Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG I Wayan Redana; Ida Bagus Putu Adnyana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 1 Januari 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.454 KB)

Abstract

Studi kelayakan ini bertujuan untuk mendapatkan kelayakan pengembangan pelabuhan Celukan Bawang baik secara teknis maupun ekonomis. Studi yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan suatu usulan pengembangan dari pelabuhan Celukan Bawang untuk tahun mendatang. Pengembangan ini meliputi pengembangan fasilitas pelabuhan termasuk juga jaringan jalan yang diperlukan. Studi ini dilakukan dengan melakukan survey dan mendapatkan data dari pelabuhan dan sumber lain. Data yang didapat diolah dengan analisis kelayakan secara teknis maupun ekonomis. Secara teknis, tinjauan meliputi luas dan dalam kolam pelabuhan, pengerukan dan pembangunan fasilitas dermaga. Secara ekonomis dipakai metode analisis discounted cash flow. Studi ini memberikan suatu simpulan bahwa secara teknis dan ekonomis, pelabuhan sangat layak untuk dikembangkan. Kelayakan teknis mendapatkan bahwa terumbu karang (mati) yang menghambat dalam dan luas kolam pelabuhan harus dikeruk. Pembangunan dermaga harus dilakukan. Secara ekonomi semua pekerjaan teknis ini masih cukup layak untuk dilakukan.
PENGGUNAAN VEGETASI (RUMPUT GAJAH) DALAM MENJAGA KESTABILAN TANAH TERHADAP KELONGSORAN I Nym. G. Santiawan; I Gusti N. Wardana; I Wayan Redana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.977 KB)

Abstract

Keberadaan akar tanaman dapat mengurangi tegangan air pori positif dan memperbesar tegangan air pori negatif. Kemampuan ini meningkatkan kekuatan tanah khususnya tegangan geser dalam menjaga kestabilan lereng. Akar tanaman mempunyai kemampuan menyimpan air tanah yang baik dan menjaga kestabilan tanah terhadap perubahan kadar air akibat proses pembasahan dan proses pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pada kondisi initial, basah dan kering terhadap tegangan air pori dan kekuatan geser tanah dengan dan tanpa akar tanaman rumput gajah. Penelitian ini juga mempelajari peningkatan tegangan air pori negatif dan kekuatan geser tanah dengan dan tanpa akar tanaman. Lebih lanjut pada penelitian ini akan mempelajari stabilitas lereng dengan peningkatan parameter geser tanah yang didapat. Pengambilan benda uji dilakukan di daerah Bakas-Tohpati, Kabupaten Klungkung. Lokasi pengambilan benda uji merupakan daerah perbukitan dan dilindungi untuk mengurangi perusakan seperti perusakan tanaman dan perusakan yang lainnya. Pengambilan benda uji menggunakan metode undisturbed. Pengujian dilakukan dengan uji geser langsung (direct shear) dan triaxial CU (condolidated undrained) pada tiga kondisi benda uji yaitu kondisi initial, kering (Sr 0%) dan basah (Sr 100%). Dari hasil pengujian didapatkan hubungan antara kadar air (w), angka pori (e), derajat kejenuhan (Sr), kohesi efektif ( ), sudut geser dalam efektif ( ), tegangan air pori (u) dan kekuatan geser ( ). Hasil pengujian menunjukkan bahwa, pada proses pembasahan dimana derajat kejenuhan mendekati kondisi jenuh (Sr 100%), dapat meningkatkan tegangan air pori negatif dari benda uji dengan akar tanaman sebesar 45,45%. Pada proses pengeringan dimana derajat kejenuhan mendekati kondisi kering (Sr 0%), dapat meningkatkan tegangan air pori negatif dari benda uji dengan akar tanaman sebesar 80,0%. Proses pengeringan atau pengurangan kadar air lebih lanjut akan menurunkan kekuatan geser tanah, karena berkurangnya fase air dalam tanah. Kondisi ini membuat meniskus air pori menjadi berkurang. Sehingga tanah mengalami kondisi terpisah-pisah dan sebagian besar pori-pori tanah terisi udara. Akibat kondisi ini, ikatan butiran tanah menjadi berkurang. Keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan nilai kohesi efektif ( ) sebesar 34,46%, sudut geser dalam efektif ( ) sebesar 22,45% dan faktor keamanan (FK) lereng rata-rata sebesar 33,18%. Jadi dapat disimpulkan bahwa keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan kestabilan lereng terhadap kelongsoran.
DAYA DUKUNG PONDASI TELAPAK DENGAN PLATE LOADING TEST PADA TANAH PASIR Krisantos Ria Bela; I Wayan Redana; Anissa Maria Hidayati
JURNAL SPEKTRAN Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6, No. 2, Juli 2018
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.905 KB)

