Tris Haris Ramadhan
Tanjungpura University

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN ANDI, ANDI; RAMADHAN, TRIS HARIS; HENDARTI, INDRI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB)

Abstract

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJANAndi(1), Tris Haris Ramadhan(2), Indri Hendarti(2)(1) Mahasiswa dan (2) Staf PengajarProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraABSTRAKWalang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
Insecticidal Activity Seed Extract of Cerbera sp. against Helopeltis antonii Sign (Hemiptera; Miridae) Herianto, Herianto; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were evaluated the insecticidal activity ethanol seed extract of Cerbera sp. on mortality and reproduction H. antonii. The bioassays were conducted using residuel methods. Observations on insect mortality conducted every 24 hours for 8 days. Relationship between concentrations and mortality was analyzed by probit. The number of offspring emerged from adult female  analyzed by ANOVA. The result shows that Cerbera sp. seed extract possessed insecticidal activity against H. antonii with LC₅₀ of 0.32%. In the reproduction test, LC₂₅, LC₅₀ and LC₇₅ inhibit reproduction of H. antoni adult. Keywords : Cerbera sp., Helopeltis antonii, insecticide botanical
FLUKTUASI POPULASI KUTU DAUN Toxoptera citricidus (Kirkaldy) PADA TANAMAN JERUK SIAM -, Sudarwadi; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah salah satu pengendalian hama yang lebih baik dan aman. Keberhasilan dalam PHT sangat tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi populasi kutu daun T.citricidus pada tanaman jeruk siam.. Penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai bulan September- Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan cara mengamati langsung di pertanaman jeruk di Desa Pangkalan Kongsi. Tanaman sampel yang diamati 10 % dari keseluruhan jumlah tanaman pada kebun milik petani. Pengamatan dilakukan terhadap ketersediaan sumber makanan yang ada yaitu tunas dan daun muda dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan curah hujan serta predatornya yaitu family Coccinellidae dan Syrphidae. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, dapat diketahui bahwa rerata jumlah tunas, daun muda, predator, suhu, kelembaban dan curah hujan dapat mempengaruhi kelimpahan populasi kutu daun T.citricidus. Populasi T.citricidus 637.1 ekor didapatkan pada kondisi rerata jumlah tunas 28.1, predator 28 ekor, suhu 310 C, kelembaban 75 % serta rata-rata curah hujan 253 mm/bulan. Kata Kunci : Perkembangan Populasi, T.citricidus, Faktor Lingkungan
PENGARUH WAKTU INFESTASI HAMA KEPIK LABU (Leptoglossus australis F.) TERHADAP KERUSAKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) astuti, widya; Sarbino, Sarbino; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptoglossus australis merupakan salah satu hama tanaman mentimun yang menyerang buah mentimun. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kehilangan hasil pada buah mentimun berdasarkan waktu infestasi kepik labu (L. australis). Penelitian dilaksanakan pada April hingga September 2016. Penelitian dilakukan dengan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari 1 perlakuan 5 taraf dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu waktu infestasi (W) pada umur buah yang berbeda dimulai pada umur 0 hsm (W1), 2 hsm (W2), 4 hsm (W3), dan 6 hsm (W4) serta control (W0). Pada setiap perlakuan diinfestasikan 2 ekor kepik instar ke-4. Kepik yang telah diinfestasikan kemudian dibungkus menggunakan plastik bening yang telah diberi lubang pernafasan. Infestasi dilakukan sampai buah mentimun berumur 9 hari. Hasil penelitian diketahui bahwa semakin awal waktu infestasi L. australis menyebabkan kehilangan hasil pada buah mentimun semakin besar. Infestasi pada 2 hsm menyebabkan kehilangan mencapai 97,06%. Kata kunci : Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis, Mentimun
PARASITOID TELUR PENGGEREK BATANG JAGUNG DI DESA BINTANG MAS KECAMATAN RASAU JAYA prasetyo, puguh; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ostrinia furnacalis merupakan salah satu hama penting tanaman jagung baik pada fase vegetatif maupun fase generatif. Penelitian ini bertujuan mempelajari keberadaan parasitoid telur O. furnacalis pada tanaman jagung di Desa Bintang Mas Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dengan pendekatan purposive sampling. Pengamatan keberadaan parasitoid dan telur penggerek batang dilakukan pada jagung manis dan jagung hibrida. Telur O. furnacalis dikumpulkan dari tanaman sampel kemudian dipelihara dalam wadah plastik, untuk melihat kemunculan parasitoid, jumlah telur yang menetas atau tidak menetas. Hasil penelitian diperoleh satu jenis parasitoid telur yaitu Trichogramma evanescens. Persentase parasitasi pada lahan jagung manis sebesar 90.91% dan lahan jagung hibrida sebesar 82.93%. Intensitas serangan O. furnacalis pada lahan jagung hibrida sebesar 42% dan lahan jagung manis sebesar 20%. Kata Kunci: Jagung Hibrida,  Jagung Manis, Ostrinia furnacalis, Parasitasi, Parasitoid
