Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERANCANGAN KEAMANAN JARINGAN AUTHENTICATION LOGIN HOTSPOT MENGGUNAKAN RADIUS SERVER DAN PROTOKOL EAP-TTLS PADA MIKROTIK DI IDOOP HOTEL i Wayan Sukartayasa; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.017 KB) | DOI: 10.30812/bite.v1i1.421

Abstract

Idoop Hotel merupakan salah satu hotel yang terletak di kawasan Kota Mataram, Jalan Swaramahardika No.883, 83121. Idoop Hotel mulai beroperasi pada bulan Juni 2014. Idoop Hotel memiliki total 9 departement yang tergabung dalam jaringan back office dan operasional. Keseluruhan department berada dalam satu jaringan lokal yang dikelola oleh administrator jaringan pada hotel tersebut. Protocol Extensible Authentication Protocol-Tunelled Transport Layer Security (EAP-TTLS) melihat dari segi implementasi EAP-TTLS dirancang untuk memberikan kemudahan implementasi otentikasi dibandingkan dengan protocol EAP yang berbasis sertifikat digital. Implementasi EAP-TTLS hanya memerlukan sertifikat digital pada sisi authentication server, sedangkan sertifikat digital pada sisi client akan digantikan dengan menggunakan kombinasi username dan password. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan yaitu Penggunaan kombinasi username dan password untuk menggantikan sertifikat digital pada Extensible Authentication Protocol-Tunelled Transport Layer Security (EAP-TTLS) juga dapat meningkatkan mobilitas pengguna, karena pengguna tidak perlu menambahkan sertifikat digital untuk melakukan login ke hotspot. Authentikasi EAP-TTLS memiliki kemampuan yang lebih baik yang ditambahkan dengan enkripsi MD5 pada hotspot MikroTIK sehingga pengguna nyaman untuk melakukan login ke hotspot dan mempermudah karyawan IT dari Idoop Hotel untuk memanajemen pengguna dalam jumlah banyak.
IMPLEMENTASI IPS BERBASIS PORTSENTRY DAN VULNERABILITY ASSESMENT BERBASIS OPENVAS UNTUK PENGAMANAN WEB SERVER Edy Satriawan; Raisul Azhar; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.386 KB) | DOI: 10.30812/bite.v1i1.424

Abstract

Jaringan komputer merupakan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan satu komputer atau lebih agar dapat saling bertukar data dan informasi. Manfaat yang sedemikian besar tersebut tentunya akan berkurang dengan adanya gangguan yang muncul terhadap jaringan. Adapun salah satu masalah yang dapat menganggu keamanan sistem adalah masuknya user atau hacker yang bermaksud merusak sistem jaringan. Dalam penerapan pengamanan web server berbasis Intrusion Prevention System (IPS), penulis menggunakan aplikasi Portsentry dan IPTables. Portsentry dan IPTables berfungsi sebagai firewall terhadap serangan seperti DDoS, Ping Attack, dan Portscanning, serta penggunaan OpenVAS dalam penerepanan metode Vulnerability Assesment dalam melakukan scannin terhadap sistem, untuk dapat mengetahui kekelemahan-kelemahan terhadap sistem yang dibangun, sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap sistem agar menjadi lebih baik. Metodologi Penelitian yang penulis adopsi yaitu Network Development Life Cycle (NDLC), NDLC merupakan pendekatan proses dalam komunikasi data yang menggambarkan siklus yang tiada awal dan tiada akhir dalam membangun sebuah jaringan komputer mencakup sejumlah tahapan yaitu Analysis, Design, Simulation Prototype, Implementation, Monitoring dan Management.
ANALISA METRIC ROUTING PROTOKOL EIGRP Yudi Syahputra; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.003 KB) | DOI: 10.30812/bite.v1i1.423