Abstract

ABSTRAK Plate Loading Test adalah salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengukur kekuatan dan deformasi tanah, dan digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah serta penurunannya terutama untuk pondasi dangkal. Nilai daya dukung, penurunan, dan angka keamanan (FS) yang diperoleh dari Plate Loading Test untuk pondasi 10 cm x 10 cm adalah 14.50 kN/m2, penurunannya adalah 0.000037 m. Sedangkan pada pondasi 20 cm x 20 cm, nilai daya dukungnya adalah 29.95 kN/m2, penurunannya adalah 0.000149 m. Dengan beban kerja sesuai beban ijin Terzaghi dengan angka keamanan (FS) = 2, maka uji Plate Loading Test pada pondasi 10 cm x 10 cm memberikan angka keamanan lebih besar dari 2 yaitu (FS) = 2.30 dan pada pondasi 20 cm x 20 cm memberikan angka keamanan lebih besar dari 2 yaitu (FS) = 2.38. Untuk Persentase perbandingan antara Plate Loading Test dengan Metode Terzaghi pada pondasi 10 cm x 10 cm, nilai daya dukungnya adalah 56.52 % dan penurunannya adalah 63.49 %. Sedangkan pada pondasi 20 cm x 20 cm, Persentase perbandingan daya dukungnya adalah 57.90 % dan penurunannya adalah 63.74 %. Untuk Persentase perbandingan antara Plate Loading Test dengan Metode Meyerhof pada pondasi 10 cm x 10 cm, nilai daya dukungnya adalah 54.83 % dan penurunannya adalah 62.07 %. Sedangkan pada pondasi 20 cm x 20 cm, Persentase perbandingan daya dukungnya adalah 56.26 % dan penurunannya adalah 62.32 %. Untuk Persentase perbandingan antara Plate Loading Test dengan Plaxis 2D pada pondasi 10 cm x 10 cm, nilai daya dukungnya adalah 56.52 %, dan penurunannya adalah 59.46 %. Untuk pondasi 20 cm x 20 cm, Persentase perbandingan daya dukungnya adalah 57.90 % dan penurunannya adalah 61.74 %.
Aquifers selection based on geoelectric method data in the framework of drilling wells: A case study on international hospital project in Nyitdah Tabanan Bali Simpen, I Nengah; Redana, I Wayan; Umratul, Ika
International journal of physical sciences and engineering Vol. 2 No. 2: August 2018
Publisher : Universidad Tecnica de Manabi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.156 KB) | DOI: 10.29332/ijpse.v2n2.151

Abstract

The selection of aquifers based on Geoelectric Method data in constructing drilling wells was discussed in the present study. The research was conducted at the International Hospital Project in Nyitdah Tabanan Bali. The research position was around 8,5736 LS 115,1215 LE. Before the study was conducted, a well drill (well 1) has been made. The results showed that there were two types of aquifers, namely unconfined aquifers and unconfined aquifers. Related to this study, well 1 took water in the unconfined aquifers of 4 m depth. If the water kept taken for a long period, the quality and quantity of the water would be worse since well 1 was unconfined aquifers that took surface water. This would adversely affect the hospital building being built. The land around the building would be hollow due to the water loss, and the building would become unstable. Another drill well (well 2), based on geoelectricity data, can be made on 5,25 m - 18,75 m. In-depth 23 m, it was suspected that unconfined aquifers would have been found in well 2. After being drilled, aquifers were found in 23 m depth. Drilling was kept doing to 55 m depth.
Aquifers selection to aid geoelectrical methods on drilled well building near the beach Simpen, I Nengah; Redana, I Wayan; Pujianiki, Ni Nyoman; Umratul, Ika
International journal of physical sciences and engineering Vol. 1 No. 3: December 2017
Publisher : Universidad Tecnica de Manabi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.387 KB) | DOI: 10.21744/ijpse.v1i3.66

