Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Dunia Kesmas

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PESERTA KE KLUB PROLANIS DI PUSKESMAS PEKURUN KABUPATEN LAMPUNG UTARA 2016 Ririn Wulandari; Eka Antoni
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.482

Abstract

Dua dekade terakhir ini, telah terjadi transisi epidemiologis yang signifikan, penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, meskipun beban penyakit menular masih tetap tinggi. Provinsi Lampung memiliki prevalensi penyakit Diabetes Militus (DM) mencapai 0,8%, dan untuk Kabupaten Lampung Utara mencapai 1,1%, lebih tinggi dari prevalensi Provinsi Lampung (Riskesdas, 2013). Puskesmas Pekurun kasus DM sejumlah 120 kasus perbulan. Puskesmas Pekurun Januari-April 2016, hanya terdapat 40% (50 peserta) yang mengikuti kegiatan prolanis. Tujuan penelitian diketahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan peserta prolanis ke Klub prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara 2016.Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian semua peserta Prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara September 2014 sejumlah 141 dengan sampel 101 responden. Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi memiliki pengetahuan yang baik 60.0%, sikap positif 55.2%, keluarga tidak mendukung 50.5%, tidak aktif melakukan kunjungan ke klub Prolanis 61.0%. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p value 0,001 OR = 4,675), sikap (p value 0,002 OR = 4,248), dukungan keluarga (p value <0,001 OR = 7,822) dengan kunjungan ke klup prolanis. Disarankan pada petugas kesehatan lebih akatif sehingga masyarakat mau melakukan kunjungan ke Klub prolanis agar kesehatan dapat tetap terkontrol secara baik.Kata Kunci: Faktor, Prolanis
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SINDROMA PRAMESNTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH AL MU’ADALAH WALISONGO LAMPUNG UTARA Rani Fitriani; Ririn Wulandari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.500

Abstract

Beberapa saat sebelum menstruasi, sejumlah wanita biasanya mengalami rasa tidak enak.Mereka biasanya merasakan satu atau beberapa gejala yang disebut dengan kumpulan gejala sebelum datang bulan atau istilah populernya sindroma pramenstruasi(Burns, 2000).Sindroma pramenstruasi adalah sejumlah perubahan emosional maupun fisik yang terjadi pada hari ke-7 (tujuh) sampai hari ke 14 (empat belas) sebelum menstruasi dan mereda pada menstruasi awal (Saryono, 2009).Hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Madrasah Aliyah Al Mu’adalah kepada 20 remaja putri didapatkan angka kejadian sindroma pramenstruasi sebesar 85 % yang mengalami sindroma pramenstruasi dan dengan mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh) di dapatkan data prevalensi obesitas sebanyak 3 (15%) remaja putri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2013 di Madrasah Aliyah Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara.Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas IV dan V yang ada di MA Al Mu’adalah Lampung Walisongo Utara yang berjumlah 129 orang dengan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Rata-rata remaja putri mengalami sindroma pramenstruasi sedang.Terdapat hubungan antara aktivitas fisik, obesitas, stres dengan kejadian sindroma pramenstruasi pada remaja putri di MA Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara. Tetapi tidak terdapat hubungan antara umur dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri di MA Al Mu’adalah Walisongo Lampung Utara
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN INFERTILITAS SEKUNDER PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI KECAMATAN RAWA PITU KABUPATEN TULANG BAWANG Cristin Angelina Febriani; Ririn Wulandari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.476

Abstract

Terdapat 20 WUS di Desa Andalas Cermin Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 6 orang (30%) berusia 20-35 tahun mengalami gangguan hormon yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan 11 orang (55%), dan infeksi alat reproduksi wanita 3 orang (15%).Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yangmempengaruhi kejadian infertililtas sekunder pada WUS diKecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawangtahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi wanita usia subur (WUS) di Kecamatan Rawa Pitu 5.666 orang, dengan sampel 98 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,001), siklus haid (p= 0,000), infeksi alat reproduksi (p=0,017), status gizi (p=0,001) dan frekuensi hubungan seksual (p=0,001) dengan infertilitas sekunder.Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi adalah usia dengan p=0,001. Disarankan, bagi keluarga muda, jika ingin segera memiliki anak, lakukan senggama 2-3 kali seminggu.Kata kunci: faktor infertilitas sekunder