Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENENTUAN AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM INULINASE HASIL PURIFIKASI DARI BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 ACTIVITY OF INULINASE ENZYME FROM LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 NABILA, LUKIA; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bakteri Lactobasillus plantarum B1765. Bakteri Lactobasillus plantarum B1765 ditumbuhkan dalam media MRS yang diperkaya dengan inulin 3% untuk kemudian ditentukan kurva pertumbuhan dalam menentukan waktu inkubasi optimum dalam produksi enzim inulinase. Ekstrak enzim yang diperoleh diuji dengan metode Nelson-Somogyi untuk mengetahui besar aktivitas enzim. Penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa waktu optimum untuk menghasilkan enzim inulinase yang maksimal adalah waktu inkubasi selama 18 jam dengan aktivitas enzim inulinase sebesar 0,047 Unit/ml. Kata Kunci: enzim inulinase, waktu inkubasi, aktivitas enzim. Abstract. Researches to know activity of inulinase enzyme was isolated from Lactobacillus plantarum B1765 bacteria. Lactobacillus plantarum B1765 was inoculated onto MRS medium containing of 3% inulin. Then, determine the growth curve of Lactobacillus plantarum B 1765 for inulinase production. The activity of extract inulinase enzyme was determined by quantifying the reducing sugar with Nelson-Somogyi method. Based on experiment Lactobacillus plantarum B1765 produced with the highest enzymatic activity (0,047 Unit/ml) at 18 h. Key words: inulinase enzyme, incubation time, enzymatic activity.
KARAKTERISTIK SOYGURT HASIL PENAMBAHAN BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 TERENKAPSULASI CHARACTERIZTIC SOYGURT THE RESULTS OF THE ADDITION OF BACTERIA LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 ENCAPSULATED ENDAH PERWITA SARI, YOHANA; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bakteri probiotik pada umumnya ditambahkan dalam produk pangan karena fungsinya yang mampu memberikan keuntungan pada manusia, khususnya dalam sistem saluran pencernaan manusia. Bakteri probiotik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lactobacillus plantarum B1765. Selanjutnya telah dilakukan penelitian tentang karakteristik soygurt hasil penambahan bakteri Lactobacillus plantarum B1765 terenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik soygurt dari penambahan bakteri Lactobacillus plantarum B1765 terenkapsulasi terhadap pengujian pH dan pertumbuhan total BAL. Pertama, dilakukan proses enkapsulasi Lactobacillus plantarum B1765 menggunakan teknik emulsifikasi dengan bahan penyalut rumput laut 3% dan minyak nabati yang mengandung 0,2% tween 80. Kedua, pembuatan soygurt yang dibagi menjadi dua perlakuan yaitu sebagai kontrol dan penambahan bakteri terenkapsulasi. Hasil pada soygurt kontrol dengan pH 4 dan pertumbuhan total BAL sebanyak 7,48 log CFU/mL, sedangkan pada soygurt dengan penambahan bakteri terenkapsulasi menghasilkan pH 4,02 dan pertumbuhan total BAL sebanyak 8,35 log CFU/mL. Kata kunci : Enkapsulasi, Lactobacillus plantarum B1765, Soygurt, pH, Total BAL Abstract. Probiotic bacteria generally added in food products because of their functions which can give an advantage in humans , especially in the human gastrointestinal tract . The probiotic bacteria used in this study were Lactobacillus plantarum B1765.The study about soygurt characteriztic of the additional bacteria Lactobacillus plantarum B1765 encapsulated . The purpose of this study was to determine the characteriztic of soygurt from the addition of encapsulated Lactobacillus plantarum B1765 bacteria on pH and total growth of LAB. First, the encapsulation process of Lactobacillus plantarum B1765 was carried out using an emulsification technique with 3% seaweed coating material and vegetable oil containing 0.2% tween 80. Second, the making of soygurt was divided into two treatments, namely as control and addition of encapsulated bacteria. The results on soygurt controls with pH 4 and total LAB growth of 7.48 log CFU / mL, whereas in soygurt with the addition of encapsulated bacteria produced pH 4.02 and total LAB growth of 8.35 log CFU / mL. Keywords: Encapsulation, Lactobacillus plantarum B1765, Soygurt, pH, Total LAB
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN ENZIM PROTEASE DARI ISOLAT LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 TERHADAP KEEMPUKAN DAGING SKRIPSI DIAJUKAN KEPADA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN PENYELESAIAN PROGRAM SARJANA KIMIA OLEH :I GUSTI NGURAH AGUNG OKA DHANA14030234037 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIAPROGRAM STUDI S1 KIMIA 2018 GUSTI NGURAH AGUNG OKA DHANA, I; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KONSENTRASI ENZIM PROTEASE DARI ISOLAT Lactobacillus plantarum B1765 TERHADAP KEEMPUKAN DAGING Nama : I Gusti Ngurah Agung Oka Dhana NIM : 14030234037 Program Studi : S-1 Jurusan : Kimia Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Prima Retno Wikandari, M.Si Daging merupakan bagian yang tersusun oleh serat-serat sejajar otot dan melekat pada tulang manusia dan hewan yang memiliki tekstur padat kuat. Selama ini masyarakat dalam mengempukan daging menggunakan enzim papain dan bromelain dari getah papaya dan nanas yang merupakan enzim protease. Pada penelitian ini dipelajari potensi enzim protease yang diisolasi dari bakteri asam laktat L.plantarum B1765 sebagai alternatif dalam