Abstract

The aquifer was a rock form wherein the water was collected and as well as able to release water economically. The aquifers near the beach were susceptible to intruded sea water, especially areas that have a lot of groundwater taking, therefore, if building a well, should be chosen aquifer that had not been intruded sea water. It was needed a way thus, the water taken is not salt water or brackish water. This study has a long-term goal of finding a way to choose aquifer by geoelectric method aid. In order to build a drilled well, for getting the right aquifer. The research had been conducted in Candidasa Karangasem Bali with the geoelectric method. The results showed that there were two aquifers types, i.e. free aquifer with resistivity was 33.9 ohm.m and distressed aquifer with a resistivity was 70 ohm.m. Taking into account the two resistivity magnitudes, then, the free aquifer was thought to have been intruded by the sea water, while the distressed aquifer was thought to have not been intruded by sea water.
RE-VEGETASI TANAH VULKANIS TANDUS DENGAN AIR SUMUR Simpen, I Nengah; Sutama, I Nyoman Sutarpa; Redana, I Wayan; Zulaikah, Siti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tanah vulkanis merupakan suatu perlapisan tanah yang terbentuk oleh hamparan material letusan gunung berapi saat meletus. Tanah vulkanis biasanya tandus. Perlu waktu yang lama bertahun-tahun dan bahkan sampai berpuluh-puluh tahun untuk menumbuhkan kembali vegetasi (re-vegetasi) di daerah ini. Untuk itu perlu dicari suatu cara agar pada tanah yang semula tandus dapat sesegera mungkin ditumbuhi tanam-tanaman, sehingga tanah vulkanis menjadi produktif. Melihat kondisinya yang seperti ini dapatlah dianalisa bahwa masalah utama pada daerah tersebut adalah air dan cara mengelolanya. Di sini diberikan salah satu contoh untuk mencari air pada daerah tanah vulkanis tandus yaitu dengan Metoda Geolistrik. Dari hasil yang didapat bahwa walaupun bagian atasnya berupa tanah vulkanik tandus, namun di bawahnya masih terpendam akuifer-akuifer yang dapat disadap airnya. Setelah airnya didapat, airnya mestinya dikelola sehngga dapat dipakai oleh hewan maupun tumbuhan. Simbiosis antara hewan dan tumbuhan dapat mempercepat proses re-vegetasi pada daerah vulkanis tandus. Sebagai hasil studi, dapat dilihat pada beberapa daerah di Kabupaten Karangasem Bali.Kata kunci: Re-vegetasi, Tanah vulkanis tandus, Metoda Geolistrik, Air sumur
RE-VEGETASI TANAH VULKANIS TANDUS DENGAN AIR SUMUR I Nengah Simpen; I Nyoman Sutarpa Sutama; I Wayan Redana; Siti Zulaikah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tanah vulkanis merupakan suatu perlapisan tanah yang terbentuk oleh hamparan material letusan gunung berapi saat meletus. Tanah vulkanis biasanya tandus. Perlu waktu yang lama bertahun-tahun dan bahkan sampai berpuluh-puluh tahun untuk menumbuhkan kembali vegetasi (re-vegetasi) di daerah ini. Untuk itu perlu dicari suatu cara agar pada tanah yang semula tandus dapat sesegera mungkin ditumbuhi tanam-tanaman, sehingga tanah vulkanis menjadi produktif. Melihat kondisinya yang seperti ini dapatlah dianalisa bahwa masalah utama pada daerah tersebut adalah air dan cara mengelolanya. Di sini diberikan salah satu contoh untuk mencari air pada daerah tanah vulkanis tandus yaitu dengan Metoda Geolistrik. Dari hasil yang didapat bahwa walaupun bagian atasnya berupa tanah vulkanik tandus, namun di bawahnya masih terpendam akuifer-akuifer yang dapat disadap airnya. Setelah airnya didapat, airnya mestinya dikelola sehngga dapat dipakai oleh hewan maupun tumbuhan. Simbiosis antara hewan dan tumbuhan dapat mempercepat proses re-vegetasi pada daerah vulkanis tandus. Sebagai hasil studi, dapat dilihat pada beberapa daerah di Kabupaten Karangasem Bali.Kata kunci: Re-vegetasi, Tanah vulkanis tandus, Metoda Geolistrik, Air sumur
UNDERSTANDING VERTICAL HOLINESS AS A RECEIVED BUSINESS ON UNDERPASS DEVELOPMENT I Made Sastra Wibawa; I Wayan Redana; Putu Alit Suthanaya; Ngakan Made Anom Wiryasa
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 5 No 1 (2020): January - June
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2020.v05.i01.p10

Abstract

Development efforts in the vertical direction should have been better than in the horizontal direction which only requires land to the side. The emergence of new ideas certainly raises the pros and cons, most local geniuses are vertical purity, the compilation passes under the terraced infrastructure there is a feeling of flare/fatigue because it is bypassed by people. The aim of the study is to reveal the vertical relationship with the design of underpasses, and how community acceptance of underpass construction. The methodology used is complicated through interviews with Hindu scholars, Bali, which are then used as a basis for further observation for shareholders so that questionnaires can be prepared. The results of the questionnaire are data of the relationship between vertical and attitude of community acceptance towards underpass development. The data obtained were analyzed by Logistic Regression. The results of the study of vertical simplicity are local wisdoms that need to be discussed and agreed in this modern era. Furthermore, the results of the analysis show that there is a relationship between vertical purity and uneven plot intersection height, as evidenced by the acceptance of the hypothesis at the significance level ? = 0.05. The results of the analysis show "significance <?" or (0.033 <0.05), this means vertical purity, which means significant effect on underpass height design. Alternative designs also need to reduce underpass differences. Invitations are made very necessary as a legal umbrella for the design and manufacture of underpasses. Keywords: Vertical purity, underpass, cemer/leteh, alternative design.
DRILLING GROUNDWATER FOR RAW WATER IN SEMBIRAN VILLAGE,TEJAKULA DISTRICTS, BULELENG REGENCY Ketut Agus Karmadi; I Wayan Redana; I Nengah Simpen; Mawiti Infantri; Bambang Soenarto
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 5 No 1 (2020): January - June
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2020.v05.i01.p14