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK BUNGA Piper aduncum TERHADAP Callosobruchus maculatus (COLEOPTERA: BRUCHIDAE) Ningsih, Sulistia; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Callosobruchus maculatus merupakan salah satu hama penting kacang hijau di penyimpanan yang biasanya dikendalikan dengan menggunakan insektisida sintetik.  Pengendalian alternatif hama ini dengan menggunakan insektisida botani perlu dilakukan.  Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas ekstrak tumbuhan Piper aduncum terhadap Callosobruchus maculatus. Pengujian dilakukan menggunakan metode residu pada permukaan gelas.  Pengamatan motalitas dilakukan setiap hari hingga 6 hari setelah perlakuan.  Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit.  Pengujian hambatan peletakan peneluran dilakukan dengan metode pilihan dan tanpa pilihan.  Pada pengujian ini, ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75.  Jumlah telur yang diletakan dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan peletakan telur.  Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak bunga Piper aduncum memiliki aktivitas insektisida dengan LC50 sebesar 0,21%.  Ekstrak pada konsentrasi 0,14%-0,32% tidak menunjukan aktivitas penghambatan peletakan peneluran. Kata Kunci: Aktivitas insektisida, Callosobruchus maculatus, ekstrak bunga, insektisida botani, Piper aduncum
INVENTARISASI PARASITOID LALAT BUAH (Bactrocera sp.) DI PERTANAMAN HORTIKULTURA DI KOTA SINGKAWANG Harjuno, Ryan; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang adalah salah satu wilayah yang terkenal sebagai sentra tanaman hortikultura di Kalimantan Barat. Serangan lalat buah menjadi salah satu sebab turunnya produksi tanaman hortikultura di Kota Singkawang, khususnya tanaman buah – buahan dan sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi lalat buah , mengetahui jenis lalat buah dan parasitoid lalat buah serta melihat tingkat serangan parasitoid lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman hortikultura di Kota Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan tekhnik purposive sampling. Tanaman sampel yang diambil dari lokasi diantaranya 10%  dari total populasi tanaman di lokasi penelitian. Buah yang dijadikan contoh adalah buah yang ada pada pohon dan buah yang sudah jatuh di tanah. Buah yang terserang lalat buah dari lapangan dibawa ke Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Larva instar III yang ada di buah diambil dan dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 8 cm dengan tinggi 13 cm. Lalat buah dan parasitoid yang muncul diidentifikasi berdasarkan morfologinya. Jenis lalat buah yang diperoleh dari pemeliharaan, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera carambolae. Jenis parasitoid yang diperoleh, yaitu Psyttalia incisi Silv., Fopius Arisanus Sonan., dan Psyttalia fletcheri. Semua spesies parasitoid termasuk dalam Famili Braconidae. Tingkat pemarasitan dan keragaman parasitoid di pertanaman hortikultura Kota Singkawang tergolong rendah yaitu 2,41%  dan H’ = 1,08 dengan  Psyttalia fletcheri sebagai spesies yang paling dominan.
BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUM AZIS, AZIS; SARBINO, SARBINO; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUMAzis (1), Sarbino (2), Tris Haris Ramadhan (3)(1)       Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKKepik labu (Leptoglossus australis F.) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman peria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi kepik labu pada buah peria (Momordica charantia). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Kepik labu dipelihara dalam toples, toples dilubangi bagian bawah nya dan ditutup dengan kain kasa, toples digunakan secara terbalik. Buah peria diganti 2 hari sekali. Pengamatan dilakukan terhadap 100 ekor sebagai kohort yang dibagi dalam 10 toples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : masa perkembangan L. australis F. dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 30-48 hari, stadium telur berkisar antara 7-10 hari. Nimfa terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (3-5 hari) instar II (5-23 hari) instar III (13-32) instar IV (13-35) dan instar V (16-27) hari.  Nisbah seks diperoleh perbandingan jantan : betina 3,1 : 2. Lama hidup imago jantan 5-74 hari dan imago betina 14-79 hari. Periode prapeneluran berkisar 9-35 hari(rata – rata 22,23 hari). Periode pasca peneluran berkisar 1-6 hari (rata – rata 2,16 hari). Fertilitas telur berkisar antara 81,94% - 100%. Panjang dan lebar telur berkisar antara 1,85-1,89 mm dan 1,26-1,30 mm. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 8-72 telur (rata – rata 23 telur). Mortalitas nimfa instar I (3%) instar II (9%) instar III (12%) instar IV (8%) dan instar V (17%). Pemberian pakan dengan buah peria menghasilkan siklus dan umur yang panjang pada kepik (L. australis F.). Kata kunci     : Biologi, L. australis F., Peria (Momordica charantia L.
