rafidah rafidah
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEMAMPUAN LALAT TENTARA HITAM (Hermetia llucens) DALAM MENGURAIKAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS NUR FITRIAH AMELIA; rafidah rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v21i1.2043

Abstract

Lalat tentara hitam (Hermetia Illucens) adalah salah satu jenis lalat yang ditemukan di tempat-tempat yang terdapat sampah organik. Kemampuan larva dalam memakan sampah organik karena dalam ususnya terdapat bakteri amilolitik yang menghasilkan enzim selulase. Pemanfaatan sampah organik ini secara tidak langsung membantu mengurangi sampah tersebut sehingga berperan dalam penanganan limbah organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lalat  tentara hitam (Hermetia Illucens) mampu menguraikan sampah organik menjadi kompos. Penelitian yang dilakukan ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan bahan baku sampah organik limbah buah, sisa makanan, dan daun kering dengan pemanfaatan lalat tentara hitam sebagai pengurai dengan variasi jumlah lalat 2,4, dan 6 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengomposan dengan penambahan lalat tentara hitam 2 ekor mampu mengurai selama 18 hari, berwarna hitam, berbau khas kotoran larva. Pengomposan dengan penambahan 4 ekor lalat tentara hitam mampu mengurai selama 14 hari, berwarna hitam, berbau khas kotoran larva, dan 6 ekor lalat tentara hitam mampu mengurai selama 11 hari berwarna hitam, berbau khas kotoran larva. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa, Lalat tentara hitam (Hermetia Illucens) mampu mengurai sampah organik menjadi kompos dan saran diharapkan kesadaran masyarakat agar kiranya memanfaatkan sampah-sampah organik yang ditimbulkan dari aktivitas sehari-hari.
IDENTIFIKASI TELUR CACING PADA SAYURAN KUBIS (Brassica Oleraceae ) YANG DIJUAL DI PASAR TERONG rafidah rafidah; Nurpiyani Nurpiyani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.736

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu jenis sayuran yang sering terkontaminasi adalah sayuran kubis merupakan jenis sayuran yang umunya dikomsumsi secarah mentah. Struktur permukaan sayur kubis berlekuk-lekuk memungkinkan telur cacing menetap di dalamnya bila dalam proses pengolahan dan pencucian kurang baik mempermudah transmisi telur cacing kemanusia.Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan telur cacing pada sayuran kubis (Brassica Oleracea) yang dijual dipasar terong kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif untuk mengetahui ada atau tidaknya telur cacing pada sayur kubis yang dijual di pasar terong kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sayuran kubis (Brasicca Oleracea) yang dijual dipasar terong kota Makassar 100 % terkontaminasi oleh telur cacing. Jenis telur cacing yang ditemukan adalah telur Ascaris Lumricoides (66,67%) dan Trichuris Trichiura (33,33%) Kesimpulan sayuran kubis yang diperoleh dari pasar terong kota Makassar positif terkontaminasi telur cacig maka dari itu pembeli hendaknya terlebih dahulu membersihkan sayur kubis dengan air yang mengalir sebelum diolah atau disajikan sebelum dikomsumsi agar kebersihan sayur kubis dapat dijaga dan dikomsumsi dengan aman Kata Kunci:    Telur cacing,sayur kubis
ANALISIS KUALITAS UDARA DI KAWASAN PARKIR TRANS STUDIO MAKASSAR Andi Dala Aprilla; rafidah rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i2.1205

Abstract

ABSTRACT     Air pollution causes changes in the composition of air from its normal state. One of the triggers for air pollution such as Carbon Monoxide (CO) and Sulfur Dioxide (SO2). The presence of CO and SO2 in basements with a certain amount and being in a long time will disrupt human health. The objective of the research is to determine the air quality at Makassar Trans Studio. The design of the research is observational research using descriptive approach through measuring levels of carbon monoxide and sulfur dioxide using Odalog 7000. The result of the research shows that on weekdays the levels of Carbon Monoxide (CO) for daytime were 1.6 bds while at night it was 2.4 bds. While sulfur dioxide (SO2) for the daytime is 0.01 bds while at night is 0 bds. While the holiday of carbon monoxide (CO) for daytime is 3.9 bds while at night is 2.1 bds. While sulfur dioxide (SO2) for the daytime is 0.01 bds while at night is 0 bds. From these results the level of Carbon Monoxide (CO) is still below the specified quality standard (25 bds) and the levels of sulfur dioxide (SO2) are still below the standard set quality (2 bds). Based on the results of the study, it can be concluded that the air quality in parking basement of Makassar Trans Studio is still below the Threshold value according to SNI 19-0232-2005. It is recommended for the mall manager to always supervise and monitor the air filter and place the exhaust fan.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Rafidah rafidah; Ahmad Ridho Ismail
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1161

