Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STUDI PENGARUH METODE PEMBUATAN DAN SUMBER BAHAN BAKU PADA PROSES PRODUKSI KATALIS DARI ZEOLIT ALAM Widayat, Widayat; Satriadi, H; Roesyadi, Achmad; Rachimoellah, H M
METANA Vol 9, No 01 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.561 KB) | DOI: 10.14710/metana.v9i01.7206

Abstract

Abstract Indonesia has the potential for considerable natural zeolites. This natural zeolites, silica deposits typically have amounted to 60%, it also contains components of alumina. Silica and alumina oxide compound that can be used as a catalyst, particularly in the process of dehydration. This research aims to study the influence of the method of manufacture of catalysts in the production process of natural zeolite catalyst. The observed response is the surface area in comparison with silica, alumina and kristalitas. The surface area is measured by the method kristalitas and BET with XRD analysis as well as the composition of the silica-alumina with AAS. The methods used in this research is the process of exchanging ions-development with alcohol and dealuminiation process with hydrochloric acid solution. The raw materials used are natural zeolite from Malang, Lampung Province and Regency of Gunung Kidul. The results showed that dealuminasi process with hydrochloric acid produces a better surface area compared to the ion exchange process and development with alcohol. Besides the resulting catalyst with silicate dealuminasi process is a catalyst if the raw material of the Regency of Gunung Kidul and mordenite type if the raw materials used originate from Malang. Key words : Zeolite catalyst, natural zeolites, surface area, crystallite,Si/Al comparison
The Power Consumption Performance of an Orbiting Screw Solid-Solid Mixer Senda, Semuel Pati; Renanto, Renanto; Roesyadi, Achmad; Sumaryono, Wahono; Bindar, Yazid
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 44, No 3 (2012)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.15 KB) | DOI: 10.5614/itbj.eng.sci.2012.44.3.6

Abstract

In this work we have investigated mixing in a modified orbiting screw mixer  (MOSM)  designed  for  solid-solid mixing.  Mixing  was  carried  out  using urea powder and natural zeolite powder (UZ) of three varying particle sizes (50-60, 60-80 and 80 mesh). Power consumption was calculated from the measured torque of orbit and screw, obtained from computerized records. It was found that the  mixing  process  in  the  modified  orbiting  screw  mixer  with  air  injection required a lower power consumption for each particle-size group when compared to mixing without air injection. With UZ mixing in MOSM with  air injection, the lowest E was obtained for  the 60-80 mesh particle-size group  (4,297 Joule/kg-1),whereas when mixing without  air injection, the value was  10,296 J/kg. The best mixing  operation in this experiment was achieved at NFr  =  1.18x10-3 and in the range  of  values  NRe≈  8.77x107 to  2.63x108.  Moreover,  in this  study,  we  have developed  an  equation  to  estimate the  power  consumption required  for  mixing and determined its correlation with dimensionless numbers.
Kinetics of Palm Oil Transesterification Using Double Promoted Catalyst CaO/KI/γ- Al2O3 Asri, Nyoman Puspa; Budikarjono, Kusno; Suprapto, Suprapto; Roesyadi, Achmad
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 47, No 4 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.867 KB) | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.4.1

Abstract

Double promoted catalyst (CaO/KI/γ-Al2O3) was used as the catalyst for transesterification of palm oil into biodiesel. The experiment was carried out in a batch reactor consisting  of a three-neck glass flask (500 ml capacity) equipped with a reflux condenser, thermometer and magnetic stirrer. Kinetic study was  carried out with methanol under reflux conditions  at different temperatures (35-75°C) and different times of reaction (1-7 hours). The effects of temperature and time of the reaction on the conversion of palm oil into biodiesel and reaction rate constants were investigated. The results showed that the conversion and rate constants of reaction increased with the increasing of the reaction temperature. The highest conversion of 97% was obtained at 65°C and 5 hours  of reaction time. Meanwhile, the activation energy and the frequency factor were 15.47 kJ/mol and 1.22.102, respectively.
Studi Kinetika Pembentukan Karaginan dari Rumput Laut Dini Fathmawati; M. Renardo Prathama Abidin; Achmad Roesyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.171 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5557

