Anny Rosiana Masithoh
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN BERPIKIR POSITIF DENGAN MOTIVASI LANSIA HIPERTENSI UNTUK MENGIKUTI SENAM LANSIA DI DESA TLOGOREJO KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:  Hipertensi  merupakan  salah satu  penyakit  utama  yang  terjadi  pada  lanjut  usia.  Lansia  yang berpikir  positif  akan  memiliki  motivasi  untuk  meningkatkan  status  kesehatannya.  Motivasi  untuk  sembuh menjadi suatu kekuatan yang berasal dari dalam diri pasien yang mendorong perilaku menuju kesembuhan yang ingin  dicapai. Metode :  Desain  penelitian  adalah  analitik  korelasional  dengan  pendekatan  croos  sectional. Populasi 97 lansia di desa tlogorejo dan sampel 78 orang. Analisa data dengan menggunakan uji korelasi rank spearman.Hasil penelitin : p value 0.000 di bawah 0.05 dan nilai rho sebesar 0.886 berarti ada hubungan yang signifikan antara berpikir positif dengan motivasi. Diskusi : Dwitantoyanov (2010), menyatakan bahwa berpikir positif membantu untuk mengarahkan motivasi, kemampuan kognisi, dan mengambil tindakan  yang  diperlukan.  Berpikir  positif membuat  individu  cenderung  berperasaan  positif serta memandang tujuan tertentu dapat diraihnya apabila mau mengarahkan dan memotivasi dirinya untuk mencapai tujuan dan harapan yang ingin di capai. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara berpikir positif dengan motivasi lansia hipertensi untuk mengikuti senam lansia. Kata kunci : Berpikir positif, motivasi, Lansia, Senam Lansia
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK AUTISME DI YAYASAN PONDOK PESANTREN ABK AL-ACHSANIYYAH KUDUS TAHUN 2017 Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Anny Rosiana Masithoh; Ina Zulia Alfijannah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.399

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Peningkatan jumlah penderita gangguan autis di dunia semakin hari semakin bertambah dan begitu juga di Indonesia. Sekarang ini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Kudus tahun 2016 terdapat 88 anak penderita gangguan autis. Pada penderita autisme mengalami gangguan perkembangan yang sangat komplek, salah satunya adalah kemampuan sosialisasi. Hal itu akan teratasi jika mendapat dukungan sosial baik dari orang tua maupun dari lingkungan. Dengan adanya dukungan sosial diharapkan anak autisme dapat berkembang lebih baik sesuai kemampuan yang dimilikinya.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017. Metode :  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan Cross Sectional, sampel sebanyak 41 responden dari 70 anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Pedawang Kabupaten Kudus dengan teknik stratified random sampling dengan alat ukur kuesioner. Uji hubungan penelitian menggunakan Kendal Tau. Hasil Penelitian : Penelitian tentang hubungan dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017 menunjukkan korelasi sangat signifikan, (p.value: 0,000; α: 0,05; r: 0,958). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017 Kata Kunci       : Dukungan Sosial, Kemampuan Sosialisasi, Autisme
HUBUNGAN BERPIKIR POSITIF DENGAN MOTIVASI PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA TLOGOREJO KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan yang terjadi pada lansia baik aspek fisik dan psikologis sangat mempengaruhi motivasi mereka dalam menjalankan hidup khususnya beraktivitas. Motivasi merupakan daya pendorong baik dari dalam ataupun berasal dari luar yang akan membuat seseorang melakukan suatu kegiatan. Di desa Tlogorjeo banyak lansia yang terkena hipertensi akan tetapi lansia tersebut jarang memeriksakan tanda-tanda vitalnya. Sebagai solusi yang tepat untuk pemecahan masalah adalah  dengan selalu berpikir positif . Penelitian ini bertujuan mencari hubungan berpikir positif dengan motivasi pemeriksaan tanda-tanda vital pada lansia dengan hipertensi di Desa Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua lansia di Desa Tlogorejo dengan sampel berjumlah 78 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berpikir positif  sebanyak 59 %, yang berpikir negatif sebanyak 41 %, responden dengan motivasi kuat sebanyak 51,3 %, motivasi rendah sebanyak 48,7 %. Hasil uji Sperman Rho diperoleh nilai p value 0.043 (p value < 0.05),  maka Ha diterima yang berarti ada hubungan berpikir positif dengan motivasi pemeriksaan tanda-tanda vital pada lansia dengan hipertensi di Desa Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Dari hasil penelitian diharapkan  para praktisi kesehatan memberikan latihan berpikir positif agar lansia bisa meningkatkan berpikir positifnya sehingga timbul motivasi yang kuat dalam memeriksakan tanda –tanda vitalnya.
EFECTEVENESS OF TERAPHY DZIKIR WITH SELF ACCEPTANCE IN CANCER PATIENTS IN HEALTH FASTABIQ HOSPITAL PKU MUHAMMADIYAH PATI Ali Sodikin; Anny Rosiana Masithoh; Suparmono Suparmono
Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.953

