Kirana Rukmayuninda Ririh
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN DAN INTENSI PERILAKU PELANGGAN DALAM PELAYANAN AIR BERSIH Suliantoro, Hery; Ririh, Kirana Rukmayuninda
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.2, Mei 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.069 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.2.73-82

Abstract

Nowadays, most of PDAM (Public Drinking Water Services) suffers from bankruptcy, because PDAMs have to pay their loan from an International Funding.  There is more than 300 PDAMs in Indonesia trap in financial problem that have to pay credits approximately Rp 5,3 Billion.  The main aim of the loan was to rise service level of public service in PDAM, but in fact it turns to be a `boomerang` for PDAM itself in financial and operational fields.  Therefore, PDAM could not maximize its public service in expanding pipes to cover public needs of drinking water and advancing water quality.  In other side, the number of citizen who need water keeps arise year by year.  Today, PDAM Kabupaten Semarang Cabang Ungaran  onlycan cover public needs of clear water for about 68%.  The less service level in public service cause consuming level in public decreases.  The worst would be declining of company income in PDAM Kabupaten Semarang Cabang Ungaran.  For improving service quality, structural equation modelling is one of methods and way to identify factors and varibles that need to be improved rapidly.  This model was wellknown as a device to evaluate correlation every varible that has significancy to customer satisfaction in PDAM Kabupaten Semarang Cabang Ungaran.  For further,recommendation of improvement could be found in  this model evaluation.  Output of the structural equation modelling shows Reliability, Responsiveness, Assurance, and Emphaty dimensions have a positif correlation and significant to overall satisfaction but tangible dimension has no significant correlatiion.  Evaluation of overall satisfaction variable to behavvioural intention shows that overall satisfaction has a positive and significant correlation to word-of-mouth and behavioural intention.  Besides, overall satisfaction also has negative and no significant correlation to feedback Keywords : structural equation modelling, service quality dimension, overall satisfaction, behavioural intention
STRATEGI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN IKM KONVEKSI SEBAGAI SALAH SATU INDUSTRI KECIL MENENGAH DI INDONESIA Ririh, Kirana Rukmayuninda; Anggrahini, Dewanti; Amalia, Amalia
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.851 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.3.179-188

Abstract

Melihat kondisi yang terjadi setelah runtuhnya kondisi perekonomian Indonesia akibat krisis 1998, pemerintah mulai melirik industri kecil dan menengah (IKM) karena terbukti lebih tahan terhadap krisis ekonomi. Buktinya saat pertumbuhan industri secara keseluruhan terjun bebas dari 5,90% (2005) menjadi 5% (2006), pertumbuhan IKM justru meningkat dari 3,48% (2005) menjadi 4,6% (2006). Namun demikian IKM yang dipercaya sebagai andalan kekuatan ekonomi bangsa, masih banyak menghadapi masalah. Salah satu contohnya IKM “Dedi Konveksi” di Bandung.  Dalam penelitian ini, identifikasi masalah dilakukan dengan menggunakan metode “three level characteristics of manufacture”. Kemudian dilakukan analisis SWOT sebagai dasar penentuan strategi korporasi.  Strategi bisnis yang diusulkan menjadi acuan untuk menyusun strategi teknologi. Dari strategi-strategi yang telah tersusun (strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi teknologi) diperlukan adanya suatu kebijakan. Kebijakan tersebut digunakan sebagai arahan untuk dapat mengembangkan dan membina industri kecil modern. Kebijakan pengembangan dan pembinaan IKM  konveksi ini  menggunakan 4 perspektif yaitu finansial, customer, proses bisnis internal, dan pertumbuhan-pembelajaran. Unsur dalam kebijakan tersebut melibatkan seluruh stakeholder dalam IKM. Kata kunci : Manajemen, Industri Kecil Modern, Strategi Bisnis, Strategi Korporasi, Strategi Teknologi.    Review to  the conditions that occurred after the collapse of Indonesia's economy from the crisis of 1998, the government will begin to consider  small and medium enterprises (SME) because it has proved to be more resilient to the economic crisis. This could be figured out when the overall industrial growth just plummeted from 5.90% (2005) to 5% (2006), and the growth of SMEs had increased from 3.48% (2005) to 4.6% (2006). Eventhough  SMEs are believed as centre of the nation's economic strength, those still faces many problems. One example IKM "Dedi Konveksi" in Bandung. In this study, identification of problems is done by using the three-level characteristics of manufacture.This identification will determine a  SWOT analysis as a basis for determining corporate strategy. Business strategy is proposed as the benchmark for technology strategy. Those  strategies that have been organized (corporate strategy, business strategy and technology strategy) required the existence of policies. The policies aimed as guidance to develop and foster a modern small industries. Strategy for  development and promotion policies of SMEs convection implemented through  four perspectives; namely financial, customer, internal business processes, and human resource growth-learning. Element in this policy strategy  involves all stakeholders in the SMEs. Keywords : Management, SMEs, Bussiness Strategy, Corporate Strategy, Technology Strategy.
Enhancing Usage Behavior of E-Procurement Through Organizational Values Suliantoro, Hery; Ririh, Kirana Rukmayuninda
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 1, Juni 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v18i1.7116

