Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)

Gambaran Karakteristik Individu Penderita Dermatofitosis Di Poli Kilinik Penyakit Kulit Dan Kelamin Rsud Dr. Soedarso Pontianak Cau Kim Jiu; Wuriani Wuriani; Veronika Mansunomi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.484 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v6i1.28

Abstract

Background: Diseases caused by dermatophyte fungi group called "Dermatophytosis". Aims: The purpose of this study is to describe characteristics of individuals with dermatophytosis in Polyclinic Dermatology and Venereology Dr. Soedarso’s Hospital Pontianak. Methods: The samples in this study were 54 patients with a diagnosis of dermatophytosis. The independent variable in this study is composed of age, sex, occupation, education, socio economic status, marital status and personal hygiene. Results: Based on the results of the univariate analysis found that the characteristic age is the age category of respondents with elderly, gender characteristics of the respondents are male sex, characteristics of education is the education level of the respondents graduated from college, job characteristics is respondent with a job house wife, characteristics of marital status is the status of married respondents, characteristics of the social status of the respondents with higher socio economic status, and characteristics of personal hygiene are respondent already doing personal hygiene behaviors that are good enough. Conclusions: Effort do to prevent fungal skin infectionis to maintain the effectiveness of the practice of personal hygiene routineis by using soap bath at least twice a day, change clothes and hygiene items whose usein contact with skin.
Faktor-Faktor Resiko Penyebab Gagal Ginjal Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Supriadi Supriadi; Wuriani Wuriani; Margediana Margediana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.188 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v6i1.31

Abstract

Latar Belakang: Kerusakan pada ginjal sangat mempengaruhi organ tubuh lainnya.Oleh sebab itu penting bagi kita untuk selalu memperhatikan dan menjaga agar ginjal dapat berfungsi dengan baik. Tidak sedikit orang yang mengalami gagal ginjal dan menyadari hal itu setelah ginjalnya rusak parah, karena banyaknya fungsi ginjal dan saling berhubungan dengan organ tubuh lain maka penyebab gagal ginjal pun bervariasi. Penyakit gagal ginjal merupakan salah satu penyebab terbesar kematian di dunia, Angka kejadian gagal ginjal di dunia secara global lebih dari 500 juta orang dan yang harus menjalani hidup dengan bergantung pada cuci darah (hemodialisis) 1,5 juta orang. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko penyebab gagal ginjal pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian retrospektif diamana meneliti kejadian masa lalu yang dapat menyebabkan kejadian masa sekarang dengan metode pendekatan cross sectional dimana setiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subyek pada saat pemeriksaan. Hasil: Hasil penelitian ini adalah faktor makanan (berlemak dan berkolesterol) sebanyak 46,7%, faktor minuman (bersoda dan alcohol) sebanyak 43,3% dan untuk faktor karena kebiasaan kurang mengkonsumsi air putih sebanyak 73,3%, faktor merokok sebanyak 26,7%, faktor hipertensi sebanyak 53,3%, faktor trauma renal 26,7 %, faktor pekerjaan 26,7%, faktor mengkonsumsi suplemen 50%, aktor diabetes mellitus 56,7% dan faktor riwayat keluarga 20%. Kesimpulan: Masyarakat sebaiknya memilih konsumsi minuman yang tidak berbahaya bagi kesehatannya karena faktor penyebab terbesar gagal ginjal adalah pasien yang mengkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol.
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Dismenorea Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Dismenorea Pada Siswi Kelas Vii Di Smp Negeri 8 Pontianak Tenggara Tahun 2015 Wuriani Wuriani; Cau Kim Jiu; Istiqamah Istiqamah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.674 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v6i3.36

