Jajang A Rohmana
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

REKONSTRUKSI ILMU-ILMU KEISLAMAN: Problematika Ontologis dan Historis ‘Ulum Al-Qur’an Rohmana, Jajang A.
KALAM Vol 8, No 1 (2014): JUNI 2014
Publisher : FAKULTAS USHULUDDIN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractRECONSTRUCTION OF ISLAMIC SCIENCES: ONTOLOGICAL AND HISTORICAL PROBLEMATIC OF ULUMUL QURAN. This paper focuses on the problems surrounding the search in the ontological and historical studies of ‘ Ulu>m al-Qur’a>n, i.e the crisis of its scope and historical formation of the discourse. Ever since it was compiled and systematized, the discourse of ‘Ulu>m al-Qur’a>n has experienced unvarying growth and, up to now, is still in its scholastic patterns both in terms of methodology and contents. This trend, undeniably, paves the way for arising various problems, including the emergence of fundamentalistic view of the Qur’an and ‘Ulu>m al-Qur’a>n which is detached from its historical and socio-cultural contexts. Such a phenomenon has led to numerous problems, such as: a crisis of the scope of the Qur’anic studies- seeming stagnant and deadlock; a separation of the text of ‘Ulu>m al-Qur’a>n from its contextual aspects; and sacralization of the various branches of the’ Ulu>m al-Qur’a>n which begins with the assumption that particular sciences were the only ones who have a legitimate position in the ‘Ulu>m al-Qur’a>n, making it difficult to pass a new scientific perspective. Finally, at the next level, the rescue mission indirectly spawned numerous anomalies and reduction of knowledge in the ontological area of ‘Ulu>m al-Qur’a>n itself.Kata Kunci: ‘Ulu>m al-Qur’a>n; problematika; ruang lingkup; sejarah
REKONSTRUKSI ILMU-ILMU KEISLAMAN: Problematika Ontologis dan Historis ‘Ulu>m Al-Qur’a>n Rohmana, Jajang A.
KALAM Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.901 KB) | DOI: 10.24042/klm.v8i1.167

Abstract

Tulisan ini fokus pada penelusuran seputar problem ontologis dan historis dalam kajian ‘Ulu>m al-Qur’a>n, krisis ruang lingkup dan jejak sejarah pembentukan wacananya. Sejak disusun dan disistematisasikan hingga sekarang hampir, diskursus Ulu>m al-Qur’a>n tidak mengalami perkembangan dan masih tetap bercorak skolastik, baik dari sisi metodologi maupun muatan isinya. Kecenderungan ini melahirkan berbagai problem, di antaranya pandangan mendasar terhadap al-Qur’an dan ‘Ulu>m al-Qur’a>n yang seakan terlepas dari konteks historis dan sosio-kulturalnya. Hal ini mengakibatkan timbulnya sejumlah masalah antara lain berupa : krisis ruang lingkup kajian ‘Ulu>m al-Qur’a>n- yang seolah-olah mengalami kemandegan dan kebuntuan; terpisahnya teks ‘Ulu>m al-Qur’a>n dari konteks situasinya yang objektif-historis yang kemudian menimbulkan pensakralan terhadap berbagai cabang ilmu dalam ‘Ulu>m al-Qur’a>n yang diawali dengan anggapan bahwa ilmu-ilmu itu sajalah yang memiliki kedudukan yang absah dalam ‘Ulu>m al-Qur’a>n, sehingga sulit untuk meloloskan perspektif keilmuan baru. Terakhir, pada tataran selanjutnya, misi penyelamatan tersebut secara tidak langsung melahirkan berbagai anomali dan reduksi keilmuan dalam wilayah ‘Ulu>m al-Qur’a>n sendiri secara ontologis.
Negara Kitab Suci: Pewacanaan Al-Qur’an di Jawa Barat Rohmana, Jajang A.; Zuldin, Muhamad
KALAM Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6603.783 KB) | DOI: 10.24042/klm.v12i1.1945

Abstract

Artikel ini memfokuskan pada masalah proses pewacanaan Al-Qur’an di Jawa Barat. Sebuah isu penting terkait upaya pemerintah daerah dalam meraih dukungan umat Islam melalui kuasa pengetahuan dan hegemoni tradisi kitab suci. Kuasa disusun, dimapankan dan diwujudkan lewat pengetahuan dan wacana Al-Qur’an yang diregulasikan dan diresmikan. Melalui analisis hegemoni dan struktur diskursif, studi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat berkepentingan mengendalikan dan mendomestikasi kepentingan umat Islam dari kekuatan politik ke dalam ruang budaya. Pemerintah daerah selalu terlibat dalam proses domestifikasi tersebut, seperti tampak dalam penguatan tradisi literasi hingga memfasilitasi festivalisasi Al-Qur’an melalui perlombaan dan pembentukan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa program pewacanaan Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari politisasi keagamaan untuk menandai Islam dan kaum Muslim yang mendukung rezim pemerintah daerah yang berkuasa.