Abstract

Router merupakan peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Router bekerja menggunakan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan tentang bagaimana paket dikirimkan. Informasi pada routing table dapat diperolah salah satunya melalui penggunaan routing protocol. Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) merupakan salah satu protocol dengan jenis Interior Gateway Protocol (IGP) yang dapat digunakan dalam suatu Autonomous System (AS). EIGRP adalah protokol routing yang dikembangkan oleh Cisco dan saat ini hanya dapat dijalankan pada router Cisco. Berdasarkan latar belakang diatas mendorong penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang bagaimana penentuan rute terbaik pada EIGRP berdasarkan metric yang digunakan pada jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Metric yang digunakan oleh EIGRP dikenal dengan nama K-Value meliputi bandwidth, delay, reliability, loading, dan MTU. Adapun kesimpulan dalam penilitian ini adalah bahwa antar router EIGRP harus memiliki nilai AS dan K-value yang sama agar terbentuk hubungan kebertetanggaan sehingga dapat bertukar informasi routing, nilai K-Value default yang digunakan untuk perhitungan metric adalah bandwidth terendah sepanjang jalur dan cumulative delay sepanjang jalur.
Otomasi Manajemen dan Pengawasan Linux Container (LCX) Pada Proxmox VE Menggunakan Ansible Muh Akromi Arya Pratama; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 3 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v3i1.807

Abstract

In the development of internet service technology, it has become a major requirement as a means of communication and exchanging information. Especially in the field of education such as elementary schols, internet facilities are very much needed where the users are administrative staff, teachers, students via the internet can access various knowledge needed quickly, so that it can simplify the learning process. Therefore, the bandwidth sharing system or it can be called bandwidth management must be in accordance with the conditions of the network service to be applied and bandwidth management is indispensable for multi-service networks, because the more and more varied applications that can be served by a network have an effect on link usage. In the network. The method in this research uses library research and the implementation uses the Hierarchical Token Bucket method, which is an application that function to regulate the distribution of bandwidth. The purpose of this analysis is to provide a bandwidth management system to make a fair distribution for users connected to the network. The results showed that the Hierarchicak Token Bucket method can regulate bandwidth usage for each client when downloading, uploading, streaming and browsing
Simulator GNS3 dan Wireshark Sebagai Model Virtual Pembelajaran Pratikum Jaringan Komputer Raisul Azhar; I Putu Hariyadi
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.327 KB) | DOI: 10.33394/jk.v3i2.678

Abstract

Impkementation of practicum on the course of computer networking at vocational school (SMKN1 Sambelia) and (SMKS Al Ma’rif Qomarul Huda) was through a convensional methods with incomplete equipments. In practicum activity should be supported by a various eqipments with different functions, such as; router, hub, accent firewall, but relatively expensive for procurement. Therefore, the school unable to fullfill the practicum equipments and potentially disturb the instructional process. To solve this condition, a virtual instructional methods could be implemented through GNS3 simulator completed with the network analyzer tools. The research method was Network Development Life Cicle and simulator utility of measurement functionality in the instructional of computer networking.
Sentralisasi Manajemen Hotspot Menggunakan Transparent Bridge Tunnel EoIP over SSTP I Putu Hariyadi
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.062 KB) | DOI: 10.30812/matrik.v16i2.8

Abstract

STMIK Bumigora is the first computer college in the province of West Nusa Tenggara (NTB). There are 11 hotspots spread across the campus to provide Internet services through a wireless connection for the academic community. The increasing number of hotspots that must be managed with locations scattered in various Mikrotik routers hence make the process of management and monitoring hotspots become complex, ineffective and efficient. Centralized campus hotspot management using a transparent bridge EoIP over SSTP can help solve the problems at hand. Ethernet over IP (EoIP) Tunneling is a Mikrotik RouterOS protocol that creates an Ethernet tunnel between routers over IP connections. EoIP tunnel built on SSTP tunnel (EoIP over SSTP) with Site-to-Site type. SSTP is a new form of Virtual Private Network (VPN) tunnel that provides a mechanism for encapsulating Point-toPoint Protocol (PPP) traffic through the SSL path of the HTTPS protocol. The IP address of the SSTP interface is used as the local reference and remote address of the EoIP over SSTP tunnel. The application of bridging on EoIP interfaces and interfaces connected to Access Point devices forms a logical network so that the management and monitoring of hotspot services can be performed centrally on one router.
Simulator GNS3 dan Wireshark Sebagai Model Virtual Pembelajaran Pratikum Jaringan Komputer Azhar, Raisul; Hariyadi, I Putu
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v3i2.678

Abstract

Impkementation of practicum on the course of computer networking at vocational school (SMKN1 Sambelia) and (SMKS Al Ma’rif Qomarul Huda) was through a convensional methods with incomplete equipments. In practicum activity should be supported by a various eqipments with different functions, such as; router, hub, accent firewall, but relatively expensive for procurement. Therefore, the school unable to fullfill the practicum equipments and potentially disturb the instructional process. To solve this condition, a virtual instructional methods could be implemented through GNS3 simulator completed with the network analyzer tools. The research method was Network Development Life Cicle and simulator utility of measurement functionality in the instructional of computer networking.
Implementasi Ansible Playbook Untuk Mengotomatisasi Manajemen Konfigurasi VLAN Berbasis VTP Dan Layanan DHCP Ni Made Anggrena Yalestia Chandrawaty; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v3i2.1577

