Dwi Budiman Assiroji
STID Mohammad Natsir

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP KADERISASI ULAMA DI INDONESIA Dwi Budiman Assiroji
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.934 KB) | DOI: 10.30868/ei.v9i01.661

Abstract

Penelitian ini bermaksud mencari konsep kaderisasi ulama yang dilakukan oleh para ulama di nusantara. Konsep tersebut dharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik hari ini untuk melakukan hal yang sama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa kaderisasi ulama biasa dilakukan melalui lembaga pesantren. Polanya adalah, pertama-tama ulama pemimpin pesantren mencari santri-santri unggulan dari santri yang ada untuk dijadikan kader ulama. Kemudian, santri unggulan tadi dibuatkan kelas khusus bersama ulama pemimpi pesantren. Kelas ini adalah kelas tambahan dengan materi yang lebih tinggi dari materi yang diberikan di kelas biasa. Selain itu, santri unggulan ini juga diberikan tugas untuk mengajar kelas bawah sebagai ajang latihan. Setelah menyelesaikan pendidikannya di pesantren, ia diarahkan untuk melanjutkan belajar kepada ulama lain yang memiliki kepakaran dalam satu ilmu tertentu. Proses ini sekaligus membawa santri unggulan tadi untuk merantau guna mematangkan jiwanya dan menambah jaringannya. Setelah selesai belajar dan merantau, santri unggulan tadi kembali ke pesantrennya dan diarahkan untuk menjadi penerus ulama di pesantren tempat ia belajar atau diarahkan untuk mendirikan pesantren baru di tempat lain dengan tetap berada di bawah bimbingan gurunya. Setelah itu maka santri unggulan itu mulai menjadi seorang ulama.
KONSEP KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DAKWAH DALAM MENGHADAPI GENERASI DIGITAL Dwi Budiman Assiroji
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i01.90

Abstract

Research Objectives: This study aims to find out how the concept of da'wah communication should be carried out by a da'wah leader in facing the digital generation. Research Methodology: Qualitative-Literature. Research Results: from this study it was found that in facing the digital generation, a da'wah leader must pay attention to at least three things in communicating. Namely: first, you must be an example in your life, especially in the context of da'wah. Because the digital generation is a generation that really pays attention to the lives of its characters. Second, da'wah leaders must make maximum use of online media as a medium for preaching to the digital generation. Because the digital generation is a generation that is very familiar with online media. Third, the da'wah leader must have digital literacy in communicating with the digital generation. The three literacies are data literacy, technological literacy and human literacy. So that with this literacy, da'wah leaders can communicate well with the digital generation.