pengempukan daging. Keempukan daging diuji menggunakan penetrometer dan dianalisis statistik anova satu arah untuk mengetahui pengaruh Konsentrasi enzim protease 0.25%, 0.50%, 0.75%, dan 1% selama waktu perendaman 30 menit. Ada pengaruh konsentrasi enzim protease terhadap keempukan daging yang ditunjukkan dengan p > 0.05. Semakin tinggi konsentrasi enzim protease dan lama waktu perendaman yang digunakan, maka semakin tinggi nilai keempukan daging. Hasil uji keempukan daging menunjukkan nilai keempukan daging tertinggi dengan lama waktu perendaman 30 menit yaitu konsentrasi enzim protease 1% sebesar 8.0 mm/g/10 s, konsentrasi enzim protease 0.75%, 0.50%, 0.25% menghasilkan nilai keempukan daging berturut-turut sebesar 6.9 mm/g/10 s, 5.8 mm/g/10s, 5.3 mm/g/10 s. Kata kunci : L.plantarum B1765, Pengempukan Daging, Protease. ABSTRACT THE INFLUENCE OF PROTEASE ENZYME CONCENTRATION FROM Lactobacillus plantarum B1765 ISOLATE TO MEAT TENDERNESS. Name : I Gusti Ngurah Agung Oka Dhana Registration Number : 14030234037 Study Programme : Bachelor of Chemistry Department : Chemistry Faculty : Mathematics and Natural Science Institution : Universitas Negeri Surabaya Supervisor : Dr. Prima Retno Wikandari, M.Si Meat is composed of parallel fibers of the muscle and attached to the bones of humans and animals that has a strong solid texture. In general, people use the proteace papain and bromelain enzyme of papaya and pineapple latex. This reaseatch studied the potential of protease enzymes from lactic acid bacteria L.plantarum B1765 isolated as an alternative for meat tenderness. Meat tenderness was tested using a penetrometer and one-way ANOVA statistical analysis to determine the effect of protease enzyme concentrations of 0.25%, 0.50%, 0.75%, and 1% during soaking time 30 minutes. There is an effect of protease enzyme concentration on meat tenderness as indicated as big as p> 0.05. The highest the concentration of protease enzymes and the soaking time, then the higher the value of meat tenderness. Meat tenderness test results showed the highest meat tenderness value with 30 minutes soaking time that is 1% protease enzyme concentration as big as 8.0 mm / g / 10 s, protease enzyme concentration of 0.75%, 0.50%, 0.25% resulting in meat tenderness values of 6.9 mm / g / 10 s, 5.8 mm / g / 10s, 5.3 mm / g / 10 s respectively. Keyword : L.plantarum B1765, Meat Tenderness, Proteace.
PENGARUH LAMA FERMENTASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) DENGAN LACTOBACILLUS PLANTARUM B1765 TERHADAP MUTU MINUMAN FERMENTASI JUNAIDI, AHMAD; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) memiliki beberapa potensi dalam bidang pangan, salah satunya sebagai media fermentasi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sekitar 20,1%. Kombinasi ekstrak ubi jalar ungu dan probiotik Lactobacillus plantarum B1765 diharapkan dapat menjadi minuman fermentasi berbasis non susu yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi ekstrak ubi jalar ungu dengan Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu minuman fermentasi. Mutu yang diamati adalah mutu mikrobiologi dan mutu kimia dengan variasi waktu fermentasi 0, 12, 24, 36 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama fermentasi ekstrak ubi jalar ungu dengan Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu minuman fermentasi. Mutu mikrobiologi terbaik ada pada lama fermentasi 12 jam dengan nilai total bakteri asam laktat mencapai 1,86 × 109 CFU/mL. Variasi waktu fermentasi 12 hingga 48 jam telah memenuhi standar mutu kimia dengan nilai total asam tertitrasi 0,240 ? 0,630 dan pH 3,9 ? 3,4. Kata Kunci : Minuman Fermentasi, Ubi Jalar Ungu, Lactobacillus plantarum B1765, Mutu Mikrobiologi dan Kimia
PENGEMBANGAN GELATO SINBIOTIK BERBAHAN DASAR SOYGURT DAN UMBI GEMBILI (DIOSCOREA ESCULENTA L.) HIDAYA, ISMI; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gelato merupakan produk frozen dairy food dessert dengan bahan dasar susu sapi, kuning telur, penstabil, whipped cream dan gula. Gelato sinbiotik merupakan salah satu produk gabungan antara probiotik dengan prebiotik yang bermanfaat sebagai salah satu produk pangan fungsional. Bahan yang digunakan yaitu sari kedelai sebagai bahan utama pengganti susu sapi, dan soygurt yang difermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum B1765 sebagai probiotik, dan pengganti whipped cream, serta umbi gembili sebagai bahan penstabil, dan prebiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kimia (pH, dan TAT), mikrobiologi (Total BAL), dan organoleptik (Tekstur, dan Rasa) yang terkandung dalam gelato sinbiotik dengan penambahan umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) sebesar 5, 10, 15, 20% dan tanpa penambahan umbi gembili sebagai kontrol. Pengujian pH dilakukan menggunakan pH meter, sedangkan Total BAL menggunakan teknik Pour Plate Agar dan dihitung menggunakan Total Plate Count (TPC), dan organoleptik dilakukan uji hedonik terhadap 30 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan gelato sinbiotik dengan penambahan umbi gembili dapat menghasilkan total BAL mencapai 107 CFU/mL, pH berkurang dari 5,8 menjadi 4,8, serta peningkatan TAT dari 0,64% menjadi 0,97%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan gembili 20% menunjukkan berpengaruh terhadap perbaikan tekstur, namun memberikan after taste yang pahit terhadap gelato. Kata Kunci: Gelato sinbiotik, soygurt, umbi gembili (Dioscorea esculenta L.)
PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP TOTAL BAL DAN NILAI PH DALAM PEMBUATAN SARI KEDELAI SINBIOTIK YUSUF PRATAMA PUTRA, NOERMAN; RETNO WIKANDARI, PRIMA
Unesa Journal of Chemistry Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan fungsional merupakan pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang memiliki fungsi fisiologis tertentu, terbukti tidak membahayakan, dan bermanfaat bagi kesehatan. Suplementasi probiotik dalam proses fermentasi dapat memicu produksi asam lemak rantai pendek (ALRP). Asam lemak rantai pendek (ALRP) merupakan asam lemak organik dengan 1 sampai 6 atom karbon, dimana komponen utamanya berupa asam asetat, asam propionat, dan asam butirat. ALRP dapat dihasilkan selama fermentasi karbohidrat seperti stakiosa dan rafinosa pada sari kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu fermentasi optimum pada fermentasi sari kedelai dengan kultur starter L. plantarum B1765 dalam pembuatan minuman sinbiotik yang ditunjukkan dengan nilai pH dan total Bakteri Asam Laktat (BAL). Rancangan penelitian yang digunakan yaitu the post test-only control group design. Sampel sari kedelai terfermentasi dibuat dalam skala laboratorium dengan waktu fermentasi 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Analisis nilai pH digunakan pH meter dan total BAL dihitung dengan total plate count (TPC) method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh terhadap nilai pH dan total BAL. Waktu fermentasi optimal pada kurva pertumbuhan BAL terjadi pada jam ke-24 fermentasi yang ditunjukkan dengan jumlah BAL sebesar 5.09 x 108 CFU/mL dan nilai pH sebesar 4.2. Kata kunci: L. plantarum B1765, sari kedelai, nilai pH, total BAL
MINUMAN DAUN YACON SEBAGAI PRODUK UNGGULAN MASYARAKAT SENDURO Yuanita, Leny; Retno Wikandari, Prima; Pratiwi, Rinie; Budi Sabtiawan, Wahyu; Ayu P.S, Dhita
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p73-77

Abstract

The target of the community service was the empowerment of the community of Argosari Village, Senduro to produce a ready-to-sell yacon leaf drink. This activity involved lecturers, students, farmer groups, and villagers. There were three stages in this activity, including preparation, implementation, and evaluation.The training included making yacon leaf drink and packaging of product. The community service were conducted for 8 months starting from February to September 2017. The product was a ready-to-sellyacon leaf drink with certificate number of P-IRT No. 2133508030333-22. In addition, the students have been able to socialize with Argosari Village community through yacon processing program and P -IRT permit arrangement.
Potensi Bekasam Bandeng (Chanos chanos) sebagai Sumber Angiotensin I Converting Enzyme Inhibitor Prima Retno Wikandari; Suparmo Suparmo; Y. Marsono; Endang S. Rahayu
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 1 (2011): February 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i1.69

Abstract

Bekasam adalah produk fermentasi ikan. Bekasam diduga mempunyai aktivitas Angiotensin I Converting Enzyme (ACE) inhibitor, yang disebabkan oleh terbentuknya peptida ACE inhibitor hasil aktivitas proteolitik enzim endogenous ikan dan bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan populasi bakteri asam laktat, pH, total asam, perubahan protein terlarut dan besarnya aktivitas ACE inhibitor selama proses fermentasi bekasam. Jumlah populasi bakteri laktat meningkat dari 5,16 menjadi 8,15 log CFU/g, nilai pH menurun dari 6,5 menjadi 4,41 disertai dengan peningkatan total asam. Bekasam bandeng menunjukkan aktivitas antihipertensi sebesar 51,77% yang terbentuk pada hari ke 6, dan tidak menunjukkan aktivitas penghambatan pada proses fermentasi selanjutnya. Besarnya aktivitas ACE inhibitor berkorelasi dengan terjadinya kenaikan protein terlarut selama proses fermentasi bekasam.