Abstract

Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton. Lebih dari satu juta kanotng plastik digunakan setiap menitnya, dan 50% dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan alat pengolahan limbah plastik dengan menggunakan Metode Pirolisis  menjadi bahan bakar minyak. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Mengetahui banyaknya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan dengan menggunakan metode pirolisis dalam waktu 20,40 dan 60 menit, dan untuk mengetahui banyaknya penurunan sampah dengan pemanfaatan limbah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak  (BBM).Metode pirolisis yang digunakan dalam penelitian ini mampu menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) yaitu sebanyak 36,67 ml pada menit ke  20,  sebanyak 114,80 ml pada menit ke 40, dan pada menit ke 60 sebanyak 201,67 ml, dengan penurunan padatan sampah plastik 0,7kg atau 70% dari masing-masing massa 1 kg plastik PET. Dengan nilai kalor minyak yang dihasilkan setelah melalui proses pirolisis yaitu 11761,5049 kalori/gr.Kesimpulan dari penelitian ini adalah alat pirolisator mampu menghasilkan bahan bakar minyak (BBM). Untuk itu, diharapkan peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu terhadap proses pirolisis plastik, jenis fraksi pada minyak hasil pirolisis, dan apabila dikembangkan dalam skala produksi maka perlu diteliti lagi menggunakan reaktor jenis kontinyu, sehingga proses pengolahan bisa berlangsung terus menerus. Kata kunci :Limbah Plastik, Bahan Bakar Minyak
PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS POLYETHELENE TEREPHALATE (PET) DAN HIGH DENSITY POLYETHELENE (HDPE) MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Taufik Arjal; Rafidah Rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1741

Abstract

 Menurut Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut . Menurut sumber yang sama,, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan alat pengolahan limbah plastik dengan menggunakan metode pirolisis  menjadi bahan bakar minyak. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen. Mengetahui kemampuan alat dalam menghasilkan bahan bakar minyak dan untuk mengetahui banyaknya penurunan sampah dengan pemanfaatan limbah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak  (BBM). Hasil penelitian ini yaitu dapat menghasilkan Bahan Bakar Minyak  (BBM) yaitu sebanyak : PET=14,3 ml, HDPE=12,6 ml, PET dan HDPE=12 ml dengan penurunan padatan sampah plastik sebanyak : PET=0,5 atau 50%, HDPE=0,4 atau 40%, serta PET dan HDPE=0,5 atau 50% dari masing-masing 1 kg plastik. Kesimpulan penelitian ini adalah alat pirolisator Tidak mampu menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak ≤1200 ml. Untuk itu, diharapkan peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu terhadap proses pirolisis plastik, jenis fraksi pada minyak hasil pirolisis, dan apabila dikembangkan dalam skala produksi maka perlu diteliti lagi menggunakan reaktor yang lebih baik, sehingga proses pengolahan bisa berlangsung terus menerus. Kata kunci: Limbah Plastik Jenis Polyethelene Terephalate (PET) dan High Density Polyethelene (HDPE) , Bahan Bakar Minyak
KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica linn) DALAM MEMATIKAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti rafidah rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1439