Abstract

Penerapan otomatisasi manajemen konfigurasi jaringan dapat meningkatkan efisiensi dan meminimalkan risiko kesalahan konfigurasi. Penelitian terdahulu telah berhasil menerapkan otomatisasi manajemen konfigurasi Virtual Local Area Network (VLAN), InterVLAN dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Server menggunakan Ansible pada infrastruktur jaringan berbasis Cisco. Namun rancangan sistem otomatisasi yang dibuat hanya dapat diterapkan pada rancangan jaringan ujicoba di penelitian tersebut. Konfigurasi kebijakannya masih dikelola secara statik dan digabungkan menjadi satu kesatuan didalam file Ansible playbook sehingga ketika terjadi perubahan harus diubah di dalam file tersebut secara langsung. Penelitian ini mengimplementasikan Ansible Playbook dengan variable files yang menampung kebijakan konfigurasi sehingga dapat mengotomatisasi manajemen konfigurasi VLAN berbasis VTP dan layanan DHCP secara dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Developement Life Cycle. Rancangan jaringan ujicoba disimulasikan menggunakan PNETLab. Sistem otomatisasi yang dibangun dapat digunakan untuk manajemen konfigurasi perangkat jaringan baik router, switch maupun multilayer switch meliputi pembuatan dan penghapusan VLAN berbasis VTP dan DHCP di setiap lokasi. Selain itu sistem otomatisasi yang dibuat dapat mempercepat proses pengelolaan VLAN berdasarkan 3 (tiga) kali percobaan di setiap lokasi yaitu rata-rata 6 (enam) kali lebih cepat ketika operasi pembuatan konfigurasi. Sedangkan ketika operasi penghapusan konfigurasi, sistem otomatisasi rata-rata 3 (tiga) kali lebih cepat dibandingkan secara manual.
Implementation of Configuration Management Virtual Private Server Using Ansible I Putu Hariyadi; Khairan Marzuki
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 19 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.015 KB) | DOI: 10.30812/matrik.v19i2.724

Abstract

Virtualization technology has been applied to universities with computer study programs to support practicum in Network Management courses. Each user gets a Virtual Private Server (VPS) with container technology. VPS system that is prepared manually requires a long time, especially when the number of users is increasing. The activity repeats every semester so it becomes ineffective and inefficient. Application of automation using Ansible can help to manage VPS objects in the Promox Virtual Environment (PVE) Cluster dynamically. Network Development Life Cycle (NDLC) was used as a method in this study. The design of the VPS management automation system created supports the grouping of container, user and permission resource management for users. The design is implemented in Ansible Playbook. The test results show the average time of making VPS objects per student with an automation system 2 (two) times faster, that is 26.25 seconds compared to the old system which takes 2 minutes 15 seconds. Besides that, the Playbook that was created succeeded in automating the start and stop containers per group of students based on the practicum schedule dynamically so as to maintain the availability of services from the PVE Cluster.
Analisa Penerapan Private Cloud Computing Berbasis Proxmox Virtual Environment Sebagai Media Pembelajaran Praktikum Manajemen Jaringan I Putu Hariyadi; Akbar Juliansyah
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.844 KB) | DOI: 10.30812/matrik.v18i1.329

Abstract

STMIK Bumigora Mataram strives to develop a curriculum that adopts the needs of the industrial world. In the past 2 years, Network Management lecturers have experienced problems related to practicum implementation. During this time the learning process uses virtualization installed on each laboratory computer. However, the system has various weaknesses, especially related to the freedom of access and availability. The implementation of Private Cloud Computing based on Proxmox Virtual Environment (PVE) which in the cluster can be a solution to the problems faced. PVE cluster which is made using four servers and integrated with one storage server can be used as a learning media for network management practicum and support high availability so that live migration can be done. Users can manage Virtual Private Servers using Linux Container (LXC) independently with a login and limited access permission account and the configuration can be done through the console and SSH. All practicum materials were successfully tested on LXC. An FTP-based local repository built on a storage server can minimize the bandwidth usage of an Internet connection and speed up the package installation. In addition port forwarding on the gateway router can facilitate the remote access needs on LXC from the Internet.