Abstract

Karaginan merupakan senyawa polisakarida galaktosa.Senyawa-senyawa polisakarida mudah terhidrolisis dalam larutan yang bersifat asam dan stabil dalam suasana basa.Karaginan juga merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri atas ester kalium, natrium, magnesium dan kalium sulfat dengan galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa kopolimer. Karaginan adalah suatu bentuk polisakarida linear dengan berat molekul di atas 100 kDa atau berkisar antara 100-800 ribu Da.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel konsentrasi NaOH dan konsentrasi rumput laut terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari pengaruh variabel suhu dan waktu terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari kinetika reaksi pembentukan karaginan dari rumput laut.Analisa identifikasi karaginan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR menunjukkan bahwa jenisnya adalah kappa karaginan dan iota karaginan.Semakin besar konsentrasi NaOH, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Semakin besar suhu ekstraksi, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Dengan persamaan reaksi rate adalah rp = k’CAn , harga Ea (E.Spinosum) NaOH 6% = 43989,37 J/mol, dan harga Ea (E.Cottoni) NaOH 6%= 43066,52  J/mol. Untuk harga k masing-masing pada saat NaOH 6%, yaitu:E. Spinosum : k 80 oC  = 3,2949072;k 85 oC = 3,7439337; c. k 90 oC = 5,5655806. E. Cottoni :k 80 oC  = 0,04925;  k 85 oC = 0,0577; dan k 90 oC = 0,08249. Dari hasil penelitian yang di dapat, kecepatan reaksi pada E. Spinosum dan E. Cottoni ditetapkan orde reaksi 1,5.
PROSES PRODUKSI KATALIS -Al2O3 MENGGUNAKAN METODE IMPREGNASI Alviany, Riza; Marbun, Maja Pranata; Kurniawansyah, Firman; Roesyadi, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1088

Abstract

Alumina (Al2O3) merupakan salah satu material keramik yang paling banyak penggunaanya sebagai katalis, support katalis. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembuatan nano catalys γ-Al2O3 dengan metode impregnasi. Pada proses impregnasi dilakukan variasi berupa rasio logam Cr dengan Co (1:1, 1:2, 2:1) dan % loading logam promotor tehadap jumlah total katalis Cr-Co/γ-Al2O3 (5% dan 10%). Dari analisa XRD diketahui bahwa kristal γ-Al2O3 hasil sintesis berukuran 17,82 nm, kemudian dari analisa BET didapatkan hasil luas permukaan sebesar 162,840 m2g. Berdasarkan analisa XRF diketahui bahwa logam yang terkandung dalam katalis Cr-Co/γ-Al2O3. Uap keluaran reaktor dikondensasikan dan dilakukan analisa gas kromatografi (GC). Dari hasil analisa produk didapatkan bahwa katalis GACrCo1021 memiliki aktivitas yang lebih baik dari katalis lainnya berdasarkan hasil konversi etanol dan yield dietil eterDOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1088 
KARAKTERISASI KATALIS Fe-Co/HZM-5 UNTUK REAKSI FISCHER-TROPSCH Jimmy, Jimmy; Gunardi, Ignatius; Aushaf, Faishal; Pamungkas, Gagas; Roesyadi, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v13i1.1145

Abstract

Produksi biofuel yang identik dengan bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui sintesis Fishcer-Tropsch. Penggabungan katalis logam dan HZSM-5 (Fe-Co/HZSM-5) dapat menggabungkan proses polimerisasi gas sintesis (CO, H2) menjadi hidrokarbon rantai panjang dan perengkahannya dalam satu tahap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan HZSM-5 mesopori menggunakan reagen desilikasi NaOH dan mempelajari komposisi Fe-Co terhadap karakteristik katalis Fe-Co/HZSM-5. Preparasi zeolite HZSM-5 terdiri dari desilikasi NaOH, pembentukan fase amorf menggunakan larutan HNO3 dan impregnasi katalis. Pengujian kristalinitas dan karakteristik pori HZSM-5 menggunakan XRD, BET dan SEM-EDX. Impregnasi divariasikan dengan kadar Fe 10-50% dalam Fe-Co menggunakan metode incipient wetness impregnation. Hasil uji XRD pada HZSM-5 dan meso-HZSM-5 (NaOH) pada kisaran sudut 2 sebesar 7-80 dan 23-23,910 membuktikan bahwa struktur kristal masih dipertahankan pada meso-HZSM-5. Katalis logam Fe-Co yang terimpregnasi menunjukkan besaran yang mendekati besaran prosentase impregnasi katalis yang dibuat. Hasil BET HZSM-5 menunjukkan adanya kenaikan diameter pori sebelum dan setelah desilikasi dari 2,104 nm menjadi 3,029 nm, kenaikan luas permukaan dari 266,28 m2/g menjadi 526,03 m2/g, Peningkatan volume pori dari 0,14 cc/g menjadi 0,486 cc/g. Karakterisasi katalis Fe-Co/HZSM-5 menghasilkan katalis mesopori amorf yang secara fisika memenuhi kualifikasi sebagai katalis Fischer-Tropsch.Kata kunci: biofuel, desilikasi, Fischer-Tropsch, impregnasi, katalis Fe-Co/HZSM-5.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1145
Multi-Feedstocks Biodiesel Production from Esterification of Calophyllum inophyllum Oil, Castor Oil, Palm Oil and Waste Cooking Oil Hadiyanto, H; Aini, Apsari Puspita; Widayat, Widayat; Kusmiyati, Kusmiyati; Budiman, Arief; Roesyadi, Achmad
International Journal of Renewable Energy Development Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.9.1.119-123

