja secara aktif hingga hari ini, sudut pandang Misiologi gerakan ini adalah sebuah pengingat tentang Misi pemberitaan Injil yang harus dilakukan oleh semua orang percaya, dan secara Historikal-Esktaologis, gerakan ini memberi pengharapan akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Kata kunci : Gerakan Pentakosta Ketiga, Pneumatologi, Misiologi, Historikal-Eskatologis