Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERILAKU ASERTIF DAN HARGA DIRI PADA KARYAWAN Hapsari, Ratna Maharani; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan memiliki tujuannya masing-masing. Tujuan tersebut akan lebih mudah tercapai jika perusahaan memiliki karyawan-karyawan yang berkualitas. Kualitas diri yang tinggi ditunjukkan oleh individu yang memiliki harga diri yang tinggi. Salah satu hal penting yang perlu dikembangkan terkait dengan harga diri yang tinggi adalah perilaku asertif. Karena perilaku ini, selain merupakan salah satu faktor yang memengaruhi harga diri juga merupakan karakteristik penting yang dimiliki individu dengan harga diri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan perilaku asertif terhadap harga diri pada karyawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan responden berjumlah 105 orang. Dari hasil analisis regresi diketahui nilai F = 53.159 (p
THE ADAPTATION OF MEN WHO DIVORCED Prihatiningsih, Isti; Retnaningsih, Retnaningsih; Harsanti, Intaglia
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of thi study is to know about the affect of divorce and the adaptation of men whodivorced and also his adaptation for this. This study is using case study with a 26 years oldman as a participant who already divorced since 2 years with 2 children. In the beginning ofthe divorce he felt emotion trauma, confused and anxiety about the way his children aregrown up. He tried to againts it and during the time he could adapt in the situation finally. Hegot the children and felt so happy because of that. He don’t bothered by his sexual needs andreplaced it by worked and exercised. Key words : adaptation, divorce
KONSEP DIRI REMAJA AWAL PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS Citra, Ajeng Furida; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi konsep diri remajaawal yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitaspada remaja awal. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi.Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yang memiliki karakteristik perempuan, berusiaantara 10-14 tahun, obesitas dan bersekolah di bangku SD atau SMP. Berdasarkanwawancara dan observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa subjek pertama danketiga memiliki konsep diri positif meskipun mengalami obesitas. Subjek kedua memilikikonsep diri negatif. Penyebab terjadinya obesitas pada subjek pertama adalah faktoreksternal yaitu pola makan yang berlebihan sementara subjek kedua dan ketiga sudahmengalami obesitas sejak kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan faktor genetik.Pada subjek kedua faktor genetik ini juga ditambah oleh kurangnya aktivitas fisik subjek.Sementara pada subjek ketiga selain karena faktor genetik, subjek juga memiliki pola makanyang berlebihan dan juga kurangnya aktivitas fisik subjek serta kebiasaan subjek yang seringmengalihkan diri pada makanan jika sedang merasa kesal.AbstractThe aim of this reseach is to identify factors influencing self-concept in early adolescenscewith obesity and factors influencing the obesity. This is a descriptive reaserch usingqualitative approach. Interview and observation is using for the data collecting. Theparticipants of this research are three people with characteristics such as woman with agerange between 10-14 years old and student at elementary school or junior high school. Theresult shows that the first and third participants have positive self-concept even though theyobese, but the second participant has negative self-concept. The cause of obesity for the firstparticipant is external factor such as excessive eating behavior, but the second and thirdparticipants because of genetic factor. It was getting problematic because of the eatingbehavior showed by the participants.