Abstract

ABSTRACT- Water is an absolute necessity that must be met, both for drinking water and for irrigation. An alternative to meet the water needs other than rainwater or surface water, is by taking underground water by drilling deep wells. Sembiran Village is a village located in Tejakula District, Buleleng Regency, the village is a dry area that requires water, both for drinking water and for agriculture. Location of groundwater drilling including Tejakula groundwater basin. In order to achieve the above objectives, an effective and efficient groundwater drilling technique should be carried out considering that the area geologically has rocks dominated by volcanic lava rock which are the products of Mount Agung and Mount Buyan Beratan Purba. The method of drilling groundwater is carried out in stages starting from drilling a Pilot Hole with a diameter of 6 to 64 meters, followed by an enlargement of 8 ", 10" to 12 "drill holes to a depth of 64 meters. In the field of drilling work the Hydrolic Rotary System Method, Direct Circulation Rotary Drilling is used and for the removal of cutting / dirt mud Fludia is used. The equipment used for drilling is rotary / skid mounted drilling machines with a capacity of up to ± 150.0-200.0 meters, equipped with equipment such as: mud pumps, a series of equipment that cannot be separated from one another. For well logging an Electrical logger is used for geophysical wellbore investigations. For the work of washing wells using compressor and other supporting equipment. Pumping the test uses a submersible pump that has a minimum discharge capability of 10 lt / sec and a maximum of 20 lt / sec. The results of direct observations and measurements of the physical parameters of the Sembiran Village Drilling Well (SEM-5) contain TDS = 219.; PH = 7.0. Chemically, Iron (Fe) = 0.001 mg/ltr; Arsenic (Ar) = 0.067 mg/ltr; Availability (CACO3) = 56.4 mg/ltr; Chloride (Cl-) = 91.6 mg/ltr; Nitrate (N) = 0.013 mg/ltr; Sulfate (SiO4) = 1.88 mg); Lead (Pb) = 0 mg/ltr; organic matter (KMnO4) = 0.34 mg/ltr, so the Drilling wells (SEM-5) meet clean water quality standards based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 492 / Menkes / Per / IV / 2010. Discharge obtained from pumping test results at SEM-5 wells is 20.47 liters/sec with surface water level(swl) = 23.60 m, and the position of the pump is placed at 42 m from the ground surface.
UJI PLATE LOADING TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PADA PONDASI TELAPAK DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL DI ATAS TANAH LEMPUNG I Wayan Redana; Anissa Maria Hidayati; A.A.N. Dharma Paramartha
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 2 (2020): VOL. 8 NO. 2, JULI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan uji plate loading dilakukan di laboratorium pada pondasi ukuran 10 cm x 10 cm dan 20 cm x 20 cm yang bertujuan untuk mengestimasi daya dukung dan penurunan pondasi telapak dengan atau tanpa perkuatan geotekstil diatas tanah lempung. Daya dukung pondasi telapak diestimasi dengan memakai rumus Terzaghi, Meyerhof, dan menggunakan program Plaxis 2D. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah box dengan ukuran panjang (P)=1.5 m, lebar (L)= 1.5 m dan tinggi (T)= 1.0 m, untuk ketinggian tanah lempung dalam box adalah 60 cm. Alat yang digunakan berupa hydraulic jack & pump, test plate, pressure gauge (manometer), dial gauge, alat bantu dan timbangan. Pondasi diberikan beban secara bertahap sesuai dengan daya dukung Terzaghi dan Meyerhof. Pada pondasi dengan perkuatan geotekstil diberikan beban maksimum dua kali dari beban rencana dan penurunan yang terjadi dicatat secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pondasi 20 cm x 20 cm, Df = 0 m tanpa perkuatan geotekstil, uji plate loading memberikan daya dukung dan penurunan lebih kecil dari Plaxis 2D sebesar 75% dan 400%. Hasil penelitian daya dukung dan penurunan pada pondasi 20 cm x 20 cm, Df = 0 m dengan perkuatan geotekstil, uji plate loading memberikan daya dukung dan penurunan lebih besar dari Plaxis 2D sebesar 29,8% dan penurunannya uji plate loading lebih kecil dari Plaxis 2D sebesar 41,6%.