Abstract

The main purpose of this paper is to examine empirically the influence of organizational factors on the adoption of e-procurement in government institutions.The research design used is a survey research. This study examines theoretical models involving 185 respondents from 130 work units of all local government agencies in Central Java, Indonesia. Data analysis was done by using structural equation to know influence of organization value in e-procurement adoption process in government institution. The result of the research shows that organizational polychronicity values influence the behavior of e-procurement. Characteristics of dynamic organizational functions and tasks directly enhance the use of e-procurement behavior. Another finding, the learning organization has an effect on the e-procurement intention. The ability or capacity of the organization provides an opportunity for individuals to do individual learning will further activate the process of adoption of various applications of e-procurement. An important result of this study is that organizational value is one of the main determinants of successful adoption of technology. The findings of this study provide insight into the importance of organizational value in supporting the successful implementation of e-procurement.
STUDI KOMPARASI DAN ANALISIS SWOT PADA IMPLEMENTASI KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DI INDONESIA Ririh, Kirana Rukmayuninda; Laili, Nur; Wicaksono, Adityo; Tsurayya, Silmi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.179 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.2.122-133

Abstract

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Penggunaannya banyak diimplementasikan di lintas sektor seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), universitas, dan pemerintahan. Studi ini menggunakan Strenght-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) untuk mengukur implementasi AI. Sampel ditujukan pada inkubator bisnis pemerintah dan BUMN, selain itu juga menggunakan analisis konten terhadap beberapa implementasi AI yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas dan efisiensi perusahaan merupakan faktor utama yang mendorong tingginya tingkat implementasi AI. Namun implementasi dan pengembangan teknologi AI akan kurang maksimal jika tidak diperhatikan dengan detil atau disandingkan dengan teknologi lain (teknologi pangan dan lain-lain).
KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR): STUDI KASUS PERUSAHAAN PEMBANGKIT ENERGI “Y” Ririh, Kirana Rukmayuninda; Wicaksono, Adityo; Berliandaldo, Mahardhika; Ajie, Firman Tri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jati.16.1.29-41