Abstract

Jentik nyamuk Aedes  aegypti  dianggap sebagai vektor utama penyebab terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica linn) dalam mematikan jentik nyamuk Aedes aegypti dan jenis penelitian ini adalah eksperimen quasi. Pada masing-masing konsentrasi diberikan 20 ekor jentik nyamuk Aedes aegypti, dan begitupun pada kontrol yang dihitung kematiannya setiap 60 menit selama 24 jam, dengan pengulangan sebanyak 3 kali replikasi.Hasil penelitian dengan menggunakan bahan ekstrak daun beluntas yang tentunya dengan berbagai macam konsentrasi yaitu 0,5% dapat mematikan jentik dengan rata-rata kematian 50%, konsentrasi 0,75% rata-rata kematian jentik 50%, konsentrasi 1,00% rata-rata kematian jentik 55%, konsentrasi 1,25% rata-rata kematian jentik 50%, konsentrasi 1,5% rata-rata kematian jentik 50%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas (Pluchea indica linn) mampu dalam mematikan jentik nyamuk Aedes aegypti. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu alternative pengendalian vektor khususnya terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti, daun beluntas dapat di fungsikan sebagai insektisida nabati karena aman bagi lingkungan dan manusia.  
TINGKAT KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI KAMPUS POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR Andi Tenriyola Madjid; Andi Ruhban; Rafidah Rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v21i2.2411

Abstract

Kepatuhan adalah perubahan sikap dari sikap yang tidak mentaati aturan ke sikap yang mentaati aturan. Kepatuhan masyarakat masih menjadi fenomena yang harus terus ditingkatkan dalam penerapan protokol kesehatan untuk memperbaiki perilaku dalam memutus mata rantai penularan dari virus Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasi dengan pendekatan deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini kuesioner online dengan menggunakan google form, kemudian diolah menggunakan microsoft excel. Populasi adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar dengan sampel sebanyak 365 orang yang terdistribusi di 8 jurusan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kepatuhan mahasiswa dalam penerapan protokol kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun 75,61%, tertinggi jurusan kesehatan gigi 87,50% dan terendah jurusan fisioterapi 53,65%. Kepatuhan memakai masker 87,12%, tertinggi jurusan kesehatan lingkungan 95,12% dan terendah jurusan keperawatan makassar 68,29%. Sedangkan kepatuhan menjaga jarak 67,13%, tertinggi jurusan kebidanan 75,60% dan terendah jurusan farmasi 58,53%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa patuh dalam penerapan protokol kesehatan di kampus Poltekkes Kemenkes Makassar. Hal ini diharapkan mahasiswa dapat ikut dalam upaya penanganan penyebaran kasus Covid-19 dengan baik. Namun demikian, diperlukan pemantauan dari pihak kampus dan pemerintah agar tetap mempertahankan situasi yang kondusif dalam upaya pemutusan mata rantai penularan covid-19.Kata Kunci: Kepatuhan, Protokol Kesehatan, Mahasiswa
EFEKTIFITAS ARANG TEMPURUNG KELAPA (Cocus nucifera L) DALAM MENURUNKAN KESADAHAN TOTAL PADA AIR rafidah rafidah; elsa safitri muin
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i1.903

Abstract

ABSTRACT  One of the chemical parameters in the water requirement is water hardness. Hardness is the term used in water containing the cation causing hardness. In general, hardness is caused by the presence of metals or cations of divalent 2, such as Fe, Sr, Mn, Ca and Mg.The purpose of this research is to know how the effectiveness of coconut shell charcoal in reducing total hardness in water. The type of research conducted is True Experiment with Pretest - Posttest Group Design design that is comparing the decrease of water hardness before and after being treated with coconut shell charcoal medium by using combination of thickness variation and contact time.Based on this research it is known that there is relationship between thickness variation and contact time with decrease of total hardness in water. With the result that is at 10 cm thickness by using time variation 40,50, and 60 minutes obtained by sequence 7.82%, 11.25% and 12.5%. As for the thickness of 20 cm with variations of time 40 minutes, 50 minutes, and 60 minutes obtained results 8.75% sequence, 13.76% and 19.16%. While at 30 cm thickness with time 40 minutes, 50 minutes, 60 minutes sequentially obtained results 22.05%, 27.08% and 33.33%.            The conclusion of this research is the variation of thickness and contact time of charcoal and water of sadah able to decrease the hardness. So it can be an alternative in reducing hardness. For further researchers can use or combine other media so that the results of hardness filtration can occur decrease the hardness. Keyword: Hardness, Coconut Shell Charcoal, Charcoal Thickness, Contact Time
STUDI KADAR DEBU DI TERMINAL MALENGKERI KOTA MAKASSAR Rafidah Rafidah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.43 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.236