Abstract

Biodiesel can be produced from various vegetable oils and animal fat. Abundant sources of vegetable oil in Indonesia, such as Calophyllum inophyllum, Ricinus communis, palm oil, and waste cooking oil, were used as raw materials. Multi-feedstock biodiesel was used to increase the flexibility operation of biodiesel production. This study was conducted to determine the effect of a combination of vegetable oils on biodiesel characteristics. Degumming and two steps of esterification were applied for high free fatty acid feedstock before trans-esterification in combination with other vegetable oils. Potassium hydroxide was used as a homogenous catalyst and methanol as another raw material. The acid value of C. inophyllum decreased from 54 mg KOH/gr oil to 2.15 mg KOH/gr oil after two steps of esterification. Biodiesel yield from multi-feedstock was 87.926% with a methanol-to-oil molar ratio of 6:1, temperature of 60 ℃, and catalyst of 1%wt. ©2020. CBIORE-IJRED. All rights reserved
Pembuatan Glukosa dan Sukrosa dari Rumput Laut dengan Metode Hidrolisa Menggunakan Katalis SiO2 Devi, Fatma Putrinta; Riyadi, Delfimelinda Nurul; Kurniawansyah, Firman; Petrus, Himawan TBM; Astuti, Widi; Roesyadi, Achmad
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada posisi pertama eksportir rumput laut, Namun pada posisi ke-7 dari sisi harga. Karbohidrat pada rumput laut dihidrolisis dengan katalis asam akan menghasilkan sejumlah monosakarida. Dalam hal ini, katalis berperan penting untuk menghasilkan produk. Memproses dengan katalis asam homogen memiliki beberapa kekurangan, salah satunya ialah sulit dalam proses pemisahan antara katalis dan produk akhir. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan katalis heterogen yaitu silika (SiO2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembuatan sukrosa dan glukosa yang terbentuk dari rumput laut dan mempelajari reaksi proses hidrolisa rumput laut dengan katalis heterogen. Metodologi yang digunakan yaitu hidrolisa untuk pembuatan sukrosa dan glukosa dengan variabel katalis SiO2 komersil sulfonat dan SiO2 geothermal sludge sulfonat. Hasil analisa XRD mendapatkan sudut difraksi pada katalis SiO2 komersil sulfonat bersifat amorf dan katalis SiO2 geothermal sludge (GS) sulfonat bersifat kristal. Glukosa yang dihasilkan pada reaksi hidrolisis katalitik dengan katalis SiO2 komersil sulfonat lebih besar yaitu sebesar 0,0143(b/b) dari variabel katalis yang lain. Dan memiliki kadar sukrosa lebih tinggi sebesar 1,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa katalis SiO2 komersil sulfonat merupakan katalis yang menghasilkan glukosa dan kadar sukrosa lebih banyak dibandingkan dengan katalis lainnya.
Pembuatan Glukosa dan Sukrosa dari Rumput Laut dengan Metode Hidrolisa Menggunakan Katalis SiO2 Fatma Putrinta Devi; Delfimelinda Nurul Riyadi; Firman Kurniawansyah; Himawan TBM Petrus; Widi Astuti; Achmad Roesyadi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada posisi pertama eksportir rumput laut, Namun pada posisi ke-7 dari sisi harga. Karbohidrat pada rumput laut dihidrolisis dengan katalis asam akan menghasilkan sejumlah monosakarida. Dalam hal ini, katalis berperan penting untuk menghasilkan produk. Memproses dengan katalis asam homogen memiliki beberapa kekurangan, salah satunya ialah sulit dalam proses pemisahan antara katalis dan produk akhir. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan katalis heterogen yaitu silika (SiO2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembuatan sukrosa dan glukosa yang terbentuk dari rumput laut dan mempelajari reaksi proses hidrolisa rumput laut dengan katalis heterogen. Metodologi yang digunakan yaitu hidrolisa untuk pembuatan sukrosa dan glukosa dengan variabel katalis SiO2 komersil sulfonat dan SiO2 geothermal sludge sulfonat. Hasil analisa XRD mendapatkan sudut difraksi pada katalis SiO2 komersil sulfonat bersifat amorf dan katalis SiO2 geothermal sludge (GS) sulfonat bersifat kristal. Glukosa yang dihasilkan pada reaksi hidrolisis katalitik dengan katalis SiO2 komersil sulfonat lebih besar yaitu sebesar 0,0143(b/b) dari variabel katalis yang lain. Dan memiliki kadar sukrosa lebih tinggi sebesar 1,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa katalis SiO2 komersil sulfonat merupakan katalis yang menghasilkan glukosa dan kadar sukrosa lebih banyak dibandingkan dengan katalis lainnya.