Abstract

latar belakang: cancer merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel–sel jaringan tubuh yang tidak normal. respon psikologis yang sering terjadi pada panderita cancer antara lain sedih, syok, apatis, berduka, cemas, takut terhadap kekambuhan maupun kematian, harga diri rendah, persepsi dirirendah, penurunan gambaran diri. menurut world health organization (who 2010) kasus cancer akan terus mengalami peningkatan dan diprediksi akan mencapai 21,4 juta kasus pada tahun 2030 dan dua pertiga kasus tersebut terdapat di negara negara berkembang seperti di indonesia. berdasarkan studi pendahuluan pada bulan desember 2019 di rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati didapatkan data rekam medis rawat inap sejumlah 57 pasien cancer. tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara terapy dzikir dengan penerimaan diri pada pasien cancer di rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati. metode : penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dan rancangan penelitian adalah menggunakan  cross sectional. populasi dan sempel dalam penelitian ini adalah pasien cancer yang sesuai dengan kriteria inklusi yang dirawat di ruang rawat inap rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati, didapatkan sebanyak 32 pasien cancer. hasil penelitian :hasil analisis hubungan antara terapy dengan penerimaan diri menunjukkan bahwa dari 23 (71,9) pasien yang mengalami penerimaan diri yang sedang, tinggi, sangat tinggi tidak terganggu penerimaan dirinya setelah diberi terapi dzikir., ada sebanyak 9 (28,1%) terganggu penerimaan dirinya. pada variabel nyeri menunjukkan hasil statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,031 maka dapat disimpulkan ada perbedaan proporsi terapy dzikir antara pasien yang tidak penerimaan diri, penerimaan diri rendah, penerimaan diri sedang dengan pasien yang mengalami gangguan penerimaan diri, (ada hubungan yang signifikan antara terapy dzikir dengan penerimaan diri. saran :diharapkan dapat melakukan penelitian selanjutnya tentang terapi dzikir dengan penerimaan diri membuat sampel lebih banyak dan di tambah kombinasi atau gabungan teraphy dzikir dengan relaksasi terhadap penerimaan diri. 
TERAPI BERPIKIR POSITIF DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Anny Rosiana Masithoh; Rizka Himawan; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi  merupakan satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terapi berpikir positif adalah Suatu jenis terapi kognitif yang digunakan untuk memodifikasi perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Jepara.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre experimental one group pretest-posttest. Populasinya sebanyak 291 orang dengan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel non probability sampling berupa purposive sampling. Hasilnya adalah p value = 0,000 (<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara.
HUBUNGAN POLA ASUH PENGASUH (NON KELUARGA) DENGAN KEDISIPLINAN ANAK DI TK PERTIWI 01 YAYASAN DIAN DHARMA PATI Anny Rosiana Masithoh; Muhammad Purnomo; Edi Wibowo; Sumiati Sumiati
Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.955