CONTRIBUTION OF ASSERTIVE BEHAVIOR TOWARD EMPLOYEE’S SELF-ESTEEM Hapsari, Ratna Maharani; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee is one the most important element in a company. Each company has its own target and it’s easier to reach the target when company has good employees. Employee with good quality can be known for those who has high self-esteem, and to get higher self-esteem, employee must have assertive behavior as an important characteristic. The aim of this study is know the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. Participants of this study is 105 employee and this study uses quantitative approach. Simple regression shows F score around 53.159 (p < 0.01). The result tells us about the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. R2 score shows that the contribution of assertive behavior to self-esteem is about 34%, which means the rest contribution is considered from the other factors.Keywords: assertive behavior, self-esteem, employee
KETERBUKAAN DIRI DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA PRIA DEWASA AWAL Rini, Quroyzhin Kartika; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dan kehidupan berkeluarga penting bagi setiap manusia karena dari keluarga, seorang individu membentuk dirinya dan dari keluarga, individu belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan luar. Setiap individu tentunya menginginkan perkawinan yang sukses dan sekali seumur hidupnya. Salah satu kriteria yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam perkawinan adalah kepuasan. Kemudian, salah satu kunci utama komunikasi yang dapat membantu membuat kepuasan perkawinan adalah self-disclosure. Namun, dalam kehidupan sehari-hari wanita yang lebih banyak melakukan self-disclosure dibandingkan dengan pria dikarenakan pria tidak dapat mengartikulasikan perasaan dan masalahnya secara verbal karena merasa kurang nyaman. Padahal pria yang dapat lebih jujur dan terbuka mengenai dirinya dalam berkomunikasi dengan pasangan akan dapat meningkatkan kepuasan perkawinannya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kontribusi self-disclosure pada kepuasan perkawinan pria dewasa. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat kontribusi self-disclosure secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan pria dewasa awal, dan kontribusi tersebut sebesar 56.9%, sedangkan 43.1% lainnya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti equalitarian, seks, kehidupan sosial, tempat tinggal dan penghasilan. Selain itu, subjek dalam penelitian ini memiliki kepuasan perkawinan yang tinggi dengan self-disclosure yang tergolong rata-rata.
SELF-DISCLOSURE CONTRIBUTION ON EARLY-ADULT MALE MARITAL SATISFACTION Rini, Quroyzhin Kartika; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage and family life is very important for human being because from them, he/she will shape his/her own life, and from the family he/she learns to interact with surroundings. Each person wants to have a one-ina-lifetime-happines-marriage. One of the criteria that affect marriage is the marital satisfaction. Thus, self-disclosure is mentioned as one thing that affecting marital communication to make a real marital satisfaction. In daily life, women has better self-disclosure than men to articulate the feelings verbally. This facts is important to be known because men is more honest and open about himself in make a marital communication to have more marital satisfaction with his wife. The aim of this study is to know the contribution of self-disclosure to marital satisfaction in men. The results shows that self-disclosure has contribution around 56,9%, and the rest are another factors such as the equalitarian, sex, social life, region, and income. Beside that, the participants of this study has high score in marital satisfaction, and moderate score in self-disclosure.Key words: marital satisfaction, self-disclosure, men
PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PENDERITA LEUKEMIA Rizkiana, Ulfa; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling banyak dijumpai pada usia di bawah 15tahun. Dengan adanya penyakit seperti leukemia pada remaja maka akan mempengaruhisemua aktivitas dan kepribadian pada remaja penderita leukemia. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dari penerimaan diri remaja penderitaleukemia dan faktor-faktor yang berperan dalam penerimaan diri pada remaja penderitaleukemia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupa studi kasus dengan satusubjek yaitu penderita leukemia jenis ALL stadium satu selama satu tahun. Subjek saatpenelitian dilakukan berusia 14 tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa subjekpenelitian mampu menerima dirinya dengan baik. Hal tersebut ditunjukan dengan adanyapemahaman tentang diri sendiri dan mengenali apa yang menjadi kekurangan dankelebihannya serta adanya harapan yang realistis terhadap keadaan diri dan tidak merasarendah diri dengan adanya penyakit yang dialami subjek. Selain itu subjek memiliki keluargayang sangat mendukung harapan subjek dan teman-teman serta lingkungan yang bersikapbaik sehingga subjek mempunyai penerimaan diri yang baik sebagai remaja penderitaleukemia.AbstractLeukemia is a cancer commonly suffered in adolescent below 15 years old. This disease willaffect adolescent’s daily activities and personality. The aim of this study is to analyze selfacceptancein adolescent with leukemia and factors influencing it. Research approach isqualitative research with case study. The participant of this study is a 14 years oldadolescence with leukemia type ALL first stadium. Result shows that she can accept the realityand had good self-acceptance. It can be described from her understanding of her ill. Sheknows and receives her limitations and excesses. She also feels confidence for her condition.She admitted the support from her family as well as friends and neighbors. The support offamily, friends, and neighbors help her to have good self-acceptance as adolescent withleukemia.