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap dunia mengalaminya. Dari hasil penelitian, di Amerika persentase kejadian dismenorea sekitar 60%, Swedia 72% dan di Indonesia 55%. Penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dismenorea dialami oleh 30%-50% wanita usia reproduksi dan 10%-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. Begitu pula angka kejadian dismenorea di Indonesia cukup tinggi,namun yang berobat ke pelayanan kesehatan sangatlah sedikit, yaitu hanya 1% - 2%. Di Indonesia sendiri sekitar 55% wanita usia produktif mengalami nyeri hebat saat haid atau dismenorea. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang dismenorea dengan tingkat kecemasan menghadapi dismenorea pada sisiwi kelas VII di SMP Negeri 8 Pontianak tenggara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuisioner dengan Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang menggunakan metode deskriftif korelasional. Hasil penelitian: Uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai (r) artinya ada hubungan yang kuat tetapi berlawanan arah antara tingkat pengetahuan dengan tigkat kecemasan r = -0,705 (p < 0,05). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mempengaruhi tingkat kecemasan para siswi saat menghadapi dismenorea.
EFEKTIVITAS CLEANSING LUKA MENGGUNAKAN AIR OZON DALAM MENURUNKAN KOLONI BAKTERI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETIC FOOT ULCER (DFU) DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK Jaka Pradika; Kharisma Pratama; Wuriani Wuriani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.921 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i1.56

Abstract

Abstract Background: Diabetic foot ulcer (DFU) is a condition of infection, ulceration and or destruction of connective tissue caused by neuropathy, ischemic or whole (neuroiskemic). Wound Cleansing is an important initial step in cleaning the wound. Ozone water which contains bacterial activity is a suitable cleaning fluid to maximize the cleanliness of DFU. Objective: Knowing the effect of wound cleansing using Ozone Water in reducing bacterial colonies and wound healing in DFU. Methods: This study used a quasi-experimental method with pre-test post-test control group design. The total sample of 44 respondents who were divided into Ozone and NaCl were 0.9%. Each group cleansed the wound using ozone water and 0.9% NaCl. The sampling technique uses consecutive sampling and counting the number of bacteria using the Bacterial Counter tool and assessment score of wound healing used instrument of Bates Jensen Wound Assessment Tools (BJWAT). Results: The BJWAT score in the Ozone and NaCl 0.9% group had significance values (p = 0.018) and (p = 0.012). Conclusion: There was no significant difference in wound cleansing between ozone water and 0.9% NaCl in reducing the number of bacterial colonies and wound healing in DFU. Suggestion: Further research is needed with larger samples and other comparative fluids. Keyword: Diabetic foot ulcer (DFU), wound cleansing, ozone water, bacterial colony Abstrak Latar Belakang : Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan keadaan infeksi, ulserasi dan atau destruksi jaringan ikat yang disebabkan oleh neuropati, iskemik atau keduanya (neuroiskemik). Cleansing luka adalah tahapan awal yang berperan penting dalam kebersihan luka. Air ozon yang mengandung daya akti-bakteri merupakan cairan cleansing yang tepat untuk memaksimalkan kebersihan DFU. Tujuan: Mengetahui pengaruh cleansing luka menggunakan Air Ozon dalam menurunkan koloni bakteri dan penyembuhan luka pada DFU. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan pre-test post-test control group design. Total sampel 44 responden yang dibagi menjadi kelompok Air Ozon dan NaCl 0.9%. Setiap kelompok dilakukan cleansing luka menggunakan Air ozon dan NaCl 0.9%. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling dan penghitungan jumlah bakteri menggunakan alat Bacterial Counter dan penilaian skor penyembuhan luka menggunakan instrumen Bates Jensen Wound Assessment Tools (BJWAT). Hasil : Skor BJWAT pada kelompok Air ozon dan NaCl 0.9% memiliki nilai signifikansi masing-masing (p=0.018) dan (p=0.012). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan cleansing luka antara air ozon dan NaCl 0.9% dalam menurunkan jumlah koloni bakteri dan penyembuhan luka pada DFU. Saran : Dibutuhkan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan cairan pembanding lain. Kata Kunci : Diabetic Foot Ulcer (DFU), Cleansing luka, Air Ozon, Koloni Bakteri.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Sikap Keluarga Dalam Penyajian Menu Makanan Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pal 3 Pontianak Jul Pandi; Wuriani Wuriani; Cau Kim Jiu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.64 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i1.57

Abstract

Latar belakang: Penyakit hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg yang terus-menerus dalam jangka waktu lama. Pengetahuan dan sikap yang baik seharusnya dimiliki oleh pasien karena pasien adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap terkontrolnya tekanan darah, sehingga akan terbentuk pengetahuan dengan sikap positif terhadap pasien hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga dalam penyajian menu makanan pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Pal 3 Pontianak. Metode penenelitian: Menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil penelitian: Menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga (p value = 0,702 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan keluarga dengan sikap keluarga dalam penyajian menu makanan pasien hipertensi tdiak ada hubungan.