KERAGAMAN PARASITOID PADA KUTUDAUN TOXOPTERA CITRICIDUS DI PERTANAMAN JERUK Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris; -, Heru
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasitoid merupakan salah satu musuh alami kutudaun yang penting untuk pengendalian hayati. Pada tanaman jeruk sering ditemukan kutu daun T. citricidus yang dapat merusak tanaman baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies parasitoid dan menghitung keragamannya, terutama yang menyerang T. citricidus di Areal pertanaman jeruk desa Serumpun Buluh Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Oktober 2012 sampai November 2012. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan yang dilakukan pada kebun tanpa perlakuan di Desa Serumpun Buluh dengan cara pengamatan secara langsung. Tanaman yang terpilih sebagai tanaman yang sampel diamati berdasarkan arah mata angin yaitu Timur, Barat, Utara dan Selatan. Variabel yang diamati adalah Populasi T. citricidus , Suhu dan Curah hujan, spesies Parasitoid, Keragaman Parasitoid dan Indeks Dominansi parasitoid. Hasil pengamatan didapatkan semua imoga parasitoid pada pohon contoh merrupakan family Braconidae. Spesies parasitoid yang diperoleh yaitu parasitoid sp1 yang diduga spesies Lipolexis gracilis Haliday, parasitoid sp2 yang diduga adalah spesies Lysiphlebus testaceipes (Cresson), dan parasitoid sp3 yang diduga spesies Lipolexis oregmae. Berdasarkan nilai Indeks Keanekaragaman Shannon, diperoleh angka 0.33 untuk keragaman parasitoid pada bagian timur dan 0,22 pada bagian barat serta nol (0) pada bagian utara dan selatan. Keragaman parasitoid tergolong rendah. sedangkan untuk perhitungan indeks dominasi spesies didapatkan nilai: parasitoid sp1 10,53%, parasitoid sp2 5,26% dan parasitoid sp3 82,21%. Kata kunci: Braconidae, Keragaman, Toxoptera citricidus
PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) SARNIATI, SARNIATI; HENDARTI, INDRI; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria)  Sarniati (1), Indri Hendarti (2), Tris Haris Ramadhan (2)(1) Mahasiswi Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianake-mail : sarniati.agro@gmail.com ABSTRAKKepik labu (L.australis F) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman labu air. Hama kepik labu menghisap buah tanaman labu air dan menyebabkan kualitas buahnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi kepik labu (L. australis F.) terhadap gejala dan penurunan hasil buah labu air (L. siceraria). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman dan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama kurang lebih 4 bulan. Kepik labu diperoleh dari lapangan, kemudian diperbanyak di laboraturium hingga mendapatkan serangga instar 3 yang digunakan sebagai perlakuan. Tanaman labu air yang ditanam kurang lebih sebanyak 82 tanaman dengan penanaman secara bertahap hingga mendapatkan jumlah buah yang diinginkan yaitu sebanyak 72 buah labu air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan, 6 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu T0 (kontrol), T1 (2 ekor kepik), T2 (4 ekor kepik), dan T3 (6 ekor kepik). Variabel yang diamati meliputi gejala serangan, diameter buah, jumlah tusukan, panjang buah, berat bauh, dan perilaku serangga selama diinfestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan hasil terbesar yaitu pada perlakuan infestasi 6 ekor kepik labu sebesar 32,94 %, jumlah infestasi kepik labu yang sudah bisa menurunkan hasil yaitu infestasi sebanyak 2 ekor  yang sudah mampu menurunkan hasil buah labu air sebesar  17,74%.Kata kunci: Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis (F), Labu air (L. siceraria).