Abstract

Perusahaan pembangkit energi dikenal dengan operasi bisnisnya yang menimbulkan dampak negatif sosial dan lingkungan yang cukup massif. Oleh karena itu perusahaan perlu melaksanakan tindakan mitigasi untuk mereduksi dampak negatif tersebut melalui program CSR. Efektivitas program CSR penting dievaluasi untuk mengetahui apakah dapat menghadirkan dampak sosial-lingkungan positif secara signifikan atau tidak. Salah satu metode evaluasi dampak yang populer digunakan oleh lembaga non-profit di berbagai negara adalah metode Social Return on Investment (SROI). Namun masih sedikit penelitian empiris yang dilakukan untuk memberikan bukti implementasi metode ini dalam konteks evaluasi program CSR. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan yang ada dengan memberikan bukti empiris implementatif dan modifikasi kecil pada metode SROI untuk evaluasi CSR. Lebih lanjut penelitian ini juga memberikan kontribusi praktikal dengan menyediakan gambaran bagi perusahaan pembangkit energi untuk dapat mengukur efektivitas program CSR menggunakan metode SROI. Hasil pengukuran dapat menjadi dasar optimasi program CSR perusahaan. Dalam studi kasus Perusahaan Pembangkit Energi “Y”, hasil perhitungan SROI menunjukkan bahwa program CSR yang dilakukan “cukup efektif” dengan total dampak positif yang ditimbulkan sebesar Rp. 2,69 untuk tiap rupiah yang diinvestasikan. Namun, Perusahaan “Y” cenderung banyak melakukan aktivitas yang berdampak sosial dan minim aktivitas yang berdampak positif terhadap lingkungan.Abstrak[A Study of Corporate Social Responsibility (CSR) Program Effectiveness: A Case Study in Energy Company “Y”]  Energy companies are known for their massive impacts on the social and environmental condition. Hence, they must conduct mitigation actions for reducing the negative impacts through CSR programs. A continuous evaluation of CSR programs effectiveness is crucial to understand whether they can bring significant social-environmental returns or not. One of the most popular methods of impact evaluation utilized by non-profit organizations is Social Return on Investment (SROI). However, only a few empirical research provides evidence for the implementation of this method in the context of CSR program evaluation. Therefore, this research aims to address this hiatus by giving empirical evidence on SROI implementation and incremental modification for CSR evaluation. Furthermore, this research also provides practical contributions by depicting how an energy company can measure its CSR program utilizing SROI. The measurement result can be used as guidance for optimizing the company’s CSR program. In our case study of Power Generator Company “Y”, the SROI calculation shows that the CSR program is “effective” with a total return Rp 2.69 for each rupiah invested. However, Company “Y” tend to conduct more activities for social return, rather than activities for environmental return.Keywords: Corporate Social Responsibility; Environmental Impact; Effectiveness; Social Impact; SROI
Understanding Behavior of Household Food Waste Management: Food Waste Hierarchy Context Ariyani, Luthfina; Ririh, Kirana Rukmayuninda
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 19, No. 02, December 2020
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v19i2.11994

Abstract

The determinant factor identification of behavior considers as an important means in order to develop effective intevention towards household waste management in Indonesia. This study extended the Theory of Planned Behavior (TPB) by using the following construct: intention, attitude, subjective norm, perceive behavioral control, government intervention, environmental knowledge and awareness, as well as household planning and buying habit; to understand household waste management behavior from the ‘reduce-reuse-recycle’ point of view. The structural equation modeling (SEM) were used in this study and the result showed that the model accounted for relatively substantial amount (61.7%) of the variance in intention, with the attitude, subjective norm, and environmental knowledge and awareness emerge as significant predictor.  Above findings could be used by both governmental and non-governmental organization to formulate strategies to manage food waste at the household level.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan Diagram Fishbone pada Lantai Produksi PT DRA Component Persada Ririh, Kirana Rukmayuninda
Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem dan Industri Vol 2 No 2 (2021): Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem dan Industri
Publisher : Engineering Faculty at Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/gijtsi.v2i2.5658

Abstract

Dalam setiap pekerjaan memungkinkan timbul risiko kecelakaan kerja yang berasal dari proses pekerjaan yang sedang berlangsung, kelalaian pekerjanya maupun kondisi pabriknya. Berdasarkan observasi di area lantai produksi PT DRA Component Persada dan wawancara kepada beberapa karyawannya telah didapatkan risiko-risiko kecelakaan kerja dan kecelakaan kerja yang terjadi di area produksi, baik pada prosesnya maupun lingkungan produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja dan faktor penyebabnya diikuti usulan perbaikannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan data hasil wawancara, penyebaran kuesioner, pengamatan langsung di lapangan dan pengumpulan data sekunder berupa data profil perusahaan. Teknik yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab terjadiya kecelakaan kerja menggunakan diagram fishbone dan untuk menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja menggunakan HIRARC. Usulan perbaikan terkait risiko kecelakaan kerja berdasarkan metode 5W1H. Berdasarkan hasil analisis faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja, diketahui penyebab yang paling dominan adalah faktor manusia dan metode. Sedangkan hasil identifikasi tingkat risiko kecelakaan didapatkan delapan risiko bahaya yang teridentifikasi berdasarkan faktor penyebab dan aktivitasnya. Penilaian risiko menunjukkan bahwa risiko berada pada tingkat low hingga medium risk. Usulan perbaikan diajukan dengan pertimbangan tiga risiko kecelakaan kerja yang paling tinggi nilai risikonya, yaitu memodifikasi mesin produksi, penambahan ventilasi udara atau kipas angin di ruangan kerja atau pabrik, dan menyediakan gudang terpisah untuk material produksi yang menumpuk di bagian area produksi.