EFEKTIVITAS RELAKSASI PROGRESIF UNTUK MENGURANGI STRES PADA PENDERITA PURPURA HENOCH SCONLEIN (PHS) KRONIS Anggraini, Rachmi; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i1.2076

Abstract

Penyakit Purpura Henoch-schönlein (PHS) adalah penyakit peradangan pada pembuluh darah kecil sistemik berupa purpura (bintik keunguan), akibat perembesan darah dikulit, dimana dalam hitungan hari bintik keunguan yang menyerupai luka bakar ini menyebar tidak beraturan keseluruh tubuh disertai pembengkak pada pergelangan kaki, pinggul, lutut, tangan dan sikut. Kondisi ini mengakibatkan kecemasan yang memunculkan stres  dikarenakan terjadinya perubahan pada citra tubuh penderitanya, sehingga dibutuhkan suatu terapi untuk menurunkan stres. Pada penelitian ini relaksasi progresif dipilih untuk mengurangi stres penderita PHS kronis. Tujuannya adalah untuk melihat gambaran stres yang terjadi pada subjek penderita PHS kronis, dan melihat seberapa efektif releksasi progresif dapat digunakan dalam mengurangi stres penderita PHS kronis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus kuasi eksperimen subjek tunggal dengan mengunakan desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang wanita, sudah menikah, berusia 35 tahun, bekerja dan memiliki seorang anak. Analisa data dilakukan dengan melihat perbandingan grafik sebelum dan sesudah dilakukannya terapi, dan didapatkan hasil bahwa subjek dalam penelitian ini mengalami stres yang tinggi disebabkan penyakit HSP kronis yang dideritanya, dan setelah pemberian terapi berupa relaksasi progresif dilakukan maka diketahui bahwa relaksasi progresif cukup efektif dalam menurunkan stres pada penderita HSP kronis.
Group work activity to enhance students' courage in delivering questions during online learning: A classroom action research Retnaningsih, Retnaningsih
ELT Forum: Journal of English Language Teaching Vol 10 No 1 (2021): ELT Forum: Journal of English Language Teaching
Publisher : English Dapartment, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/elt.v10i1.30186

Abstract

The objective of this study is to find out the effectiveness of group work strategy in maximizing the students' courage in delivering questions during the online classes. In particular, this study will examine theories on learning, online learning, group work, and courage in delivering questions as part of character building. The approach to be applied in this research is quantitative methods. The research design implemented in this study is classroom action research for 36 students of Class XII IPS 1 at SMAN 9 Semarang. The technique of collecting data uses observation techniques, interviews, and documentation studies. The results show that Learning with the group work can increase the courage of students to ask questions up to more than 75% which shows the effectivity of the strategy and the teacher's strategy in determining the persons involving in a group work plays a significant role in the success of group work and the motivation to deliver questions during the online classes.
PERENCANAAN STRATEGIK PRODUK HORTIKULTURA DI AGRIBUSINESS DEVELOPMENT CENTRE IPB Ramadini, Fadila; Sa’id, Endang Gumbira; Retnaningsih, Retnaningsih
Forum Agribisnis Vol 4, No 2 (2014): FA Vol 4 No 2 September 2014
Publisher : Forum Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agribusiness Development Center (ADC) is farmers support institution to produce and distribute top grade horticulture products. The purpose of this study is to formulate strategic planning for ADC. The methods used are internal and external factors analysis, IE matrix, SWOT and QSPM. The result shows five strategies prioritized as follows: expanding Greater Jakarta market, increasing organic products yield, collaborating with research institutes, increasing promotion and adding new distribution channels.