Abstract

Debu adalah partikel-partikel yang berukuran kecil yang dihasilkan oleh proses mekanis sebagai hasil proses alami maupun mekanik,dan Debu juga merupakan satu indikator yang dipergunakan untuk mengukur derajat pencemaran udara. Pencemaran udara terjadi karena didalam udara banyak terkandung partikel yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar debu pada udara ambien di pintu masuk dan keluar Terminal Malengkeri Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengukuran yang dilakukan pada dua lokasi sebanyak enam kali pengukuran dan disetiap titik dilakukan tiga kali pengambilan sampel  di waktu pagi, siang dan sore hari  tepatnya di pintu masuk Terminal dan di pintu keluar Terminal. Cara memperoleh data adalah dengan melakukan pengukuran di lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah  Hi-Vol, serta menggunakan alat tambahan lainnya yaitu hygrothermometer, dan anemometer. Hasil penelitian yang dilakukan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian pada dua lokasi dengan enam kali pengukuran  diperoleh pada lokasi titik I hasilnya dipagi 117,80 µg/Nm3, siang 124,81 µg/Nm3 dan sore 197,72 µg/Nm3 sedangkan titik II pagi hari 56,38 µg/Nm3, siang 92,67 µg/Nm3, dan di sore 155,18 µg/Nm3. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar debu yang ada dilokasi masih berada dibawah standar baku mutu udara ambien. Disimpulkan rata-rata hasil pengukuran titik I 146,776 µg/Nm3 dan titik II rata–rata 101,41 µg/Nm3, kedua hasil menunjukan masih dibawah Baku Mutu Udara Ambien yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur SulSel No.69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu dan Kriteria kerusakan Lingkungan. Disarankan kepada pengelolah lebih memperhatikan keadaan lingkungan sekitar, membenahi kembali konstruksi jalan didalam Terminal. Serta  bagi pengguna yang hendak menggunakan jasa kendaraan sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah terpaparnya debu.
PEMANFAATAN CANGKANG COKLAT (Theobroma cacao L.) DAN TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI BRIKET ARANG (EKSPERIMEN) Risti Melda; Rafidah Rafidah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i1.2605

Abstract

Sampah organik pada dasarnya sangat melimpah tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal  sehingga dapat menimbulkan masalah baik pada kesehatan maupun lingkungan. Sampah organik yang dimaksud adalah cangkang coklat dan tongkol jagung. Cangkang coklat merupakan bagian terluar dari buah coklat yang dihasilkan setelah pengambilan biji coklat dan tongkol jagung merupakan bagian dari buah jagung setelah bijinya diambil/dipipil.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan cangkang coklat, tongkol jagung dan kombinasi cangkang coklat dan tongkol jagung sebagai briket arang. Penelitian ini bersifat pre eksperimen (Pre-experimental) dalam mengetahui lama nyala api dan kualitas (kadar air, volatile matter dan kadar abu) briket arang. Briket arang yang diuji sebanyak 9 sampel yang terdiri atas 3 sampel briket cangkang coklat, 3 sampel briket tongkol jagung dan 3 sampel briket kombinasi. Hasil uji lama nyala api yang diukur dengan waktu yang dibutuhkan 1 kg briket arang untuk mendidihkan 1 liter air pada briket arang cangkang coklat (28 menit), tongkol jagung (23 menit) dan kombinasi (26 menit). Untuk pemeriksaan kualitas briket pada briket arang cangkang coklat, yaitu kadar air (10,32%), volatile matter (74,88%), dan kadar abu (25,12%). Briket arang tongkol jagung, yaitu yaitu kadar air (4,48%), volatile matter (68,48%), dan kadar abu (31,52%). Dan briket arang kombinasi, yaitu kadar air (7,99%), volatile matter (73,85%), dan kadar abu (26,15%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah briket arang cangkang coklat, tongkol jagung dan kombinasi dapat dimanfaatkan sebagai briket arang untuk bahan bakar dan alternatif dalam mengurangi volume sampah. Namun, untuk kualitas briket arang hanya briket arang tongkol jagung dan kombinasi yang memenuhi syarat, yaitu pada kualitas kadar air.