Abstract

Latar Belakang : Pengasuh non keluarga yang berperan sebagai pengganti ibu kandung dapat membentuk sifat dan sikap anak yang ia asuh karena waktu intensitas anak lebih banyak dengan pengasuh dibanding dengan ibu kandung anak itu sendiri. Anak akan lebih banyak melakukan interaksi dan komunikasi dengan pengasuh (Wahyuningsih, 2016). Hasil survey pendahuluan yang penulis lakukan pada 20 anak terdapat 10 anak dengan pola asuh pengasuh baik terdapat 7 anak (70%) dengan kedisiplinan baik, 3 anak (30%) kedisiplinannya kurang. Sedangkan 10 anak dengan pola asuh pengasuhnya kurang baik terdapat 9 anak (90%) dengan kedisiplinan kurang baik dan hanya 1 anak (10%) yang kedisiplinan baik. Tujuan : Untuk menganalisa Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling sebanyak 56 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Ada Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Hasil hipotesis menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai X2 22,583 df 2 (taraf signifikasi 5% : 5,991). Dimana X2 hitung adalah  22,583 lebih besar dari X2 tabel 5,991. Sedangkan berdasarkan probabilitas, terlihat bahwa ρ adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,05
MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA PADAWANITA USIA SUBUR Anny Rosiana Masithoh; Elisabeth Onna Montairo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : kanker payudara merupakan kanker yang sering terjadi pada perempuan dan SADARI merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara. Tujuan : Mengetahui perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang kanker payudara pada wanita usia subur di Desa Sukolilo Kabupaten Pati.  Metode : jenis penelitian Pra-Eksperimental dengan rancangan Pra-Post Test Dalam Satu Kelompok (One Group Pretest-Postest Design). Populasi dalam penelitian ini adalah 309 jiwa wanita usia subur. Sample sebanyak 47 responden. Uji statistic dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian : motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum pendidikan kesehatan pada wanita usia subur sebagian besar dalam kategori motivasi kurang yaitu sebanyak 32 responden (68,1%), sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (66,0). Kesimpulan : ada perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada wanita usia subur di Desa Sukolilo RW 4 Kabupaten Pati.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK RELIGI NASYID “DEMI MASA” DENGAN PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN REGIONAL ANESTESI SUB ARACHNOID BLOK DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG Anny Rosiana Masithoh; Tri Suwarto; Muhammad Abdur Rozaq
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pasien yang harus mengalami proses pembedahan, salah satu cara mengatasinya dengan teknik distraksi/ pengalihan perhatian yang salah satunya dengan mendengarkan music. Peran asuhan keperawatan dalam menangani pasien yang mengalami kecemasan dari aspek sisi spiritualnya seringkali diabaikan, perawat hanyamenjalaskan prosedur proses operasi pada pasien dengan tujuan pasienlebih tenang ketika mengetahui proses apa yang dijalani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi musik religi nasyid “Demi masa” dengan penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan anestesi sub arachnoid blok di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Penelitian ini merupakan jenis penilitian Quasi Experiment dengan rancangan Nonequivalen control group design, pengukuran kecemasan pasien pra operasi dengan  anestesi spinal melalui pengukuran sebelum dan setelah terapi music religi yang dilakukan pada 15 sampel untuk kelompok kontrol dan 15 sampel untuk kelompok intervensi. Hasil uji statistik analisis independent T-test didapatkan  perbedaan kecemasan pada kelompok terapi musik religi nasyid dan kelompok tanpa terapi musik religi nasyid di RSU PKU Muhammadiyah tahun 2014 (p-value: 0.000).Penelitian ini merekomendasikan Perawat dapat menerapkan terapi musik religi nasyid untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi tanpa menggunakan upaya farmakologi.
EFEKTIFITAS TERAPI PERILAKU”TOKEN EKONOMI”DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RW 08 DAN RW 13 BARANANGSIANG BOGOR TIMUR Anny Rosiana Masithoh; Budi Anna keliat; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defisit perawatan diri merupakan diagnosa perawatan jiwa yang terjadi pada semua pasien gangguan jiwa. Tujuannya untuk menggambarkan efektifitas Terapi spesialis terapi perilaku “Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga terhadap pasien Defisit Perawatan Diri di RW 08 dan RW 13 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur dengan pendekatan model Self Care Orem. Terapi Perilaku”token ekonomi” adalah bentuk dari reinforcement positif yang digunakan baik secara individu maupun kelompok pasien di ruang psikiatri atau dimasyarakat. Reward diberikan secara konsisten terhadap pasien misalnya dengan tanda, poin atau tiket. Terapi perilaku ini dapat mengubah perilaku yang ditargetkan, seperti perawatan diri. Psikoedukasi keluarga adalah untuk mencegah kekambuhan pasien gangguan jiwa, dan untuk mempermudah kembalinya pasien ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan memberikan penghargaan terhadap fungsi sosial dan okupasi pasien gangguan jiwa.Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan model Self Care dari Orem. Hasil penulisan ini adalah Terapi Perilaku”Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga efektif untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien dengan defisit perawatan diri.
HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KALIWUNGU KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001 TB menduduki rangking ketiga sebagai penyebab kematian (9,4% dari total kematian) setelah penyakit sistem sirkulasi dan sistem pernafasan. Tujuan : Mengetahui tingkat ekonomi seseorang dengan TB paru di puskesmas kaliwungu, untuk mengetahui kejadian penderita tuberkulosis di puskesmas kaliwungu dan untuk menganalisis hubungan tingkat ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru di puskesmas kaliwungu. Metode : Penelitian ini merupakan  Diskriptif Analitik. Populasi : Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB yang berjumlah sebanyak 32 orang, didapatkan sampel 10 orang yang terkena TB paru. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kendall”s tau_b r hitung (0,395) > r  tabel (0,349) df : 32 dengan tarif signifikansi 95% dan p value sebesar 0,022 dibawah 0,449. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan kejadian tuberkolusis paru dipuskesmas kaliwungu kecamatan kaliwungu kabupaten kudus. Adapun hubungan tersebut adalah lemah karena Correlation Coefifcient 0,412 dibawah 0,505. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat ekonomi seseorang dengan kejadian Tuberkulosis paru di puskesmas kaliwungu kabupaten kudus.